7 Tentara AS Luka-luka dalam Operasi Militer di Venezuela

7 Tentara AS Luka-luka dalam Operasi Militer di Venezuela

Washington DC

Sedikitnya tujuh tentara Amerika Serikat (AS) mengalami luka-luka selama operasi militer di Venezuela, pada akhir pekan lalu untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Informasi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/1/2026), diungkapkan oleh laporan sejumlah media AS, termasuk Fox News, yang mengutip seorang pejabat pemerintahan AS, yang enggan disebut namanya.

Disebutkan oleh sumber pejabat AS tersebut bahwa lima personel militer AS di antaranya telah kembali bertugas, sedangkan dua tentara lainnya masih dalam masa pemulihan.

“Mereka menerima perawatan medis yang sangat baik dan sedang dalam proses pemulihan,” kata pejabat pemerintahan AS tersebut.

“Fakta bahwa misi yang sangat kompleks dan melelahkan ini berhasil dilaksanakan dengan sedikit cedera merupakan bukti keahlian para prajurit gabungan kita,” sebutnya.

Laporan Associated Press, yang juga mengutip seorang pejabat AS, menyebutkan bahwa luka-luka yang dialami tentara-tentara AS itu termasuk luka tembak dan luka akibat terkena serpihan peluru.

Serangan militer AS itu diawali dengan gelombang serangan udara besar-besaran pada Sabtu (3/1) dini hari terhadap target-target di wilayah Venezuela bagian utara, termasuk sistem pertahanan udara dan infrastruktur komunikasi.

Pada saat bersamaan, pasukan operasi khusus AS — Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth mengungkap jumlahnya hampir mencapai 200 personel — menyebut ibu kota Caracas, dengan menggunakan helikopter-helikopter tempur, untuk menangkap Maduro dan istrinya di tempat persembunyian mereka.

Maduro dan istrinya kemudian dibawa ke New York dan ditahan di penjara di kota terpadat AS tersebut. Keduanya diadili secara perdana di pengadilan Manhattan pada Senin (5/1) waktu setempat atas serentetan dakwaan pidana federal, termasuk tuduhan konspirasi narkoterorisme.

Baik Maduro maupun istrinya sama-sama mengaku tidak bersalah atas dakwaan-dakwaan yang dijeratkan jaksa federal AS.

Pemerintahan Trump menggambarkan operasi militer AS itu sebagai bagian dari penegakan Doktrin Monroe, dan penindakan terhadap dugaan perdagangan narkoba serta tindak korupsi, sekaligus secara eksplisit mengaitkannya dengan pengamanan pengaruh AS atas cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.

Halaman 2 dari 2

(nvc/ita)