82 Perjalanan Kereta Dibatalkan Imbas Banjir di Lintasan Semarang-Jakarta

82 Perjalanan Kereta Dibatalkan Imbas Banjir di Lintasan Semarang-Jakarta

Liputan6.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membatalkan 82 perjalanan kereta api penumpang antar kota akibat gangguan operasional yang dipicu cuaca ekstrem dan banjir di sejumlah lintasan di Jawa. Selain itu, 16 perjalanan kereta api barang juga dibatalkan sebagai langkah pengamanan keselamatan.

Hingga Minggu, 18 Januari 2026, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di beberapa titik operasional, terutama di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Kondisi tersebut memaksa KAI melakukan pengaturan perjalanan secara khusus demi menjaga keselamatan penumpang dan petugas.

Di Daop 4 Semarang, banjir terjadi pada petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi di Km 88+900 hingga Km 89+100. Luapan sungai dan jebolnya tanggul di sekitar lintasan membuat jalur hulu dan hilir terdampak. Saat ini, perjalanan kereta hanya dapat melintas melalui satu jalur dengan pengamanan ketat sambil menunggu kondisi lintasan benar-benar aman.

Gangguan di lintas tersebut telah berlangsung sejak Jumat (16/1) dini hari, ketika banjir menggenangi emplasemen Stasiun Pekalongan. Upaya penanganan dilakukan secara bertahap, namun hujan kembali mengguyur hingga menyebabkan luapan Sungai Bermi dan Sungai Meduri, merendam jalur rel hingga sekitar 23 sentimeter. Kondisi diperparah pada Minggu pagi setelah tanggul sungai jebol di Km 89+100.

Sementara itu, di wilayah Daop 1 Jakarta, genangan air terpantau di sejumlah titik seperti Stasiun Kampung Bandan, petak jalan Jakarta Kota–Tanjung Priok, serta emplasemen Jakarta Gudang, Jakarta Kota, dan Sungai Lagoa. Ketinggian air sempat mencapai sekitar 10 sentimeter dari kepala rel, sehingga KAI memberlakukan pembatasan kecepatan dan rekayasa operasional perjalanan, termasuk layanan Commuter Line.

Sepanjang periode 16–18 Januari 2026, total terdapat 593 perjalanan kereta api antarkota di wilayah Jawa. Dari jumlah tersebut, 82 perjalanan dibatalkan, dengan rincian 21 perjalanan pada Jumat, 17 Januari 2026 dan 61 perjalanan pada Minggu, 18 Januari 2026. Selain pembatalan, 17 perjalanan lainnya dialihkan melalui lintas Cirebon–Kroya–Yogyakarta–Solo untuk menghindari jalur terdampak banjir.