Kemenhub: Hampir 16 Juta Orang Pakai Transportasi Umum Selama Nataru, Naik 7% YoY

Kemenhub: Hampir 16 Juta Orang Pakai Transportasi Umum Selama Nataru, Naik 7% YoY

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan jumlah pengguna transportasi umum selama masa angkutan Nataru 2025/2026 telah mencapai hampir 16 juta pergerakan, tepatnya 15.993.051 orang. 

Angka tersebut terpantau naik 7% untuk masa angkutan 18 Desember (H-7 Natal) sampai dengan 31 Desember 2025 (H+6) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 14.941.524 orang. 

Berdasarkan data yang Bisnis terima dari Kementerian Perhubungan, transportasi umum yang paling banyak digunakan adalah perkeretaapian, yakni mencapai 5.802.443 orang. 

“Udara sebanyak 3.710.767 orang, laut sebanyak 1.316.956 orang, penyeberangan sebanyak 2.753.167 orang, dan Darat Bus [Terminal Tipe A dan Tipe B] sebanyak 2.409.718 orang,” tulis Kemenhub, dikutip pada Kamis (1/1/2026). 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menuturkan bahwa kenaikan secara akumulatif tersebut menjadi salah satu indikator bahwa sampai saat ini kebijakan stimulus penurunan atau diskon tarif transportasi yang diamanahkan oleh Presiden Prabowo dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. 

“Ke depan kami sangat berharap jumlahnya bisa terus bertambah sampai berakhirnya masa angkutan Nataru 2025/2026,” ungkapnya.

Secara umum, Menhub Dudy juga menyatakan bahwa penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 hingga saat ini berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Meski demikian, ada hal penting yang tetap perlu menjadi perhatian, khususnya terkait aspek keselamatan.

Terlebih, BMKG telah mengeluarkan prospek cuaca adanya potensi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia sampai dengan 5 Januari 2026.  

Dirinya bersama jajaran Kemenhub turut menyesalkan terjadinya sejumlah insiden kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa beberapa waktu lalu. 

“Kami berupaya mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari dan harapannya masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan selamat, aman, dan lancar,” lanjutnya. 

Menurut survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), sebanyak 119,5 juta orang berpotensi melakukan perjalanan, baik luar maupun dalam provinsi, pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Secara perinci, penggunaan mobil pribadi jadi yang terbanyak menurut hasil survei, angkanya mencapai 42,78% atau 51,12 juta orang. 

Moda terbanyak berikutnya adalah sepeda motor sebesar 18,41% atau 22 juta orang, bus sebesar 8,17% atau 9,76 juta orang, mobil sewa sebesar 7,43% atau 8,87 juta orang, mobil travel sebesar 6,39% atau 7,64 juta orang.

Moda lain yakni pesawat sebesar 3,57% atau 4,27 juta orang, kereta api jarak jauh sebesar 3,29% atau 3,94 juta orang, kapal penyeberangan sebesar 3,14% atau 3,75 juta orang, kapal laut sebesar 2,20% atau 2,62 juta orang, dan commuter line sebesar 1,93% atau 2,30 juta orang.