TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Angka kasus warga negara Indonesia (WNI) bermasalah di Kamboja mengalami lonjakan drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mengungkapkan bahwa pada 2020 hanya tercatat 56 kasus, namun pada 2024 jumlahnya melonjak 60 kali lipat menjadi lebih dari 3 ribu kasus.
“Pada 2024 jumlahnya meningkat drastis menjadi 3.310 kasus. Artinya ada kenaikan lebih dari 60 kali lipat,” kata Santo dalam keterangannya, Sabtu (22/3/2025).
Kondisi ini semakin memprihatinkan dengan data terbaru dari dua bulan pertama tahun 2025. KBRI Phnom Penh telah menerima 841 kasus, baik yang dilaporkan langsung, melalui hotline, atau berdasarkan informasi dari aparat Kamboja. Angka ini bahkan tercatat tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagian besar dari 841 kasus ini, sekitar 75 persen, terkait dengan penipuan daring atau online scam yang melibatkan WNI.
Hal ini mengindikasikan adanya tren yang terus berkembang, dengan semakin banyak WNI yang terjebak dalam praktik penipuan yang menjanjikan pekerjaan mudah dengan gaji tinggi, namun ternyata hanya tipuan.
Banyak WNI yang tergiur dengan iming-iming pekerjaan mudah, tanpa kualifikasi, dan gaji tinggi. Tapi itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jangan mudah percaya.
Kasus-kasus tersebut sebagian besar melibatkan WNI yang bekerja secara ilegal di Kamboja, dengan lebih dari 131 ribu orang tercatat tinggal di negara itu tanpa izin resmi. Mereka tersebar di berbagai kota seperti Sihanoukville, Poipet, Chrey Thum, Bavet, dan Phnom Penh.
“Itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jangan terlalu mudah percaya,” kata Santo.
Untuk menangani lonjakan kasus ini, KBRI akan berkoordinasi dengan pihak berwenang di Kamboja dan Indonesia. Selain itu, WNI diminta untuk melaporkan diri agar keberadaannya dapat terpantau dengan baik.
Lonjakan kasus ini mencerminkan tantangan besar bagi pemerintah Indonesia dan KBRI dalam melindungi warga negara di luar negeri, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap tawaran pekerjaan yang terlalu menggiurkan.