JAKARTA – Pasar kripto kembali menunjukkan penguatan signifikan. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin (BTC) melonjak 2,73 persen dan bergerak di level 93.925 dolar AS atau setara Rp1,56 miliar.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menilai penguatan ini menandai kembalinya momentum positif di pasar aset digital. Bitcoin bahkan sempat menyentuh level 94.789 (Rp1,58 miliar), yang menjadi harga tertinggi sejak 17 November.
Capaian tersebut sekaligus mengakhiri fase konsolidasi selama hampir tiga pekan, di mana area 90.000 dolar AS (Rp1,5 miliar) sebelumnya sulit ditembus.
Menurut Panji, kenaikan harga Bitcoin ini terjadi seiring aset kripto mulai mengejar performa pasar saham dan logam mulia yang lebih dulu menguat.
“Kenaikan ini terjadi seiring aset digital mulai mengejar performa pasar saham dan logam mulia yang sebelumnya lebih dulu menguat,” jelas Panji dalam pernyataannya pada Selasa, 6 Januari.
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko, seiring membaiknya sentimen pasar global.
Sementara itu, dari sisi korporasi, sentimen positif juga datang dari Strategy (MSTR), yang kembali menambah kepemilikan Bitcoin di awal 2026.
Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor, mengungkapkan bahwa perusahaan membeli tambahan 1.287 BTC dengan harga rata-rata sekitar 90.000 dolar AS (Rp1,5 miliar) per koin.
Dengan transaksi ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy meningkat menjadi 673.783 BTC, dengan rata-rata harga pembelian sebesar 75.026 dolar AS (Rp1,25 miliar). Langkah tersebut semakin mengukuhkan Strategy sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Ke depan, Panji Yudha memperkirakan Bitcoin berpotensi bergerak di kisaran 93.000-97.000 dolar AS (Rp1,55 – Rp1,62 miliar) dalam waktu dekat.
