Topik: Mudik

  • Tren mudik pascalebaran di Pulo Gebang meningkat dari tahun lalu

    Tren mudik pascalebaran di Pulo Gebang meningkat dari tahun lalu

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Tren mudik pascalebaran di Pulo Gebang meningkat dari tahun lalu
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Jumat, 04 April 2025 – 16:37 WIB

    Elshinta.com – Tren untuk melakukan perjalanan mudik pascalebaran yang terjadi di Terminal Terpadu Pulo Gebang pada 2025 ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu.

    Berdasarkan data jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang yang dicatat oleh Otoritas Terminal Terpadu Pulo Gebang hingga pukul 13.00 WIB di Jakarta, Jumat, jumlah pemudik yang berangkat sejak hari-H Lebaran hingga hari ini (belum termasuk bus yang akan diberangkatkan pada sore hingga malam nanti) berjumlah 8.806 penumpang, yang diberangkatkan dengan 1.233 bus.

    Jumlah tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tren mudik pada tahun 2024 lalu, di mana pada waktu yang sama jumlah pemudik hanya berkisar 8.155 penumpang yang diberangkatkan dengan 1.178 bus.

    Sebagai contoh, peningkatan terjadi pada beberapa hari seperti pada hari-H dengan 2.108 penumpang (meningkat 34,18 persen dari 1.571 penumpang pada 2024), H+1 dengan 2.317 penumpang (meningkat 19,87 persen dari 1.933 penumpang pada 2024), H+2 dengan 2.121 penumpang (meningkat 38 persen dari 1.537 penumpang pada 2024), dan seterusnya.

    Sejumlah kalangan menilai tren ini dipicu oleh adanya libur atau cuti bersama dengan durasi panjang setelah Idul Fitri.

    Seperti yang dilakukan oleh Diran, pemudik tujuan Yogyakarta yang pada tahun ini memilih untuk mudik setelah Lebaran, di mana tahun sebelumnya dirinya selalu melakukan perjalanan mudik sebelum Lebaran.

    “Ya, tahun sebelumnya selalu sebelum Lebaran, tapi tahun ini setelah Lebaran karena libur panjang,” ujarnya.

    Terkait hal tersebut, Pengawas Operasional Terminal Terpadu Pulogebang Mujib Tambrin mengonfirmasi terkait hal ini. Ia juga menjelaskan para pemudik yang berangkat setelah Idul Fitri umumnya merupakan pemudik jarak dekat hingga menengah, seperti Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

    Ia juga mengungkapkan pihaknya telah mengantisipasi hal ini dengan tidak mengurangi pelayanan yang diberikan.

    “Dari tahun sebelumnya hal ini juga sudah kami antisipasi. Memang tren mudik seusai Lebaran akan selalu ada, maka pelayanan yang diberikan juga sama agar maksimal,” ucap Mujib Tambrin.

    Sumber : Antara

  • Polisi Ponorogo Bantu Perbaiki Motor Pemudik yang Mogok

    Polisi Ponorogo Bantu Perbaiki Motor Pemudik yang Mogok

    Ponorogo (beritajatim.com) – Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengimbau para pemudik untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan arus balik Lebaran 2025. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden mogoknya sepeda motor seorang pemudik di jalur Ponorogo–Madiun.

    “Kami sudah siagakan petugas dan teknisi di sejumlah titik rawan untuk membantu pemudik yang mengalami gangguan kendaraan. Tetap waspada dan pastikan motor atau mobil dalam kondisi prima sebelum jalan,” tegas AKBP Andin, Jumat (4/4/2025).

    Kepedulian aparat kepolisian terhadap pemudik, terlihat nyata saat sebuah sepeda motor mengalami kerusakan di tengah jalan di jalur Ponorogo-Madiun. Sepeda motor tersebut dikendarai oleh Ismianto, pemudik asal Blora yang sedang dalam perjalanan kembali ke Pondok Pesantren Nurul Akbar, Babadan, Ponorogo.

    Rantai motor Ismianto putus mendadak saat Ia melintasi jalan protokol. Dalam kondisi panik dan kebingungan karena tak menemukan bengkel yang buka di tengah suasana Lebaran, Ia menghubungi rekannya, Ahmad Yunus.

    “Saya langsung ke lokasi setelah dapat kabar, tapi bingung juga karena semua bengkel tutup. Untung ada polisi yang bantu,” kata Ahmad Yunus.

    Petugas Polres Ponorogo yang tengah berjaga di pos pelayanan segera mendatangi lokasi. Dengan cekatan, mereka membantu memperbaiki motor dan mencarikan rantai pengganti. Bahkan, ban cadangan juga diberikan secara gratis kepada pemudik tersebut.

    Langkah cepat dan penuh empati dari petugas ini mendapat apresiasi dari warga sekitar dan para pengguna jalan lainnya. Di tengah padatnya arus balik, kehadiran polisi yang responsif bukan hanya menciptakan rasa aman, tapi juga menumbuhkan kepercayaan publik terhadap layanan kepolisian. [end/but]

  • VIDEO Arus Balik Lebaran 2025, Kedatangan Pemudik di Terminal Kampung Rambutan Terus Meningkat – Halaman all

    VIDEO Arus Balik Lebaran 2025, Kedatangan Pemudik di Terminal Kampung Rambutan Terus Meningkat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Arus balik Idulfitri 1446 H mulai terasa di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (4/4/2025).

    Sejak pagi hingga siang hari, kedatangan pemudik terus bertambah.

    Bus antarkota dari berbagai rute seperti Bantarujeg–Jakarta, Surabaya–Semarang–Jakarta, serta Bandung–Bogor–Jakarta silih berganti menurunkan penumpang.

    Mayoritas pemudik terlihat membawa koper besar dan tas ransel, sebagian juga tampak membawa oleh-oleh khas daerah.

    Pada siang hari ini, pemudik didominasi dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

    Sementara penumpang dari Pulau Sumatera biasanya tiba pada dini hari antara pukul 02.00–03.00 WIB.

    Pantauan di area kedatangan menunjukkan Terminal Kampung Rambutan terus menerima lonjakan pemudik yang kembali ke Jakarta.

    Korlantas Polri memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada H+5 atau pada 5 hingga 7 April 2025 akhir pekan ini.

    Untuk terminal Kampung Rambutan, jumlah kedatangan bus Antar Kota Antar provinsi (AKAP) diperkirakan akan meningkat pada Sabtu (5/4/2025) dan Minggu (6/4/2025).

    Berdasarkan data penumpang di Terminal Kampung Rambutan sampai Kamis (3/3/2025) kemarin, jumlah penumpang yang tiba di Terminal sebesar 4.951 orang.

    Angka ini naik dari jumlah penumpang yang kembali ke Jakarta di hari Rabu yang sebesar 1.998 orang.

    Untuk memastikan kelancaran saat arus balik mudik Idulfitri 1446 Hijriah petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI-Polri masih disiagakan untuk mencegah gangguan keamanan.

    Cerita Pemudik di Tengah Arus Balik 

    Peningkatan kedatangan pemudik juga sudah terlihat di Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur pada Kamis (3/4/2025).

    Satu per satu bus dari berbagai kota mulai merapat, menurunkan para penumpangnya—pemudik yang kembali dari ritual tahunan pulang kampung.

    Di antara ransel-ransel besar dan koper yang diseret perlahan, ada Amalia, warga Karawang. 

    Bersama suami dan anaknya, ia kembali ke Jakarta dari Cilegon.

    “Soalnya sudah masuk kerja, ya,” ujarnya sambil tersenyum lelah,

    “Jadi biar bisa istirahat sebentar sebelum Senin.”

    Ia tak ingin kelelahan merusak hari pertamanya kembali ke rutinitas.

    Tak jauh dari sana, Dinda dan keluarganya juga baru turun dari bus.

    Setelah pulang kampung ke Cilegon pada H-3 Lebaran lalu, kini dia bersiap untuk melanjutkan aktivitas dengan bekerja.

    Rupanya seminggu di Cilegon cukup untuk ‘membayar rindu’.

    “Pinginnya sih lebih lama. Tapi ya gimana, nyari duit lagi. Lumayan seminggu kemarin udah cukup mengobati,” katanya dengan nada ringan.

    Di sudut lain terminal, Arul berdiri sendiri.

    Baru tiba dari Cirebon, ia punya alasan praktis untuk pulang lebih awal.

    “Takut macet,” ujarnya singkat.

    Bagi banyak pemudik sepertinya, keputusan kembali ke ibu kota lebih awal adalah strategi, bukan sekadar pilihan.(Tribunnews/Danang/Fransiskus Adhiyuda/Apfia Tioconny Billy/Malau)

  • Hipmi ingatkan pentingnya kewaspadaan saat peredaran uang turun

    Hipmi ingatkan pentingnya kewaspadaan saat peredaran uang turun

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Hipmi ingatkan pentingnya kewaspadaan saat peredaran uang turun
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Jumat, 04 April 2025 – 16:56 WIB

    Elshinta.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penurunan uang beredar di masyarakat melalui langkah preventif demi menjaga stabilitas perekonomian nasional.

    Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari dalam keterangan di Jakarta, Jumat menilai sejumlah indikasi pelambatan ekonomi mulai muncul, salah satunya penurunan jumlah uang beredar di masyarakat. Hal ini menjadi “lampu kuning” bagi Pemerintah.

    Dia mengatakan, sejak pergantian tahun, indikasi pelambatan ekonomi mulai bermunculan. Puncaknya, tercermin pada momen Idul Fitri 2025/1446 Hijriah.

    “Dari tahun ke tahun, Lebaran menjadi momentum bagi Pemerintah untuk mengerek ekonomi. Namun, sepertinya hal itu tak terjadi sekarang,” katanya.

    Dia menyebutkan bahwa berdasarkan hitungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, asumsi perputaran uang selama Lebaran turun 12,28 persen. Jika asumsi tahun 2024 mencapai Rp157,3 triliun, tahun ini hanya Rp137,975 triliun.

    Bahkan, lanjut Akbar, Center of Economic and Law Studies (Celios) memprediksi tambahan Jumlah Uang Beredar (JUB) hanya Rp114,37 triliun. Turun 16,5 persen dari tahun 2024 yang mencapai Rp136,97 triliun.

    “Ini merupakan warning atau lampu kuning bagi Pemerintah. Jika tidak segera diatasi, pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya akan menjadi isapan jempol belaka,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Akbar menyebutkan bahwa indikasi lainnya yakni penurunan jumlah pemudik. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), total pemudik tahun ini hanya 146,48 juta orang. Turun 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang.

    Fenomena ini tentu mempengaruhi industri pariwisata. Akbar mencontohkan okupansi hotel kamar di Yogyakarta. Menurut data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), okupansi libur Lebaran jeblok 30 persen. Begitu juga di Bali.

    “Saat ini, masyarakat benar-benar hati-hati membelanjakan uang. Ini menandakan ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja. Sehingga perlu intervensi Pemerintah,” terang Akbar.

    Soal daya beli, Akbar melihat adanya penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 0,4 persen dari Desember 2024 ke Januari 2025. Padahal, sejak 2022, IKK selalu naik di awal tahun. Hal itu cermin bahwa konsumen optimistis.

    Data lainnya juga menunjukkan adanya penurunan angka Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2025. Pada Desember 2024, angka IPR sebesar 222 poin, turun menjadi 211,5 di Januari 2025.

    Menurut Akbar, pemerintah harus segera turun tangan, memperbaiki berbagai indikasi yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, persoalan tidak semakin buruk.

    “Caranya, dengan berbagai hal. Seperti mempercepat realisasi belanja sosial dan infrastruktur padat karya, menstabilkan harga kebutuhan pokok, dan memastikan UMKM mendapat dukungan konkret,” kata Akbar.

    Sumber : Antara

  • KCIC tugaskan 530 petugas keamanan selama arus balik Lebaran 2025

    KCIC tugaskan 530 petugas keamanan selama arus balik Lebaran 2025

    Corporate Communication Manager PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Emir Monti. ANTARA/Chairul Rohman

    KCIC tugaskan 530 petugas keamanan selama arus balik Lebaran 2025
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Jumat, 04 April 2025 – 16:45 WIB

    Elshinta.com – Manajer Komunikasi Korporat Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Emir Monti mengatakan pihaknya menugaskan total 530 petugas keamanan selama masa arus balik Lebaran 2025. Dikonfirmasi pada hari  Jumat, Emir menjelaskan jika 530 petugas keamanan itu tersebar di seluruh stasiun dan jalur kereta demi memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.

    “Untuk memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan Whoosh, KCIC menugaskan total 530 petugas pengamanan yang tersebar di seluruh stasiun dan jalur kereta. Petugas ini merupakan gabungan dari personel keamanan internal KCIC, TNI, dan Polri,” jelasnya.

    Emir menambahkan, selain penambahan petugas keamanan, pihak KCIC juga turut menambah personel di sektor lainnya seperti pelayanan penumpang.

    “Selain itu, KCIC juga menugaskan sebanyak 688 petugas layanan termasuk passenger service mobile yang siap membantu pelayanan penumpang di berbagai stasiun Whoosh,” tambahnya.

    Selain menambah personel, KCIC selama masa mudik dan Lebaran ini juga turut menambah berbagai fasilitas untuk menunjang keamanan penumpang.

    “KCIC menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kelancaran masa angkutan Lebaran, di antaranya area bermain anak, posko pengamanan, posko kesehatan, passenger service mobile, layanan lost and found, petugas posko internal, photobooth dan dekorasi edisi Ramadhan, takjil gratis, tenant-tenant baru, ruang tunggu VIP dan reguler, toilet disabilitas, ruang bayi, serta musala dan toilet yang selalu dijaga kebersihannya,” ujar Emir.

    “Tersedia juga petugas khusus key passenger yang siap melayani lansia, orang sakit, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan orang tua yang membawa anak,” pungkasnya.

    Pada masa libur Lebaran 2025, KCIC telah menjual lebih dari 210 ribu tiket Whoosh ke berbagai tujuan. Meskipun stasiun dipadati penumpang, arus penumpang dari dan menuju Stasiun Whoosh tetap terjaga dengan baik berkat dukungan berbagai moda transportasi penghubung.

     

     

    Sumber : Antara

  • Tambah 1 Hari, PNS Boleh FWA di 8 April

    Tambah 1 Hari, PNS Boleh FWA di 8 April

    Jakarta

    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menetapkan penyesuaian Flexible Working Arrangement (FWA) pada tanggal 8 April 2025. Hal ini untuk mengurangi kepadatan arus balik Lebaran berdasarkan masukan dari Kementerian Perhubungan dan stakeholder terkait.

    Penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN tersebut diatur dalam SE Menteri PANRB No. 3 Tahun 2025 yang ditandatangani Menteri PANRB pada Jumat (4/4).

    “Kita ingin memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan mobilitas masyarakat saat arus balik tetap aman dan nyaman. Penyesuaian pelaksanaan tugas ini dilakukan dengan mempertimbangkan fleksibilitas dan tetap memastikan terjaganya kualitas layanan,” ujar Menteri PANRB Rini Widyantini dalam keterangan tertulis, Jumat (4/4/2025).

    Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan mobilitas masyarakat selama arus balik, sekaligus menjaga produktivitas pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

    Melalui SE tersebut, instansi pemerintah pusat dan daerah diminta untuk mengatur pelaksanaan tugas kedinasan ASN dengan memanfaatkan skema Flexible Working Arrangements (FWA) sesuai karakteristik tugas masing-masing instansi. Penyesuaian ini wajib mempertimbangkan akuntabilitas, keterukuran kinerja, serta tidak mengganggu layanan publik kepada masyarakat.

    Sebelumnya pada SE Menteri PANRB No.2 Tahun 2025 pengaturan FWA dilaksanakan selama 4 (empat) hari sebelum libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi 1947 dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, yaitu pada hari Senin tanggal 24 Maret 2025 sampai dengan hari Kamis tanggal 27 Maret 2025, melalui perubahan SE ini dilakukan penyesuaian dengan menambahkan 1 hari yaitu pada hari Selasa tanggal 8 April 2025.

    Pelayanan publik yang bersifat esensial dan langsung bersentuhan dengan masyarakat diimbau untuk tetap berjalan dengan baik melalui pengaturan jadwal kerja yang efisien dan proporsional. Instansi juga diharapkan menyiapkan petugas pelayanan yang memadai dan sistem pendukung berbasis teknologi informasi sebagaimana juga telah dilakukan pada arus mudik.

    Lebih lanjut, Rini menekankan pentingnya kolaborasi antar pimpinan instansi dalam mengelola pelaksanaan tugas selama masa arus balik.

    “Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Momen arus balik menjadi wujud nyata bagaimana kita bisa menjaga kualitasnya dengan tetap memberikan ruang bagi ASN untuk menjalankan tugas secara adaptif, sebagaimana arus mudik yang dapat dilakukan dengan baik,” ujarnya.

    (acd/acd)

  • Kapolda Jatim: Puncak Diprediksi Sabtu dan Minggu

    Kapolda Jatim: Puncak Diprediksi Sabtu dan Minggu

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Memasuki momen arus balik, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memprediksi puncak peningkatan pengendara diperkirakan terjadi masa akhir libur lebaran, yakni Sabtu (5/3/2025) dan Minggu (6/3/2025).

    Hal itu disampaikan Kapolda Jatim saat meninjau Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (4/4/2025).

    “Kami prediksi puncak arus mudik mulai Sabtu-Minggu, untuk itu kami imbau para pemudik untuk bijak dalam berkendara, apalagi dengan anomali cuaca yang saat ini terjadi,” kata Irjen Nanang.

    Kapolda mengimbau masyarakat tetap waspada dan selalu mengecek kondisi kendaraan selama melakukan perjalanan arus balik mudik. “Pastikan kendaraan kondisi baik, termasuk kondisi fisik pengendara,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut Irjen Nanang juga minta masyarakat patuh aturan lalu lintas dan mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan. Peningkatan volume kendaraan, memungkinkan petugas merekayasa arus lalu lintas untuk menghindari perambatan di titik tertentu.

    Melalui pantauan yang dilakukan, dibandingkan tahun lalu terdapat penurunan baik arus mudik dan arus balik pada tahun 2025. Meski demikian, pihaknya menyarankan masyarakat memilih waktu terbaik untuk kembali.

    “Silakan diikuti arahan yang diberikan petugas di lapangan, karena sudah dilalui kajian yang sudah dievaluasi, gladi dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Sementara Bupati Ipuk menyampaikan, agar para pemudik tetap berhati-hati selama perjalanan balik. Selain padatnya lalu lintas saat arus balik, juga kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini bisa beresiko bagi pengguna jalan.

    “Kami mohon semua pengendara khususnya roda dua untuk tetap berhati-hati dan waspada apalagi di tengah kondisi cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini. Kalau ngantuk silakan beristirahat dulu di pos-pos yang telah disediakan. Tetap hati-hati dan semoga selamat sampai tujuan,” jelas Ipuk. [alr/but]

     

  • Ruas Jalan Raya Pemanukan-Subang Gelap Gulita, Pemudik Takut Celaka
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 April 2025

    Ruas Jalan Raya Pemanukan-Subang Gelap Gulita, Pemudik Takut Celaka Megapolitan 4 April 2025

    Ruas Jalan Raya Pemanukan-Subang Gelap Gulita, Pemudik Takut Celaka
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sejumlah pemudik mengaku takut celaka saat melintas di ruas
    Jalan Raya Pemanukan-Subang
    , Jawa Barat, Jumat (4/3/2025).
    “Jalanannya gelap gulita banget, takut celaka sebenarnya,” ucap salah satu pemudik bernama Aji (64) saat diwawancarai
    Kompas.com
    di lokasi, Jumat.
    Pengamatan
    Kompas.com
    di lokasi, sepanjang Jalan Raya Pemanukan-Subang terlihat gelap gulita. Pasalnya, lampu jalan di sepanjang ruas jalan ini semuanya mati.
    Sumber cahaya hanya berasal dari warung-warung kaki lima dan minimarket di sisi kiri dan kanan jalan. Namun, meski ada sumber cahaya tersebut, area jalan yang dilintasi pengendara tetap terlihat gelap.
    Para pengendara harus benar-benar mengandalkan lampu motor atau mobilnya untuk melintasi jalan ini dengan aman.
    Selain kurangnya penerangan, banyak bagian Jalan Raya Pemanukan-Subang yang bergelombang dan berlubang.
    “Jalanannya banyak lubang banget dan bergelombang. Cuma, lewat sini lancar, kalau lewat tol macet,” tutur pemudik lain bernama Eki (25).
    Di sisi lain, hujan yang turun menyebabkan jalan berlubang di Pemanukan-Subang banyak yang tergenang air.
    Kondisi ini membuat para pengendara harus lebih berhati-hati saat melintasi jalan tersebut.
    “Beberapa jalan banyak yang tergenang air, jadi harus hati-hati. Kalau ngebut terus, kasihan pemotor di kiri kecipratan air,” ujar Eki.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • AKBP Doni : Rombongan One Way Arus Balik Sudah Melintasi Pekalongan

    AKBP Doni : Rombongan One Way Arus Balik Sudah Melintasi Pekalongan

    TRIBUNJATENG.COM, KAJEN – Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso W, memantau diberlakukannya One Way pada arus balik lebaran Idul Fitri 144h H, (4/4/2025) malam.

    Pemberlakuan one way, saat arus balik ini dibuka dari gerbang tol Kalikangkung Semarang hingga tol Brebes.

    Beberapa saat sebelumnya, Satlantas Polres Pekalongan telah melakukan sterilisasi kendaraan di jalur tol di wilayah Kabupaten Pekalongan. Hal ini, untuk kelancaran saat pemberlakuan One Way arus balik.

    Untuk kesiapan one way arus balik di wilayah Kabupaten Pekalongan, AKBP Doni mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penyisiran dari KM 322 sampai 340.

    “Tadi kami sudah melakukan penyisiran dari KM 322 sampai KM 340 dan untuk situasi aman terkendali.”

    “Jalur dari arah Jakarta atau jalur A terpantau sudah steril, sudah aman dan siap untuk dilakukan one way,” ujarnya.

    Kapolres menambahkan, untuk di dalam rest area juga kondisi sudah dalam keadaan steril dan siap untuk dilaksanakan one way dari Kalikangkung menuju Brebes.

    “Rombongan one way sudah melintas di wilayah Tol Pekalongan,” imbuhnya.

    Sama seperti pada saat arus mudik, pada arus balik ini, Polres Pekalongan telah menyiagakan personilnya di beberapa titik atau jalur rawan kemacetan. Hal ini untuk mengurai, apabila terjadi kepadatan kendaraan.

    “Untuk jumlah kendaraan pada arus balik ini sudah mulai ada peningkatan, namun situasi arus lalu lintas masih berjalan normal dan lancar.

    Dari hasil pantauan, rombongan one way sudah melintas di wilayah Pekalongan  sekitar pukul 20.49 WIB.

    Rombongan, kendaraan one way mendapatkan pengawalan dari anggota Satlantas Polres Pekalongan dan Dirlantas Polda Jateng. (Dro)

  • Arus Balik Mudik, PMI Kota Cimahi Catat Tangani 12 Kasus Kecelakaan

    Arus Balik Mudik, PMI Kota Cimahi Catat Tangani 12 Kasus Kecelakaan

    JABAR EKSPRES – Arus balik mudik Lebaran 2025 di Kota Cimahi terpantau aman meskipun sejumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi selama periode 24 Maret hingga 1 April 2025.

    Mayoritas kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor yang masuk ke Cimahi, sementara beberapa lainnya merupakan warga asli Cimahi.

    Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi yang mendirikan posko di Alun-Alun Cimahi turut berperan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan serta pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan.

    “Bagi pemudik yang ingin beristirahat, bisa di posko PMI. Jika ada yang memerlukan pertolongan pertama, kami juga siap membantu,” ujar Petugas AJR PMI Cimahi, Hardiansyah, saat ditemui Jabar Ekspres di Posko PMI Cimahi, Jumat (4/4/2025).

    Selama periode arus balik, PMI mencatat total 12 kasus kecelakaan lalu lintas dan dua kali respon terhadap bencana pohon tumbang.

    Selain itu, lanjut Hardiansyah, sebanyak 48 layanan kesehatan diberikan kepada pemudik dan warga Cimahi.

    “Untuk layanan kesehatan, ada 48 kali tindakan sejak 24 Maret hingga 1 April, salah satunya di daerah Pabrik Aci pada 27 Maret,” kata Hardiansyah.

    Di posko PMI, pemudik dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek tekanan darah dan tempat beristirahat.

    Namun, layanan oksigen hanya disediakan bagi mereka yang mengalami gangguan pernapasan ringan, sementara transfusi darah tetap dilakukan di Rumah Sakit Cibabat.

    “Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Posko PMI akan tetap beroperasi hingga 7 April 2025,” tambahnya.

    Untuk memastikan pelayanan optimal, PMI Cimahi menyiagakan sekitar 100 personel yang bekerja dalam dua shift, mulai pukul 08.00 pagi hingga 08.00 malam, dan shift berikutnya dari pukul 08.00 malam hingga 08.00 pagi.

    “Kami mendapat dukungan relawan dari Cimahi, termasuk KSR PT STKIP dan KSR Unjani,” jelas Hardiansyah.

    PMI juga menangani korban kecelakaan dengan berbagai tingkat keparahan. Salah satu kasus serius terjadi di Cihanjuang, dekat Taman Kupu-Kupu, di mana tiga korban mengalami patah tulang akibat terjatuh dari mobil pickup pengangkut sayur yang menabrak pembatas jalan.

    “Korban berusia 42, 53, dan 54 tahun. Sopirnya mengantuk, lalu menabrak pembatas, menyebabkan para penumpang di bagian belakang terjatuh. Seluruh korban langsung dirujuk ke RS Cibabat,” ungkap Hardiansyah.