Awas, Krisis Venezuela Bisa Berdampak ke Pertamina

Awas, Krisis Venezuela Bisa Berdampak ke Pertamina

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, menilai dinamika politik dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak akan berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia maupun harga energi di dalam negeri. 

Menurut Hadi, produksi minyak Venezuela saat ini hanya berada di kisaran 800 ribu barel per hari (bopd), angka yang sangat kecil dibandingkan total produksi minyak global yang mendekati 100 juta bopd. Dengan porsi tersebut, Venezuela tidak memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan global.

“Venezuela bukan choke point seperti Selat Hormuz. Dalam lima tahun terakhir, meski terjadi berbagai dinamika di Venezuela, harga minyak dunia justru cenderung turun. Dampaknya ke harga minyak domestik juga hampir tidak ada,” ujar Hadi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (6/1/2026).

Hadi juga menyinggung konflik lama antara pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak Amerika Serikat. Pada 2007, Venezuela menasionalisasi aset kontraktor kontrak kerja sama (K3S) asing yang menyebabkan perusahaan minyak AS kehilangan aset hingga US$8 miliar, yang nilainya diperkirakan telah berlipat ganda saat ini.  

Meski telah ada putusan lembaga peradilan internasional, Venezuela disebut belum memenuhi kewajiban pembayaran kompensasi.

“Dalam konteks itu, Amerika Serikat ingin mengembalikan rule of business sesuai hukum internasional. Namun kami meyakini AS tetap akan menghormati kontrak-kontrak yang sudah berjalan, termasuk kerja sama dengan Pertamina,” katanya.