Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin, setelah serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven.
Mengutip CNBC, Selasa (6/1/2026), harga emas di pasar spot naik 2,7% ke posisi USD 4.444,52 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 29 Desember. Sebelumnya, emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2,8% ke level USD 4.451,5 per ons.
Analis menilai ketegangan geopolitik terbaru menjadi pemicu utama lonjakan harga emas.
“Situasi di sekitar Venezuela jelas mengaktifkan kembali permintaan aset safe haven. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran yang sudah ada terkait geopolitik, pasokan energi, dan kebijakan moneter,” ujar trader logam mulia Heraeus Metals Germany Alexander Zumpfe.
Sepanjang tahun lalu, harga emas tercatat melonjak 64%. Kenaikan tersebut didorong oleh konflik geopolitik global serta siklus pelonggaran suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih dalam, ditambah aksi pembelian bank sentral dan aliran dana ke ETF emas, turut menopang harga.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)