Topik: Listrik

  • Indomobil Klaim Adora Motor Listrik Asli Indonesia, Bukan Rebadge dari China

    Indomobil Klaim Adora Motor Listrik Asli Indonesia, Bukan Rebadge dari China

    Jakarta

    Indomobil Group melalui Indomobil eMotor telah meluncurkan motor listrik Adora di Indonesia, Kamis (6/2). Mereka mengklaim, kendaraan tersebut asli Indonesia, bukan rebadge dari negara lain seperti China.

    Pius Wirawan selaku Chief Executive Officer (CEO) Indomobil eMotor mengatakan, Adora merupakan motor listrik yang dikembangkan dan dirakit sepenuhnya di Indonesia. Bahkan, kata dia, desainernya juga asli anak bangsa.

    “Bukan rebadge. Ini didesain, dikembangkan dan diproduksi oleh Indomobil. Jadi (Adora) buatan Indonesia 100 persen,” ujar Pius saat dikonfirmasi di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2).

    Motor listrik Indomobil Adora. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

    Motor listrik Adora dirakit secara lokal di fasilitas Pulogadung, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut dikembangkan selama setahun lebih dan diproyeksikan mampu mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 50 persen.

    “Ini motor listrik buatan Indomobil. Kita research, kita kembangkan, kemudian kita juga sudah banyak investing untuk RnD. Jadi ini memang motor buatan kita, bukan motor dari luar kita bawa ke sini,” terangnya.

    Sebagai catatan, ketika peluncuran produk, tak sedikit awak media yang salah fokus (salfok) dengan tampilan atau desain motor listrik Adora. Sebab, sepintas menyerupai YME-07X buatan produsen China, Changzhou Yamasaki Motorcycle.

    Motor China yang dibilang mirip Adora. Foto: Doc. Yamasaki Motor

    Kemiripan Indomobil Adaro dan YME-07X bisa terlihat di hampir seluruh bagian kendaraan, mulai dari muka, tarikan garis, komponen utama dan pendukung, hingga desain keseluruhan. Perbedaan paling kontras terlihat di bagian warna, striping dan emblem.

    Ketika ditanya lebih detail mengenai motor listriknya yang mirip produk China, Pius menegaskan, tim RnD-nya memang banyak yang belajar dari sana. Sebab, Negeri Tirai Bambu merupakan kiblat kendaraan listrik di dunia.

    “Jadi gini, tim RnD kan melakukan research dan development, bisa dipahami bahwa di Indonesia ini tak sebaik di luar negeri. Jadi memang tim RnD banyak station di China. Nah, (motor ini) kita kembangkan sendiri tapi resource-nya banyak,” kata dia.

    Adaro merupakan motor listrik pertama yang dikenalkan Indomobil eMotor di Indonesia. Kendaraan tersebut dibanderol Rp 24,5 juta untuk versi basic dan Rp 400 ribu lebih mahal untuk versi livery. Seluruhnya berstatus on the road Jakarta.

    (sfn/dry)

  • Cara Masuk ke IKN untuk Masyarakat Umum, Apakah Bayar?

    Cara Masuk ke IKN untuk Masyarakat Umum, Apakah Bayar?

    PIKIRAN RAKYAT – Sejak diresmikan, Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi destinasi wisata baru yang menarik minat banyak wisatawan.

    Dengan keindahan alam dan pembangunan infrastruktur yang modern, IKN menawarkan pengalaman wisata yang unik dan berbeda.

    Kunjungan ke IKN Meningkat Pesat

    Berdasarkan data dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), minat masyarakat untuk mengunjungi IKN sangat tinggi.

    Terbukti dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat, terutama saat libur panjang. Pada libur Natal 2024 saja, tercatat lebih dari 7.300 pengunjung yang datang ke IKN.

    Fasilitas yang Tersedia di IKN

    Untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, OIKN telah menyediakan berbagai fasilitas, antara lain:

    – Rute Wisata: Terdapat beberapa rute wisata yang bisa dipilih, seperti mengunjungi Plaza Ceremony, Techno House, dan Taman Kusuma Bangsa.

    – Transportasi: Tersedia bus listrik untuk mengantar jemput pengunjung di area IKN.

    – Fasilitas Umum: Tersedia toilet, tempat istirahat, dan kafe.

    – Teknologi AI: Teknologi kecerdasan buatan digunakan untuk membantu pengunjung selama berwisata.

    Cara Mengunjungi IKN

    Untuk mengunjungi IKN, Anda perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi IKNOW yang dapat diunduh di Play Store atau App Store. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Unduh aplikasi IKNOW dan lakukan pendaftaran.

    2. Pilih tanggal dan jam kunjungan yang diinginkan.

    3. Lengkapi data diri Anda, seperti nama, alamat email, NIK, dan nomor telepon.

    4. Setelah mengisi data, konfirmasi pesanan Anda.

    5. Tiket kunjungan akan dikirimkan melalui email dalam format PDF.

    6. Saat tiba di IKN, tunjukkan tiket kunjungan Anda kepada petugas.

    Penting diketahui, kunjungan ke IKN tidak dipungut biaya alias gratis.

    Tata Tertib di IKN

    Agar kunjungan Anda berjalan lancar dan nyaman, berikut adalah beberapa tata tertib yang perlu diperhatikan:

    1. Berpakaian rapi dan sopan.

    2. Tidak merokok di area yang telah ditentukan.

    3. Tidak merusak fasilitas umum atau tanaman.

    4. Tidak memberi makan satwa.

    5. Tidak memasuki area konstruksi.

    6. Buang sampah pada tempatnya.

    7. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai.

    Biaya Masuk IKN

    Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw menyebut jika kunjungan ke IKN gratis.

    “Kunjungan ke KIPP di IKN tidak dipungut biaya. Masyarakat dapat berkunjung secara gratis ke IKN tanpa melalui pihak manapun,” ungkapnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi IKN.

    Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Mari kita dukung pembangunan Ibu Kota Nusantara dengan mengunjungi dan menikmati keindahan alam serta fasilitas yang telah disediakan.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Cuma Sampai Februari, Ini Kombo Mantap Memaksimalkan Diskon Token 50 Persen

    Cuma Sampai Februari, Ini Kombo Mantap Memaksimalkan Diskon Token 50 Persen

    Jakarta: Masyarakat masih bisa menikmati diskon tarif listrik 50 persen sampai akhir Februari 2025. Bagi pelanggan prabayar ini menjadi kesempatan untuk memaksimalkan pembelian token listrik.

    Pemberian diskon tarif ini tidak diberikan kepada seluruh pelanggan PLN, melainkan pelanggan tertentu saja. Berikut pelanggan yang berhak menerima diskon tarif listrik PLN 50 persen:

    Daya 450 VA
    Daya 900 VA
    Daya 1.300 VA
    Daya 2.200 VA

    Pelanggan pascabayar akan merasakan manfaat ini melalui tagihan yang lebih ringan di bulan berikutnya. Sedangkan pelanggan prabayar langsung mendapatkan potongan saat membeli token listrik.
    Kombinasi Pembelian Token Listrik
    Bagi pelanggan prabayar, kamu bisa menikmati diskon secara maksimal dengan pembelian voucher token menggunakan kombinasi berikut ini:
     
    1. Daya 450 VA
    Membeli voucher token:
    Rp50.000 + Rp10.000 +Rp5.000
     
    2. Daya 900 VA
    Membeli voucher token:
    Rp200.000 + Rp200.000 + Rp20.000 + Rp10.000 + Rp5.000
     
    3. Daya 1300 VA
    Membeli voucher token:
    Rp500.000 + Rp100.000 + Rp50.000 + Rp20.000 + Rp5.000
     
    4. Daya 2.200 VA
    Membeli voucher token:
    Rp1.000.000 + Rp100.000 + Rp20.000 + Rp20.000

     

     

    Batas Pembelian Token Listrik dengan Diskon 50%.

    1. Daya 450 VA

    Maksimal pemakaian: 324 kWh (720 jam nyala).
    Tarif listrik: Rp415 per kWh.
    Total tarif: Rp134.460.
    Diskon maksimal: Rp67.230 per bulan.

    2. Daya 900 VA:
    Maksimal pemakaian: 648 kWh (720 jam nyala).
    Tarif listrik: Rp1.352 per kWh.
    Total tarif: Rp876.096.
    Diskon maksimal: Rp438.048 per bulan.
     
    3. Daya 1.300 VA:
    Maksimal pemakaian: 936 kWh (720 jam nyala).
    Tarif listrik: Rp1.444,70 per kWh.
    Total tarif: Rp1.351.519.
    Diskon maksimal: Rp675.760 per bulan.
     
    4. Daya 2.200 VA:
    Maksimal pemakaian: 1.584 kWh (720 jam nyala).
    Tarif listrik: Rp1.444,70 per kWh.
    Total tarif: Rp2.287.205.
    Diskon maksimal: Rp1.143.602 per bulan.

    Jakarta: Masyarakat masih bisa menikmati diskon tarif listrik 50 persen sampai akhir Februari 2025. Bagi pelanggan prabayar ini menjadi kesempatan untuk memaksimalkan pembelian token listrik.
     
    Pemberian diskon tarif ini tidak diberikan kepada seluruh pelanggan PLN, melainkan pelanggan tertentu saja. Berikut pelanggan yang berhak menerima diskon tarif listrik PLN 50 persen:
     
    Daya 450 VA
    Daya 900 VA
    Daya 1.300 VA
    Daya 2.200 VA

    Pelanggan pascabayar akan merasakan manfaat ini melalui tagihan yang lebih ringan di bulan berikutnya. Sedangkan pelanggan prabayar langsung mendapatkan potongan saat membeli token listrik.

    Kombinasi Pembelian Token Listrik
    Bagi pelanggan prabayar, kamu bisa menikmati diskon secara maksimal dengan pembelian voucher token menggunakan kombinasi berikut ini:
     
    1. Daya 450 VA
    Membeli voucher token:
    Rp50.000 + Rp10.000 +Rp5.000
     
    2. Daya 900 VA
    Membeli voucher token:
    Rp200.000 + Rp200.000 + Rp20.000 + Rp10.000 + Rp5.000
     
    3. Daya 1300 VA
    Membeli voucher token:
    Rp500.000 + Rp100.000 + Rp50.000 + Rp20.000 + Rp5.000
     
    4. Daya 2.200 VA
    Membeli voucher token:
    Rp1.000.000 + Rp100.000 + Rp20.000 + Rp20.000
     
     

     

    Batas Pembelian Token Listrik dengan Diskon 50%.

    1. Daya 450 VA
     
    Maksimal pemakaian: 324 kWh (720 jam nyala).
    Tarif listrik: Rp415 per kWh.
    Total tarif: Rp134.460.
    Diskon maksimal: Rp67.230 per bulan.
     
    2. Daya 900 VA:
    Maksimal pemakaian: 648 kWh (720 jam nyala).
    Tarif listrik: Rp1.352 per kWh.
    Total tarif: Rp876.096.
    Diskon maksimal: Rp438.048 per bulan.
     
    3. Daya 1.300 VA:
    Maksimal pemakaian: 936 kWh (720 jam nyala).
    Tarif listrik: Rp1.444,70 per kWh.
    Total tarif: Rp1.351.519.
    Diskon maksimal: Rp675.760 per bulan.
     
    4. Daya 2.200 VA:
    Maksimal pemakaian: 1.584 kWh (720 jam nyala).
    Tarif listrik: Rp1.444,70 per kWh.
    Total tarif: Rp2.287.205.
    Diskon maksimal: Rp1.143.602 per bulan.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (RUL)

  • Thailand Kembangkan Industri Semikonduktor Senilai 15 Miliar Dolar AS – Halaman all

    Thailand Kembangkan Industri Semikonduktor Senilai 15 Miliar Dolar AS – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK – Pemerintah Thailand menyiapkan rencana strategis untuk menggembangkan bisnis semikonduktornya di tengah perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). 

    Seperti disampaikan Narit Therdsteerasukdi, Sekretaris Jenderal Dewan Investasi Thailand, negara gajah putih itu tengah menggagas strategi baru untuk menarik investasi baru di bidang semikonduktor.

    Thailand akan menyewa konsultan untuk mengembangkan peta jalan industri semikonduktor. 

    Narit yang berada langsung di bawah perdana menteri Thailand juga sedang melakukan roadshow ke Amerika Serikat dan Jepang untuk menggalang investasi semikonduktor di Thailand.

    Proyek investasi ini akan difokuskan pada sektor elektronika daya yang terkait dengan kendaraan listrik, pusat data, dan sistem penyimpanan energi.

    “Kami fokus di (segmen elektronika daya). Misalnya semikonduktor yang digunakan pada kendaraan listrik, pusat data, atau sistem penyimpanan energi. Kami pikir ini adalah kekuatan kami,” kata  Narit dikutip dari Tech In Asia.  

    Lewat strategi ini Thailand menargetkan investasi semikonduktor baru di negaranya tembus mencapai 500 miliar baht atau sekitar 15 miliar dolar AS pada tahun 2029.

    Thailand sendiri diketahui menempati peringkat kedua di belakang India dalam analisis negara-negara berkembang teratas untuk manufaktur semikonduktor, menurut laporan tahun 2024 oleh perusahaan konsultan A.T. Kearney.

    Dengan menggaet para investor agar menanamkan investasi chip di Thailand, pemerintah mengklaim strategi ini dapat mendorong pertumbuhan industri semikonduktor Thailand.

    Saat ini AS dan China tengah terlibat perang dagang, saling bersaing memperebutkan supremasi teknologi.

    Kesempatan tersebut dimanfaatkan Thailand untuk mengambil keuntungan atas sengketa perdagangan kedua negara yang telah mengalihkan beberapa rantai pasokan ke Asia Tenggara.

    Pasca Thailand mengungkap rencana strategis pengembangan industri semikonduktor ini, sejumlah perusahaan tertarik berinvestasi di Thailand.

    Diantaranya Analog Devices yang berbasis di Massachusetts membuka tab baru, Sony, dan Toshiba. 

    Pembuat chip Jerman Infineon dan anak perusahaan dari Fox Semicon Integrated Technology asal Taiwan juga telah mengumumkan proyek baru di Thailand.

    Laporan Reporter: Namira Yunia

     

  • Indonesia Punya Nikel-Baterai Buat Mobil Listrik, tapi Mobilnya Belum Ada!

    Indonesia Punya Nikel-Baterai Buat Mobil Listrik, tapi Mobilnya Belum Ada!

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (06/02/2025). Salah satu yang dibahas ialah soal mobil listrik nasional.

    Rosan menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengambil peran lebih aktif dalam industri kendaraan listrik, mengingat sumber daya nikel yang melimpah serta ekosistem baterai yang sudah berkembang. Namun, ia juga menyoroti bahwa hingga saat ini produksi mobil listrik nasional masih terbatas.

    “Kita kan potensi dari nikelnya segala macem, baterainya sampe baterai itu sudah ada, recycle baterainya sudah ada. Nah, tapi mobilnya kan kita belum ada nih, mobil listriknya, sedangkan kita kan sudah committed untuk net zero emission di 2060, malah keinginannya Bapak Presiden bisa lebih cepat,” ujar Rosan dikutip dari Setkab, Jumat (7/2/2025).

    Lebih lanjut, Rosan turut menyinggung bahwa saat ini Indonesia masih bergantung pada investasi dari perusahaan luar seperti Hyundai, BYD, dan Wuling yang sudah membangun manufaktur kendaraan listrik di dalam negeri. Namun, ia menekankan perlunya peran lebih besar bagi Indonesia dalam industri ini.

    “Produksi mobil kita kan sekitar 1,2 juta per tahun, dan berkembang, dan diharapkan di tahun 2030 tadi disampaikan sampai 2,5 juta. Ya, intinya masa kita hanya tidak bisa berperan lebih besar dari itu?” ungkap Rosan.

    Rosan menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada investasi dari luar, tetapi juga mengkaji kemungkinan pengembangan kendaraan listrik nasional. Maung disebut-sebut menjadi salah satu pertimbangan.

    “Kita kan sudah ada Maung, ini mungkin ada pengembangan berikutnya, nanti kita akan bicara, akan kerjakan lebih lanjut lagi lah,” ucap Rosan.

    (riar/dry)

  • Pemangkasan Anggaran Ancam Sektor MICE, Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

    Pemangkasan Anggaran Ancam Sektor MICE, Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

    Jakarta, Beritasatu.com – Sektor meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) sangat terancam dengan kebijakan pemangkasan anggaran yang diberlakukan Presiden Prabowo Subianto. Apa yang harus dilakukan pemerintah?

    Prabowo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 meminta pemangkasan anggaran Rp 306,69 triliun dari APBN dan APBD 2025, untuk membiayai program-program prioritasnya. Belanja kementerian/lembaga dipotong Rp256,1 triliun dan dana transfer ke daerah disunat Rp 50,59 triliun.

    Dalam instruksinya, Prabowo meminta pejabat membatasi belanja untuk kegiatan seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi, seminar atau FGD, hingga perjalanan dinas.

    Sektor MICE yang mencakup industri perhotelan, restoran, pariwisata, event organizer (EO), biro perjalanan wisata, event marketing, hingga konsultan event selama ini sangat bergantung pada anggaran pemerintah terutama untuk perjalanan dinas, kegiatan seremonial, seminar, FGD, dan lainnya.

    Pembatasan belanja untuk program-program tersebut tentu saja berdampak langsung pada kehidupan bisnis MICE di Tanah Air.

    Pemangkasan anggaran perjalanan dinas tentu akan mengurangi jumlah acara MICE yang diselenggarakan, sehingga menurunkan pendapatan bagi hotel, penyedia transportasi, dan penyelenggara acara. 

    Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai pemangkasan anggaran perjalanan dinas sebesar 50% akan mengganggu upaya stimulus ekonomi dan memengaruhi perekonomian daerah.

    “Anggaran pemerintah untuk perjalanan dinas dan akomodasi ini sebetulnya juga berfungsi sebagai stimulus,” kata Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani beberapa waktu lalu.

    Menurutnya pemerintah daerah akan merasakan dampak signifikan dari pemangkasan anggaran tersebut. Pendapatan daerah, khususnya dari pajak hotel dan restoran akan menurun, akibat berkurangnya perjalanan dinas.

    Hariyadi meminta pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

    “Jangan hanya melihat sektor ini sebagai biaya, tetapi pahami bahwa ini adalah salah satu bentuk stimulus bagi daerah,” ujarnya.

    Infografik pemangkasan anggaran 2025. – (Investor Daily/Felicia Karen Agatha Handjojo)

    Data PHRI menyebut perjalanan dinas menyumbang hingga 45% dari okupansi hotel bintang tiga dan empat di Indonesia.

    “Kita lihat dari kacamata industri perhotelan, revenue share yang paling besar itu dari pasar pemerintah, hingga 45-50%. Banyak daerah yang bisa lebih besar dari itu,” kata Sekjen PHRI Maulana Yusran dikutip dari Investor.

    Menurut Maulana pemangkasan anggaran oleh pemerintah terutama untuk perjalanan dinas dan kegiatan seremonial dapat menjadi alarm bahaya bagi sektor perhotelan dan restoran di sejumlah daerah.

    “Mereka sangat mengandalkan kegiatan-kegiatan pemerintah tersebut. Belum lagi nanti banyak ekosistem yang akan terdampak dari kebijakan ini,” lanjut Maulana.

    Kemajuan sektor pariwisata menimbulkan multiplier effect bagi sektor-sektor di sekitarnya. Keuntungannya bukan hanya dirasakan oleh industri perhotelan, namun juga industri makanan dan minuman, tenaga kepariwisataan, transportasi, dan sebagainya. 

    Pemerintah diharapkan dapat lebih bijak dan mendukung ekosistem pariwisata daerah.

    Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan perlu paket kebijakan khusus sebagai kompensasi potensi kehilangan pendapatan di MICE imbas pemangkasan anggaran belanja pemerintah.

    “Adapun paket kebijakan khusus itu, misalnya pemangkasan pajak penghasilan (PPh) 21 bagi karyawan, diskon tarif listrik, hingga fasilitasi promosi event internasional,” kata Bhima dikutip dari Antara.

    Menurutnya efisiensi anggaran MICE dapat berdampak negatif ke sektor tersebut yang sebagian besar pelaku usaha MICE mengandalkan pendapatan dari event pemerintah.

    “Bahkan, setelah pandemi Covidd-19, kondisi pendapatan dari sektor MICE belum sepenuhnya pulih. Khawatir ada risiko PHK di sektor jasa akomodasi dan makan minum imbas efisiensi belanja pemerintah,” ujar Bhima.

    Dampak ekonomi paling kentara dari berkurangnya pendapatan sektor MICE di antaranya potensi kehilangan lapangan kerja mencapai 104.000 orang, sedangkan dari sisi PDB, potensi MICE terancam hingga Rp 103,9 triliun.

  • Serangan BYD ke Kandang Tesla, Kita Harus Bagaimana?

    Serangan BYD ke Kandang Tesla, Kita Harus Bagaimana?

    Jakarta

    Apa yang akan terjadi kalau BYD tidak dikenai tarif oleh pemerintah Amerika Serikat dan mobil China bebas masuk ke Amerika Serikat tanpa tarif? Kira-kira hal yang dialami oleh Chat GPT di Apple Store dan Play Store yang digusur oleh Deepseek akan dialami oleh Tesla. Posisinya akan tergantikan oleh produk yang lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah bagus. (lihat gambar 1)

    Deepseek menempati peringkat 1 aplikasi gratis mengalahkan ChatGPT di AppStore dan Google Play. Foto: Istimewa

    Sebenarnya kemenangan Asisten AI Deepseek terhadap ChatGPT bukan kemenangan China terhadap Amerika, tetapi ini adalah kemenangan Open Source terhadap close source atau propietary.

    Pengembang Deepseek mendapatkan manfaat dari open research dan open source seperti PyTorch dan Llama dalam membangun aplikasinya. Mereka mendapatkan ide baru dan membangun ide itu pada fondasi yang disediakan oleh opensource.

    Dan hasil kerja mereka dipublikasikan secara opensource sehingga siapa saja bisa mendapatkan manfaat dari aplikasi yang mereka kembangkan, setiap orang bisa memiliki server AI sendiri seperti Deepseek dimana hal tersebut sebelumnya tidak dimungkinkan jika anda menggunakan ChatGPT.

    Deepseek adalah juaranya?

    Apakah Deepseek akan menjadi pemenang dan mengalahkan saingannya seperti Chat GPT, Gemini, Llama dan platform AI lainnya seperti yang terjadi saat ini?
    Masih terlalu pagi untuk menentukan pemenang. Namun yang jelas Deepseek sudah melakukan start yang luar biasa dan mengalahkan pesaing besar dengan dana dan sumberdaya hampir tidak terbatas.

    Mengalahkan raksasa Silicon Valley sekelas Google, Meta (Facebook, Instagram dan Whatsapp), Amazon dan Microsoft juga bukan hal yang mustahil walaupun memang bukan hal yang bisa dilakukan oleh sembarangan perusahaan. Namun terbukti hal ini bisa dilakukan oleh perusahaan China.

    Lihat saja Tiktok yang mampu bersaing dengan Instagram, Alibaba yang menjadi tuan rumah di China mengalahkan Amazon atau Tencent yang secara notabene menjadi raja game di dunia. Semua ini bisa terwujud karena adanya keuletan, kompetisi yang luar biasa ketat dan dukungan yang tepat dari pemerintah China.

    Satu hal yang jelas diperlihatkan oleh Deepseek adalah pendekatan pengembangan AI oleh perusahaan rintisan Amerika yang sangat haus prosesor dan daya listrik dan mengakibatkan biaya yang luar biasa besar ternyata terbukti tidak efisien dan sangat mahal. Dengan biaya sekitar 4 % dari yang dikeluarkan oleh Open AI, Deepseek mampu memberikan layanan Asisten AI yang setara dengan yang diberikan oleh Open AI.

    Hal inilah yang menyebabkan rontoknya harga saham-saham magnificent 7 alias 7 perusahaan IT terbesar di dunia karena mereka telah mengeluarkan biaya yang luar biasa besar untuk pengembangan AI yang ternyata sangat tidak efisien.

    Apa yang harus dilakukan Indonesia?

    Lalu, sebagai pengguna awam. Apakah kita perlu beralih dari ChatGPT dan ramai-ramai menggunakan Deepseek ? Apakah perlu memilih paket berbayar dalam menggunakan Asisten AI?

    Pada dasarnya, Asisten AI adalah aplikasi untuk membantu meningkatkan produktivitas. Deepseek dan ChatGPT memberikan layanan gratis bagi pengguna awam dengan batas penggunaan tertentu dan lebih dari cukup jika digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa perlu membayar. Malah dengan adanya Deepseek ini, ketika batas penggunaan salah satu Asisten AI melebihi kuota, maka kita jadi memiliki kuota tambahan dari layanan Asisten AI lain dan hal ini tentunya menguntungkan bagi kita sebagai konsumen.

    Sejauh masih bisa dipakai, ChatGPT 3.5 untuk keperluan sehari-hari lebih dari cukup. Tidak ada alasan berpindah dari ChatGPT ke Deepseek, justru dengan adanya Deepseek memberikan lebih banyak kesempatan menggunakan AI Chatbot secara gratis, dimana kalau kuota token pada salah satu chatbot habis atau mengalami gangguan, kita bisa menggunakan chatbot lain.

    Namun jika anda membutuhkan Asisten AI yang lebih canggih, bisa mengupload dokumen, lebih cepat atau keperluan bisnis yang mengharuskan anda menggunakan AI berbayar anda bisa mempertimbangkan menggunakan Asisten AI berbayar dan menggunakan API Application Programming Interface untuk proses otomasi.

    Bahaya keamanan data

    Lalu ada issue yang dikembangkan mengenai keamanan data pengguna Deepseek yang servernya berada di China. Apakah kita perlu khawatir akan hal ini ? Sebenarnya kekhawatiran ini agak aneh, mengapa ketika menggunakan ChatGPT, Google Maps, Instagram dan WhatsApp tidak pernah ditanyakan keamanan data pengguna ? Servernya juga bukan di Indonesia dan datanya berada di bawah penguasaan perusahaan Amerika dan pemerintah Amerika setiap saat bisa meminta akses data tersebut.

    Apakah kalau data dibawa ke Amerika lebih tidak bahaya daripada dibawa ke China ? Harusnya secara logika yah bahayanya sama. Malah pengguna Deepseek di Amerika harus lebih khawatir daripada pengguna di Indonesia, tetapi kok Deepseek tetap menjadi aplikasi nomor 1 di AppStore dan Play Store di Amerika ?

    Jadi rasanya agak berlebihan kalau kita sebagai pengguna menghindari menggunakan Deepseek hanya karena servernya dihosting di China. Sebagai informasi, ketika anda menggunakan produk China seperti HP China, mobil listrik China, Drone China, IoT China datanya juga banyak yang disimpan di server China.

    Data yang didapatkan oleh Deepseek tidak lebih banyak daripada data aplikasi populer yang sering kita gunakan. Data aplikasi lain itu jauh lebih banyak yg diambil seperti data lokasi, kebiasaan membuka aplikasi (kapan buka, kapan aktif), minat pengguna pada bidang apa saja, sedang search apa saja, sering kemana saja, siapa saja temannya atau konten apa saja yg paling sering diakses.

    Jika ingin dikhawatirkan, data itu yg lebih perlu dikhawatirkan dan bukan data chatbot dengan Asisten AI. Sebaliknya, kalau gara² kekhawatiran berlebihan ini kita jadi ketakutan menggunakan AI, kita (Indonesia) akan rugi besar. Indonesia ini sudah tertinggal jauh dalam perlombaan pengembangan aplikasi AI dan implementasi AI. Sementara negara lain sudah melaju kencang dengan AI, kita malah ketakutan sendiri dengan AI dan kita tidak memanfaatkan AI dengan optimal untuk kepentingan kita.

    Justru dengan adanya Asisten AI Open Source ini, hal ini merupakan kesempatan emas bagi kita di Indonesia untuk segera mengejar ketertinggalan. Semua orang berlomba2 mengupdate dirinya dengan AI dan membiasakan diri menggunakannya, tetapi dengan mengetahui batas dan kelemahan AI.

    Jadi jangan dipercaya 100 % karena tidak ada jaminan informasi yang dihasilkan oleh AI 100 % akurat. Anda sebagai pengguna yang harus bijak dalam memilah, menyerap dan menggunakan informasi.

    (fyk/fyk)

  • Apa Itu Subsidi Energi dan Nonenergi? Ini Penjelasan serta Perbedaannya

    Apa Itu Subsidi Energi dan Nonenergi? Ini Penjelasan serta Perbedaannya

    Jakarta, Beritasatu.com – Subsidi adalah bantuan finansial yang diberikan oleh pemerintah kepada individu, kelompok, atau sektor tertentu dengan tujuan meringankan beban biaya dan menjaga stabilitas ekonomi.

    Di Indonesia, subsidi dibagi menjadi dua kategori utama, yakni subsidi energi dan subsidi nonenergi. Masing-masing memiliki peran dan mekanisme yang berbeda dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

    Lantas, sebenarnya apa itu subsidi energi dan subsidi nonenergi? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut penjelasan, jenis-jenis dan perbedaanya.

    Subsidi Energi

    Subsidi energi adalah bantuan yang diberikan pemerintah untuk menurunkan harga energi bagi konsumen. Tujuannya adalah memastikan akses energi yang terjangkau bagi masyarakat luas. Subsidi energi meliputi:

    Bahan bakar minyak (BBM): Pemerintah memberikan subsidi pada jenis BBM tertentu, seperti solar, agar harga yang dibayar oleh konsumen lebih rendah dari harga pasar.Listrik: Subsidi diberikan pada tarif listrik, terutama untuk pelanggan rumah tangga dengan daya rendah (450 VA dan 900 VA), guna membantu kelompok masyarakat miskin mengakses listrik dengan biaya terjangkau.Liquefied Petroleum Gas (LPG): LPG subsidi, khususnya tabung 3 kilogram, diberikan kepada rumah tangga miskin dan usaha mikro untuk kebutuhan energi rumah tangga dan usaha kecil.Subsidi Nonenergi

    Subsidi nonenergi adalah bantuan yang diberikan pemerintah di luar sektor energi, dengan tujuan mendukung sektor-sektor lain yang vital bagi masyarakat. Subsidi nonenergi terdiri dari:

    Subsidi pangan: Subsidi ini diberikan untuk menjaga harga kebutuhan pokok, seperti beras, tetap terjangkau. Misalnya, program beras sejahtera (rastra) yang kemudian diubah menjadi bantuan pangan nontunai (BPNT).Subsidi pupuk: Pemerintah memberikan subsidi pada harga pupuk untuk mendukung sektor pertanian, sehingga petani dapat memperoleh pupuk dengan harga lebih murah, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.Subsidi pajak: Bantuan berupa pengurangan atau pembebasan pajak tertentu guna meringankan beban masyarakat atau sektor usaha tertentu. Termasuk dalam subsidi ini adalah Subsidi Pajak DTP.Subsidi PSO (Public Service Obligation): Pemerintah memberikan subsidi kepada sektor tertentu, seperti transportasi publik, untuk memastikan layanan tersebut tetap dapat diakses oleh masyarakat dengan harga terjangkau.Subsidi bunga kredit program: Pemerintah memberikan subsidi pada bunga kredit tertentu untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pertanian dan perikanan.Perbedaan antara Subsidi Energi dan Nonenergi

    Perbedaan utama antara subsidi energi dan nonenergi terletak pada sektor yang menerima bantuan dan tujuan spesifiknya. Subsidi energi fokus pada sektor energi dengan tujuan memastikan akses energi yang terjangkau bagi masyarakat.

    Sementara itu, subsidi nonenergi mencakup berbagai sektor lain seperti pangan dan pertanian, dengan tujuan mendukung stabilitas harga dan ketersediaan barang serta jasa penting bagi masyarakat.

    Dengan memahami perbedaan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menyadari peran dan manfaat dari subsidi energi maupun subsidi nonenergi dalam kehidupan sehari-hari.

  • PGAS Bersama Aerotrans Perluas Penggunaan Bahan Bakar Gas

    PGAS Bersama Aerotrans Perluas Penggunaan Bahan Bakar Gas

    JakartaFORTUNE – Sebagai bukti atas komitmennya mendorong transisi energi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN menggandeng PT Aerotrans Services Indonesia bekerja sama dalam menghadirkan solusi bahan bakar gas (BBG) bagi kendaraan operasional Aerotrans. Itu ditujukan demi meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi emisi karbon.

    Dalam kolaborasi ini, PGN akan menyediakan infrastruktur pendukung, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk memastikan akses yang lebih mudah bagi kendaraan Aerotrans.

    Di samping itu, PGN juga akan mengimplementasikan teknologi konversi yang memungkinkan kendaraan berbasis BBM beralih ke BBG secara aman dan efisien.

    “Kerja sama pemanfaatan gas bumi ini untuk menunjang efisiensi dan ekosistem energi hijau di Aerotrans. Kami siap memberikan solusi yang bermanfaat terkait pemanfaatan BBG, sejalan dengan arah strategi PGN dalam memperluas utilisasi gas bumi sektor transportasi,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari, dalam keterangannya yang dikutip Jumat (7/2).

    Sementara itu, Direktur PT Aerotrans Services Indonesia, Kadek Bayu Temaja, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah nyata dalam menghadirkan solusi energi yang lebih ramah lingkungan pada sektor transportasi.

    “Kami mengelola lebih dari 800 kendaraan yang tersebar di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Kolaborasi dengan PGN berpotensi untuk menggarap bersama pemanfaatan gas bumi untuk bahan bakar kendaraan yang lebih hijau,” katanya.

    Perusahaan Gas Negara meyakini kerja sama ini turut membuka peluang pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan energi yang lebih luas. Dengan demikian, kedua perusahaan ke depannya akan menjajaki kerja sama lain dalam mengembangkan infrastruktur energi terintegrasi, seperti pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), charging station untuk kendaraan listrik, serta fasilitas distribusi BBG guna mendukung kebutuhan energi Aerotrans pada masa mendatang.

    “Dengan pengalaman dan jaringan infrastruktur gas bumi yang telah teruji, PGN optimistis dapat terus menghadirkan solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi sektor transportasi nasional,” ujar Rosa.

  • Dampak Pemangkasan Anggaran 2025, Apakah Produktif atau Kontraproduktif?

    Dampak Pemangkasan Anggaran 2025, Apakah Produktif atau Kontraproduktif?

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemangkasan anggaran Rp 306,69 triliun dari APBN 2025 untuk membiayai program-program prioritas yang dijanjikannya saat kampanye Pilpres 2024. Apa dampaknya?

    Prabowo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Menindaklanjuti Inpres itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan surat nomor S-37/MK.02/2025 tentang Efisiensi Belanja Kementerian/Lembaga dalam Pelaksanaan APBN 2025.

    Berdasarkan Inpres itu, Prabowo meminta penghematan anggaran sampai Rp 306,69 triliun. Belanja kementerian/lembaga (K/L) dipangkas sampai Rp256,1 triliun dan dana transfer ke daerah juga dipotong Rp 50,59 triliun.

    Anggaran yang dipangkas Prabowo itu kemudian dialokasikan, di antaranya untuk pembiayaan program makan bergizi gratis yang ditingkatkan menjadi Rp171 triliun dari sebelumnya hanya Rp 71 triliun.

    Penambahan anggaran untuk program andalan Prabowo itu untuk memperluas jangkauan penerima manfaat dari 17,5 juta anak menjadi sekitar 83 juta orang pada 2025. 

    Selain untuk makan bergizi gratis, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk program strategis lain seperti perbaikan rumah sakit, klinik, pelayanan kesehatan untuk masyarakat, sekolah, pesantren, pengembangan infrastruktur transportasi, energi, bantuan sosial, subsidi, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemberdayaan masyarakat.

    Penghematan anggaran dilakukan Prabowo tak terlepas dari kondisi APBN 2024 yang tekor sampai Rp 507,8 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) dan kegagalan pemerintah mendapatkan sumber penghasilan baru untuk meningkatkan pendapatan negara.

    Pemerintah sempat berencana menaikkan pajak penghasilan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12%, namun ditentang banyak pihak. Akhirnya, Prabowo memutuskan PPN 12% hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah.

    Dampak Efisiensi Anggaran
    Meskipun pemangkasan anggaran ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengalihkan dana ke program prioritas, beberapa ekonom mengingatkan dampak yang dapat ditimbulkan bagi perekonomian, seperti penurunan daya beli masyarakat, ketidakpastian investasi publik, hingga kesulitan terbuka lapangan kerja baru.

    Dampak penurunan daya masyarakat langsung terasa pada Januari 2025 dengan terjadinya deflasi sebesar 0,76%, seperti dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (3/2/2025).

    Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kelompok penyumbang deflasi terbesar bulan lalu, adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 9,16%. Kelompok ini memberi andil deflasi 1,44%.

    “Komoditas yang dominan menjadi pendorong deflasi kelompok ini adalah tarif listrik yang andilnya terhadap deflasi sebesar 1,47%,” tutur Amalia.

    Selanjutnya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,08% dan memberikan andil deflasi 0,01%. Sedangkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 1,94%, dan memberikan andil inflasi 0,56%.

    Infografik pemangkasan anggaran 2025. – (Investor Daily/Felicia Karen Agatha Handjojo)

    Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro langsung merespons kekhawatiran pelemahan konsumsi masyarakat yang ditandai dengan deflasi. Menurut dia, deflasi harus ditilik lebih lanjut penyebabnya.

    “Kalau sumber atasnya itu berasal dari inflasi inti atau core inflation, kita patut concern karena itu ada pelemahan dari kegiatan konsumsi masyarakat,” kata Bambang dikutip dari Antara.

    Jajaran pemerintah tingkat pusat hingga daerah kini mulai putar otak bekerja dengan anggaran yang dipangkas sana-sini.

    Kementerian Pekerjaan Umum (PU) misalnya terkena terkena pemangkasan Rp 81,38 triliun, sehingga tersisa Rp 29,57 dari anggaran sebelumnya Rp 110,95 triliun. Akibatnya, banyak kegiatan harus dibatalkan.

    Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan dampak dari efisiensi tersebut adalah terjadi 10 perubahan pola kerja di kementeriannya. Pertama, antaranya pembatalan kegiatan fisik single year contract baru dan multi year contract baru yang bersumber dari rupiah murni.

    “Dua, pembatalan pembelian alat berat, kami sekarang hanya mengoptimalisasikan alat berat yang ada,” ujar Dody di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025).

    Ketiga, penggunaan dana tanggap darurat lebih efektif dan efisien. Keempat, pembatasan perjalanan dinas di dalam maupun luar negeri. Kelima, mengurangi belanja ATK.

    Keenam, meniadakan semua kegiatan seremonial. Ketujuh, pelaksanaan rapat kerja, rapat koordinasi hingga sosialisasi bakal dilakukan secara online. Kedelapan, meniadakan belanja kehumasan tidak prioritas, seperti percetakan banner, spanduk, seminar kit, dan sebagainya. Kesembilan, efisiensi belanja operasional, baik layanan perkantoran, pembelian dan perawatan, sewa kendaraan, dan sebagainya. 

    Kesepuluh, efisiensi belanja nonoperasional yang mengikuti honor kegiatan, dasar konsultan, kajian analisis, dan sebagainya.

    Anggaran belanja Kemkomdigi juga dipangkas sebesar Rp 4,49 triliun dari pagu Rp7,73 triliun. Menkomdigi Meutya Hafid menerapkan beberapa strategi efisiensi, di antaranya memprioritaskan program digitalisasi yang berdampak langsung pada masyarakat, melakukan refokus anggaran, dan meninjau ulang program kerja yang sudah ada. 

    Selain itu, Kemkomdigi juga mencari celah penghematan dengan pola kemitraan baru dan mengimplementasikan program kerja berdasarkan prinsip kerja sama dan kolaborasi.

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan anggaran kementeriannya disunat Rp 3,66 triliun dari Rp 5,2 triliun, namun ia masih optimistis program 3 juta rumah yang dicanangkan Prabowo tetap berjalan dengan cara kolaborasi, misalnya lewat program corporate social responsibility (CSR) perusahaan dan mengoptimalkan kucuran dana investasi swasta.

    Investor dari Uni Emirat Arab dan Qatar diklaim akan membangun 1 juta rumah di Indonesia.

    Komisi Yudisial telah membatalkan seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc HAM di Mahkamah Agung akibat pemotongan anggaran sebesar 54,35%. 

    “Sesuai undang-undang, KY harus mengumumkan seleksi dalam 15 hari kerja sejak menerima surat dari MA pada 16 Januari 2025. Namun, karena efisiensi anggaran, seleksi tidak bisa dilaksanakan,” ujar Menurut Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY M Taufiq HZ dalam konferensi pers daring, Jumat (7/2/2025).

    Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Akhmad Akbar Susamto mengatakan pemangkasan anggaran, terutama jika dilakukan di sektor-sektor produktif, seperti infrastruktur pokok, pendidikan, dan kesehatan, dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

    “Sektor-sektor ini memiliki efek multiplikatif yang signifikan terhadap perekonomian. Jika pemotongan anggaran tidak dilakukan secara selektif, maka dapat berdampak negatif pada investasi publik, penciptaan lapangan kerja, dan produktivitas tenaga kerja,” katanya dikutip dari laman resmi UGM.

    Selain itu juga berdampak pada stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat juga dirasakan. 

    Akbar mengingatkan pemerintah agar tidak memangkas anggaran program yang berkaitan dengan perlindungan sosial, subsidi, atau bantuan bagi kelompok rentan. 

    “Jika pemotongan anggaran terlalu agresif di sektor ini, maka daya beli masyarakat dapat menurun, yang pada akhirnya mengurangi konsumsi domestik dan memperlambat pemulihan ekonomi,” tuturnya.