Polisi mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), anak laki-laki yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan adalah ayah tirinya.
“Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Dia mengatakan polisi menangkap pelaku tersebut, kemudian menemukan kerangka yang diduga Alvaro. Setelah itu, polisi melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut.
Tes DNA merupakan proses pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis “deoxyribonucleic acid” (DNA), yaitu materi genetik yang menyimpan informasi biologis unik seseorang.
“Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro,” ujar Nicolas.
Oleh karena itu, kata Nicolas, untuk memastikan kerangka tersebut benar Alvaro atau bukan, perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.
Di balik penangkapan itu, ada peran marbot masjid yang turut membantu proses penyelidikan hingga mengarah pada Alex, ayah tiri bocah tersebut. Hal itu diungkap oleh sang nenek Alvaro, Sayem (53). Dia mengatakan, pihak kepolisian mendalami berbagai keterangan dari keluarga setelah penangkapan Alex. Tak hanya dari lingkungan keluarga, keterangan marbot juga turut didalami.
Saat itu, polisi bahkan sempat menggelar pra rekontruksi di Masjid Jami Al-Muflihun, tempat Alvaro diculik.
“Itu Alex (pelaku) sudah dibawa ke situ. Terus si marbot, ‘Sudah pak kalau gak kenal sama orangnya, suaranya saja,’ katanya. Terus si Alex itu dipanggil sama polisi suruh ngomong gitu,” ucap Sayem saat ditemui, Senin (24/11/2025).
Sayem mengatakan, Alex diminta melakukan reka adegan saat pertama kali bertemu dengan marbot masjid. Marbot mengaku mengenali suara Alex yang menculik Alvaro malam itu.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5195276/original/072014600_1745336400-IMG-20250422-WA0071__1_.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)