6 Rumput Liar di Ladang Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran, Pengelola: Strategi Pertanian Regional

6
                    
                        Rumput Liar di Ladang Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran, Pengelola: Strategi Pertanian
                        Regional

Rumput Liar di Ladang Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran, Pengelola: Strategi Pertanian
Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com
– Pihak kepolisian dan perusahaan pengelola ladang jagung di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten membantah gagal panen.
Ladang ini merupakan bagian dari program
ketahanan pangan
nasional, yang diresmikan oleh Wakil Presiden (Wapres)
Gibran Rakabuming Raka
pada Oktober 2025 lalu.
Penanaman jagung merupakan hasil kerja sama antara Polda Banten dan Polresta
Tangerang
dengan
PT MSD Corpora Internasional

Sebagian area nampak dipenuhi rumput liar. PT MDS menyebut hal itu sebagai
strategi pertanian
. Sementara,
Polresta Tangerang
memastikan jagung akan dipanen pada Januari mendatang.
Direktur Utama PT MSD Corpora Internasional, Made, mengatakan, lahan tersebut sudah diolah sejak Agustus 2025.
Kemudian, penanaman dilakukan sejak Oktober.
Ia menjelaskan, selama tiga bulan terakhir, tanaman jagung dirawat secara bertahap melalui pemupukan dan perawatan lanjutan.
Di sisi lain, ia menyebut ada sebagian kecil tanaman yang tidak tumbuh optimal.
Menurutnya, hal tersebut wajar dalam pertanian.
“Dari total lahan sekitar dua hektar, 1,5 hektar kami pastikan siap dipanen. Sisanya ada sebagian kecil yang tidak tumbuh optimal, dan itu wajar dalam pertanian,” kata Made di ladang jagung Bantarpanjang, Selasa (31/12/2025) malam.
Terkait kondisi lahan yang tampak ditumbuhi rumput, ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan bagian dari strategi pertanian untuk menjaga struktur tanah.
“Rumput sengaja kami biarkan di beberapa titik untuk menahan tanah agar tidak hanyut saat hujan. Setelah panen, rumput akan dibabat dan akarnya tetap dibiarkan,” ujarnya.
Made menambahkan, sisa tanaman dan rumput nantinya juga akan diolah menggunakan dekomposer agar dapat kembali menjadi pupuk organik alami bagi lahan.
Selain fungsi teknis, rumput yang tumbuh di lahan tersebut juga dimanfaatkan oleh warga sekitar.
Sekitar 10 hingga 15 petani dan peternak diketahui rutin memotong rumput di area lahan setiap hari.
Made menambahkan, sejak awal pengelolaan, pihaknya telah melakukan pembajakan lahan, penanaman bibit, pemupukan, hingga pemberian
booster
nutrisi.
Pemberian
booster
tersebut mempercepat pertumbuhan tanaman, meski berdampak pada cepatnya pertumbuhan rumput.
“Secara teknis, kondisi tanaman masih terkendali dan sesuai perencanaan,” katanya.
Ia menegaskan, ladang jagung tersebut siap memasuki masa panen dan diharapkan memberikan hasil sesuai target.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada membantah pemberitaan yang menyebut ladang jagung mengalami gagal panen.
Ia menegaskan, tanaman jagung di lahan tersebut masih dalam proses dan dipastikan akan dipanen pada Januari mendatang.
“Perlu kami sampaikan bahwa pemberitaan terkait adanya gagal panen itu tidak benar,” ujar Andi di lokasi ladang jagung Bantarpanjang, Selasa (30/12/2025) malam.
Sebelumnya, pantauan
Kompas.com
di ladang jagung Desa Bantarpanjang, Selasa (30/12/2025) siang, menunjukkan kondisi tanaman jagung di lahan yang diresmikan
Wapres Gibran
itu nampak tumbuh tidak merata dan sebagian area dipenuhi rumput liar.
Di bagian depan ladang, sejumlah tanaman jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter dan sebagian mulai menguning.
Sementara di bagian belakang, banyak tanaman tumbuh lebih pendek dan sebagian roboh, dengan rumput liar tumbuh lebih lebat dan menutupi tanaman jagung.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.