Ambon, Beritasatu.com – Sebagian warga Negeri Kataloka, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, pada hari ini, Sabtu (29/3/2025), telah melaksanakan salat Idulfitri 1446 Hijriah. Salat tersebut dilaksanakan setelah mereka menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh yang dimulai pada 27 Februari hingga 28 Maret 2025.
Masyarakat di Negeri Kataloka dan 12 desa administratif di wilayah ini memiliki cara tersendiri dalam menentukan awal puasa hingga Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal.
Secara umum, masyarakat di Negeri Kataloka dan Desa Namalean menggunakan metode hisab atau perhitungan bulan di langit untuk menentukan awal Ramadan.
Metode tersebut diyakini akurat sesuai dengan posisi bulan. Warga menghitung bulan Syakban selama 15 hari di langit dan kemudian menghitung mundur untuk menentukan 1 Ramadan, yang jatuh tepat pada 27 Februari 2025.
Dengan demikian, pada 28 Maret 2025, mereka telah menjalani puasa selama satu bulan penuh, dan pada hari ini, Sabtu (29/3/2025) mereka melaksanakan salat Idulfitri 1446 Hijriah.
Pada kesempatan tersebut, khatib Miju Rumonin menyampaikan, Idulfitri harus dijadikan sebagai momentum evaluasi diri.
“Idulfitri ini seharusnya kita jadikan sebagai momen untuk evaluasi diri,” ujarnya.
Lebih lanjut, khatib juga mengimbau agar umat muslim saling memaafkan pada Hari Raya Idulfitri, melepaskan segala beban, dan menuju kemenangan.
“Kita harus kembali menjadi hamba yang baik bagi sesama manusia,” jelasnya.
Di Negeri Kataloka dan 12 desa administratif di wilayah ini memiliki cara tersendiri dalam menentukan awal puasa dan Idulfitri, hal tersebut dilakukan sejak lama oleh masyarakat setempat. Meskipun berbeda dengan pemerintah dan Lebaran lebih awal, tetapi warga sekitar tetap tentram serta saling menghormati satu sama lainnya.