Topik: Listrik

  • PLTU Batu Bara RI Ini Bakal ‘Disuntik Mati’ 7 Tahun Lebih Cepat!

    PLTU Batu Bara RI Ini Bakal ‘Disuntik Mati’ 7 Tahun Lebih Cepat!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program pensiunan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.

    Salah satunya melalui PLTU Cirebon-1 berkapasitas 660 Mega Watt (MW), yang akan dipensiunkan pada 2035 mendatang atau lebih cepat 7 tahun dari rencana awal 2042. Sebagai gantinya, pemerintah bakal menyiapkan sejumlah pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).

    “Jadi, sebagai bentuk komitmen kami mempensiunkan dini PLTU Cirebon-1 660 MW. Jadi kita pensiun dini-kan tujuh tahun sebelum masa pensiun, kita tarik,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers dikutip Rabu (5/2/2025).

    Menurut Bahlil komitmen pemensiunan PLTU Cirebon-1 dapat terealisasi seiring dengan adanya pembiayaan yang berasal dari Asian Development Bank (ADB).

    “Jadi ini sebagai komitmen kita nih. Kenapa kita lakukan seperti ini? Karena ada yang membiayai, dan setelah kita hitung secara ekonomis, memungkinkan,” kata dia.

    Berdasarkan bahan paparan Kementerian ESDM, terdapat empat pembangkit EBT yang disiapkan untuk menggantikan PLTU Cirebon-1. Rinciannya yakni pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 346 MW, PLTS + BESS 770 MW, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berkapasitas 1.000 MW, dan PLTSa sebesar 12 MW.

    Setidaknya, terdapat manfaat ekonomi yang dihasilkan seiring dengan adanya pensiun dini PLTU Cirebon-1 ini. Diantaranya yakni membuka 39.707 lapangan kerja dengan potensi investasi US$ 198 juta.

    Seperti diketahui, rencana pemerintah Indonesia merealisasikan program penghentian operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 lebih cepat dari rencana awal, alias pensiun dini sudah di depan mata.

    Hal ini menyusul tercapainya kesepakatan antara Asian Development Bank (ADB) dengan pemerintah Indonesia dibawah naungan program Energy Transition Mechanism (ETM) untuk program pensiun dini PLTU Cirebon-1.

    Penandatanganan yang tidak mengikat tersebut diteken di sela acara COP28 di Dubai (3/12) antara PT PLN (Persero), PT Cirebon Electric Power (CEP) sebagai Independent Power Producer (IPP) dan Indonesia Investment Authority (INA).

    Di dalam kesepakatan ini PLTU Cirebon-1 akan mengakhiri operasionalnya pada Desember 2035 atau tujuh tahun lebih cepat dari jadwal sebelumnya yakni Juli 2042. Adapun transaksi akan dirampungkan pada paruh pertama 2024.

    (pgr/pgr)

  • Ekonomi 2024 Melambat, Warga RI Bakal Diguyur Stimulus Ini

    Ekonomi 2024 Melambat, Warga RI Bakal Diguyur Stimulus Ini

    Jakarta

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan akan ada stimulus untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,2% di 2025. Stimulus ini diberikan mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2024 hanya 5,03%, melambat dibandingkan 2023 yang tumbuh 5,05%.

    “Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di 2025, pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan pendorong ekonomi pada kuartal I-2025. Kebijakan tersebut merupakan program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo,” kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

    Airlangga membeberkan kebijakan tersebut mencakup diskon tiket pesawat, diskon tarif jalan tol, stabilitas harga pangan, hingga penyelenggaraan Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2025 dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

    “Program di Ramadhan Idul Fitri ini antara lain diskon harga tiket pesawat, pelaksanaan Harbolnas di 2025, kemudian belanja di Indonesia saja, diskon tarif tol dan stabilisasi harga pangan,” beber Airlangga.

    Selain itu, paket stimulus yang sedang berjalan di kuartal I-2025 seperti bantuan pangan beras, diskon tarif listrik 50% selama Januari-Februari disebut akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di 2025. Ditambah adanya pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).

    “Demikian pula dilanjutkannya dengan PPN Ditanggung Pemerintah terhadap pembelian properti, otomotif sektor electric vehicle, maupun yang terkait dengan hybrid dan juga motor. Kemudian juga PPh DTP untuk sektor padat karya dengan gaji Rp 10 juta per bulan yang ditanggung oleh pemerintah,” imbuhnya.

    Meski realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat dibandingkan 2023, Airlangga menyebut capaiannya masih lebih tinggi dibandingkan beberapa negara ASEAN lainnya.

    “Indonesia masih mencapai pertumbuhan sebesar 5,02% secara year on year. Ini masih lebih tinggi dibandingkan peer country di ASEAN. Seperti Singapura di 4,3% dan Malaysia 4,8%, juga seperti Arab Saudi yang masih 4,4%” tutur Airlangga.

    (aid/fdl)

  • 9 Ide Bisnis Berkelanjutan untuk Pecinta Lingkungan

    9 Ide Bisnis Berkelanjutan untuk Pecinta Lingkungan

    Jakarta, FORTUNE – Peluang bisnis berkelanjutan semakin populer di era yang semakin sadar akan dampak lingkungan. Banyak orang mulai mencari cara untuk menjalankan bisnis yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga ramah lingkungan.

    Jika Anda seorang pecinta lingkungan yang ingin berkontribusi lebih besar dalam menjaga kelestarian bumi. Dengan memulai bisnis berkelanjutan, Anda bisa menggabungkan antara passion dan penghasilan.

    Mulai dari pengelolaan sampah hingga produk ramah lingkungan, berbagai ini bisa dicoba. Berikut beberapa ide bisnis berkelanjutan yang bisa Anda coba.

    9 Ide bisnis berkelanjutan untuk pecinta lingkungan

    1. Bisnis produk daur ulang

    Membuat produk dari bahan daur ulang adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi limbah. Anda bisa memanfaatkan plastik bekas, kain perca, atau kayu sisa untuk menciptakan barang-barang bernilai seperti tas, perabotan rumah, atau aksesori fashion. Dengan pemasaran yang tepat, produk daur ulang dapat menjadi tren yang diminati banyak orang.

    2. Jasa pengelolaan sampah

    Banyak rumah tangga dan bisnis masih kesulitan dalam mengelola sampah dengan benar. Anda bisa memulai bisnis jasa pengelolaan sampah yang membantu memilah, mendaur ulang, dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti kompos organik atau bahan baku daur ulang.

    3. Bisnis fesyen berkelanjutan

    Industri fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Anda bisa mendirikan bisnis fashion ramah lingkungan dengan menggunakan bahan organik, dan pewarna alami.

    Tak hanya itu, Anda bisa mewujudkan ide kreatif dengan konsep upcycling, yaitu mendaur ulang pakaian lama menjadi produk baru yang lebih menarik. Anda juga menggandeng partner bisnis yang memiliki visi misi sejalan untuk menyediakan beragam produk fesyen.

    4. Energi terbarukan untuk rumah tangga

    Jika Anda memiliki latar belakang di bidang teknik atau energi, bisnis energi terbarukan seperti pemasangan panel surya atau turbin angin kecil bisa menjadi peluang besar. Banyak rumah tangga yang mulai beralih ke energi ramah lingkungan untuk menghemat biaya listrik dan mengurangi jejak karbon.

    5. Pertanian organik dan urban farming

    Tren makanan sehat dan organik terus meningkat. Anda bisa memulai bisnis pertanian organik atau urban farming dengan menjual hasil panen langsung kepada konsumen atau restoran yang mencari bahan makanan segar dan bebas pestisida.

    Jika Anda tinggal di daerah dengan keindahan alam yang masih asri, bisnis ekowisata bisa menjadi pilihan. Anda bisa menawarkan paket wisata berbasis alam, seperti trekking, camping ramah lingkungan, atau homestay yang berkonsep sustainable living.

    7. Produk ramah lingkungan

    Banyak produk pembersih rumah tangga mengandung bahan kimia yang merusak lingkungan. Anda bisa menciptakan dan menjual produk pembersih berbahan alami, seperti sabun cuci piring berbasis tanaman, deterjen organik, pembersih toilet ramah lingkungan, pewangi ruangan alami, dan sebagainya.

    8. Bisnis kompos dan pupuk organik

    Mengolah limbah organik menjadi produk yang berguna seperti kompos dan pupuk alami merupakan solusi yang efektif untuk mengurangi limbah. Anda bisa memulai bisnis ini dengan mengumpulkan sisa organik dari pasar, restoran, atau rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk yang bernutrisi.

    Seiring dengan meningkatnya popularitas urban farming dan kebun rumahan, permintaan akan pupuk organik semakin meningkat. Bisnis ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki prospek pasar yang luas.

    9. Konsultan keberlanjutan

    Banyak perusahaan mulai sadar akan pentingnya keberlanjutan, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Jika Anda memiliki pengetahuan dalam bidang lingkungan dan bisnis, Anda bisa menjadi konsultan keberlanjutan yang membantu perusahaan menerapkan praktik ramah lingkungan.

    Menjalankan bisnis berkelanjutan bukan hanya tentang keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan memilih ide bisnis yang tepat dan menerapkan strategi pemasaran yang efektif, Anda bisa berkontribusi dalam menjaga bumi tetap hijau sekaligus membangun usaha yang sukses. Apakah Anda siap memulai bisnis berkelanjutan Anda sendiri?

  • Bisnis Tipu-Tipu Tetangga RI, Thailand Putus Aliran Listrik

    Bisnis Tipu-Tipu Tetangga RI, Thailand Putus Aliran Listrik

    Jakarta, CNBC Indonesia – Thailand memutus pasokan listrik lintas batas ke lima lokasi di Myanmar pada hari Rabu (5/2/2025). Hal ini merupakan upaya untuk memberantas pusat penipuan daring di negara itu yang dituduh menakut-nakuti dan menculik wisatawan asal China baru-baru ini.

    Mengutip AFP, transmisi diputus di dua titik di Mae Sai di Utara, dua di Mae Sot di Barat dan satu di Three Pagodas Pass. Menteri Dalam Negeri Anutin Charnvirakul menyebut aliran energi dari negaranya telah memicu munculnya industri-industri ilegal di Myanmar, apalagi ini terjadi saat Negeri Seribu Pagoda itu dalam keadaan perang.

    “Thailand telah menghentikan pasokan listrik ke Myanmar di lima lokasi berdasarkan keputusan Dewan Keamanan Nasional. Pasokan listrik dihentikan bukan karena perusahaan melanggar kontrak, tetapi karena listrik disalahgunakan untuk penipuan, narkoba, dan pusat panggilan,” kata Anutin.

    “Tak seorang pun dapat menuduh Thailand sekarang menjadi bagian dari pendukung bisnis ilegal.”

    Langkah itu diambil saat Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra melakukan perjalanan ke Beijing untuk berunding dengan Presiden Xi Jinping. Pusat penipuan Myanmar kemungkinan akan menjadi agenda pertemuan keduanya.

    Kompleks penipuan telah menjamur di wilayah perbatasan Myanmar yang tidak memiliki hukum. Bisnis ini dijalankan oleh geng-geng kriminal dan dikelola oleh orang asing yang diperdagangkan dan dipaksa bekerja untuk menipu rekan senegaranya dalam industri yang menurut para analis bernilai miliaran dolar.

    Beijing semakin khawatir tentang pusat-pusat tersebut karena banyak dari mereka yang terlibat, baik korban maupun pelaku, adalah warga China. Kekhawatiran di kalangan wisatawan China akan hal ini telah disalahkan atas penurunan tajam jumlah pengunjung selama liburan Tahun Baru Imlek minggu lalu.

    China sendiri adalah adalah pasar yang sangat penting bagi Thailand karena berupaya membangun kembali sektor pariwisata krusialnya setelah dampak buruk penutupan perjalanan selama pandemi Covid-19. Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai mengatakan pusat penipuan adalah “masalah keamanan nasional”.

    (sef/sef)

  • Soal Pemangkasan Anggaran, Mendag: Belum Ada Kebijakan WFH dan WFA – Page 3

    Soal Pemangkasan Anggaran, Mendag: Belum Ada Kebijakan WFH dan WFA – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap untuk mengoptimalisasi anggaran, menyusul adanya perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pemangkasan anggaran di sejumlah pos belanja.

    “Pada prinsipnya, kita bisa melakukan optimalisasi terhadap program-program yang ada. Jadi nggak ada masalah, kita dukung program pemerintah,” ujar Budi kepada wartawan di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2025).

    Budi mengatakan bahwa program-program prioritas di Kemendag sedang dalam tahap pengkajian, menyusul pemangkasan beberapa pos belanja.

    Dia pun memastikan, tiga program Kemendag yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor dan usaha mikro, kecil dan menengah berani inovasi dan siap ekspor (UMKM BISA Ekspor) akan berjalan.

    Selain itu, juga tidak ada perubahan pada target ekspor nasional yang ditetapkan sebesar Rp 7,1 triliun.

    “Target (ekspor nasional) tetap Rp 7,1 triliun, tidak ada yang berubah,” terangnya.

    “Kita pokoknya optimalisasi anggaran, kita bisa ya, harus kerja keras,” tegasnya.

    Mendag Budi lebih lanjut membeberkan, saat ini belum ada kebijakan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) di Kemendag, juga belum ada kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) bagi para ASN kementerian tersebut.

    Budi juga membantah adanya pemotongan anggaran untuk biaya operasional kantor seperti listrik dan air.

    “Kita nggak, kita nggak ada masalah, dari dulu listrik kita juga sudah efisien ya, nggak ada masalah. Lihat saja naik-turun lift juga bisa,” bebernya.

     

  • Toyota Bakal Bangun Pabrik Mobil Listrik Mewah Lexus

    Toyota Bakal Bangun Pabrik Mobil Listrik Mewah Lexus

    Jakarta, CNBC Indonesia – Toyota akan membangun pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) mobil mewah Lexus di Shanghai, China. Pengumuman disampaikan saat produsen mobil asal Jepang itu menaikkan perkiraan laba bersih tahunannya menjadi hampir US$30 miliar (Rp 488 triliun) serta proyeksi pendapatannya.

    “Kami telah memutuskan untuk mendirikan perusahaan yang sepenuhnya dimiliki untuk pengembangan dan produksi Lexus BEV (kendaraan listrik bertenaga baterai) dan baterai di Shanghai, China,” katanya sebagaimana dimuat AFP, Rabu (5/2/2025).

    Perusahaan mengatakan akan memulai produksi setelah tahun 2027. Pabrik baru tersebut akan menciptakan 1.000 lapangan kerja baru dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 100.000 kendaraan.

    Harian bisnis Jepang, Nikkei, sebelumnya telah melaporkan pada Desember 2024 bahwa Toyota berencana untuk membangun pabrik di Shanghai. Keputusan Toyota ini diambil saat banyak perusahaan mobil asing sedang berjuang di Negeri Tirai Bambu.

    China sendiri menyalip Jepang sebagai eksportir kendaraan terbesar tahun lalu, dibantu oleh dominasinya dalam EV. Perlu diketahui, Jepang telah kehilangan pangsa pasar EV dengan berfokus pada kendaraan hibrida.

    Namun, strategi itu kini telah membuahkan hasil di pasar seperti Amerika Serikat (AS). Toyota mengatakan mereka berharap mencatat laba bersih tahun fiskal ini sebesar 4,52 triliun yen, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,57 triliun yen dengan penjualan setahun penuh menjadi 47 triliun yen dari 46 triliun yen.

    “Revisi ke atas tersebut menggabungkan kemajuan dalam memperkuat daya perolehan, yang didukung oleh upaya peningkatan termasuk daya saing produk,” kata perusahaan tersebut.

    Penjualan unit kendaraan listrik hibrida meningkat antara April dan Desember. Namun selama periode yang sama, di China, total penjualan kendaraan turun dari 1,5 menjadi 1,4 juta unit.

    (sef/sef)

  • Mobil Mungil Bergaya Alphard Debut di IIMS, Harga di Bawah Rp 200 Juta

    Mobil Mungil Bergaya Alphard Debut di IIMS, Harga di Bawah Rp 200 Juta

    Jakarta

    Utomocorp akan membawa mobil listrik mungil bergaya Alphard, namanya Honri. Debut produk itu bakal dilakukan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.

    Mobil ini diproduksi oleh ZX Auto (Hebei Zhongxing Automobile Co. Ltd.), produsen LSEV (Low Speed Electric Vehicle), kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan suku cadang mobil yang berasal dari China.

    CEO Utomocorp Denny Utomo mengatakan model yang bakal dibawa adalah Honri Boma EV. Mobil ini memiliki tampilan yang sangat mirip dengan MPV premium Toyota Alphard, terutama bagian grillenya yang sangat besar. Gaya headlamp dan foglamp mobil ini juga sangat identik dengan Alphard.

    Mobil ini tersedia dalam tiga warna bodi: putih, biru, dan emas. Sebagai mini EV, Boma EV memiliki panjang 3.517 mm, lebar 1.495 mm, dan tinggi 1.660 mm, dan memiliki wheelbase hingga 2.495 mm. Mobil ini menggunakan velg aluminium alloy 15 inci dan ban berukuran 165/55 R15.

    Weiao BOMA EV, mobil listrik mungil bergaya Toyota Alphard Foto: Carnewschina

    Mobil ini ditenagai permanent magnet synchronous motor yang menghasilkan tenaga 30 kW dan torsi 84 Nm. Mobil tersebut menyediakan dua opsi baterai lithium terner. Ada pilihan 11,9 kWh memiliki daya jelajah sejauh 130 km dan waktu pengisian 7 jam dari 0-100%.

    “Range-nya ada beberapa macam. Tapi yang kita rilis ini 225 km,” kata CEO Utomocorp, Denny Utomo di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

    Presentasi Utomocorp di IIMS 2025 Foto: Ridwan Arifin

    Dikutip dari Carnewschina, Boma EV ditawarkan dalam tiga model dan diluncurkan dengan kisaran harga 5.700 USD (Rp 86,7 juta) hingga termahal 7.460 USD, setara Rp 113,6 juta. Sebagai informasi, Weiao adalah merek kendaraan listrik di bawah Hongri Electric Vehicle.

    Dia bilang tidak mungkin untuk menjual mobil listrik ini di bawah Rp 100 juta. “Enggak mungkin. Kita coba di bawah 200 deh. Kita coba di bawah Rp 200 juta,” tambah dia lagi.

    (riar/rgr)

  • Suzuki Janji Bawa Kejutan di IIMS 2025

    Suzuki Janji Bawa Kejutan di IIMS 2025

    Jakarta

    PT Suzuki Indomobil Sales akan mendobrak lantai Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 dengan produk global yang baru pertama kali debut di Indonesia. Meski status mobil itu masih sebatas mobil konsep alias belum diproduksi secara massal.

    “Salah satu bintang utama dari Suzuki, karena kita tahu IIMS adalah event internasional, Suzuki turut bangga menampilkan suatu produk konsep global yang baru pertama kali ditampilkan di Indonesia, jadi suatu kebanggaan bagi Indonesia juga,” kata Head of PR PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Zulfikar Rafi Al Ghany saat presentasi pameran IIMS 2025 di Hotel St Regis, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

    Konsep Mobil Masa Depan Suzuki eWX Foto: Danang Sugianto/detikcom

    Dari siluet yang ditampilkan, terlihat bentukannya mirip-mirip dengan Suzuki eWX Concept yang pernah ditampilkan Suzuki dalam ajang Japan Mobility Show 2023. Seperti disinggung sebelumnya, Ghany menyebut ini merupakan produk konsep global yang baru pertama kali hadir di Indonesia.

    Presentasi Suzuki di IIMS 2025 Foto: Ridwan Arifin

    SUV eWX Concept kotak mirip Suzuki Jimny tapi merupakan mobil listrik. Model konsep ini merupakan persilangan mini wagon yang asyik dan praktis khas Suzuki, serta EV futuristik. Suzuki eWX memiliki dimensi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.620 mm. Suzuki eWX bisa menjangkau jarak hingga 230 km.

    Mungkin salah satu konsep mobil listrik Suzuki tersebut yang akan dipamerkan di IIMS 2025? Untuk detailnya, kita tunggu saja di IIMS nanti.

    Selain itu, Suzuki juga bakal memberikan kejutan lain. Apakah model baru? Suzuki Indomobil Sales (SIS) berjanji bakal meluncurkan beragam mobil baru di tahun 2025. Suzuki menyebut, tahun 2025 mereka akan meluncurkan jajaran mobil SUV.

    Diduga, salah satu mobil baru yang akan meluncur di Indonesia adalah Suzuki Fronx. Apalagi, Suzuki Fronx telah diuji juga di jalanan Indonesia. Kode mobil baru diduga Suzuki Fronx juga sudah muncul.

    Dalam situs Samsat PKB Jakarta, terdapat kode A3L415F yang belum diketahui akan digunakan oleh mobil Suzuki tipe mana. Namun jika merujuk pada pencarian di Google, A3L415 merupakan kode untuk sparepart mobil Suzuki Fronx.

    Pada situs Samsat PKB Jakarta, kode mobil A3L415F akan hadir dalam lima varian beserta NJKB-nya. Tipe A3L415F GL (4X2) AT Rp 174.000.000, A3L415F GL (4X2) MT Rp 166.000.000, A3L415F HS (4X2) AT Rp 194.000.000, A3L415F HX (4X2) AT Rp 186.000.000, dan A3L415F HX (4X2) MT Rp 178.000.000.

    Selain mobil baru, Suzuki juga sudah berencana meluncurkan penyegaran produk yang sudah ada. Kira-kira model apa yang bakal dibawa Suzuki?

    “Jangan lupa nanti Suzuki akan memberikan kejutan yang penting dan menarik yang akan disampaikan oleh manajemen Suzuki Indonesia, tepatnya pada 13 Februari,” kata Ghany.

    (riar/rgr)

  • Harganya Rp 200 Jutaan, Begini Spesifikasi BYD Seal Hybrid

    Harganya Rp 200 Jutaan, Begini Spesifikasi BYD Seal Hybrid

    Jakarta

    Build Your Dreams (BYD) telah meluncurkan BYD Seal hybrid untuk konsumen domestik China. Kendaraan tersebut bukan hanya unggul soal tampilan, melainkan juga harga dan teknologi. Bagaimana spesifikasi lengkapnya?

    Disitat dari Carnewschina, Rabu (5/2), mobil hibrida itu hadir dengan nama BYD Seal 05 DM-I dan menggunakan teknologi plug-in hybrid. Meski baru akan meluncur pekan depan, namun keran pemesanannya sudah dibuka melalui skema prebook.

    Di China, BYD Seal 05 DM-I dibanderol 89.900 atau Rp 201 juta untuk versi regular dan 109.800 yuan atau Rp 249 juta untuk versi tertinggi. Keduanya hanya berbeda di bagian spesifikasi dan baterai.

    Lantas, dengan harga yang sedemikian murah, bagaimana spesifikasi BYD Seal hybrid? Berikut kami rangkum dalam uraian terpisah!

    Spesifikasi BYD Seal Hybrid

    Tampilan

    BYD Seal Hybrid. Foto: Doc. BYD.

    Secara tampilan BYD Seal hybrid mirip-mirip model listrik. Kendaraan tersebut mengusung tampilan sedan mewah dengan tarikan garis yang dirancang aerodinamis. Bahkan, jika diperhatikan sekilas, agak sulit membedakan keduanya.

    Di bagian eksterior, perbedaan BYD Seal hybrid dengan model listrik hanya terlihat di lekukan bumper dan detail gril. Selain itu, pelek dan lampu belakangnya diberikan sentuhan berbeda.

    BYD Seal 05 DM-I tersedia dalam empat pilihan warna, yakni putih, hitam, dan dua kombinasi abu-abu. Sementara dimensinya mirip-mirip Destroyer 05 dengan panjang 4.780 mm, lebar 1.837 mm dan tinggi 1.515 mm dan jarak sumbu roda 2.718 mm.

    Mesin dan Konsumsi BBM

    BYD Seal 05 DM-I Foto: Doc. Istimewa

    BYD Seal 05 DM-I menggunakan mesin PHEV 1,5 L dengan semburan tenaga 99 dk (versi regular) dan 161 dk (versi tinggi). Pembekalan itu dipadukan baterai LFP 7,6 kwh dan 15,8 kwh.

    Jangkauan listrik murni kendaraan tersebut diklaim bisa mencapai 43 km untuk yang 7,6 kwh dan 90 km untuk yang 15,8 kwh. Sedangkan konsumsi bahan bakarnya mencapai 2,9 liter/100 km atau 1 liter/34 km dengan daya tempuh maksimum 2.000 km dalam kondisi full tank.

    Namun, perlu dipahami, catatan tersebut bisa berbeda-beda. Sebab, konsumsi BBM dipengaruhi banyak faktor, mulai dari bobot pengemudi-penumpang, gaya berkendara hingga pemilihan jenis bahan bakar.

    Fitur

    BYD Seal Hybrid. Foto: Doc. BYD.

    Di bagian dalam atau interior, nuansa mewah dan elegan terasa begitu kuat. Mobil hibrida itu sudah menggunakan panel instrumen digital berukuran besar, layar hiburan sentuh yang bisa diputar-putar, pengisian daya nirkabel serta tombol-tombol yang dibuat terpusat di posisi sentral.

    Sayangnya, belum ada informasi lengkap mengenai fitur keselamatannya. Namun, yang jelas, pabrikan akan membekalinya dengan banyak sensor kamera di bagian depan, belakang dan sisi-sisi kendaraan.

    (sfn/sfn)

  • Ekonom nilai deflasi jadi sinyal pelemahan daya beli masyarakat

    Ekonom nilai deflasi jadi sinyal pelemahan daya beli masyarakat

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Ekonom nilai deflasi jadi sinyal pelemahan daya beli masyarakat
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Selasa, 04 Februari 2025 – 17:16 WIB

    Elshinta.com – Ekonom dan Pengamat Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai, deflasi bulan Januari 2025 yang tercatat 0,76 persen (month to month/mtm) menjadi sinyal melemahnya daya beli masyarakat.

    Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan deflasi ini disebabkan oleh diskon tarif listrik 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya hingga 2.200 VA, Achmad memandang tren ini menunjukkan indikasi yang lebih serius terhadap permintaan domestik.

    “Analisis lebih dalam mengungkapkan bahwa meskipun faktor ini berkontribusi pada penurunan indeks harga konsumen (IHK), angka deflasi yang signifikan ini merupakan bukti nyata dari melemahnya daya beli masyarakat,” kata Achmad, di Jakarta, Selasa.

    Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus mengalami penurunan sejak pertengahan 2024, mencerminkan kehati-hatian masyarakat dalam berbelanja.

    Tren inflasi tahunan yang terus melambat, dari 3,00 persen (year on year/yoy) pada April 2024 menjadi hanya 2,12 persen (yoy) pada Januari 2025, kian memperkuat indikasi lemahnya konsumsi rumah tangga.

    Achmad menilai, penurunan daya beli ini bukan sekadar fluktuasi ekonomi, namun mencerminkan tantangan yang harus segera diatasi.

    Data BPS menunjukkan jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia menyusut dari 21,5 persen pada 2019 menjadi 17,1 persen pada 2024.

    Ia mengatakan bahwa hal itu berarti sekitar 10 juta individu mengalami ketidakpastian ekonomi tanpa mendapat bantuan signifikan dari pemerintah.

    “Kelas menengah memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Mereka adalah konsumen utama bagi sektor barang dan jasa, dan juga merupakan kelompok yang memiliki kemampuan investasi yang cukup besar. Penurunan jumlah kelas menengah berarti berkurangnya konsumsi rumah tangga, yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya lagi.

    Lebih lanjut, Achmad menuturkan lemahnya daya beli masyarakat turut berdampak pada sektor usaha, terutama ritel dan manufaktur.

    Indeks penjualan ritel yang terus menurun sejak kuartal III-2024 menunjukkan bahwa konsumen semakin mengurangi pengeluarannya.

    Tingginya biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku dan energi global, juga semakin menekan margin keuntungan usaha.

    Akibatnya, beberapa usaha kecil dan menengah (UKM) terpaksa melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.

    “Beberapa di antaranya terpaksa menutup usaha, sementara yang lain harus melakukan efisiensi dengan mengurangi tenaga kerja. Fenomena ini menimbulkan efek domino, di mana meningkatnya angka pengangguran semakin memperburuk daya beli masyarakat,” katanya pula.

    Untuk mengatasi pelemahan daya beli, Achmad menyarankan beberapa langkah strategis.

    Pertama, penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui insentif bagi industri padat karya.

    Kedua, penguatan program perlindungan sosial seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan subsidi bahan pokok yang lebih tepat sasaran.

    Ketiga, pengendalian harga komoditas strategis dengan memperkuat koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).

    “Penyederhanaan regulasi dan peningkatan insentif investasi dapat menarik lebih banyak modal asing dan domestik untuk mempercepat pertumbuhan industri. Dengan demikian, penciptaan lapangan kerja baru dapat dipercepat dan daya beli masyarakat dapat diperbaiki secara berkelanjutan,” ujarnya lagi. 

    Sumber : Antara