Pacu Stimulus dan Konsumsi, Anak Buah Airlangga Ramal Ekonomi Kuartal IV/2025 Menguat

Pacu Stimulus dan Konsumsi, Anak Buah Airlangga Ramal Ekonomi Kuartal IV/2025 Menguat

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah meyakini kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 akan mengalami akselerasi signifikan, didorong oleh berlanjutnya stimulus fiskal dan penguatan konsumsi domestik.

Optimisme ini mencuat di tengah upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi setahun penuh (full year) sebesar 5,2%. Adapun, pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 harus mencapai minimal 5,77% agar target sepanjang tahun itu tercapai.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan bahwa meskipun data resmi kuartal terakhir belum dirilis sepenuhnya, sejumlah indikator dini menunjukkan momentum ekonomi yang tetap terjaga, bahkan berpotensi menguat dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Pemerintah memandang prospek pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 tetap kuat dan berpotensi mengalami akselerasi, sejalan dengan berlanjutnya berbagai stimulus fiskal dan program penguatan ekonomi domestik,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (31/12/2025).

Haryo memaparkan bahwa ketahanan konsumsi rumah tangga menjadi salah satu sinyal positif utama, tecermin dari kenaikan Mandiri Spending Index yang menyentuh level 318,1 pada November 2025. Sejalan dengan itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga berada pada zona optimis di level 124 pada periode yang sama.

Untuk menjaga momentum konsumsi tersebut, lanjutnya, pemerintah telah menggelontorkan berbagai insentif guna menopang daya beli masyarakat. Salah satu instrumen utamanya adalah penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).

Selain itu, momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan pemerintah untuk memacu mobilitas masyarakat melalui pemberian diskon tarif pada berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga transportasi udara.

“Dukungan kebijakan ini diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga tetap ekspansif dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV,” tutur Haryo.

Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti perbaikan pada struktur ketenagakerjaan sebagai faktor pendorong pertumbuhan. Perluasan program magang dan peningkatan penyerapan lulusan baru (fresh graduate) diklaim memberikan dampak ganda.

Menurut Haryo, program tersebut tidak hanya efektif menekan tingkat pengangguran terbuka di usia produktif, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya memperkuat basis konsumsi.

Sementara itu, dari sisi belanja negara, akselerasi realisasi belanja pemerintah dikebut menjelang tutup tahun, termasuk untuk penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), infrastruktur dasar, dan program prioritas lainnya.

Haryo menambahkan bahwa stabilitas makroekonomi dan inflasi yang terjaga turut memberikan kepastian bagi sektor swasta, sehingga mendukung keberlanjutan agenda penghiliran atau hilirisasi dan perbaikan iklim usaha yang berdampak pada kinerja investasi.

“Dengan kombinasi stimulus fiskal yang tepat sasaran, penguatan pasar tenaga kerja, serta dukungan dari konsumsi dan investasi, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 tetap solid,” tutupnya.