Jakarta –
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat jumlah sawah yang gagal panen akibat bencana banjir di Sumatera kini mencapai 20.000 hektare (ha). Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan jumlah sawah itu bahkan tidak hanya gagal panen, tetapi sudah habis tersapu banjir dan tidak lagi berbentuk sawah.
Sudaryono memastikan pemerintah akan mencetak ulang sawah yang tersapu dengan banjir menjadi seperti sediakala. Pemerintah akan memberikan benih dan alat mesin pertanian (alsintan) gratis untuk membantu petani menanam kembali sawahnya.
“Nah yang puso itu kan sekitar 15.000-20.000 hektare. Itulah kemudian nanti pemerintah datang. Itu kan sudah tidak berbentuk sawah lagi. Nanti kita ada cetak sawah, kita bikinkan sawahnya, kita kasih benihnya, kita kasih alat mesin pertaniannya. Jadi sawah yang karena bencana kemudian tidak jadi sawah lagi itu kita kembalikan seperti sawah sediakala,” kata Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Kantor HKTI, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025).
Secara total, jumlah sawah yang terdampak di Sumatera akibat bencana banjir tercatat mencapai 70.000 ha. Sudaryono mengatakan jika yang mengalami puso 15.000-20.000 ha, maka sisanya meski terdampak tetapi tidak mengalami gagal panen.
“Nah kalau yang terdampak itu kan misalnya 70.000, (kemudian) sisanya bagaimana terdampak itu? Misalnya dia akses jalannya putus, kemudian dia terendam tapi tidak mati padinya, itu tanamanya tidak mati, itu namanya terdampak. Tapi kemudian tidak puso. Kalau puso itu gagal panen namanya,” terangnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga telah mengatakan pemerintah akan membangun ulang lahan sawah yang rusak total imbas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Totalnya, pemerintah akan mencetak ulang 11.000 hektare (ha) sawah.
“Ada 70.000 hektare sawah rusak, tapi yang betul-betul harus dibangun kembali itu 11.000,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).
Menurutnya proses pembangunan ulang lahan sawah ini akan dilanjutkan Januari 2026 mendatang. Dalam hal ini Amran menegaskan pihaknya sudah menyiapkan anggaran yang diperlukan, sekitar Rp 300-400 miliar.
“Kita Januari langsung jalan, anggarannya sudah ada. Anggarannya Rp 300 miliar- Rp 400 miliar kalau 10.000,” ucapnya.
Selain sawah, pemerintah juga akan memperbaiki lahan perkebunan lainnya yang rusak terdampak bencana. Tidak hanya itu, benih dan alat mesin pertanian (alsintan) rencananya juga akan disalurkan secara gratis.
“Bukan sawah saja, ada kopi, ada kakao, bibitnya kita sudah siapkan tahun 2026,” tegasnya.
Lihat juga Video: 11.000 Hektare Sawah Terdampak Banjir Sumatera Bakal Dicetak Ulang
(ada/kil)
