Dukung Program Ketahanan Pangan, Lapas Mojokerto Kembangkan Pertanian Kangkung

Dukung Program Ketahanan Pangan, Lapas Mojokerto Kembangkan Pertanian Kangkung

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski memiliki keterbatasan lahan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto tetap menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dan Program Akselerasi Menteri Imigrasi serta Pemasyarakatan.

Dengan memanfaatkan setiap sudut lahan kosong, Lapas Kelas IIB Mojokerto mengembangkan budidaya sayur kangkung. Program ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebanyak 10 orang WBP secara khusus dilibatkan dalam pengelolaan.

Mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Hasil panen kangkung kemudian dijual kepada rekanan penyedia bahan makanan (bama) yang selanjutnya diolah menjadi menu sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi para WBP di dalam lapas. Inovasi ini membuktikan bahwa Lapas Mojokerto tidak hanya fokus pada pembinaan mental dan kedisiplinan.

“Tetapi juga aktif menanamkan keterampilan praktis yang bermanfaat. Kegiatan pertanian ini menjadi bukti nyata kontribusi lapas dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyiapkan WBP agar memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, Kamis (11/9/2025).

Melalui kegiatan pertanian tersebut, lanjutnya, WBP tidak hanya belajar bertanggung jawab, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bisa mereka gunakan setelah bebas nanti. Harapannya, masih kata Kalapas, mereka mampu mandiri dan berkontribusi positif di lingkungannya.

“Dengan langkah ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto diharapkan dapat menjadi contoh positif pengelolaan pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan di lingkup pemasyarakatan,” tegasnya. [tin/aje]