Topik: Mudik

  • Pegal-pegal hingga Nyeri Otot Sepulang Mudik Lebaran, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya – Halaman all

    Pegal-pegal hingga Nyeri Otot Sepulang Mudik Lebaran, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Ibrahim Agung, Sp.KFR mengungkapkan, keluhan yang paling sering dialami para pemudik pasca pulang dari kampung halaman.

    Keluhan itu berupa pegal-pegal, sakit leher, sakit punggung, sakit pinggang, sakit lutut hingga sakit kaki.

    Penyebab utamanya adalah nyeri otot.

    Kondisi ini terjadi ketika selama perjalanan saat mudik dan balik, posisi tubuh tidak berada dalam keadaan argonomis.

    “Itu penyebab utamanya. Bayangkan kalau duduk dalam waktu yang lama, kalau duduknya posisi yang bagus, duduk stabil, bagus, enak, ini otot akan berada dalam kondisi yang paling rileks. Jadi, tidak mudah menimbulkan ketegangan ataupun kekakuannya,” ujar dia dalam talkshow Kemenkes yang ditulis Jumat (4/4/2025).

    Penyebab kedua adalah kelelahan otot.

    Kondisi ini berhubungan dengan kebiasaan. Misalkan jarang mengemudi jarak jauh jauh tiba-tiba harus berkendara dalam waktu lama dan jarak yang jauh.

    Lalu, penyebab ketiga adalah pergerakan yang terbatas. 

    Selama perjalanan seseorang yang menggunakan kendaraan seperti mobil atau bus maupun motor tidak memiliki ruang atau kesempatan untuk bergerak.

    Kondisi inilah yang akan menimbulkan nyeri pada otot

    Bagaimana cara mencegahnya?

    Dokter di RSCM menegaskan, ada baiknya untuk memperbaiki posisi duduk agar relax dan melakukan beragam peregangan maupun mobilitas sederhana selama perjalanan.

    Berikut posisi duduk yang disarankan agar mencegah pegal dan nyeri.

    Pertama, posisikan punggung yang ideal yaitu berada dalam posisi yang tegak. 

    Bungkuk, tidak boleh. Karena akan menyebabkan kekakuan pada leher dan pada pundaknya serta punggungnya.

    “Di awal rasanya kayak kaku, tapi sebenarnya posisi yang ergonomis, yang tegak ini, kontraksi otot itu sangat minimal.
    Sehingga tidaj gampang lelah,” tutur dia.

    Kedua, bahu dan leher harus rileks.

    Sebaiknya untuk leher diberikan sandaran atau kalau tidak ada minimal bisa memakai bantal leher sehingga mempertahankan leher  tidak terlalu ke kanan atau ke kiri.

    Ketiga posisi lutut dan kaki.

    Pastikan kursi tidak terlalu tinggi atau rendah.

    Lutut tetap bisa membentuk sudut kurang lebih 90 derajat atau posisi lutut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pinggang. 

    Sementara untuk kaki sebisa mungkin harus menapak di lantai.

    Tidak boleh menggantung, karena membuat kaki pegal.

    Dengan demikian, mulai dari tulang belakang, ke pinggang, ke paha itu membentuk sudut 90 derajat.

    Dari paha ke lutut membentuk sudut 90 derajat. Juga dari kaki, membentuk 90 derajat.

    “Ini adalah posisi yang paling ergonomis, posisi yang paling santai, posisi di mana kontraksi otot itu tidak terlalu banyak, posisi di mana tulang belakang lebih stabil tidak merasa kaku,” ungkap dr Ibrahim.

     

  • Kemenko Polkam pastikan arus balik via Tol Cikampek lancar terkendali

    Kemenko Polkam pastikan arus balik via Tol Cikampek lancar terkendali

    Jakarta (ANTARA) – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan Lebaran menggelar peninjauan lapangan guna memastikan arus balik yang akan melalui Tol Cikampek lancar dan terkendali.

    “Kami meninjau situasi keamanan arus mudik di Comand Center KM 29, relatif aman dan kondusif. Kami dijelaskan kesiapan dalam rangka menghadapi arus balik yang kemungkinan akan mencapai puncaknya pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 5 dan 6 April,” kata Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen Pol Moehammad Syafrial di Command Center KM 29, Jawa Barat, Jumat.

    Pos Pengamanan Idul Fitri dan Command Center KM 29 memiliki tujuan untuk memberikan arahan kepada personel yang bertugas di lapangan serta mengantisipasi jika terjadinya lonjakan peningkatan jumlah kendaraan, atau kecelakaan melalui CCTV.

    Melalui Command Center, petugas dapat mengawasi kondisi lalu lintas secara real-time. Serta memberikan respons cepat apabila terjadi hambatan atau kemacetan, guna memastikan perjalanan para pemudik berjalan lancar dan aman.

    “Dari pantauan kami secara langsung, tidak ada ancaman keamanan yang terdeteksi. Semua fasilitas dan infrastruktur berfungsi dengan normal. Personil keamanan berjaga dengan baik dan siap untuk menanggapi situasi darurat. Dengan demikian perjalanan para pemudik diharapkan dapat berjalan dengan lebih lancar, aman, dan nyaman, tanpa gangguan yang berarti,” ujarnya.

    Dengan pengawasan berbasis teknologi oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pengamanan arus mudik dan arus balik, serta koordinasi yang optimal, perjalanan para pemudik diharapkan dapat berjalan dengan lebih lancar, aman, dan nyaman, tanpa gangguan yang berarti.

    “Kami dari Kemenko Polkam tentunya memberikan apresiasi kepada seluruh unsur petugas di lapangan yang telah memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat selama proses arus mudik dan balik pada saat lebaran tahun ini dan imbauan kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan kembali untuk mengecek terlebih dahulu kendaraan yang akan digunakan dan mematuhi segala peraturan lalu lintas yang berlaku sehingga dapat kembali ke tempat tujuan dengan selamat,” tutupnya.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
    Copyright © ANTARA 2025

  • 6
                    
                        Terungkap, Ini Alasan Suami Tega Tinggalkan Istri dan Bayinya di Masjid Ciawi
                        Bandung

    6 Terungkap, Ini Alasan Suami Tega Tinggalkan Istri dan Bayinya di Masjid Ciawi Bandung

    Terungkap, Ini Alasan Suami Tega Tinggalkan Istri dan Bayinya di Masjid Ciawi
    Tim Redaksi
    TASIKMALAYA, KOMPAS.com –
    Kepolisian Sektor (Polsek) Pagerageung, Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, mengungkap penyebab seorang perempuan bernama Dede (35) dan bayinya yang berusia 4 bulan ditinggal kabur suaminya, Ade Candra Gunawan, saat mudik di Masjid Agung Ciawi, Tasikmalaya, pada Selasa (1/4/2025).
    Kejadian tersebut dipicu oleh ketidakharmonisan hubungan suami-istri asal Pangalengan, Kabupaten Bandung tersebut, hingga berujung pada sang suami yang meninggalkan Dede dan anaknya.
    Setelah ditolong oleh petugas Polsek Pagerageung dan diantar menggunakan mobil rental ke Polsek Pangalengan, keduanya lantas diantar ke rumah sang suami oleh pihak desa setempat.
    Kepala Polsek Pagerageung, AKP Asep Saepulloh, mengatakan bahwa saat mereka tiba di rumah sang suami, pria tersebut ternyata sudah berada di sana.
    “Ketika petugas bersama pihak desa mengantarkan, suami dari ibu Dede dan ayah dari bayi ini informasinya merasa tidak bersalah usai menelantarkan mereka di Masjid Agung Ciawi, Tasikmalaya,” ujar Asep kepada Kompas.com saat dihubungi via telepon, Jumat (4/4/2025).
    Menurut Asep, suami Dede awalnya sempat menolak menerima kembali istri dan anaknya.
    Namun, setelah dibujuk petugas, akhirnya mereka diterima kembali, meski tidak tinggal satu atap.
    “Sempat dilakukan pendekatan karena mereka ini informasinya sempat menolak, sampai akhirnya ibu Dede dan bayinya ini, dengan alasan kemanusiaan, diterima kembali di sana. Namun memang tidak tinggal bersama suami dan keluarganya, tetapi di rumah kontrakan,” ujar Asep.
    Sebelumnya diketahui, pasangan ini sempat cekcok sebelum keberangkatan mudik.
    Dede, yang berasal dari Tasikmalaya, disebut hendak dipulangkan ke kampung halamannya oleh sang suami.
    Asep mengatakan, saat awal ditemukan, Dede sempat mengaku ditelantarkan saat hendak mudik ke Ciamis, tanpa mengetahui keberadaan suaminya.
    Diketahui, Dede merupakan istri siri dari Ade, pria asal Pangalengan, yang telah memiliki istri pertama dan empat anak sebelum akhirnya bercerai.
    Meski statusnya istri siri, Dede dan anaknya tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) bersama Ade sebagai kepala keluarga.
    “Meski berstatus istri siri, berdasarkan data foto kartu keluarga (KK) yang diterima, Dede bersama anaknya yang masih bayi masuk ke dalam KK dengan Ade Candra Gunawan sebagai Kepala Keluarganya. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dede yang memiliki nama lengkap Dede Ruyanti pun memiliki alamat yang sama sesuai dengan KK,” tambah Asep.
    Sebelumnya diberitakan, Dede dan anaknya ditemukan kebingungan di
    Masjid Ciawi
    , Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya, pada Selasa pagi.
    Mereka sempat menginap di masjid dalam perjalanan dari Pangalengan menuju Ciamis. Saat pukul 03.00 WIB dini hari, Dede kaget karena suaminya sudah tidak ada.
    Petugas Polsek Pagerageung kemudian mengevakuasi Dede dan bayinya, sebelum akhirnya mengantarkan mereka kembali ke Pangalengan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menteri Dody Pastikan Infrastruktur Tol Siap Sambut Arus Balik Lebaran

    Menteri Dody Pastikan Infrastruktur Tol Siap Sambut Arus Balik Lebaran

    Probolinggo, Beritasatu.com – Dalam rangka menyambut arus balik Lebaran, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau jalur fungsional Lebaran di ruas jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Seksi I di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (2/4/2025). Pembukaan jalur sepanjang 23,13 km ini bertujuan agar arus balik Lebaran pada 1-8 April lancar setelah sebelumnya juga beroperasi saat arus mudik pada 24-31 Maret 2025. 

    Dody mengatakan, ruas tol fungsional dioperasikan satu jalur dari arah Gending menuju GT Kraksaan dan GT Paiton untuk arus mudik, serta dari arah GT Paiton dan GT Kraksaan menuju Gending untuk arus balik.

    “Untuk traffic tertingginya mencapai 3.800 kendaraan per hari, dengan waktu operasional mulai pukul 6 pagi sampai 4 sore. Untuk total kendaraan yang telah melintas mulai dari H-10 Lebaran sampai dengan kemarin ada sekitar 19 ribuan kendaraan,” ujar Dody.

    Ruas Tol Gending-Kraksaan dapat dilalui tanpa tarif (gratis) oleh kendaraan kecil golongan I roda empat (non bus dan truk). Tol ini juga telah dilengkapi dengan Posko Layanan Informasi, ambulance (tenaga medis), patroli jalan raya (PJR), mobile customer service, derek gratis, hingga toilet. 

    Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Gunadi Antariksa juga memastikan ruas jalan tol Gending-Kraksaan-Paiton ini aman untuk dilalui kendaraan selama operasional dan dapat mengurangi beban jalan nasional sehingga mempermudah pengaturan lalu lintas oleh kepolisian.

    “Kalau melewati jalan nasional dari arah Gending-Paiton akan memakan waktu sekitar 50 menit, namun dengan fungsionalnya ruas ini bisa dilalui dengan waktu sekitar 20 menit saja. Dengan waktu operasional 10 jam dan satu arah, jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak dan animonya sangat tinggi. Mungkin kalau difungsionalkan 24 jam, akan jauh lebih tinggi. Hanya saja, dengan alasan safety seperti karena penerangan jalan dan rambu-rambu belum lengkap, masih kami batasi,” jelas Gunadi.

    Pembangunan Jalan Tol Probowangi Ditargetkan Rampung Tahun Ini

    Menteri Dody menerangkan, pembangunan ruas jalan tol Probowangi dilakukan mulai tahun 2023 dan saat ini terus dilanjutkan hingga Paket 3 Paiton-Besuki. Untuk Paket 1 Gending-Kraksaan, dan Paket 2 Kraksaan-Paiton juga terus dilanjutkan dengan target penyelesaian pada pertengahan 2025. 

    “Untuk pembangunan ruas jalan tol Probowangi Seksi 3 Paiton-Besuki masih terus dilanjutkan. Hanya ada sedikit permasalahan terkait lahan dan sutet listrik. Nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan PLN supaya bisa dipercepat proses pemindahannya,” ujar Dody.

    Pembangunan jalan tol ini, lanjut Dody, juga memakan waktu karena merupakan jaringan utama listrik Jawa-Bali.

    “Kami upayakan dengan PLN agar pelayanan masyarakat tidak terganggu dan teman-teman BUJT bisa bekerja sesuai dengan waktunya,” tambahnya.

    Saat ini, progress konstruksi jalan tol untuk Seksi 1 Gending-Kraksaan sepanjang 12,9 km telah mencapai 87,48%, sementara Seksi 2 Kraksaan-Paiton sepanjang 11,2 km telah mencapai 80,92%. Sementara untuk Seksi 3 Paiton-Besuki sendiri telah mencapai 67,51%. Diharapkan, dengan selesainya pembangunan jalan tol Probowangi akan mempersingkat waktu tempuh dari arah Probolinggo menuju Banyuwangi dan juga sebaliknya.

  • Pilih Mudik Setelah Lebaran, Warga: Suasananya Lebih Lengang dan Tidak Terlalu Padat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 April 2025

    Pilih Mudik Setelah Lebaran, Warga: Suasananya Lebih Lengang dan Tidak Terlalu Padat Megapolitan 4 April 2025

    Pilih Mudik Setelah Lebaran, Warga: Suasananya Lebih Lengang dan Tidak Terlalu Padat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Hesti (46), warga Depok, Jawa Barat, mengaku baru akan
    mudik
    bersama keluarga besarnya dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, menuju Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat (4/4/2025).
    Hesti sengaja memilih mudik setelah Lebaran karena ia merasa suasananya berbeda dibandingkan saat menjelang Lebaran.
    “Karena suasananya itu lebih lengang, tidak terlalu padat. Saya bawa anak-anak juga, jadi lebih
    save
    aja,” ujar Hesti saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jumat.
    Selain karena suasana yang lebih lengang, Hesti dan keluarganya memilih mudik setelah Lebaran karena hendak menggelar hajatan di kampung halaman.
    “Saya berangkat sama keponakan, bude, ipar, sepupu, semua bareng-bareng, karena di sana kami ada hajatan juga jadi baru sekarang mudiknya,” kata Hesti.
    Meski baru mudik setelah Lebaran, Hesti mengaku tidak mengalami kesulitan saat memesan tiket kereta api karena ia telah membelinya sejak awal Ramadan.
    Namun, Hesti mengaku harga tiket kereta api yang dibelinya mengalami kenaikan sekitar 20 persen.
    “Kalau harga biasa itu Rp 120.000 kemarin saya beli Rp 156.000,” ujar Hesti.
    Untuk tiket balik ke Jakarta, Hesti menyebut tantangannya lebih besar karena banyak orang yang mengejar waktu masuk kerja.
     
    Bahkan, Hesti harus membeli tiket kereta kelas Argo seharga Rp600.000 per orang.
    “Ngejar waktu kerja, jadi enggak ada pilihan lain. Kami juga baliknya bertahap, karena tiketnya beda-beda harinya,” jelas Hesti.
    Dengan adanya kesulitan tersebut, Hesti berharap penjualan tiket kereta api ke depannya bisa dilakukan dalam jangka waktu lebih panjang.
    Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak waktu dan opsi untuk mendapatkan tiket dengan harga yang lebih terjangkau.
    “Kalau bisa penjualan tiketnya diperpanjang waktunya. Dan kalau bisa, kenaikannya jangan terlalu signifikan,” jelas dia.
    Sementara itu, Kartini (29), warga Jakarta yang baru berangkat mudik ke Cirebon bersama suami dan anaknya, mengaku baru mudik hari ini lantaran tidak berhasil mendapatkan tiket kereta api sebelum Lebaran 2025.
    “Tiketnya baru dapat sekarang, kemarin-kemarin itu penuh, enggak bisa diakses, habis,” kata Kartini.
    Meski demikian, Kartini tetap bersyukur bisa berangkat ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan orangtua.
    Dia merencanakan untuk kembali ke Jakarta pada Selasa pekan depan, sebelum anaknya masuk sekolah.
    “Kami rencana balik Selasa, jadi enggak terlalu lama di kampung,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Arus Balik Lebaran 2025 di Jawa Timur Berlangsung Ramai Lancar, Menko Polkam Apresiasi Kinerja Aparat

    Arus Balik Lebaran 2025 di Jawa Timur Berlangsung Ramai Lancar, Menko Polkam Apresiasi Kinerja Aparat

    Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah memastikan arus balik Idulfitri 2025 berjalan dalam kondisi ramai namun tetap lancar, khususnya di enam provinsi prioritas yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

    Berdasarkan laporan pemantauan pada Rabu, 3 April 2025, tidak ada gangguan besar dalam proses arus balik ke berbagai kota tujuan.

    Di Jawa Timur, sejumlah titik gerbang tol terpantau padat, terutama di GT Warugunung dengan total 102.110 kendaraan masuk dan 30.227 kendaraan keluar, serta GT Kraksaan dengan 781 kendaraan masuk dan 327 kendaraan keluar.

    Sementara itu, aktivitas di sektor transportasi umum juga cukup tinggi. Terminal Bungurasih mencatat 26.280 penumpang berangkat dan 16.473 penumpang datang.

    Bandara Juanda mengalami lonjakan pergerakan penumpang dengan 18.447 keberangkatan dan 16.790 kedatangan. Untuk moda kereta api, Stasiun Gubeng melayani 10.372 penumpang berangkat dan 9.214 penumpang datang.

    Wisata Ramai, Keamanan Tetap Kondusif

    Meskipun arus balik masih berlangsung, destinasi wisata di Jawa Timur tetap ramai dikunjungi. Ribuan kendaraan mengarah ke kawasan wisata unggulan seperti Batu, Bromo, Sarangan, dan Bendungan Karangkates. Aparat keamanan disiagakan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan pengunjung.

    Namun, dari sisi keamanan, Jawa Timur mencatat 74 kasus kriminalitas selama periode arus balik. Meski begitu, tidak ada insiden menonjol yang mengganggu stabilitas wilayah. Kasus kecelakaan lalu lintas terbanyak juga tercatat di Jawa Timur dengan 29 kejadian, serta satu insiden tanah longsor di kawasan Tahura R. Soerjo, Kabupaten Mojokerto, yang masih dalam proses evakuasi korban.

    Menko Polkam: Sinergi Antar Lembaga Sangat Penting

    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama seluruh pihak dalam menjaga kelancaran arus balik.

    “Kami mengapresiasi dedikasi seluruh aparat di lapangan yang telah bekerja tanpa lelah menjaga arus balik tetap aman dan tertib. Sinergi antar lembaga sangat penting dalam memastikan keselamatan masyarakat,” ujar Budi Gunawan dalam keterangan resminya, Jumat (4/4/2025).

    Pemerintah juga tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dalam perjalanan dan mematuhi setiap arahan petugas demi keselamatan bersama.

    “Kami harap seluruh pemudik tetap waspada dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan. Dengan kerja sama semua pihak, arus balik Lebaran 2025 bisa berlangsung lancar, aman, dan nyaman,” tambah Budi Gunawan.

    Dengan pemantauan ketat dan kesiapan petugas di lapangan, pemerintah optimistis arus balik tahun ini dapat ditangani dengan baik hingga seluruh warga kembali ke aktivitas normalnya.

     

  • Balik Mudik Tanpa Macet? Pulang Lebih Awal, Hemat Waktu & Diskon Tol!

    Balik Mudik Tanpa Macet? Pulang Lebih Awal, Hemat Waktu & Diskon Tol!

    Jakarta: Setelah puas menghabiskan momen Lebaran di kampung halaman, kini saatnya bersiap kembali ke rutinitas. 
     
    Tapi tunggu dulu, jangan asal gas balik ke kota ya, karena arus balik Lebaran tahun ini diprediksi akan padat merayap.
     
    Korlantas Polri sudah memprediksi kalau puncak arus balik bakal terjadi pada 5 hingga 7 April 2025. Artinya, kamu masih punya waktu untuk menghindari kemacetan dengan satu langkah bijak pulang lebih awal!

    “Kami mengimbau pemudik untuk dapat pulang lebih awal dan menghindari periode yang diprediksi menjadi puncak arus balik. Pemudik dapat sekaligus memanfaatkan diskon tarif tol yang berlaku di Ruas Tol Cikopo-Palimanan,” ujar Direktur Operasional ASTRA Infra Toll Road Cikopo-Palimanan Rinaldi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat, 4 April 2025. 
     

    Pulang lebih cepat, nikmati diskon tol 20%!
    Buat kamu yang berangkat dari Semarang (Gerbang Tol Kalikangkung) dan menuju Cikampek Utama, ini saatnya untung besar. ASTRA Infra Toll Road Cipali kasih diskon tarif tol sebesar 20 persen, berlaku mulai Kamis, 3 April 2025 pukul 05.00 WIB hingga Sabtu, 5 April 2025 pukul 05.00 WIB
     
    Diskon ini bisa bantu kamu lebih hemat di perjalanan, apalagi kalau mobilmu penuh satu keluarga. Bisa buat beli oleh-oleh tambahan, kan?
    Waspada one way mulai 3 April
    Volume kendaraan sudah mulai meningkat sejak Kamis sore, pihak kepolisian memberlakukan sistem one way dari KM 188 Palimanan sampai KM 70 Cikampek Utama. Rekayasa ini diberlakukan mulai Kamis, 3 April 2025 pukul 16.25 WIB, dan akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.
     
    “Harapannya melalui pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way oleh pihak kepolisian serta penerapan diskon tarif, menjadi langkah yang efektif untuk mengantisipasi penumpukan volume kendaraan pada puncak arus balik,” kata Rinaldi.
     
    Kalau kamu melintasi jalur ini, penting banget untuk mematuhi batas kecepatan maksimal 100 km per jam, jaga jarak aman antar kendaraan, menepi ke sisi kiri jika ada kendala dan hubungi petugas
     

    ASTRA Cipali siapkan layanan 24 jam
    Menyambut arus balik, ASTRA Tol Cipali sudah menyiapkan infrastruktur jalan, kesiagaan petugas, dan fasilitas rest area supaya perjalanan kamu makin nyaman. Beberapa rest area yang bisa kamu manfaatkan untuk isi BBM atau istirahat:
     
    – KM 86 A
    – KM 101 B
    – KM 102 A
    – KM 130 A & B
    – KM 164 B
    – KM 166 A
     
    Menghindari puncak arus balik bukan cuma soal waktu, tapi juga soal kenyamanan dan keselamatan di jalan. Bayangin aja kalau kamu pulang bareng jutaan orang lain, berapa lama waktu yang terbuang cuma buat duduk di dalam mobil?
     
    Jadi, kapan kamu balik ke kota? Yuk, pilih waktu yang lebih nyaman dan aman. Jangan tunggu sampai macet total baru menyesal. 

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Info Lalu Lintas Tol Arus Balik Lebaran 2025 Terkini, Ada Buka Tutup Jalan dan Contraflow

    Info Lalu Lintas Tol Arus Balik Lebaran 2025 Terkini, Ada Buka Tutup Jalan dan Contraflow

    Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang akhir pekan, beberapa pemudik kemungkinan sudah mulai pulang kembali ke rantauannya, usai berlebaran di kampung halaman.

    Meski demikian, puncak arus balik diprediksi baru terjadi pada 6 April 2025.

    Berikut kondisi terkini lalu lintas arus balik di tol Jasa Marga

    18.09 WIB #Tol_Solo_Ngawi Colomadu – Ngemplak – Gondangrejo – Karanganyar – Sragen – Ngawi LANCAR. ; Colomadu KM 494 – KM 487 arah Semarang PADAT, kepadatan volume lalin.

    18.09 WIB #Tol_Surabaya_Gempol Dupak – Waru – Sidoarjo – Gempol LANCAR. ; Kejapanan Utama KM 770 – KM 769 arah Dupak PADAT, kepadatan volume lalin

    18.09 WIB #Tol_Semarang_ABC Krapyak – Jatingaleh – Gayamsari – Kaligawe – Srondol LANCAR. ; Tembalang KM 429 – Jatingaleh KM 428 PADAT, kepadatan volume lalin.

    18.09 WIB #Tol_Semarang_ABC Rest Area Gajah Mungkur KM 424 arah Jakarta DIBERLAKUKAN Rekayasa lalu lintas BUKA-TUTUP secara situasional.

    18.09 WIB #Tol_Semarang_Solo Banyumanik – Ungaran – Bawen – Salatiga – Boyolali LANCAR.

    18.09 WIB #Tol_Semarang_Solo Susukan KM 468 – Tengaran KM 459 PADAT, kepadatan volume lalin. Tengaran KM 460 – Pabelan KM 456 PADAT, kepadatan volume lalin. Pabelan KM 451 – Tuntang KM 455 PADAT, kepadatan volume lalin.

    18.09 WIB #Tol_Semarang_Solo Rest Area Boyolali KM 487 dan Pabelan KM 456 arah Jakarta DIBERLAKUKAN Rekayasa lalu lintas BUKA-TUTUP secara situasional.

    18.06 WIB #Tol_Batang_Semarang Kandeman – Weleri – Kendal – Kaliwungu – Kalikangkung LANCAR.

    18.06 WIB #Tol_Batang_Semarang Kaliungu KM 409 – Ngampel KM 398 PADAT, kepadatan volume lalin. Ngampel KM 397 – Ringnarum KM 392 PADAT, kepadatan volume lalin. Ringnarum KM 391 – Weleri KM 384 PADAT, kepadatan volume lalin.

    18.06 WIB #Tol_Batang_Semarang Rest Area Ringarum KM 389 dan Subah KM 360 arah Jakarta DIBERLAKUKAN Rekayasa lalu lintas BUKA-TUTUP secara situasional.

    18.09 WIB WIB #Tol_Batang_Semarang Weleri KM 390 – Gringsing KM 385+700 DIBERLAKUKAN LAJUR CONTRAFLOW/kanan, harap tertib di antrian.

    18.09 WIB #Tol_Batang_Semarang HATI-HATI di Gringsing KM 385+700 – Weleri KM 390, ada LAJUR CONTRAFLOW dari arah Weleri di lajur kanan.

  • Urai Kepadatan Arus Balik, Menpan-RB Terapkan FWA dan Pastikan Pelayanan Publik Optimal

    Urai Kepadatan Arus Balik, Menpan-RB Terapkan FWA dan Pastikan Pelayanan Publik Optimal

    Urai Kepadatan Arus Balik, Menpan-RB Terapkan FWA dan Pastikan Pelayanan Publik Optimal
    Penulis
    KOMPAS.com 
    – Menjelang
    arus balik

    Hari Raya Idul Fitri
    1446 Hijriah dan Hari Suci
    Nyepi
    Tahun Baru Saka 1947, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (
    Menpan-RB
    ) Rini Widyantini mengimbau agar instansi pemerintah tetap menjamin terselenggaranya
    pelayanan publik
    dan pelaksanaan pemerintahan secara optimal.
    Untuk mengurai kepadatan arus balik, Kemenpan-RB berdasarkan masukan dari Kementerian Perhubungan dan
    stakeholder
    terkait menetapkan penyesuaian
    flexible working arrangement
    (
    FWA
    ) pada Selasa (8/4/2025).
    Penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN tersebut diatur dalam SE Menpan-RB Nomor 3 Tahun 2025 yang ditandatangani Menpan-RB, Jumat (4/4/2025).
    Rini mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan dan mobilitas masyarakat saat arus balik tetap aman dan nyaman.
    “Penyesuaian pelaksanaan tugas ini dilakukan dengan mempertimbangkan fleksibilitas dan tetap memastikan terjaganya kualitas layanan,” ujar Rini melalui siaran persnya, Jumat.
    Langkah itu, sebutnya, diambil untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan mobilitas masyarakat selama arus balik, sekaligus menjaga produktivitas pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.
    Melalui SE tersebut, instansi pemerintah pusat dan daerah diminta untuk mengatur pelaksanaan tugas kedinasan ASN dengan memanfaatkan skema FWA sesuai karakteristik tugas masing-masing instansi.
    Penyesuaian ini wajib mempertimbangkan akuntabilitas, keterukuran kinerja, serta tidak mengganggu layanan publik kepada masyarakat.
    Sebelumnya pada SE Menpan-RB Nomor 2 Tahun 2025 pengaturan FWA dilaksanakan selama empat vhari sebelum libur nasional dan cuti bersama
    Hari Suci Nyepi
    1947 dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, yaitu pada hari Senin (24/3/2025) hingga Kamis (27/3/2025).
    Melalui perubahan SE ini, dilakukan penyesuaian dengan menambahkan satu, hari yaitu pada Selasa (8/4/2025).
    Pelayanan publik
    yang bersifat esensial dan langsung bersentuhan dengan masyarakat diimbau untuk tetap berjalan dengan baik melalui pengaturan jadwal kerja yang efisien dan proporsional.
    Instansi juga diharapkan menyiapkan petugas pelayanan yang memadai dan sistem pendukung berbasis teknologi informasi sebagaimana juga telah dilakukan pada arus mudik.
    Lebih lanjut, Menteri Rini menekankan pentingnya kolaborasi antarpimpinan instansi dalam mengelola pelaksanaan tugas selama masa arus balik
    Lebaran
    dan Nyepi.
    “Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Momen arus balik menjadi wujud nyata bagaimana kita bisa menjaga kualitasnya dengan tetap memberikan ruang bagi ASN untuk menjalankan tugas secara adaptif, sebagaimana arus mudik yang dapat dilakukan dengan baik,” ujarnya.
    Pemerintah juga mengajak masyarakat terus berpartisipasi aktif dalam pemantauan pelayanan publik dengan menggunakan kanal LAPOR! dan berkontribusi dalam survei kepuasan masyarakat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tercatat Sudah Dua Ratus Ribuan Kendaraan Masuk Jakarta Sore Ini

    Tercatat Sudah Dua Ratus Ribuan Kendaraan Masuk Jakarta Sore Ini

    Jakarta

    Arus balik mudik lebaran 2025 sudah terasa di jalan, hal ini bisa dilhat dari semakin meningkatnya volume kendaraan yang melintas di jalan bebas hambatan. Berdasarkan data Satgas Humas Operasi Ketupat per Jumat 4 Maret 2025, tercatat ada 227 ribu kendaraan yang kembali ke Jakarta.

    Dikutip detikNews, peningkatan volume kendaraan yang kembali ke Jakarta ini lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta.

    “Berdasarkan data yang dihimpun, volume kendaraan yang masuk ke Jakarta lebih tinggi dibandingkan yang keluar,” kata juru bicara Satgas Humas Ops Ketupat 2025, Kombes Jansen Avitus Panjaitan, dalam keterangannya, Jumat (4/4/2025).

    Jansen menjelaskan kendaraan masuk dari sejumlah jalur. Ada empat gerbang tol yang jadi jalan kendaraan masuk Jakarta, di antaranya Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

    Selain itu data juga menunjukkanm ada sekitar 299 kecelakaan saat arus balik di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan data tersebut, diantaranya 33 orang korban tewas dan 487 luka-luka.

    Ilustrasi tol Gerbang Tol Waru Gunung Foto: Jemmi Purwodianto

    “Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat yang masih dalam perjalanan mudik atau balik Lebaran agar tetap menjaga kondisi fisik, memeriksa kesiapan kendaraan, menjaga jarak aman, dan berkonsentrasi saat berkendara,” ucapnya.

    Berikut rincian 4 jalur masuk kendaraan ke Jakarta, per Jumat (4/4/2025) sore:

    1. Masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama sebanyak 73.214 kendaraan masuk ke Jakarta, sedangkan yang keluar 29.788 kendaraan;

    2. Masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Cikupa jumlah kendaraan yang masuk mencapai 52.650 unit, sedangkan yang keluar 44.843 kendaraan;

    3. Masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Ciawi, 48.052 kendaraan, sedangkan yang keluar 38.809 kendaraan keluar;

    4. Masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama sebanyak 54.069 unit, sedangkan yang keluar 40.754 kendaraan.

    (rfs/lth)