TPS Sampah dekat Rusunawa PIK 2 Cakung Bakal Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memastikan akan mengubah tempat penampungan sementara (TPS) sampah di dekat Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) PIK 2, Penggilingan, Cakung, menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
Wali Kota Jakarta Timur
Munjirin
mengatakan, rencana tersebut telah dibahas dan akan segera direalisasikan dengan menata ulang area TPS yang ada saat ini.
“Nanti kita sudah rapatkan dan nanti akan dilayer dengan tanah merah dan nanti kita akan tanamin jadi penghijauan daerah situ,” ucap Munjirin kepada wartawan di wilayah Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026).
Mantan Wali Kota Jakarta Selatan itu menjelaskan, sampah yang saat ini berada di lokasi tersebut akan dipindahkan terlebih dahulu.
“Untuk sampah yang dirusun, jadi nanti lokasi tersebut tidak dijadikan tempat pembuangan sampah lagi, tapi akan dialihkan ke tempat yang terdekat dan kita sudah menemukan lokasinya,” jelasnya.
Sebelummya, gunungan sampah di dekat Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) PIK Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, dikeluhkan para penghuni rusun dan warga sekitar.
Tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang tercium hingga lantai atas bangunan.
Keluhan warga mencuat setelah adanya aduan yang disampaikan melalui aplikasi Jakarta Kini (Jaki). Dalam laporannya, pelapor mengaku mencium aroma menyengat dari tumpukan sampah di sekitar rusunawa.
“Butuh segera ditindaklanjuti karena bau sampah sampai ke lantai 12 Rusun, baunya sangat semerbak,” tulis pelapor dalam aduan di aplikasi Jaki yang dibuat pada Kamis (1/1/2026).
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
di lokasi, terlihat gunungan sampah meluber hingga ke badan jalan di samping Rusunawa PIK 2 dan akses menuju Perumahan Taman Jatinegara.
Sampah menumpuk di sejumlah titik dan mengganggu aktivitas warga. Tampak tiga truk sampah berukuran besar mengantre untuk mengangkut sampah. Sejumlah petugas terlihat memindahkan sampah secara manual dari gerobak ke dalam truk.
Kondisi jalan di sekitar lokasi pun tampak becek, tergenang air, dan dipenuhi sampah. Kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara pengendara sepeda motor harus bergantian karena sebagian badan jalan tertutup truk dan gerobak sampah.
Selain bau menyengat, lalat hijau juga terlihat beterbangan di sekitar tumpukan sampah.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2026/01/02/6957a7e87fc69.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)