Pasuruan (beritajatim.com) – Berdasarkan angka prevalensi nasional sebesar 1,73 persen, jumlah pengguna narkotika di Kabupaten Pasuruan diestimasikan telah mencapai 2.000 orang. Tingginya angka ini menjadi tantangan besar bagi pihak berwenang untuk melakukan penanganan secara masif di seluruh wilayah.
Data BNN Kabupaten Pasuruan menunjukkan lonjakan tajam pada jumlah warga yang mendapatkan rekomendasi rehabilitasi dalam dua tahun terakhir. “Rekomendasi rehabilitasi di tahun 2024 dengan 2025 naik dua kali lipat,” lapor BNN mengenai tren peningkatan penyalahgunaan tersebut.
Tercatat pada tahun 2024 terdapat 105 orang yang direhabilitasi, namun angka tersebut melonjak drastis menjadi 215 orang pada tahun 2025. Kondisi ini memicu BNN untuk memperkuat peran pencegahan melalui berbagai program sosialisasi hingga tes urine di masyarakat.
Guna menekan angka kecanduan, BNN Kabupaten Pasuruan berencana menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah daerah pada tahun 2026 ini. “Kita akan kerjasama dengan Pemkab Pasuruan untuk membuat relawan pemulihan setiap desa,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki.
Program pembentukan relawan desa ini nantinya akan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kesehatan. Masduki menjelaskan bahwa kehadiran relawan di tingkat akar rumput merupakan salah satu strategi jitu untuk mengurangi angka kecanduan.
Nantinya, para relawan pemulihan tersebut akan mendapatkan pelatihan khusus mengenai tata cara menanggulangi para pecandu narkotika. “Kalau di setiap desa ada relawan dan telah terlatih pastinya pecandu narkotika bisa lebih cepat sembuh,” jelas Masduki mengenai manfaat program tersebut.
Keberadaan relawan di desa juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga pecandu dalam mengakses layanan pemulihan. Selain proses yang lebih cepat, biaya yang dibutuhkan nantinya diprediksi akan jauh lebih ringan dan tidak memberatkan masyarakat.
BNN mengimbau agar pihak keluarga lebih terbuka dalam menjalin komunikasi demi mempercepat pemulihan para pecandu. “Ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecanduan narkotika,” pungkas Masduki menekankan pentingnya sinergi semua pihak. [ada/aje]
