Ini Perbedaan UMP, UMK, dan UMSK, Pekerja Wajib Tahu

Ini Perbedaan UMP, UMK, dan UMSK, Pekerja Wajib Tahu

Bisnis.com, JAKARTA – Seseorang bekerja untuk memperoleh imbalan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Imbalan itu disebut upah, yaitu hak pekerja dalam bentuk uang yang diberikan pemberi kerja terhadap pekerjanya.

Pengaturan upah tersebut telah ditetapkan dalam Pasal 88C Ayat (4) dalam Pasal 81 angka 28 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja yang telah ditetapkan sebagai undang-undang berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 (selanjutnya disebut “UU Cipta Kerja”) yang menyatakan:

“Upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan Ketenagakerjaan.”

Dalam undang-undang tersebut juga diatur tentang ketentuan upah minimum provinsi (UMP), upah minimum Kota dan Kabupaten (UMK) dan Upah minimum Sektoral Kota/kabupaten (UMSK)

Berikut perbedaan UMK, UMP dan UMSK

Upah Minimum Kabupaten

Upah Minimum Kota/Kabupaten ditetapkan oleh Walikota/Bupati wilayah tersebut. Namun demikian, berdasar Pasal 88 C dalam Pasal 81 angka 28 UU Cipta Kerja menyatakan bahwa upah minimum kota/kabupaten dapat ditetapkan oleh gubernur apabila nilai Upah Minimum Kota/Kabupaten lebih tinggi daripada nilai upah minimum provinsi.

Upah Minimum Provinsi

Upah Minimum Provinsi ditetapkan oleh Gubernur. Sebagaimana disampaikan sebelumnya, apabila upah minimum kota/kabupaten lebih tinggi daripada upah minimum provinsi, maka perusahaan/pemberi kerja memiliki kewenangan untuk menetapkan upah berdasar upah minimum provinsi.

Upah Minimum Sektoral

Pasal 7 Permenaker 16/2024 mengatur bahwasanya upah minimum sektoral baik provinsi maupun kabupaten ditetapkan oleh gubernur. Adapun upah minimum sektoral diperuntukkan bagi pekerjaan dengan karakteristik sebagai berikut:

“a. karakteristik dan risiko kerja yang berbeda dari sektor lainnya; dan

b. tuntutan pekerjaan yang lebih berat atau spesialisasi yang diperlukan.”

Dengan demikian, upah minimum sektoral memang diperuntukkan bagi pekerjaan yang memiliki resiko serta keahlian dan muatan yang lebih dari yang lainnya. Oleh karena itu, upah minimum sektoral lebih tinggi daripada upah minimum lainnya.