Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Prediksi Puncak Musim Hujan Jadi Pertimbangan Yogyakarta 15 Januari 2026

Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Prediksi Puncak Musim Hujan Jadi Pertimbangan
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        15 Januari 2026

Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Prediksi Puncak Musim Hujan Jadi Pertimbangan
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah Kota Yogyakarta memperpanjang status siaga darurat bencana banjir, talut longsor, dan cuaca ekstrem hingga Februari 2026, menyusul prediksi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari.
Perpanjangan status ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 490 Tahun 2025.
Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, menyatakan status siaga darurat bencana yang seharusnya berakhir pada Desember 2025, diperpanjang hingga Februari 2026.
Perpanjangan ini didasarkan pada rilis perkembangan iklim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi DIY, yang memprediksi puncak musim hujan di wilayah tersebut terjadi pada Januari-Februari 2026.
“Untuk Kota Yogyakarta siaga darurat bencana sudah diperpanjang sampai Februari 2026. Mengingat prediksi puncak musim hujan pada bulan Januari-Februari 2026,” kata Singgih saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Perpanjangan status siaga darurat bencana bertujuan untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko bencana, serta mempermudah penanganan.
Hal ini juga penting untuk mengkoordinasikan perangkat daerah terkait di Pemkot Yogyakarta dalam menyusun program kegiatan antisipasi bencana.
“Jadi ini untuk mempermudah dan mempercepat penanganan bencana,” ujarnya.

BPBD Kota Yogyakarta mencatat sepanjang tahun 2025 terjadi 138 kejadian pohon tumbang, 66 atap rusak akibat angin kencang atau cuaca ekstrem, 26 kejadian tanah atau talut longsor, 12 kejadian banjir luapan, dan 1 kejadian gempa bumi.
Contoh kejadian banjir luapan terjadi pada awal Desember 2025 di Bener, Tegalrejo, dan Pakuncen akibat meluapnya Sungai Winongo.
“Selama ini kejadian di Kota Yogya paling banyak pohon tumbang. Januari ini juga ada beberapa pohon tumbang. Makanya kami imbau warga untuk mengurangi atau memangkas sebagian pohon yang rimbun dan lapuk untuk mencegah pohon tumbang,” terang Singgih.
BPBD Kota Yogyakarta juga mencatat dampak hujan lebat dan angin pada 13 Januari 2026 berupa dahan pohon patah di halaman rumah warga di Jatimulyo Kricak dan atap kanopi roboh di Notoprajan Ngampilan.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Yogyakarta, relawan, Kampung Tangguh Bencana, dan masyarakat segera bergotong royong melakukan evakuasi pohon tumbang tersebut.
Sementara itu, berdasarkan rilis resmi BMKG pada 10 Januari 2026 dari laman Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, menjelaskan puncak musim hujan di DIY diprediksi pada Januari-Februari 2026.
Curah hujan dasarian II Januari 2026 diprediksi dalam kategori menengah hingga tinggi, berkisar antara 75 hingga 200 mm per dasarian, dengan sifat hujan normal hingga atas normal.
Curah hujan dasarian III Januari 2026 diprediksi dalam kategori menengah hingga tinggi, berkisar antara 50 hingga 200 mm per dasarian, dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.
Untuk curah hujan dasarian I Februari 2026 diprediksi dalam kategori menengah, berkisar antara 50 hingga 150 mm per dasarian, dengan sifat hujan bawah normal.
“BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap waspada puncak musim hujan. Terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang dengan melakukan tindakan mitigasi bencana meliputi membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon, memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan dan tindakan-tindakan mitigasi bencana lainnya,” jelas Reni.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.