Tri mengungkapkan, beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi turunnya harga minyak mentah Juli 2025 adalah kekhawatiran pasar terkait potensi kenaikan tarif perdagangan global akibat kebijakan AS, dan peningkatan stok crude oil Amerika Serikat.
“Stok crude oil naik sebesar 7,7 juta barel menjadi 426,7 juta barel pada akhir Juli 2025 yang menyebabkan peningkatan pasokan minyak mentah dunia,” jelasnya.
Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh run rate kilang di Taiwan mengalami penurunan pada akhir Juli 2025, menjadi 780 ribu barel per hari (71,5 persen dari total kapasitas) dibandingkan awal Juni 2025 sebesar 835 ribu barel per hari (76,6 persen dari total kapasitas).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5062628/original/024125000_1734933863-23_desember_2024-1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)