Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Wall Street Terguncang AI China, Nasdaq Anjlok 3,1 Persen

Wall Street Terguncang AI China, Nasdaq Anjlok 3,1 Persen

Jakarta, Beritasatu.com – Indeks utama Wall Street terguncang pada Senin (27/1/2025), dipicu oleh kemunculan pesaing baru dari China dalam industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Saham Nvidia bahkan anjlok hingga 16,9%, menyeret indeks S&P 500 turun 1,5% dan Nasdaq merosot 3,1%, terburuk dalam lebih dari satu bulan.

Secara keseluruhan, S&P 500 turun 88,96 poin menjadi 6.012,28. Nasdaq Composite turun 612,47 poin menjadi 19.341,83, dan Dow Jones Industrial Average naik 289,33 poin menjadi 44.713,58.

Dilansir dari AP, guncangan ini dipicu oleh perusahaan teknologi China, DeepSeek, yang meluncurkan model bahasa besar (large language model) baru yang diklaim dapat bersaing dengan raksasa AI Amerika Serikat (AI), tetapi dengan biaya lebih rendah. Aplikasi DeepSeek bahkan menduduki posisi teratas di App Store Apple untuk aplikasi gratis, memicu kekhawatiran akan dominasi teknologi China di sektor AI.

Penurunan saham Nvidia hingga 16,9% berdampak signifikan pada pasar, mengingat dominasi raksasa teknologi ini dalam indeks S&P 500. Di luar AS, dampaknya juga dirasakan oleh saham-saham teknologi global. Saham perusahaan pembuat peralatan cip asal Belanda, ASML, turun 7% di Amsterdam. Sementara itu, di Tokyo, saham Softbank Group anjlok 8,3%.

Kemunculan DeepSeek yang berbasis di China menyoroti perubahan besar dalam persaingan AI global. Model AI DeepSeek dikembangkan dengan teknologi chip Nvidia H800, versi lebih murah yang tetap tersedia untuk pasar China meski ada pembatasan ekspor cip canggih oleh AS.

Beberapa analis menyarankan agar investor tidak bereaksi berlebihan terhadap perkembangan ini yang telah mengguncang Wall Street. Kepala ekonom di Annex Wealth Management Brian Jacobsen mengatakan berita tersebut mungkin dilebih-lebihkan, dan pasar dapat berbalik arah dalam waktu dekat.

Merangkum Semua Peristiwa