Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis diluncurkan sebagai upaya strategis pemerintah untuk mengatasi persoalan gizi anak sekaligus membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Prabowo mengatakan, gagasan program makan bergizi gratis berangkat dari pengalamannya selama masa kampanye Pilpres, ketika ia kerap berkunjung ke desa-desa dan menyaksikan langsung kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.
“Saya datang ke desa-desa di mana-mana, saya lihat anak-anak kecil umur sembilan, sepuluh, sebelas tahun, tapi badannya seperti anak empat tahun. Kurang gizi di mana-mana,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, dia menuturkan, selama berkeliling dunia, dirinya mempelajari berbagai kebijakan negara lain dalam menangani kemiskinan dan gizi buruk. Prabowo mencontohkan India dan Brasil yang telah lama menerapkan program makan bergizi bagi masyarakatnya.
“India, APBN-nya nomor satu pertahanan, nomor dua atau tiga makan bergizi. Brasil sudah melaksanakan makan bergizi 12–13 tahun lalu. Sekarang sudah ada 76 negara melaksanakan makan bergizi,” ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan bahwa sejumlah lembaga internasional menilai program makan bergizi sebagai investasi ekonomi yang sangat menguntungkan. Dia menyebut Rockefeller Institute dari Amerika Serikat yang telah meninjau langsung program tersebut di Indonesia.
“Ahli dari Rockefeller Institute mengatakan kepada saya, satu rupiah investasi untuk makan bergizi gratis akan menghasilkan pelipatan nilai ekonomi lima kali sampai 35 kali,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, dia menekankan bahwa Pemerintah menargetkan program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia guna menyongsong Indonesia Emas di masa depan.
Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa motif utama pemerintah bukan semata keuntungan ekonomi, melainkan dorongan kemanusiaan untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat.
“Saya tidak mengejar itu [keuntungan ekonomi]. Saya hanya tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kurang gizi. Untuk yang kaya mungkin tidak penting, tapi untuk anak-anak di banyak daerah, makan bergizi itu sangat-sangat penting,” tegas Prabowo.
