Liputan6.com, Jakarta – Entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren, XLSmart, resmi diumumkan ke publik pada Selasa, 25 Maret 2025.
Perusahaan hasil merger ini pun akan beroperasi secara resmi pada 16 April 2025. Meski begitu, XLSmart akan kehilangan 7,5 Mhz frekuensi 900 Mhz mereka, setelah sebelumnya Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengungkapkan hal ini.
Menurut Wayan, setelah merger XL Axiata dan Smartfren rampung, frekuensi selebar 7,5 Mhz di spektrum 900 MHz ini akan dikembalikan pada pemerintah untuk ditata ulang.
Direktur sekaligus Chief Finance Officer Antony Susilo melihat penarikan spektrum frekuensi justru bisa memperkuat posisi kompetisi XLSmart.
“Jika ini (penarikan spektrum frekuensi) sampai terjadi, bisa memperkuat posisi kompetisi kita. XLSmart bisa meningkatkan efisiensi operasional dan kita bisa mempercepat bagaimana caranya memonetisasi layanan digital,” kata Antony, dalam konferensi pers pengumuman merger XL Axiata dan Smartfren.
Dengan peningkatan efisiensi operasional, XLSmart dapat berfokus pada investasi di berbagai bidang, baik itu 5G, kecerdasan buatan atau AI, jaringan, serta layanan digital lain yang lebih masif.
“Kami ingin berfokus pada hal-hal yang berdampak pada pertumbuhan pendapatan,” tuturnya.