JAKARTA – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan pemerintahnya tidak mencari konflik dengan negara-negara yang berencana menaikkan tarif termasuk China.
“Kami tidak menginginkan konflik,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers Kamis, 11 September pagi waktu setempat.
Dia mengatakan langkah-langkah yang dilakukan Meksiko bertujuan untuk mendorong perekonomian Meksiko. Saat ini pemerintahnya sedang berunding dengan para duta besar dari negara-negara yang terdampak oleh usulan kenaikan tarif tersebut.
Meksiko pada Rabu mengumumkan akan menaikkan tarif pada mobil China hingga tingkat maksimum 50% sebagai bagian dari perombakan besar-besaran pungutan impor terhadap ratusan barang, yang berdampak pada impor sekitar $52 miliar.
Tindakan terhadap negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Meksiko memicu pernyataan Meksiko mengumumkan tindakan tersebut untuk menenangkan mitra dagang utamanya, Amerika Serikat.
“Itu bukan tujuannya,” ujar Sheinbaum ketika ditanya tentang hal ini dalam konferensi tersebut dilansir Reuters.
Presiden Meksiko menekankan tindakan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas produksi lokal sebagai bagian dari strategi industri yang diusulkan sebelum Presiden AS Donald Trump terpilih tahun lalu.
“Yang kami inginkan adalah dapat membahas berbagai hal tanpa perlu menimbulkan konflik,” sambungnya.
Menyusul tindakan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan pihaknya berharap kedua negara dapat bekerja sama.
China ditegaskan Lin Jian menentang pembatasan yang diberlakukan dengan “berbagai dalih” dan akan melindungi kepentingannya.
