Jakarta (ANTARA) – Berbagai peristiwa politik kemarin (15/12) menjadi sorotan, mulai dari Prabowo berencana bentuk satgas rehabilitasi untuk bencana di Sumatera hingga BPIP ungkap Indeks Aktualisasi Pancasila naik di tahun 2025.
Berikut rangkuman ANTARA untuk berita politik kemarin yang menarik untuk kembali dibaca:
1. Prabowo rencana bentuk satgas rehabilitasi untuk bencana di Sumatera
Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk satuan tugas (satgas) yang fokus utamanya rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di hadapan jajaran anggota Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, utusan khusus Presiden, Panglima TNI dan Kapolri, Presiden Prabowo menilai situasi pascabencana di Sumatera saat ini terkendali sehingga perlu dipersiapkan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kembali kehidupan masyarakat terdampak bencana.
“Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus, dan kita sudah merencanakan, segera akan kita bentuk, apakah kita namakan Badan, atau Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi,” kata Presiden Prabowo kepada jajarannya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Baca selengkapnya di sini
2. KPU dan KemenPPPA dorong partisipasi perempuan dalam politik
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk mendorong partisipasi perempuan dalam kancah politik nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ketua KPU Mochammad Afifuddin dan Menteri PPPA Arifah Fauzi di Gedung KPU, Jakarta, Senin.
“Dalam kaitan ini, KPU ingin bersinergi dengan banyak pihak, termasuk Kementerian PPPA untuk mendorong, pertama, tentu bagaimana partisipasi perempuan dalam politik ini semakin baik,” ujar Afifudin.
Baca selengkapnya di sini
3. Fraksi Golkar MPR: Indonesia bisa pecah tanpa Pancasila
Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI Melchias Markus Mekeng menegaskan bahwa Indonesia bisa pecah tanpa Pancasila sebagai perekat utama bangsa yang menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.
“Kalau tidak ada Pancasila, saya yakin negara ini sudah pecah. Kita bisa hidup rukun sampai hari ini karena ada alat perekat bangsa, yaitu Pancasila,” kata Mekeng dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dia menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR yang digelar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Baca selengkapnya di sini
4. Panglima kerahkan empat batalyon untuk pulihkan wilayah Sumatera
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan pihaknya telah mengerahkan empat batalyon untuk bertugas memulihkan wilayah yang terkena bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
“Baru saja kita tambahkan empat batalion, yaitu tiga batalion Zeni dan satu Batalion Teritorial Pembangunan (BTP),” kata Agus saat menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Baca selengkapnya di sini
5. BPIP ungkap Indeks Aktualisasi Pancasila naik di tahun 2025
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyampaikan bahwa Indeks Aktualisasi Pancasila (IAP) naik pada tahun 2025, yang mencerminkan bahwa internalisasi nilai Pancasila semakin menguat.
Menurut dia, IAP pada tahun 2022 memiliki nilai 72,93 poin, sedangkan pada tahun 2025 ini meningkat signifikan dengan nilai 77,73 poin. Dari angka itu, dia menilai Pancasila saat ini semakin diterapkan dalam kehidupan sosial dan bernegara.
“Pengukuran ini penting agar pembinaan ideologi tidak berjalan tanpa arah. Kita ingin memastikan ada kemajuan yang terukur,” kata Yudian dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2025 di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin.
Baca selengkapnya di sini
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
