Ngawi (beritajatim.com) – Banjir luapan Sungai Bengawan Madiun yang menggenangi sejumlah desa di lima kecamatan di Ngawi, Jawa Timur, belum juga surut, pada Minggu (10/3/2024) siang.
Salah satunya di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Ngawi, air setinggi pinggang orang dewasa masih menggenangi rumah-rumah warga.
Aktivitas warga pun lumpuh karena seluruh jalan tergenang banjir. Di Kecamatan Pangkur sendiri, ada empat desa yang terendam banjir luapan Sungai Bengawan Madiun sejak malam, dan dini hari, yaitu Desa Babadan, Gandri, Waruk, dan Pleset. Banjir terparah terjadi di Desa Waruk dan Pleset.
Hari ini, Forkipimca setempat akan mendirikan posko kedaruratan mengingat intensitas hujan masih tinggi di wilayah tersebut.
Sementara itu, warga memilih bertahan di rumah sambil menjaga harta bendanya dari banjir. Untuk tidur, sebagian warga membuat tempat yang lebih tinggi. Mereka yang terisolasi hanya bisa berharap listrik tidak padam agar mereka tidak kesulitan air bersih.
Heru Yuliansah, salah seorang warga, mengatakan bahwa mereka terisolasi dan tidak bisa beraktivitas.
“Airnya semakin tinggi dan warga bertahan di rumah meskipun kerendam air. Harta benda kami pindahkan ke tempat yang lebih tinggi,” kata Heru.
Edy Sukamto, Camat Pangkur, mengatakan bahwa di kecamatannya ada 4 desa yang terdampak, dua desa di antaranya terparah.
“Warga hanya bisa bertahan di rumah. Pihaknya akan mendirikan posko mengingat curah hujan masih tinggi dan berkoordinasi dengan BPBD,” kata Edy.
Hingga kini, petugas TNI-Polri bersama relawan setempat terus melakukan penyisiran di lokasi banjir menggunakan perahu. Banjir juga merendam sejumlah desa di empat kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Ngawi, Geneng, Padas, dan Kwadungan. [fiq/aje]