Warga JGC Cakung Demo, Beli Rumah Rp 1 Miliar tapi Bau Sampah Megapolitan 17 Januari 2026

Warga JGC Cakung Demo, Beli Rumah Rp 1 Miliar tapi Bau Sampah 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 Januari 2026

Warga JGC Cakung Demo, Beli Rumah Rp 1 Miliar tapi Bau Sampah
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com – 
Puluhan warga Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, kembali menggelar unjuk rasa karena terganggu bau sampah yang berasal dari fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, yang hingga kini masih tercium.
Aksi tersebut berlangsung di depan Sales Gallery JGC yang berada tepat di seberang AEON Mall, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (17/2/2026).
Warga menilai pengelola JGC terkesan lepas tangan terhadap keberadaan RDF Rorotan yang dinilai merugikan penghuni kawasan tersebut akibat bau sampah yang ditimbulkan.
Padahal, warga membeli rumah di kawasan elite itu dengan harga mencapai Rp 1 miliar sebagai investasi jangka panjang.
Namun, keberadaan RDF Rorotan yang kerap menimbulkan bau sampah membuat warga khawatir nilai jual properti mereka justru akan turun.
“JGC rumah mewah, bau sampah,” teriak warga saat berunjuk rasa di lokasi.
Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano JGC, Wahyu Andre, mengatakan, meskipun RDF Rorotan belum beroperasi penuh, bau menyengat masih kerap dirasakan warga.
“Ya, jadi perlu bapak ibu ketahui bahwa warga Klaster Shinano, Mahakam, dan Savoi, sampai hari ini kami masih merasakan bau dari pabrik sampah RDF. Aktivitas dari pabrik sampah RDF baunya ini memang samar, tapi terjadinya tuh tidak menentu,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, warga JGC telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengembang terkait persoalan bau RDF Rorotan.
Namun, hingga kini belum ada solusi konkret yang dirasakan warga.
Keluhan serupa disampaikan Anin (40), warga Klaster Mahakam JGC.
Ia mengungkapkan bau sampah dari RDF Rorotan sudah dirasakan sejak awal menempati rumahnya.
“Jadi, setahun yang lalu, setelah dua bulan kita pindah, itu udah langsung kita kena dampak RDF bau sampah. Itu pas belum puasa yang kita demo di RDF Rorotan,” ungkap Anin.
Warga menduga bau sampah tersebut masih muncul karena RDF Rorotan tetap beroperasi secara diam-diam.
Kompas.com yang berada di lokasi juga mencium aroma bau sampah menyengat.
Bau tersebut semakin kuat saat Kompas.com berada di sekitar gerbang masuk fasilitas RDF.
Menanggapi aksi warga, perwakilan pengelola JGC, Andhika, menyatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan atas keberadaan RDF Rorotan.
“Balik lagi, RDF itu kan bukan produknya kita. Kita sudah mediasi, sudah bicara juga dengan pemerintah setempat mau seperti apa, karena kan duluan kami sebelum ada RDF,” kata Andhika saat ditemui di lokasi yang sama, Sabtu.
Ia mengeklaim manajemen JGC baru mengetahui pembangunan RDF Rorotan setelah fasilitas tersebut berdiri.
Meski demikian, Andhika tidak menjelaskan secara rinci besaran kerugian yang dialami JGC akibat keberadaan RDF tersebut.
“Teman-teman media sudah bisa menjawab, dengan terjadi hal seperti ini berarti kan dirugikan atau tidak balik lagi ke teman media, gitu aja,” tuturnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.