Berikut Kaleidoskop Bencana Bojonegoro Sepanjang Tahun 2025

Berikut Kaleidoskop Bencana Bojonegoro Sepanjang Tahun 2025

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Bojonegoro kembali dihadapkan pada beragam peristiwa kebencanaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat ratusan kejadian bencana yang tersebar hampir merata di berbagai kecamatan, mulai dari angin kencang, tanah longsor, hingga banjir luapan sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menyampaikan bahwa pihaknya telah merilis Peta Sebaran Bencana Tahun 2025 sebagai gambaran menyeluruh kondisi kebencanaan di wilayah Bojonegoro. Data tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi dan penguatan mitigasi ke depan.

“Selama 2025, BPBD Bojonegoro menangani berbagai kejadian bencana dengan karakteristik dan dampak yang berbeda-beda. Ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana di Bojonegoro cukup kompleks,” ujar Heru, Rabu (7/1/2025).

Berdasarkan data BPBD, angin kencang menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan total 107 kejadian. Kecamatan Bojonegoro tercatat sebagai wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 15 kali. Disusul Kecamatan Dander dengan 13 kejadian, serta Kecamatan lain yang juga terdampak cukup signifikan.

Tanah longsor menempati urutan kedua dengan 84 kejadian sepanjang tahun. Kecamatan Gondang menjadi wilayah paling rawan dengan 12 kejadian longsor, diikuti Kecamatan Sekar sebanyak 11 kejadian, dan Kecamatan Tambakrejo dengan tujuh kejadian. Kondisi topografi dan intensitas hujan yang tinggi disebut menjadi faktor pemicu utama.

Sementara itu, banjir luapan sungai terjadi sebanyak 55 kali dan masih menjadi ancaman rutin bagi wilayah-wilayah di sekitar daerah aliran sungai. Selain itu, BPBD juga mencatat 12 kejadian banjir genangan dan enam kejadian banjir bandang yang memerlukan penanganan cepat.

Bencana kebakaran rumah tercatat sebanyak 33 kejadian, sedangkan kekeringan melanda 18 kali di sejumlah kecamatan. Wilayah terdampak kekeringan antara lain Kecamatan Bojonegoro, Dander, Kepohbaru, Margomulyo, Ngraho, Temayang, Trucuk, Tambakrejo, Sumberrejo, Sukosewu, Sugihwaras, hingga Kecamatan Sekar.

Untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD mencatat sembilan kejadian sepanjang 2025. Kecamatan Trucuk menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni enam kejadian. Sementara Kecamatan Kapas, Dander, dan Bojonegoro masing-masing mencatat satu kejadian.

Selain itu, terdapat pula satu kejadian kegagalan teknologi serta 25 kejadian lain-lain yang memerlukan penanganan BPBD sesuai prosedur kedaruratan.

Heru menegaskan, data kebencanaan ini bukan sekadar catatan akhir tahun, melainkan peringatan bagi seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan masing-masing.

“Jika terjadi bencana, kami mengimbau masyarakat segera melapor melalui kanal resmi BPBD agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkasnya.

Dengan rilis Peta Sebaran Bencana Tahun 2025 ini, BPBD Bojonegoro berharap kesadaran kolektif terhadap mitigasi bencana semakin kuat, seiring upaya pemerintah daerah dalam menekan risiko dan dampak bencana di tahun-tahun mendatang. [lus/but]