Saat ini, PIS mengoperasikan sekitar 750 kapal, baik milik sendiri maupun sewaan. Dari jumlah tersebut, 111 unit merupakan kapal milik PIS. Armada ini melayani distribusi energi dan kebutuhan pelayaran domestik serta internasional, menjadikan PIS sebagai salah satu operator pelayaran terbesar di Asia Tenggara.
Sementara itu, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menegaskan bahwa kerja sama maritim ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendorong kemandirian industri maritim nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global.
“Ini adalah satu tangga pertama bagi kita untuk menghidupkan industri secara keseluruhan di Indonesia. Ketika dapat mengkonsolidasikan dengan baik maka akan menghidupkan potensi market dan memberikan multiplier effect untuk ekosistem industri maritim,” ucap Kaharuddin.
Melalui optimalisasi aset dan jaringan kedua perusahaan, kolaborasi PIS dan PAL Indonesia diharapkan mampu membuka peluang baru, memperkuat ekosistem pelayaran nasional, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia secara berkelanjutan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457485/original/010061200_1767002521-WhatsApp_Image_2025-12-29_at_16.36.17__1_.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)