Topik: Mudik

  • 8
                    
                        Suami Merasa Tak Bersalah Tinggalkan Istri dan Bayinya di Masjid Ciawi Saat Mudik
                        Bandung

    8 Suami Merasa Tak Bersalah Tinggalkan Istri dan Bayinya di Masjid Ciawi Saat Mudik Bandung

    Suami Merasa Tak Bersalah Tinggalkan Istri dan Bayinya di Masjid Ciawi Saat Mudik
    Tim Redaksi
    TASIKMALAYA, KOMPAS.com –
    Seorang pria bernama Ade Candra Gunawan, warga Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, meninggalkan istri sirinya, Dede Ruyanti (35), dan bayi mereka yang baru berusia 4 bulan di Masjid Agung Ciawi, Tasikmalaya, saat perjalanan mudik, Selasa (1/4/2025).
    Yang mengejutkan, saat petugas dan pihak desa mengantar Dede kembali ke rumah suaminya, Ade disebut tidak merasa bersalah atas tindakannya menelantarkan istri dan anaknya.
    “Ketika petugas bersama pihak desa mengantarkan, suami dari ibu Dede dan ayah dari bayi ini informasinya merasa tidak bersalah usai menelantarkan mereka di Masjid Agung Ciawi, Tasikmalaya,” ujar Kepala Polsek Pagerageung, AKP Asep Saepulloh, kepada Kompas.com saat dihubungi via telepon, Jumat (4/4/2025).
    Diketahui, sebelum insiden tersebut, pasangan ini sempat bertengkar saat hendak mudik ke kampung halaman Dede di Ciamis.
     
    Saat beristirahat di masjid dalam perjalanan, Dede bangun sekitar pukul 03.00 WIB dan mendapati suaminya sudah tidak ada.
    Dalam kondisi bingung dan tanpa tahu arah, Dede kemudian ditemukan dan dievakuasi oleh petugas Polsek Pagerageung.
     
    Bersama bayinya, ia diantar ke Polsek Pangalengan dan kemudian ke rumah sang suami.
    Namun, sesampainya di sana, Ade bahkan sempat menolak bertemu dan menerima kembali Dede dan anaknya.
    “Sempat dilakukan pendekatan karena mereka ini informasinya sempat menolak, sampai akhirnya ibu Dede dan bayinya ini, dengan alasan kemanusiaan, diterima kembali di sana. Namun memang tidak tinggal bersama suami dan keluarganya, tetapi di rumah kontrakan,” ujar Asep.
    Meski hanya berstatus istri siri, Dede dan bayinya tercatat dalam Kartu Keluarga bersama Ade sebagai kepala keluarga. KTP Dede juga beralamat sama dengan suaminya.
    Sebelumnya diberitakan, Dede dan anaknya ditemukan kebingungan di Masjid Ciawi, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya, pada Selasa pagi.
    Mereka sempat menginap di masjid dalam perjalanan dari Pangalengan menuju Ciamis. Saat pukul 03.00 WIB dini hari, Dede kaget karena suaminya sudah tidak ada.
    Petugas Polsek Pagerageung kemudian mengevakuasi Dede dan bayinya, sebelum akhirnya mengantarkan mereka kembali ke Pangalengan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Arus Balik di Jalur Gentong, Sebanyak 56 Ribu Pengemudi Mulai Tinggalkan Tasikmalaya

    Arus Balik di Jalur Gentong, Sebanyak 56 Ribu Pengemudi Mulai Tinggalkan Tasikmalaya

    JABAR EKSPRES – Kepadatan arus balik sudah terjadi di Lingkar Gentong. Tercatat pada Jumat (4/4) malam ini, ada sebanyak 56 ribu pemudik mulai meninggalkan Tasikmalaya dan sekitarnya menuju ke arah Kota Bandung.

    Namun menurut Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, jumlah pemudik saat ini masih tidak jauh berbeda dengan Kamis (3/4) kemarin. Volume kendaraan per hari ini, belum menunjukkan kenaikan angka yang begitu signifikan.

    “Sampai pukul 18.00 WIB, berdasarkan informasi Dishub, pengendara menuju Tasikmalaya ada 20 ribu kendaraan,” ungkap Faruk kepada Jabar Ekspres saat diwawancarai di Pos Pam Letter U Lingkar Gentong, Jumat (4/4).

    “Namun yang keluar dari daerah Tasikmalaya itu ada 56 ribu kendaraan yang meninggalkan wilayah Tasik,” sambungnya.

    Dia menambahkan, arus lalu lintas khususnya arus mudik dari arah Kota Bandung dan sekitarnya menuju Tasikmalaya masih lancar. Situasi ini berbeda dengan arus balik. Menurutnya jumlah pemudik alami lonjakan kendaraan sejak kemarin.

    Kendati demikian dirinya memastikan, kondisi arus lalu lintas masih terkendali. “Apalagi mengingat di Jalur Gentong ada tanjakan letter U yang mana selalu terjadi bottleneck, selalu ada penyempitan dari dua Jalur menjadi satu jalur,” ungkap Faruk.

    Pantauan pihaknya, kepadatan arus lalu lintas memang sudah terjadi mulai dari tadi pagi sampai sekarang. Ramai lancar. Namun hingga saat ini, katanya, masih terkendali dan berjalan, tapi memang masih terjadi kepadatan

    “Mudah-mudahan menjelang dini hari nanti berjalan lebih normal. Volume kendaraan hari ini dengan kemarin kurang lebih sama, total kendaraan baik itu yang meninggalkan tasikmalaya atau sebaliknya,” jelas Faruk.

    Sementara itu, dirinya menyebutkan, perihal prediksi puncak arus balik Lebaran 2025, berdasarkan data dan pengalaman tahun sebelumnya, kemungkinan besar bakal terjadi pada Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4) lusa.

    “Harapan kami buat pemudik yang melintasi Jalur gentong pastikan kendaraan berada dalam kondisi baik dan layak digunakan. Karena ada beberapa kejadian yang ada gangguan terhadap kopling dan rem,” imbau Faruk.

    “Kendala pengemudi khususnya di Letter U Lingkar Gentong, selalu ada. Beberapa kendaraan yang mengalami kerusakan masalah kopling sampai remblong sehingga terpaksa kendaraan itu dipinggirkan. Namun hingga saat ini tidak ada kendala berarti,” pungkasnya.

  • Kebijakan WFA perlancar arus mudik dan balik lebaran dengan kereta api di Sumut

    Kebijakan WFA perlancar arus mudik dan balik lebaran dengan kereta api di Sumut

    Sumber foto: Misriadi/elshinta.com.

    Kebijakan WFA perlancar arus mudik dan balik lebaran dengan kereta api di Sumut
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Jumat, 04 April 2025 – 18:32 WIB

    Elshinta.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat kebijakan pemerintah dalam penerapan work from anywhere (WFA) pada 24-27 Maret 2025 berdampak positif terhadap kelancaran arus mudik menggunakan kereta api. Kebijakan ini memungkinkan pergerakan penumpang lebih merata, sehingga kepadatan tidak terpusat pada tanggal-tanggal tertentu.

    “Jelang WFA terdapat lonjakan awal penumpang kereta api di Sumatera Utara. Pada 22 Maret 2025 tercatat 7.501 penumpang, lalu pada 23 Maret 2025 meningkat menjadi 8.549 penumpang. Selanjutnya pada 24 Maret 2025 turun menjadi 6.769 penumpang. Adapun puncak arus mudik terjadi pada 29 Maret 2025 dengan jumlah 10.155 penumpang,” ujar Manager Humas KAI Divre I Sumut M. As’ad Habibuddin.

    Hal serupa juga terjadi pada arus balik Lebaran, karena banyak orang telah kembali lebih awal menggunakan kereta api. Pada 1 April 2025, jumlah penumpang mencapai 11.662 orang. Tren tersebut berlanjut pada 2 April 2025, dengan total 12.122 penumpang. Dan pada 3 April 2025, terdapat 12.358 penumpang atau volume penumpang tertinggi selama Angkutan Lebaran 2025 sementara ini.

    ”Data itu menunjukkan bahwa sejak 1 hingga 3 April, jumlah penumpang harian bahkan melampaui puncak arus mudik pada 29 Maret,” kata As’ad seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi, Jumat (4/4). 

    As’ad juga mengatakan, dengan adanya kebijakan WFA, arus balik juga menjadi lebih terdistribusi. Pemudik dapat memilih waktu perjalanan lebih fleksibel, sehingga kepadatan tidak hanya terjadi pada satu atau dua hari tertentu.

    “Kami mengimbau calon penumpang yang belum mendapatkan tiket agar segera memesan pada alternatif tanggal lainnya jika tiket yang diincar telah habis,” kata As’ad.

    Dalam 14 hari mudik Lebaran 2025, yakni dari 21 Maret hingga 3 April 2025 pukul 24.00 WIB, KAI Sumut telah memberangkatkan sebanyak 129.537 penumpang.

    Rinciannya yaitu penumpang KA Putri Deli relasi Medan – Tanjung Balai PP sebanyak 57.126 penumpang, KA Sribilah Utama relasi Medan – Rantau Prapat PP sebanyak 44.359 penumpang, KA Siantar Ekspres relasi Medan – Siantar PP sebanyak 23.119 penumpang, KA Datuk Belambangan relasi Tebing Tinggi – Lalang PP sebanyak 3.287 penumpang, dan KA Cut Meutia relasi Krueng Mane – Krueng Geukeuh PP sebanyak 1.646 penumpang.

    As’ad menambahkan selama periode 14 hari tersebut, 3 stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi adalah Stasiun Medan dengan 51.023 penumpang, disusul Stasiun Kisaran sebanyak 12.817 penumpang, dan Stasiun Rantau Prapat mencatat 12.062 penumpang.

    Sementara 3 stasiun kedatangan dengan volume penumpang tertinggi yaitu Stasiun Medan sebanyak 41.640 penumpang, Stasiun Rantau Prapat sebanyak 15.757 penumpang, dan Stasiun Kisaran sebanyak 14.611 penumpang.

    Selain itu As’ad juga menyebut angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam perjalanan mudik ataupun balik. KAI akan terus melakukan inovasi dalam menghadapi peak season berikutnya dengan berbagai strategi, termasuk optimalisasi jadwal perjalanan dan peningkatan kualitas layanan.

    KAI menetapkan masa angkutan Lebaran yaitu pada 21 Maret s.d 11 April 2025. Pantauan KAI Sumut pada 4 April 2025 pukul 11.00 WIB, tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual pada masa angkutan Lebaran mencapai 138.849 tiket atau 78% dari total kapasitas yang telah disediakan sebanyak 176.936 tiket. Rinciannya yaitu KA Putri Deli relasi Medan – Tanjung Balai PP sebanyak 83.743 tiket dan KA Sribilah Utama relasi Medan – Rantau Prapat PP sebanyak 55.106 tiket.

    ”Kami berharap agar calon penumpang menyediakan waktu yang cukup untuk perjalanan menuju stasiun keberangkatan, agar tidak terlambat,” sebut As’ad. 

    As’ad juga mengimbau kepada calon penumpang, khususnya keberangkatan Stasiun Medan untuk menggunakan layanan Face Recognition Boarding Gate. Keunggulannya, penumpang tidak perlu lagi menunjukkan tiket dan ID card. Sehingga proses boarding lebih cepat dan praktis.

    KAI Divre I Sumut juga telah memasang Free Water Station di Stasiun Medan dan Tebing Tinggi. Penumpang cukup membawa tumbler dan mengisi ulang air secara gratis. Penyediaan Face Recognition Boarding Gate dan free water station ini sebagai upaya KAI Divre I Sumut  menuju program tujuan pembangunan berkelanjutan/SDG’s.

    Untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang pada masa angkutan Lebaran, KAI Sumut mengoperasikan 2 perjalanan KA Sribilah Utama Fakultatif relasi Medan – Rantau Prapat PP setiap hari. Serta penambahan rangkaian di setiap perjalanan KA Sribilah Utama relasi Medan – Rantau Prapat PP, KA Putri Deli relasi Medan – Tanjung Balai PP, dan KA Siantar Ekspres relasi Medan – Siantar PP. 

    Sumber : Antara

  • Arus Balik Lebaran, Pelni Siapkan 8 Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok

    Arus Balik Lebaran, Pelni Siapkan 8 Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) dalam momen arus balik lebaran 2025 rencananya akan menyandarkan sebanyak delapan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Kepala Cabang Pelni DKI Jakarta Dicky Dermawan menjabarkan selama arus mudik dari periode 21 Maret sampai 30 Maret 2025 terdapat delapan kol kapal yang bersandar di Tanjung Priok. Istilah kol adalah jumlah kapal penumpang masuk di pelabuhan dalam periode tertentu.

    “Untuk arus balik dari 1 April sampai 11 April kurang lebih akan ada 8 kol yang akan bersandar di Tanjung Priok,” kata Dikcy kepada Bisnis saat ditemui di lokasi, Jumat (4/4/2025).

    Adapun Pelni menyiagakan sebanyak 9 kapal penumpang di Tanjung Priok selama pelayanan penumpang angkutan Lebaran 2025.

    Untuk arus balik hari ini, Jumat (4/4/2025), Pelni telah menyandarkan kapal penumpang KM Kelud pada pukul 04.00 WIB dan berangkat pada pukul 17.00 membawa 2.800 orang menuju rute Tanjung Pinang, Batam dan Belawan. Saat bersandar, KM Kelud menurunkan sebanyak 2.200 penumpang di Tanjung Priok.

    “Malam ini pukul 19.00 WIB ada KM Gunung Dempo yang bersandar, dan akan berangkat besok pagi [Sabtu 5 April] pukul 07.00 WIB,” ujarnya.

    Dicky memperkirakan puncak arus balik terjadi mulai hari ini. Dalam beberapa hari ke depan, akan ada dua kapal lagi yang bersandar di Tanjung Priok, yakni pada tanggal 7 dan 8 April.

    “Jadi di tangga-tanggal itu diperkirakan juga akan mengalami peningkatan jumlah penumpang signifikan. Walaupun kalau ditanya perbandingannya dengan mudik tahun lalu saya belum bisa karena angkutan mudik Lebaran ini akan selesai di tanggal 11 April. Baru lah nanti bisa kelihatan,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, pada Lebaran tahun ini PT Pelni mengoperasikan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis. Total kapasitas angkut untuk 25 kapal penumpang sebanyak 48.323 seat dan total kapasitas angkut untuk 30 kapal perintis sebanyak 11.889 seat. Gabungan kapasitas kapal penumpang dan perintis mencapai 60.212 seat untuk Lebaran 2025.

    Secara keseluruhan pemberangkatan yang dilayani PT Pelni, tercatat total penjualan tiket Lebaran 2025 hingga 2 April 2025 telah mencapai 418.850 penumpang, dengan tingkat keterisian sebesar 75,4% dari total proyeksi 555.678 penumpang.

    Untuk arus mudik, PT Pelni mencatat penjualan tiket mencapai 275.736 penumpang, melampaui proyeksi awal yang ditetapkan sebanyak 265.701 penumpang atau mencapai 103,8%. Sebaliknya, total penjualan tiket arus balik PT Pelni tercatat mencapai 143.114 penumpang, atau masih 49,4% dari proyeksi 289.977 penumpang.

  • Pemudik Masih Memaksakan Perjalanan Pakai Sepeda Motor hingga Kapasitas Berlebih, Ini Bahaya yang Mengancam

    Pemudik Masih Memaksakan Perjalanan Pakai Sepeda Motor hingga Kapasitas Berlebih, Ini Bahaya yang Mengancam

    JABAR EKSPRES – Libur lebaran 2025 hampir usai, masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun saat arus balik mengenakan sepeda motor cukup menjadi perhatian.

    Pasalnya, setiap momen lebaran para pemudik kerap mengabaikan aturan hingga keselamatan, demi dapat melakukan perjalanan ke kampung halaman begitupun ketika balik ke perantauan.

    Pengamat Transportasi sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan, jika tetap mudik pakai sepeda motor, maka harus menyiapkan kondisi fisik dan kendaraan.

    “Menyiapkan surat-surat kendaraan, menggunakan helm standar nasional, tidak berbonceng lebih dari satu, tidak membawa barang berlebih,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (4/4).

    Kemudian lanjut Djoko, pemudik perlu memeriksa kondisi motor sebelum berangkat, memastikan komponen krusial diganti jika kondisinya sudah mengkhawatirkan, dan hindari berkendara pada malam hari.

    “Terlebih, kondisi jalan masih banyak yang berlubang, pemudik sepeda motor haeus ekstra hati-hati,” bebernya.

    Djoko menerangkan, apabila melihat aturan bersepeda motor, pada Pasal 10 ayat 4 Peraturan Pemerintah (Permen) nomor 74 tahun 2014, tentang Angkutan Jalan, menetapkan bahwa teknis angkutan barang pada sepeda motor meliputi beberapa syarat.

    1. Muatan memiliki lebar tidak melebihi stang kemudi.
    2. Tinggi muatan tidak melebihi 900 (sembilan ratus) milimeter dari atas tempat duduk pengemudi.
    3. Barang muatan ditempatkan di belakang pengemudi.

    Selain itu, ujar Djoko, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membawa barang di sepeda motor.

    “Yaitu jangan membawa beban yang terlalu berat, jangan menutupi lampu-lampu, ikat barang dengan kuat, posisikan barang di bagian belakang pengemudi,” ujarnya.

    Djoko menambahkan, jika dimensinya tidak terlalu besar, pemudik bisa dimasukan kedalam bagasi di bawah jok, dan bisa juga dipasang di gantungan barang yang berada di area dek depan.

    Dia menilai, di negara-negara maju, mengendarai sepeda motor tidak hanya mewajibkan helm dan surat izin mengemdi, tetapi juga mengatur perlengkapan pemotor.

    Mulai dari sepatu, celana hingga jaket yang berlisensi dengan jaminan keamanan. Kelengkapan itu, ucap Djoko dikenakan demi mencegah terjadinya dampak buruk bila terjadi kecelakaan sepeda motor.

    “Di sisi lain, secara resmi pemerintah hendaknya melarang anak-anak dibawa orang tuanya menggunakan sepeda motor. Kapasitas sepeda motor hanya diperuntukkan untuk dua penumpang,” ucapnya.

  • Dalam Tiga Hari Masa Arus Balik, Stasiun Bojonegoro Melayani 8.614 Penumpang

    Dalam Tiga Hari Masa Arus Balik, Stasiun Bojonegoro Melayani 8.614 Penumpang

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah penumpang kereta api (KA) di Stasiun Bojonegoro selama tiga hari arus balik lebaran 2025 mengalami peningkatan. Lonjakan jumlah penumpang ini terjadi seiring kembalinya masyarakat ke kota besar setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

    Manajer Humas KAI Daop 8, Luqman Arif, menyampaikan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mudik dan arus balik pada masa Angkutan Lebaran 2025. Beberapa faktor utama yang membuat masyarakat semakin mengandalkan moda transportasi ini adalah aman, nyaman dan tepat Waktu.

    “Kereta api menjadi pilihan utama karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat Waktu,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).

    Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, dalam rentang waktu tiga hari masa arus balik, Stasiun Bojonegoro melayani 8.614 penumpang, terdiri dari 5.033 naik dan 3.581 turun. Jumlah itu dengan rata-rata jumlah penumpang perhari sebanyak seribuan penumpang yang baik dan turun.

    Pada 2 April jumlah penumpang sebanyak 1.656 naik dan 1.311 turun. Kemudian pada 3 April sebanyak 1.813 penumpang naik dan 1.217 penumpang turun. Kemudian pada tanggal 4 April sebanyak 1.564 penumpang naik, dan 1.053 penumpang turun.

    Dalam periode arus balik, mayoritas penumpang yang kembali menuju berbagai destinasi seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, sedang Kereta api Jarak jauh favorit yaitu KA Airlangga, KA Ambarawa, KA Kertajaya dan KA Jayabaya.

    Luqman menghimbau kepada para penumpang yang akan menggunakan Kereta api untuk memperhatikan Kembali barang bawaan mereka. “Setiap penumpang diperbolehkan membawa barang hingga 20 kg atau volume 100 dm³ (dimensi maksimal 70x48x30 cm) tanpa biaya tambahan per penumpang. Barang bisa ditempatkan di rak bagasi kereta,” jelasnya.

    “Kami mengimbau pelanggan memastikan barang bawaannya sesuai ketentuan. Jika melebihi batas, penumpang dapat menggunakan layanan ekspedisi di stasiun untuk menjaga kenyamanan perjalanan,” ujar Luqman.

    Jika saat boarding di stasiun pelanggan diketahui membawa bagasi yang melebihi ketentuan, maka akan dikenai biaya tambahan. Tarif yang berlaku adalah Rp 10.000 per kg untuk kelas eksekutif, Rp 6.000 per kg untuk kelas bisnis, dan Rp 2.000 per kg untuk kelas ekonomi. Oleh karena itu, pelanggan diharapkan memperhatikan batas bagasi sebelum keberangkatan untuk menghindari biaya tambahan.

    Selain itu, KAI melarang barang tertentu demi keamanan, seperti narkotika, bahan mudah terbakar, senjata tajam atau api tanpa izin, hewan peliharaan, serta barang berbau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lain.

    Keselamatan dan kenyamanan adalah prioritas kami. Petugas akan melakukan pengecekan guna memastikan kepatuhan terhadap aturan ini. “Kami mengajak pelanggan mematuhi aturan barang bawaan agar perjalanan lebih nyaman, aman, dan lancar,” tutup Luqman. [lus/kun]

  • Kehabisan Tiket, Warga Terpaksa Mudik Usai Lebaran
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 April 2025

    Kehabisan Tiket, Warga Terpaksa Mudik Usai Lebaran Megapolitan 4 April 2025

    Kehabisan Tiket, Warga Terpaksa Mudik Usai Lebaran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Warga Jakarta bernama Kartini (29) mengaku baru bisa mudik ke Cirebon, Jawa Barat, bersama suami dan anaknya pada Jumat (4/4/2025) lantaran kesulitan mendapatkan tiket kereta api sebelum Lebaran 2025.
    “Tiketnya baru dapat sekarang, kemarin-kemarin itu penuh, enggak bisa diakses, habis,” ujar Kartini saat ditemui di
    Stasiun Pasar Senen
    , Jakarta Pusat, Jumat.
    Kartini mengatakan, dirinya sempat memantau penjualan tiket kereta api secara
    online
    sejak awal puasa. Namun, ia gagal mendapatkan tiket untuk arus
    mudik Lebaran
    karena sudah ludes.
    Menurut Kartini, tiket kereta api untuk keberangkatan menjelang Lebaran cepat habis dalam hitungan hari karena tingginya permintaan.
    “Iya, dari sebelum puasa kita suka lihat-lihat, tapi jeda berapa hari sudah habis aja tiketnya,” kata Kartini.
    Kartini mengungkapkan, harga tiket kereta api untuk perjalanan setelah Lebaran 2025 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
    Tiket yang biasanya ia beli seharga Rp 190.000 per orang kini menjadi Rp 300.000 per orang.
    “Lumayan sih naiknya, hampir dua kali lipat,” ucap Kartini.
    Meski begitu, Kartini tetap bersyukur karena masih bisa berangkat ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan orangtua.
    Rencananya ia akan kembali ke Jakarta pada Selasa pekan depan sebelum anaknya masuk sekolah.
    “Kami rencana balik Selasa, jadi enggak terlalu lama di kampung,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jumlah Pendatang Baru ke Jakarta Diprediksi Turun, Hanya 15.000 Orang
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 April 2025

    Jumlah Pendatang Baru ke Jakarta Diprediksi Turun, Hanya 15.000 Orang Megapolitan 4 April 2025

    Jumlah Pendatang Baru ke Jakarta Diprediksi Turun, Hanya 15.000 Orang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memprediksi jumlah pendatang baru ke ibu kota saat
    arus balik Lebaran 2025
    mengalami penurunan.
    Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta,
    Budi Awaluddin
    mengatakan jumlah pendatang baru diprediksi hanya sekitar 10.000-15.000 orang. 
    “Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta memprediksi bahwa pada arus mudik balik tahun ini diperkirakan akan turun. Prediksi kami jumlah pendatang pada arus mudik balik sekitar 10.000 hingga 15.000 orang pendatang baru,” kata Budi Awaluddin saat dikonfirmasi, Jumat (4/4/2025).
    Menurut Budi Awaluddin, penurunan pendatang terjadi karena sejumlah faktor sehingga pendatang baru mengalami penurunan.
    “Jumlah yang mudik mengalami penurunan menurut data kementerian perhubungan pada tahun ini sebesar 24%, di mana pada tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta orang, sedangkan tahun 2024 mencapai 193,6 juta pemudik,” ungkap Budi Awaluddin.
    Selain itu, Jakarta bukan menjadi kota tujuan perantau untuk mengadu nasib, karena ada sejumlah kota besar yang menjadi pilihan perantau.
    “Jakarta bukan satu-satunya kota besar di Indonesia dan itu jadi pilihan bagi para urban untuk menjadi tujuan baru. Terjadinya pemerataan pembangunan di kota-kota besar lainnya, persaingan di Jakarta yang semakin ketat,” ungkap Budi.
    Berdasarkan data, pendatang setelah hari raya tahun 2024 sebesar 16.207 jiwa, turun sekitar 37,47% dari tahun 2023 yaitu sebesar 25.918 jiwa.
    Sebelumnya, Disdukcapil DKI Jakarta meminta masyarakat pendatang yang masuk ke Jakarta setelah Lebaran 2025 harus memiliki jaminan pekerjaan dan tempat tinggal.
    Imbauan ini bertujuan untuk memastikan pendatang dapat hidup secara mandiri dan berkontribusi positif bagi Kota Jakarta.
    Budi Awaluddin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta tidak melarang pendatang datang ke ibu kota, namun mereka harus mematuhi aturan yang berlaku.
    “Pemda DKI tidak melarang pendatang dari luar untuk ke Jakarta, namun secara adil dan terukur, tiap penduduk tetap terlayani sesuai aturan yang berlaku. Bagi para calon pendatang diharapkan memiliki jaminan tempat tinggal, jaminan pekerjaan, serta memiliki keahlian tetap,” ujar Budi saat dikonfirmasi pada Rabu (2/4/2025).
    Budi juga menyatakan bahwa pendatang dengan keterampilan dan keahlian tertentu bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi Jakarta dalam pencapaiannya sebagai kota global dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
    “Tentunya, jika para pendatang memiliki keterampilan dan skill yang baik, kontribusinya akan sangat bermanfaat dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan Indonesia Emas 2045,” ungkap Budi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • H+3 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Didatangi Pemudik

    H+3 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Didatangi Pemudik

    Bisnis.com, JAKARTA — Suasana Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pada H+3 Idulfitri atau Lebaran masih didatangi oleh beberapa penumpang yang ingin pergi keluar Jakarta.

    Berdasarkan pantauan Bisnis, pada pukul 15.15 WIB, situasi di gerbang keberangkatan Stasiun Pasar Senen masih terdapat penumpang yang ingin naik kereta.

    Meski demikian, tidak ada penumpukan atau antrean penumpang yang ingin masuk kereta pada saat H+3 Lebaran 2025.

    Namun, penampakan berbeda terjadi di ruang tunggu penumpang. Meskipun tidak seluruh kursi terisi, ruang tunggu masih dipadati calon penumpang.

    Salah seorang petugas menyebutkan, sedari pagi Stasiun Pasar Senen masih didatangi penumpang yang ingin bepergian keluar Jakarta.

    Salah satunya adalah Sabar (45), seorang wiraswata asal Purworejo ini lebih memilih mudik bersama keluarga saat H+3 Lebaran.

    Alasan dirinya pulang setelah lebaran karena lebih lengang dan karena tuntutan untuk menjual dagangannya.

    “Ya karena masih dagang, rame saat lebaran. Kalau pulang sekarang karena lebih sepi,” kata Sabar saat ditemui di Pasar Senen.

    Adapun, dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 1446 H/2025, KAI telah menyiapkan total kapasitas 4.591.510 tempat duduk untuk periode 21 Maret hingga 11 April 2025. 

    Dari total tersebut, sebanyak 2.752.310 tempat duduk atau sekitar 59,94% dialokasikan untuk layanan kereta ekonomi dengan harga lebih terjangkau.

    Okupansi kereta api yang melebihi angka 100% disebabkan oleh adanya penumpang dinamis, yaitu penumpang yang turun dan naik di antara stasiun awal dan tujuan akhir. 

    Tingginya okupansi KA Jarak Jauh PSO juga mencerminkan manfaat BBM subsidi yang dirasakan masyarakat melalui tarif kereta api yang lebih terjangkau.

    Hingga 4 April 2025 pukul 07.00 WIB, total 4.003.411 tiket telah terjual atau 87% dari kapasitas yang tersedia. 

    Dari jumlah tersebut, tiket KA Jarak Jauh yang terjual mencapai 3.431.436 tiket dengan tingkat okupansi 100%, sementara KA Lokal terjual sebanyak 571.975 tiket atau 50% dari kapasitas yang disediakan. 

    Secara kumulatif, dari 21 Maret hingga 3 April 2025 pukul 24.00 WIB, sebanyak 2.829.610 orang telah menggunakan layanan kereta api KAI.

  • WFA ASN dan Pejabat Publik Diperpanjang sampai 8 April untuk Urai Arus Balik Lebaran

    WFA ASN dan Pejabat Publik Diperpanjang sampai 8 April untuk Urai Arus Balik Lebaran

    WFA ASN dan Pejabat Publik Diperpanjang sampai 8 April untuk Urai Arus Balik Lebaran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memperpanjang masa
    Work From Anywhere
    (
    WFA
    ) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat publik lainnya hingga Selasa (8/4/2025).
    Penyesuaian ini dilakukan untuk mengurai arus balik lebaran 2025 sekaligus menjamin penyelenggaraan pelayanan publik berjalan secara optimal.
    “Melalui perubahan surat edaran (SE) ini dilakukan penyesuaian dengan menambahkan satu hari, yaitu pada hari Selasa tanggal 8 April 2025,” ujar Menteri PANRB Rini Widyantini melalui keterangannya, Jumat (4/4/2025).
    Penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN ini diatur dalam SE Menteri PANRB No. 3 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Menteri PANRB pada Jumat (4/4/2025).
    Rini menyebutkan, keputusan untuk memperpanjang masa WFA ini diambil usai mendengarkan masukan dari Kementerian Perhubungan dan
    stakeholder
    , terutama setelah melihat kepadatan arus balik yang ada.
    “Kita ingin memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan mobilitas masyarakat saat arus balik tetap aman dan nyaman,” kata Rini.
    Rini meminta setiap instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mengatur pelaksanaan tugas kedinasan ASN dengan memanfaatkan skema
    Flexible Working Arrangements
    (FWA) sesuai karakteristik tugas masing-masing instansi.
    Penyesuaian ini wajib mempertimbangkan akuntabilitas, keterukuran kinerja, serta tidak mengganggu layanan publik kepada masyarakat.
    Rini mengimbau agar pelayanan publik yang bersifat esensial dan langsung bersentuhan dengan masyarakat tetap berjalan dengan baik melalui pengaturan jadwal kerja yang efisien dan proporsional.
    Instansi diharapkan menyiapkan petugas pelayanan yang memadai dan sistem pendukung berbasis teknologi informasi sebagaimana juga telah dilakukan pada arus mudik.
    “Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Momen arus balik menjadi wujud nyata bagaimana kita bisa menjaga kualitasnya dengan tetap memberikan ruang bagi ASN untuk menjalankan tugas secara adaptif, sebagaimana arus mudik yang dapat dilakukan dengan baik,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.