Topik: Mudik

  • Arus Balik Mudik, PMI Kota Cimahi Catat Tangani 12 Kasus Kecelakaan

    Arus Balik Mudik, PMI Kota Cimahi Catat Tangani 12 Kasus Kecelakaan

    JABAR EKSPRES – Arus balik mudik Lebaran 2025 di Kota Cimahi terpantau aman meskipun sejumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi selama periode 24 Maret hingga 1 April 2025.

    Mayoritas kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor yang masuk ke Cimahi, sementara beberapa lainnya merupakan warga asli Cimahi.

    Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi yang mendirikan posko di Alun-Alun Cimahi turut berperan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan serta pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan.

    “Bagi pemudik yang ingin beristirahat, bisa di posko PMI. Jika ada yang memerlukan pertolongan pertama, kami juga siap membantu,” ujar Petugas AJR PMI Cimahi, Hardiansyah, saat ditemui Jabar Ekspres di Posko PMI Cimahi, Jumat (4/4/2025).

    Selama periode arus balik, PMI mencatat total 12 kasus kecelakaan lalu lintas dan dua kali respon terhadap bencana pohon tumbang.

    Selain itu, lanjut Hardiansyah, sebanyak 48 layanan kesehatan diberikan kepada pemudik dan warga Cimahi.

    “Untuk layanan kesehatan, ada 48 kali tindakan sejak 24 Maret hingga 1 April, salah satunya di daerah Pabrik Aci pada 27 Maret,” kata Hardiansyah.

    Di posko PMI, pemudik dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek tekanan darah dan tempat beristirahat.

    Namun, layanan oksigen hanya disediakan bagi mereka yang mengalami gangguan pernapasan ringan, sementara transfusi darah tetap dilakukan di Rumah Sakit Cibabat.

    “Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Posko PMI akan tetap beroperasi hingga 7 April 2025,” tambahnya.

    Untuk memastikan pelayanan optimal, PMI Cimahi menyiagakan sekitar 100 personel yang bekerja dalam dua shift, mulai pukul 08.00 pagi hingga 08.00 malam, dan shift berikutnya dari pukul 08.00 malam hingga 08.00 pagi.

    “Kami mendapat dukungan relawan dari Cimahi, termasuk KSR PT STKIP dan KSR Unjani,” jelas Hardiansyah.

    PMI juga menangani korban kecelakaan dengan berbagai tingkat keparahan. Salah satu kasus serius terjadi di Cihanjuang, dekat Taman Kupu-Kupu, di mana tiga korban mengalami patah tulang akibat terjatuh dari mobil pickup pengangkut sayur yang menabrak pembatas jalan.

    “Korban berusia 42, 53, dan 54 tahun. Sopirnya mengantuk, lalu menabrak pembatas, menyebabkan para penumpang di bagian belakang terjatuh. Seluruh korban langsung dirujuk ke RS Cibabat,” ungkap Hardiansyah.

  • Prediksi KAI Meleset, Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi Lebih Cepat

    Prediksi KAI Meleset, Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi Lebih Cepat

    Bisnis.com, CIREBON – Prediksi puncak arus balik Lebaran 2025 yang disampaikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon meleset dari perkiraan.

    Awalnya arus balik diprediksi terjadi pada H+6 Lebaran atau Minggu (6/4/2025). Namun, lonjakan penumpang justru terjadi lebih awal, yakni sejak H+2 Lebaran atau Selasa, 2 April 2025.

    Selama tiga hari berturut-turut sejak H+2 hingga H+4, jumlah penumpang arus balik yang meninggalkan wilayah Daop 3 Cirebon tercatat tinggi, bahkan mencapai angka tertinggi pada H+2. 

    Data KAI menunjukkan, pada H+2 Lebaran, sebanyak 12.318 penumpang berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah ini. Jumlah itu menurun tipis pada H+3 menjadi 12.021 penumpang, dan pada H+4, Jumat (4/4/2025) tercatat 11.176 penumpang

    “Awalnya KAI memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada H+6 mengingat tanggal 8 April 2025 masyarakat yang bekerja di sektor formal sudah mulai kembali masuk kantor. Namun ternyata selama tiga hari terakhir, keberangkatan penumpang arus balik dari wilayah Daop 3 Cirebon melonjak tajam,” ujar Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, Jumat (4/4/2025).

    Menurutnya, perubahan pola arus balik ini dipengaruhi oleh masa libur Lebaran yang cukup panjang hingga Senin (7/4/2025). Banyak pemudik memilih kembali lebih awal agar dapat beristirahat sebelum kembali beraktivitas.

    “Banyak penumpang ingin menghindari kepadatan puncak dan memilih pulang lebih awal. Ini membuat arus balik justru menyebar sejak H+2,” tambahnya.

    Muhibbudin mengatakan, jumlah penumpang yang datang ke wilayah Daop 3 Cirebon pada H+4 mulai melandai. 

    Data KAI menyebutkan, hingga pukul 14.00 WIB pada Jumat, tercatat 7.097 penumpang turun di wilayah tersebut. Angka ini jauh di bawah jumlah penumpang yang berangkat. Hal ini menunjukkan bahwa arus mudik hampir selesai.

    Secara keseluruhan, selama masa angkutan Lebaran sejak 21 Maret hingga 4 April 2025, Daop 3 Cirebon telah melayani total 228.805 penumpang yang melakukan perjalanan kereta api dari dan menuju berbagai stasiun di wilayah operasional tersebut.

    Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Daop 3 Cirebon telah menyiapkan 153.296 tempat duduk bagi penumpang yang berangkat dari wilayahnya dengan tujuan Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jember.

    “Dari total kapasitas tersebut, sebanyak 127.580 tiket telah terjual hingga Jumat (4/4), atau setara dengan 83 persen dari total tempat duduk yang tersedia,” ujarnya.

    KAI memastikan, masih tersedia cukup banyak tiket untuk keberangkatan dalam beberapa hari ke depan, termasuk menjelang penutupan masa libur Lebaran. Masyarakat diminta untuk segera melakukan pemesanan agar mendapatkan tiket sesuai tanggal dan rute yang diinginkan.

    “Pembelian tiket kini semakin mudah. Masyarakat bisa memesan melalui aplikasi Access by KAI, website resmi KAI, serta berbagai channel penjualan tiket resmi lainnya,” ujar Muhibbuddin.

  • Malam Ini Akan Dilakukan One Way Arus Balik dari Tol Kalikangkung Semarang-Brebes

    Malam Ini Akan Dilakukan One Way Arus Balik dari Tol Kalikangkung Semarang-Brebes

    TRIBUNJATENG.COM, KAJEN – H+4 lebaran Idul Fitri 2025, atau Jumat (4/4/2025), arus lalu lintas di Gerbang Tol Kalikangkung mulai padat dari arah Jawa Tengah menuju ke Jakarta.

    Oleh karena itu, petugas kepolisian saat ini sedang melakukan rekayasa lalu lintas.

    Saat ini, Satlantas Polres Pekalongan masih melakukan sterilisasi jalur yang nantinya akan digunakan untuk one way.

    “Malam ini, persiapan one way dari Kalikangkung menuju Brebes arah ke Jakarta,” kata Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso saat dihubungi Tribunjateng.com.

    Menurut AKBP Doni, sterilisasi di jalan tol untuk jalur B atau dari arah Jakarta menuju ke Semarang sudah berjalan dan jalur saat ini sudah disiapkan untuk one way.

    “Jalur sudah siap, tinggal menunggu perintah pelaksanaan one way,” ujarnya.

    AKBP Doni menambahkan, petugas juga melakukan penyekatan kendaraan yang akan masuk ke exit tol Bojong.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan kembali ke Jakarta, sebelum berangkat, saya harap para pemudik mengecek kembali kondisi mesin kendaraannya, serta mengisi full BBM agar nantinya tidak terjebak antrean panjang,” tambahnya. (Dro)

  • Bus Damri Jurusan Bandung – Indramayu Gunakan Bus Sekolah, Tidak Layak untuk Angkutan Mudik Lebaran!

    Bus Damri Jurusan Bandung – Indramayu Gunakan Bus Sekolah, Tidak Layak untuk Angkutan Mudik Lebaran!

    JABAR EKSPRES – Dalam menghadapi mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah/ 2025, Keberadaan Bus Damri jurusan Bandung – Indramayu memiliki fasilitas kurang memadai dan terkesan seadanya.

    Hal ini diakui oleh salah satu penumpang bernama Iyan, 49 tahun yang mudik bersama keluarga menggunakan Bus Damri jurusan Bandung – Indramayu.

    Menurutnya, bus Damri yang digunakan memiliki fasilitas yang tidak layak untuk angkutan mudik lebaran Idul Fitri antar kota. Terlebih bus yang digunakan merupakan modifikasi karoseri bus sekolah.

    BACA JUGA: Pemkab Bandung, Indramayu dan Subang Disebut KPK Sebagai Pemda yang Banyak Dilaporkan Terkait Bansos

    Beberapa fasilitas yang ada di dalam bus, sangat tidak nyaman. Setelah kursi penumpang macet, sampai AC mengeluarkan air sehingga mengenai penumpang.

    Selain itu, jarak antar kursi penumpang terlalu sempit, sehingga membuat kaki penumpang tidak leluasa untuk bergerak. Parahnya lagi bus tersebut tidak memiliki bagasi yang memadai layaknya bus antar kota.

    ‘’Barang bawaan terpaksa ada yang disimpan di bawah kursi, ini kan jadi tambah sempit,’’ ujarnya ketika ditemui, Jumat, (04/04/2025).

    BACA JUGA: Kejari Usut Dugaan Korupsi Perum Damri Cabang Bandung

    Iyan mengatakan, untuk tarif Bus Damri jurusan Bandung – Indramayu sebesar Rp 110 ribu. Seharusnya sudah masuk ke dalam kategori angkutan eksklusif.

    Kondisi ini sangat berbeda dengan Damri jurusan Bandung-Kuningan yang menggunakan jenis bus pariwisata dengan fasilitas lebih baik. Dan jumlah pemberangkatan lebih banyak.

    Penggunaan karasori bus sekolah untuk angkutan antar kota sangat tidak nyaman. Sebab, dari segi fasilitas pendukung pasti akan berbeda.

    BACA JUGA: Dishub Kota Bandung Bantah Terlibat Dugaan Korupsi Transportasi

    Selain itu, untuk penggunaan Bus Sekolah tersebut, sudah berlangsung lama. Bahkan, diduga pihak Damri sering merubah trayek sendiri dengan mengganti tulisan pada kaca depan kendaraan.

    ‘’Bus Sekolah itu kan digunakan untuk jarak dekat, tapi ini dipakai untuk antar kota,’’ cetus Iyan.

    Sejauh ini, trayek jurusan Bandung – Indramayu via Sumedang hanya dilayani oleh bus Damri dengan 3 kali jadwal pemberangkatan. Yaitu, pagi pukul 5.00 WIB, Siang 11.00 WIB dan Sore 16.00 WIB.

  • Pemudik Asal Deli Serdang Meninggal di Bus AKAP

    Pemudik Asal Deli Serdang Meninggal di Bus AKAP

    Padang, Beritasatu.com – Seorang pemudik asal Deli Serdang meninggal dunia dalam bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada Jumat (4/4/2025), tepatnya di Nagari Sungai Kabut, Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).

    Pemudik asal Deli Serdang yang meninggal dunia diketahui bernama Subari (55), warga Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Medan dari Jakarta menggunakan Bus ALS.
    Kronologi Kejadian

    Menurut saksi mata Abdul Kadir, korban awalnya terlihat dalam kondisi normal. Namun, beberapa saat kemudian ia tiba-tiba tidak sadarkan diri.

    “Korban awalnya baik-baik saja, tetapi tiba-tiba tidak sadar. Saat diperiksa, ternyata sudah meninggal,” ujar Abdul Kadir.

    Bus ALS yang membawa sekitar 47 penumpang ini berangkat dari Jakarta menuju Medan beberapa hari lalu. Peristiwa ini terjadi saat bus berada di Pos Pengamanan (Pos PAM) Idulfitri Singgalang.

    Kapolsek Pulau Punjung IPTU Azamu Suhari menyampaikan, kasus ini masih dalam penyelidikan oleh tim inafis Polres Dharmasraya dan Polsek Pulau Punjung. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan berbagai jenis obat dalam tas korban, yang mengindikasikan kemungkinan adanya riwayat penyakit tertentu.

    Saat ini, jenazah pemudik asal Deli Serdang yang meninggal dunia telah ditempatkan di ruang isolasi mayat IGD RSUD Sungai Dareh, menunggu kedatangan pihak keluarga dari Medan, Sumatera Utara.

  • Polsek Manyar Gresik Intensifkan Patroli di Perumahan untuk Cegah Pencurian saat Mudik

    Polsek Manyar Gresik Intensifkan Patroli di Perumahan untuk Cegah Pencurian saat Mudik

    Gresik (beritajatim.com) – Untuk mengantisipasi tindak kejahatan selama masa mudik Lebaran, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Manyar, Gresik, mengintensifkan patroli dengan menyambangi rumah-rumah warga yang ditinggal pemiliknya.

    Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang dikenal dengan istilah 3C.

    Patroli ini tidak hanya sebatas menyisir kawasan perumahan, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dengan petugas keamanan serta warga sekitar. Polisi memberikan imbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi kejahatan di lingkungan mereka.

    Sejumlah kawasan perumahan yang menjadi sasaran patroli meliputi Perum Gresik Kota Baru (GKB), Pondok Permata Suci (PPS), Perum Pongangan, serta beberapa kompleks perumahan lainnya di wilayah Manyar.

    Kapolsek Manyar, AKP Dante Anan Irawanto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keamanan rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik.

    “Anggota kami kami sebar ke beberapa titik perumahan dan melakukan pengecekan di rumah warga yang ditinggal mudik dalam keadaan kosong,” katanya, Jumat (4/4/2025).

    Selain itu, Kapolsek juga mengimbau warga agar segera melapor jika melihat hal mencurigakan di sekitar rumah kosong. “Melalui patroli ini diharapkan masyarakat yang masih mudik merasa nyaman saat belum kembali,” pungkas Dante.

    Langkah proaktif yang dilakukan Polsek Manyar ini diharapkan dapat meminimalisir angka kejahatan di masa mudik serta memberikan rasa aman bagi warga yang masih berada di kampung halaman. [dny/suf]

  • Warga Keluhkan Harga Tiket Kereta Api Setelah Lebaran Naik Hampir Dua Kali Lipat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 April 2025

    Warga Keluhkan Harga Tiket Kereta Api Setelah Lebaran Naik Hampir Dua Kali Lipat Megapolitan 4 April 2025

    Warga Keluhkan Harga Tiket Kereta Api Setelah Lebaran Naik Hampir Dua Kali Lipat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sejumlah warga yang baru berangkat mudik setelah Lebaran mengeluhkan kenaikan
    harga tiket
    kereta api yang cukup signifikan.
    Salah satunya adalah Kartini (29), warga Jakarta. Ia menyebut harga
    tiket kereta api
    dari
    Stasiun Pasar Senen
    , Jakarta Pusat, ke Cirebon, Jawa Barat, yang biasa dibelinya seharga Rp 190.000 kini melonjak menjadi Rp 300.000.
    “Biasanya Rp 190.000, sekarang Rp 300.000. Hampir dua kali lipat,” ujar Kartini saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jumat (4/4/2025).
    Kartini mengaku sempat memantau penjualan tiket kereta api secara
    online
    sejak sebelum Ramadhan, tetapi tidak berhasil mendapatkannya karena langsung habis terjual.
    Akhirnya, ia bersama suami dan dua anaknya memilih mudik setelah Lebaran 2025.
    “Tiketnya baru dapat sekarang, kemarin-kemarin itu penuh, enggak bisa diakses,” kata dia.
    Kenaikan harga tiket kereta api juga dirasakan oleh Hesti (46), warga Depok, yang mudik ke Tegal, Jawa Tengah, bersama keluarga besarnya.
    Hesti menyebut harga tiket kereta api ekonomi menuju Tegal yang biasanya Rp 120.000 melonjak menjadi Rp 156.000 per orang.
    “Alhamdulillah kami sudah pesan dari awal puasa, tapi memang harganya naik sekitar 20 persen,” kata Hesti.
    Untuk tiket kereta api dari Tegal ke Jakarta, Hesti bahkan harus membeli tiket kereta Argo seharga Rp 600.000 per orang karena keterbatasan pilihan.
    “Ngejar waktu kerja, jadi enggak ada pilihan lain,” jelas dia.
    Hesti berharap agar ke depannya PT Kereta Api Indonesia (KAI) bisa memperpanjang masa pemesanan tiket dan mempertimbangkan kenaikan harga saat momen Lebaran.
    “Kalau bisa, penjualan tiket dibuka lebih lama dan kenaikannya jangan terlalu signifikan,” ucap dia.
    Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daop 1 Jakarta membantah harga tiket kereta api naik setelah Lebaran 2025.
    Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan, penetapan tarif tetap mengacu pada regulasi pemerintah, khususnya sistem Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) untuk kereta api komersial atau non-subsidi.
    “Sistem ini memberikan fleksibilitas kepada KAI dalam menentukan harga tiket, selama tetap berada dalam koridor yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Ixfan Hendriwintoko saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (5/4/2025).
    Dia menjelaskan, pengaturan TBA dan TBB merupakan bentuk regulasi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga tiket, terutama saat mudik Lebaran.
    Hal ini bertujuan untuk melindungi para penumpang sekaligus menjamin keberlangsungan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman.
    Oleh sebab itu, Ixfan menilai, penyesuaian harga tiket telah dilakukan secara transparan dan tetap dalam batas tarif yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
    Ia memastikan, tidak ada lonjakan harga di luar batas yang telah ditetapkan oleh Kemenhub.
    “Penyesuaian harga dilakukan secara transparan dan sesuai mekanisme pasar dalam koridor TBA-TBB,” kata dia.
    Lebih lanjut, ia juga menegaskan, tiket kereta ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) tetap mendapatkan dukungan dari pemerintah.
    Tentunya ini membuat harga tiket lebih terjangkau bagi masyarakat, berbeda dengan tiket komersial yang penetapannya disesuaikan dengan permintaan pasar namun tetap dalam batas tarif resmi.
    “Sistem tarif TBA-TBB memastikan keseimbangan antara kepentingan operasional perusahaan dan perlindungan konsumen,” jelas dia.
    KAI pun mengimbau, agar para penumpang untuk memanfaatkan sejumlah tips agar mendapatkan tiket dengan harga yang lebih terjangkau.
    Beberapa di antaranya adalah memesan tiket lebih awal, memilih kelas ekonomi subsidi, menggunakan aplikasi resmi KAI, merencanakan perjalanan di luar masa puncak, serta memanfaatkan program promo resmi dari KAI.
    “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI. Kami akan terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan,” ucap Ixfan.
    Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui dengan klarifikasi dari PT KAI. Selengkapnya, Anda bisa baca di sini.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kedatangan Pemudik di Terminal Kampung Rambutan Turun 70 Persen

    Kedatangan Pemudik di Terminal Kampung Rambutan Turun 70 Persen

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS – Kedatangan penumpang bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada arus mudik Idulfitri 1446 Hijriah menurun.

    Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono mengatakan kedatangan penumpang bus AKAP pada Idulfitri 1446 Hijriah menurun bila dibandingkan periode Idulfitri 1445 Hijriah atau tahun 2024.

    “Terkait bus ada penurunan sekitar 46 persen, dan untuk penumpang ada penurunan 70 persen dibandingkan angkutan lebaran tahun lalu,” kata Mulyono di Jakarta Timur, Jumat (4/4/2025).

    Diakui pihak Terminal Kampung Rambutan rata-rata jumlah kedatangan penumpang bus AKAP pada arus balik mudik Idulfitri 1446 Hijriah melonjak drastis bila dibandingkan hari biasa.

    Namun bila dibandingkan Idulfitri 1445 Hijriah atau tahun 2024 jumlahnya menurun, karena pada H+3 Idulfitri jumlah kedatangan mencapai 8.296 penumpang menggunakan 416 bus.

    Sementara pada periode H+3 Idulfitri 1446 Hijriah atau tahun ini, tercatat hanya sebanyak 4.951 penumpang menggunakan 344 bus AKAP yang tiba di Terminal Kampung Rambutan.

    “Menurut data kami dari H+1 sampai saat ini memang kedatangan penumpang grafiknya naik. Namun secara umum kalau dibandingkan dengan tahun lalu, ada penurunan,” ujarnya.

    Meski jumlah kedatangan penumpang turun, Mulyono menuturkan pada arus balik mudik Idulfitri 1446 Hijriah ini pihaknya tetap menyiagakan angkutan malam hari (Amari).

    Nantinya penumpang bus AKAP yang tiba di Terminal Kampung Rambutan pada malam hingga dini hari dapat memanfaatkan Amari ini untuk melanjutkan perjalanan.

    “Untuk posko pelayanan terkait angkutan lebaran ini di Kampung Rambutan kita siagakan hingga tanggal 8 April 2025. Baik dari posko keamanan, kesehatan maupun posko ramp check,” tuturnya.

     

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Rest Area Penuh Saat Arus Balik Lebaran? Ini Tips Istirahat yang Tepat

    Rest Area Penuh Saat Arus Balik Lebaran? Ini Tips Istirahat yang Tepat

    Jakarta, Beritasatu.com – Libur Lebaran bakal segera telah berakhir dan kini para pemudik sudah mulai melaksanakan arus balik ke daerah rantauan masing-masing. Maraknya pemudik yang memadati jalan tol secara bersamaan sering kali membuat rest area penuh. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

    Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, memastikan bahwa puncak arus balik mudik Lebaran 2025 jatuh pada 5-7 April 2025. Berbagai strategi untuk mengurai kemacetan telah disiapkan oleh pihak kepolisian, salah satunya adalah penerapan jalur one way.

    Meskipun demikian, kepadatan di rest area tetap tak terhindarkan karena banyak pemudik ingin beristirahat sejenak. Lantas, bagaimana cara terbaik untuk beristirahat dengan aman dan nyaman di tengah perjalanan? Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

    Tips Istirahat Saat Arus Balik Lebaran

    1. Cari alternatif tempat istirahat

    Pemerintah telah mengalihfungsikan jembatan timbang sebagai tempat istirahat sementara yang dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti toilet, tempat ibadah, dan area parkir. Anda dapat memanfaatkan lokasi ini ketika rest area penuh.

    Selain itu, masjid di sepanjang jalur arteri juga bisa menjadi pilihan tempat beristirahat. Banyak masjid yang menyediakan fasilitas seperti toilet, ruang ibadah yang nyaman, serta area parkir yang cukup luas.

    2. Rencanakan perjalanan dengan baik

    Jika memungkinkan, hindari perjalanan pada puncak arus balik, yakni tanggal 5-7 April 2025, karena rest area akan sangat padat. Perencanaan yang baik dapat membantu menghindari antrean panjang dan memaksimalkan waktu istirahat.

    Sebisa mungkin, tentukan lokasi rest area yang akan dikunjungi sebelum perjalanan dimulai. Gunakan aplikasi navigasi atau peta digital untuk mengetahui lokasi rest area yang masih tersedia serta fasilitas yang ada di dalamnya.

    3. Persiapkan kebutuhan sebelum perjalanan

    Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan jauh. Isi bahan bakar hingga penuh sebelum memasuki tol untuk menghindari antrean panjang di SPBU dalam rest area.

    Selain itu, siapkan bekal makanan, minuman, serta obat-obatan untuk menghindari ketergantungan pada fasilitas di rest area yang kemungkinan besar akan penuh. Jika membawa anak kecil atau lansia, bawalah perlengkapan tambahan seperti bantal, selimut, dan camilan agar perjalanan lebih nyaman.

    4. Gunakan teknologi

    Manfaatkan aplikasi yang dapat membantu perjalanan Anda, seperti Travoy dari Jasa Marga. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mencari lokasi rest area terdekat dan memantau ketersediaan fasilitas secara real-time.

    Selain itu, aplikasi peta digital seperti Google Maps atau Waze juga bisa digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas serta menemukan jalur alternatif jika terjadi kemacetan parah.

    5. Berhenti di lokasi yang aman

    Jika terjadi kondisi darurat yang mengharuskan Anda berhenti di luar rest area, pastikan untuk memilih lokasi yang aman. Beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan adalah SPBU di luar tol, area parkir minimarket, atau tempat peristirahatan umum.

    Jangan berhenti sembarangan di bahu jalan tol kecuali dalam keadaan darurat. Jika terpaksa berhenti, pastikan kendaraan berada di sisi jalan yang aman, nyalakan lampu hazard, serta pasang segitiga pengaman untuk menghindari kecelakaan.

    6. Jangan paksakan diri

    Keselamatan adalah yang utama dalam perjalanan jauh. Jika merasa lelah atau mengantuk, segera cari tempat istirahat yang aman. Jangan memaksakan diri untuk tetap mengemudi karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

    Dengan menerapkan tips ini, Anda tetap bisa beristirahat dengan nyaman meskipun menghadapi kepadatan di rest area selama arus balik Lebaran. Pastikan untuk selalu mengutamakan keselamatan agar selamat sampai tujuan.

  • Memasuki Puncak Arus Balik, Pemudik Diminta Memiliki Tiket Sebelum ke Pelabuhan

    Memasuki Puncak Arus Balik, Pemudik Diminta Memiliki Tiket Sebelum ke Pelabuhan

    Bisnis.com, JAKARTA – Puncak arus balik Lebaran 2025 berlangsung pada hari ini, Jumat (4/4/2025) hingga Minggu (6/4/2025). Pemudik yang menggunakan jasa kapal penyeberangan diminta sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan.

    Pemesanan tiket sudah bisa dipesan sejak sejak jauh hari melalui aplikasi atau website Ferizy. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan bahwa arus balik dari Sumatera ke Jawa masih menunjukkan tren peningkatan. 

    “Sejak H-10 hingga H+2, total 596.493 penumpang dan 128.575 unit kendaraan telah menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Panjang, dan BBJ Muara Pilu menuju Merak,” katanya melalui keterangan pers.

    Heru menjelaskan bahwa dari arah sebaliknya, yaitu Jawa ke Sumatera, tercatat sebanyak 1.016.758 penumpang dan 256.698 unit kendaraan menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

    “Kami tidak pernah bosan mengingatkan agar masyarakat membeli tiket hanya melalui aplikasi Ferizy atau agen resmi. Jangan membeli tiket di pelabuhan apalagi lewat calo,” jelasnya.

    Heru menerangkan bahwa ASDP terus mengedukasi pengguna jasa agar tidak membeli tiket dari calo, yang kerap menjual tiket di atas harga resmi dan bahkan berpotensi merugikan penumpang karena tiket tidak valid.

    Untuk mencegah praktik tersebut, ASDP telah meningkatkan patroli di pelabuhan dan menerapkan sistem geofencing, sehingga pembelian tiket hanya bisa dilakukan di area resmi melalui Ferizy. 

    Penyaringan ketat juga diterapkan di pintu masuk pelabuhan agar hanya penumpang bertiket resmi yang dapat mengakses area keberangkatan.

    Kini, pemesanan tiket kapal ferry dapat dilakukan hingga 60 hari sebelum jadwal keberangkatan. Pembayaran bisa dilakukan melalui transfer bank (BRI, Mandiri, BNI, BCA) serta dompet digital seperti LinkAja, OVO, DANA, dan ShopeePay.

    Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo. /ASDP

    Sebagai upaya mendukung kelancaran arus balik, ASDP juga kembali menerapkan layanan satu harga (single tarif) dengan potongan tarif 21–36% bagi kendaraan penumpang dari Bakauheni ke Merak. 

    Program tersebut berlaku mulai 3 April 2025 pukul 20.00 WIB hingga 7 April 2025 pukul 12.00 WIB.