PT Sele Raya Belida Temukan Harta Karun Migas Baru, Ini Lokasinya

PT Sele Raya Belida Temukan Harta Karun Migas Baru, Ini Lokasinya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sele Raya Belida, sebagai operator di Wilayah Kerja (WK) Belida menemukan cadangan minyak dan gas (migas) baru di Sumur Sungai Anggur Selatan (SAS) 2.

Sumur Sungai Anggur Selatan-2 berlokasi di bagian selatan WK Belida, tepatnya di Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan. Dari pengeboran ditemukan cadangan migas pada lapisan reservoar baru yang belum teridentifikasi di Sumur Sungai Anggur Selatan-1.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi Suryodipuro mengatakan, sumur SAS-2 menunjukan kemampuan alir sebesar 3.856 barel minyak per hari (bph) dan 3,257 MMSCFD gas. 

“Keberhasilan ini semakin memperkuat optimisme kita untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas pada tahun 2030. Kami berharap temuan ini dapat segera memberikan kontribusi nyata melalui Early Production di akhir tahun 2025,” ucap Hudi melalui keterangan resmi dikutip Minggu (14/9/2025).

Hudi mengatakan, keberhasilan pengeboran sumur SAS-2 ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka peluang penemuan cadangan migas lainnya di WK Belida dan wilayah sekitarnya. Penambahan cadangan dan produksi dari WK Belida akan mendukung pencapaian target pemerintah dalam peningkatan produksi dan ketahanan energi nasional.

Sementara itu, President & General Manager PT Sele Raya Belida Juchiro Tampi menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari koordinasi erat dengan SKK Migas, para kontraktor, dan dukungan masyarakat sekitar.

Menurutnya, selama proses pengeboran, setiap tantangan teknis dapat diatasi dengan baik. Pihaknya mengklaim selalu menempatkan aspek keselamatan (safety) sebagai prioritas utama.

Dia menyebut, seluruh kegiatan pemboran berjalan aman tanpa insiden (zero accident).

“PT Sele Raya Belida kini berkoordinasi dengan SKK Migas agar minyak dan gas dari sumur ini dapat segera diproduksikan, dengan target Early Production pada kuartal IV tahun 2025,” ujar Juchiro.

Senior Manager Exploration & Exploitation PT Sele Raya Belida Doni Argiyanto menjelaskan, pihaknya berhasil menemukan minyak dan gas pada lapisan batu pasir Formasi Talang Akar. Pengeboran dimulai pada 16 Juni 2025 dan mencapai Total Depth (TD) atau kedalaman akhir sumur pada 18 Agustus 2025.

“Sumur ini telah dilakukan akuisisi data Geologi dan Geofisika yang disetujui SKK Migas, meliputi wireline logging, Side Wall Core (SWC), dan Reservoir Data Testing (RDT), serta dilanjutkan dengan Uji Kandung Lapisan (UKL),” katanya. 

Doni menyebut, dari hasil tersebut, ditemukan kolom minyak dan gas setebal sekitar 39 kaki. UKL menunjukkan kemampuan alir sebesar 3.856 barel minyak per hari dan 3,257 MMSCFD gas. 

“Kegiatan UKL akan terus dilanjutkan hingga selesai,” imbuhnya.