Wisatawan Domestik ke Bali Berkurang 700 Ribu, Gubernur Koster Ungkap Pemicunya Denpasar 31 Desember 2025

Wisatawan Domestik ke Bali Berkurang 700 Ribu, Gubernur Koster Ungkap Pemicunya
                
                    
                        
                            Denpasar
                        
                        31 Desember 2025

Wisatawan Domestik ke Bali Berkurang 700 Ribu, Gubernur Koster Ungkap Pemicunya
Tim Redaksi
DENPASAR, KOMPAS.com
– Gubernur Bali, I Wayan Koster mengakui bahwa kunjungan wisatawan domestik (wisdom) memang terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dia pun mengungkap beberapa penyebab terjadinya penurunan itu.
Pada tahun 2024, jumlah wisdom yang datang ke Bali mencapai 10,1 juta orang. Namun hingga 26 Desember 2025, jumlah wisdom baru mencapai 9,2 juta orang.
Hal itu disampaikan Koster usai Rapat Koordinasi dan pengecekan kesiapan pelayanan bandara menjelang akhir tahun dan tahun baru di Bandara Ngurah Rai, Kabupaten Badung pada Minggu (28/12/2025).
Adapun hingga 31 Desember 2025, diperkirakan jumlah kunjungan wisdom menjadi 9,4 juta. Sehingga kira-kira menurun sekitar 600 sampai 700 ribu.
Secara keseluruhan diperkirakan total jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan domestik di tahun 2025 mengalami penurunan 200 ribu orang yang disebabkan karena penurunan wisdom.
“Kalau di total, jumlah wisman dengan wisatawan nusantara pada tahun 2024 itu mencapai 16,4 juta. Sampai 26 Desember 2025 ini 16,1 juta. Jadi ada penurunan sekitar 300 ribu. Tapi ini belum selesai. Kira-kira sampai 31 Desember mungkin akan menurun totalnya sekitar 200 ribu,” kata Koster.
Menurut Koster penyebab penurunan jumlah wisdom karena berkurangnya jumlah penerbangan domestik ke Bali yang sebelumnya memiliki 13 airline lokal pada tahun 2024, turun menjadi 11 airline lokal di tahun 2025.
Begitu pula dengan rute penerbangan, mengalami penurunan dari 25 rute domestik di tahun 2024, berkurang menjadi 23 rute domestik di tahun 2025.
“Memang salah satu yang menyebabkan penurunannya adalah karena maskapai Garuda dan Citilink sebagian pesawatnya itu sedang menjalani masa perawatan karena memang sudah jatuh tempo. Harus perawatan sehingga penerbangannya ke Bali kurang. Akibatnya jumlah pesawat yang ke Bali karena berkurang itu penuh terus,” tambah dia.
Hanya saja jumlah rute dan airline internasional yang justru terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2025, jumlah international airline di Bandara Ngurah Rai mencapai 46 Airline International. Sementara tahun sebelumnya hanya 43.
Rute penerbangan internasional juga mengalami peningkatan, menjadi 44 rute dari sebelumnya hanya 40 saja.
Sementara itu, pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6,3 juta orang. Kemudian pada tahun 2025 sampai tanggal 26 Desember mencapai 6,9 juta orang.
“Jadi sudah meningkat 600 ribu sampai dengan tanggal 26 Desember 2025,” jelas Koster dalam keterangan tertulisnya.
Koster memperkirakan hingga akhir tahun 2025 jumlah wisman yang datang ke Bali setidaknya akan mencapai 7,05 juta orang. Angka itu meningkat lebih dari 600 ribu dari tahun sebelumnya secara year on year.
“Karena kedatangannya itu rata-rata per hari antara 23 ribu sampai 24 ribu orang. Perkiraan tadi menghitung sampai tanggal 31 Desember. Jadi tanggal 27, 28, 29, 30, 31, lagi lima hari itu, kalau kita pakai patokan 24 ribu kali 5, itu berarti akan ada penambahan lagi 120 ribu orang wisman,” ungkap Koster.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.