Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 17 pelajar asal Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (10/1/2026). Belasan siswa tersebut tiba di fasilitas kesehatan secara hampir bersamaan sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung mendapatkan tindakan medis darurat.
Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, mengonfirmasi bahwa seluruh pasien saat ini tengah menjalani perawatan intensif untuk menstabilkan kondisi fisik mereka. “Ya, benar ada dugaan keracunan. Kemungkinan masuk sekitar pukul 09.30 WIB sampai jam 10.00-an tadi,” ungkap dr. Rohmatun.
Data medis menunjukkan total 17 pasien yang ditangani terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan yang memiliki keterkaitan dengan salah satu yayasan pendidikan di Kutorejo. Pihak puskesmas masih terus melakukan pendataan untuk mengidentifikasi lembaga asal serta jenjang pendidikan para korban secara detail.
Fokus utama tim medis saat ini adalah memberikan penanganan cepat agar kondisi para pasien tetap stabil dan mereka mendapatkan ruang perawatan yang memadai. “Ini masih kami identifikasi, yang penting saat ini ditangani dulu. Kami fokus penanganan dulu, supaya pasien beres dan nyaman dapat kamar,” jelasnya.
Situasi di Puskesmas Gondang sempat diwarnai kepanikan karena para pendamping atau ustadzah yang mengantar para siswa masih dalam kondisi syok. “Teman-teman masih melakukan penanganan dan identifikasi karena ustadzahnya juga masih bingung,” tambah dr. Rohmatun mengenai kendala pendataan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, dr. Rohmatun belum dapat merinci apakah para korban merupakan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seluruh pasien saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan khusus guna mendapatkan observasi berkelanjutan dari tim dokter.
“Ada cowok, cewek. Didampingi ustadzahnya, ustadzahnya bingung jadi tadi kita tangani dulu,” tutur dr. Rohmatun menggambarkan suasana saat kedatangan belasan pelajar tersebut. Identifikasi wilayah memastikan bahwa seluruh korban memang merupakan warga yang berdomisili atau bersekolah di Kecamatan Kutorejo.
Pihak puskesmas berjanji akan segera merilis data lengkap setelah proses verifikasi identitas dan observasi medis awal dinyatakan tuntas. “Belum tahu ini jenjang pendidikannya SD apa SMP? Masih kami identifikasi, iya benar dari wilayah Kutorejo. Nanti data lengkap akan kami sampaikan setelah proses identifikasi selesai,” tegasnya. [tin/beq]
