Topik: Banjir

  • Ziva Magnolya Klarifikasi Isu Rumah Terendam Banjir

    Ziva Magnolya Klarifikasi Isu Rumah Terendam Banjir

    Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Ziva Magnolya menanggapi kabar yang menyebutkan rumahnya mengalami kebanjiran. Dalam klarifikasinya di media sosial (medsos), Ziva memastikan kediamannya tidak terdampak banjir.

    Sebelumnya, Ziva Magnolya memang mengunggah beberapa foto di akun medsos miliknya yang menunjukkan dirinya sedang membersihkan rumah yang terkena dampak banjir akibat hujan deras yang melanda kawasan Jabodetabek.

    “Semangat sobat banjir,” tulisnya pada Rabu (5/3/2025).

    Di unggahan berikutnya, Ziva terlihat sibuk membuang sisa lumpur bekas banjir. Dengan mengenakan pakaian serbahitam, Ziva terlihat bekerja keras membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir.

    Pada foto selanjutnya, barang-barang di dalam rumah tersebut tampak terendam lumpur, mulai dari perabotan hingga motor yang terlapisi tanah bekas banjir. Bahkan, bekas banjir yang menempel di tembok rumah pun terlihat jelas.

    Namun, untuk menghindari kekhawatiran para penggemarnya, Ziva Magnolya kemudian memberikan penjelasan terkait isu tersebut.

    “Btw rumahku puji Tuhan jauh dari banjir ya giis,” ucapnya.

    Ziva Magnolya memastikan rumah yang dibersihkan olehnya merupakan kediaman yang sudah dianggap seperti keluarganya sendiri.

    “Rumah yang terkena banjir itu rumah itak, namun kan rumah itak juga rumah bersama ya. Jadi, aku happy-happy saja membantu-bantu,” tutup Ziva Magnolya yang buka suara soal rumah yang terkena dampak banjir tersebut.

  • Ini Profil dan Tampang Wiwiek Hargono, Istri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto – Halaman all

    Ini Profil dan Tampang Wiwiek Hargono, Istri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Nama Wiwiek Hargono viral dan menjadi trending di media sosial.

    Hal ini setelah Wiwiek Hargono kedapatan menginap di hotel di tengah bencana banjir menerjang Bekasi, Jawa Barat.

    Video Wiwiek mengungsi ke hotel itu viral di media sosial.

    Salah satu di antaranya dibagikan akun X pada Rabu (5/3/2025).

    Profil

    Wiwiek Hargono adalah seorang wanita berkacamata.

    Dia memakai jilbab. 

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, Wiwiek Hargono adalah seorang wanita kelahiran 19 Februari 1974.

    Dia merupakan ibu dari tiga anak.

    Pasangan suami-istri Tri Adhianto memiliki tiga orang anak.

    Pada 1997, Wiwiek Hargono mengawali karier di industri pelayaran.

    Wiwiek dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi di Kota Bekasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Jabar Bergerak Kota Bekasi, sebuah posisi yang menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi pada pembangunan sosial di daerah tersebut.

    Selain itu, Wiwiek juga memimpin Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bekasi untuk periode 2022-2026. Ia berperan penting dalam memajukan olahraga rekreasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan fisik.

    Di sisi lain, Wiwiek Hargono juga aktif dalam bidang keagamaan dengan menjabat sebagai Ketua Majelis Ta’lim Nurul Fathia.

    Dalam peran ini, ia turut memimpin kegiatan keagamaan yang memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.

    Tak hanya itu, Wiwiek juga menunjukkan bakatnya di dunia seni dengan menciptakan berbagai lagu.

    Beberapa karyanya, seperti Kota Bekasi Keren, Sahabat Sejati, dan Wahai Jiwa, telah memperkaya dunia musik dan menjadi lagu-lagu yang dikenal banyak orang.

    Wiwiek Hargono memang menjadi sosok yang penuh dedikasi dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, agama, maupun seni.

    Pengakuan Wali Kota Bekasi

    Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan soal video istrinya menginap di hotel saat banjir melanda Bekasi.

    Menurut dia, upaya mengungsikan keluarga itu karena tempat tinggal di Kemang Pratama terendam banjir.

    Hal itu diungkap di Kantor BPBD Jatiasih, Kota Bekasi pada Rabu (5/3/2025).

    “Saya selamatkan dulu anak dan isti,” ujarnya.

    Di awal dia sudah memperkirakan tempat tinggalnya akan tenggelam

    “Nah, kalau saya bertahan di dalam berarti saya tidak bisa keluar,” ujarnya.

    Sebelum banjir, dia mengaku sudah menginformasikan warga sekitar. 

    Sementara keluarga diungsikan ke hotel, dia memantau warga-warga yang terdampak banjir di Bekasi.

    “Kalau saya nanti di dalam rumah, keluarga juga nanyain saya, Pak Walinya ke mana? Oh ada di dalam rumah,” ujarnya.

    Dia membantah memilih mengungsi di hotel mewah.

  • Wali Kota Bekasi dan Istri Tidur di Hotel saat Warganya Kebanjiran, Tri Adhianto: Cuma Sementara

    Wali Kota Bekasi dan Istri Tidur di Hotel saat Warganya Kebanjiran, Tri Adhianto: Cuma Sementara

    TRIBUNJATIM.COM – Kondisi Bekasi dikepung banjir menjadi sorotan publik belakangan ini.

    Namun di tengah kondisi banjir itu, Wali Kota Bekasi bersama istrinya justru terekam menginap di hotel berbintang di Bekasi.

    Video yang menunjukkan istri Wali Kota Bekasi yakni Wiwiek Hargono menginap di hotel viral di media sosial.

    Sebab, Wali Kota Bekasi dan sang istri menginap di hotel saat sebagian warganya mengungsi karena banjir menggenang hingga atap rumah.

    Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengonfirmasi ia dan sang istri memang menginap di hotel, tetapi dengan alasan agar lokasinya lebih strategis.

    “Iya benar menginap di hotel karena lokasi strategis,” ujar Tri kepada Kompas.com saat berada di Perumahan Pondok Gede Permai, Rabu (5/3/2025).

    Menurutnya, lokasi hotel yang dipilih memudahkan dirinya untuk meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir.

    Tri juga menegaskan ia tidak menetap lama di hotel dan hanya menggunakannya sebagai tempat beristirahat sementara.

    “Karena istri saya saja jam 04.00 WIB sudah bantu-bantu masak buat makanan korban banjir. Jadi, saya enggak stay selamanya di hotel,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Tri menyampaikan, ia dan istrinya telah meninggalkan hotel sejak pagi hari untuk turun ke lapangan membantu korban banjir.

    “Lalu, saya dan istri jam 06.00 WIB sudah meninggalkan hotel,” katanya.

    Tri juga menegaskan keputusan menginap di hotel bukan untuk kepentingan pribadi.

    Wali Kota Bekasi terpilih Tri Adhianto akan mempersiapkan fisik yang kuat untuk pelantikan kepala daerah, Kamis (20/2/2025). (Rachel Farahdiba R)

    Melainkan sebagai solusi praktis untuk memastikan dirinya tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik di tengah kondisi darurat.

    “Hotel cuma sementara, buat tidur doang,” tegasnya.

    Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan istri Tri Adhianto berada di hotel beredar luas di media sosial.

    Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @rakyatbekasi.com, menunjukkan Tri dan keluarganya di sebuah hotel saat banjir Bekasi melanda.

    Dalam video itu, terdengar seorang perempuan mengatakan, “Wali kota kita rumahnya kebanjiran gaes. Jadi nginepnya di Horison”.

    Keputusan Tri dan istrinya untuk menginap di hotel saat banjir ini memicu beragam reaksi dari warganet.

    Beberapa warganet mempertanyakan pilihan tersebut.

    Sementara itu, sebagian warganet menilai selama Wali Kota Bekasi itu tetap aktif dalam penanganan banjir, keputusannya menginap di hotel tidak menjadi masalah.

    Sementara itu, bencana banjir yang melanda Kota Bekasi turut merendam pusat perbelanjaan Giant Mega Bekasi Mall hingga ketinggian air mencapai 1,5 meter yang memenuhi lantai dasar. 

    Saat banjir melanda, sejumlah karyawan dan pemilik toko sedang bersiap memulai aktivitas di mal tersebut.

    Seketika mereka buyar saat air tiba-tiba masuk begitu deras hingga merendam seluruh lantai dasar gedung.

    Pemilik toko pakaian di Giant Mega Bekasi Mall, Fani menceritakan, awalnya tidak ada yang menyangka jika banjir akan masuk ke dalam gedung.

    “Karena ngiranya siangan surut, ternyata makin naik jebol masuk,” ungkap Fani, Selasa (4/3/2025), melansir Tribun Jakarta.

    Pagi itu, Fani mendapat kabar bahwa ketinggian air di Kali Bekasi belum sampai melebihi tanggul.

    Sementara lokasi Giant Mega Bekasi memang terletak di bantaran sungai terbesar di wilayah setempat. 

    “Jadi tadi pagi saya sudah di-WA kalau di kalinya sudah naik, tapi belum masuk ke mal,” kata dia.

    Sejumlah karyawan dan pemilik toko pun memulai aktivitas.

    Fani sendiri datang sekitar pukul 08.30 WIB, dan belum ada tanda-tanda air akan masuk ke dalam mal. 

    “Intinya lagi pada siap-siap mau buka, karena ngiranya aman enggak sampai masuk banjirnya,” tutur Fani. 

    Sekitar pukul 09.30 WIB, seluruh karyawan dan pemilik toko dikagetkan dengan air yang tiba-tiba masuk dengan cepat ke dalam mal. 

    “Jam 9 lewat, tahu-tahu deras masuknya, dalam waktu setengah jam, air masuk langsung tinggi, air langsung masuk gitu aja,” ucapnya. 

    Fani yang menjadi korban banjir di Mega Bekasi Mall itu pun harus menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

    Dari sekian banyak stok dagangan hanya sedikit yang bisa diselamatkan. 

    Fani hanya bisa pasrah, dia berusaha menyelamatkan barang sebanyak yang dia bisa. karena air sudah kadung memenuhi seisi gedung lantai dasar.

    “Saya jualan pakaian, barang enggak bisa diselamatkan hanya dua karung, dari sebetis saya angkutin, tiba-tiba udah sedada takut kebawa arus,” papar Fani.

    Bagi pengusaha pakaian seperti Fani, Lebaran merupakan momen penting.

    Pasalnya daya beli masyarakat yang meningkat jadi kesempatan mendulang omzet berlipat. 

    Hal ini tentu dibarengi dengan modal usaha yang harus ditingkatkan.

    Maka dari itu, Fani berani stok barang demi memenuhi daya beli masyarakat di momen Lebaran.

    Namun harapan tak sesuai kenyataan, Fani mengaku mengalami kerugian mencapai ratusan juta karena banyak barang dagangannya yang tak bisa diselamatkan.

    “Ada seratus juta (kerugian), cuma dua karung yang bisa diangkat karena masih di ball plastik, kalau yang dipajang udah enggak bisa, udah terlalu basah,” beber dia. 

    Fani sendiri merupakan pedagang baru di Mega Bekasi Mall, dia menyewa kios bazar di lantai dasar sejak Desember 2024 lalu. 

    Sebelumnya, dia memiliki toko di daerah Jakarta dan baru kali ini mendapat cobaan berat dagangannya habis terendam banjir. 

    “Baru pertama kali dagang seumur hidup baru pertama kali kena banjir gini udah syok, udah nangis, bingung mau ngangkat apa lagi karena udah kerendam,” jelas dia.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • Motor-motor Ini Jadi Korban Banjir di Bekasi

    Motor-motor Ini Jadi Korban Banjir di Bekasi

    Motor-motor Ini Jadi Korban Banjir di Bekasi

  • Polisi berikan layanan kesehatan untuk warga terdampak banjir di Depok

    Polisi berikan layanan kesehatan untuk warga terdampak banjir di Depok

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Resor Metro Depok memberikan layanan kesehatan untuk warga yang terdampak banjir Kali Ciliwung di wilayah Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.

    “Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesehatan warga yang terdampak bencana banjir dan membantu mereka yang membutuhkan perawatan medis,” kata Kasi Dokkes Polres Metro Depok, AKP Lindar Wati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

    Lindar bersama dengan anggota Dokkes lainnya memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga yang menderita akibat dampak banjir, seperti penyakit kulit, gangguan pernapasan, serta masalah kesehatan lainnya yang biasa muncul pascabencana.

    Kegiatan itu juga merupakan bagian dari upaya Polres Metro Depok dalam mendukung pemulihan pascabencana, terutama dalam bidang kesehatan.

    “Kami hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terkena dampak banjir. Banyak warga yang mengeluhkan sakit akibat lingkungan yang tergenang banjir, dan kami berusaha semaksimal mungkin memberikan bantuan medis,” katanya.

    Selain itu, tim medis juga memberikan penyuluhan kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan pasca banjir untuk mencegah penyakit.

    “Para petugas juga membagikan obat-obatan gratis yang dibutuhkan oleh warga untuk perawatan kesehatan mereka,” katanya.

    Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir serta mendukung pemulihan kesehatan warga yang terdampak bencana.

    “Polres Metro Depok berkomitmen untuk terus memberikan bantuan dan mendukung pemulihan pascabencana, dengan selalu mendahulukan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan,” kata Lindar.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Endang Bertahan di Lantai Dua Rumah Saat Banjir Melanda Kampung Melayu, Santap Sahur Dikirim Adik – Halaman all

    Endang Bertahan di Lantai Dua Rumah Saat Banjir Melanda Kampung Melayu, Santap Sahur Dikirim Adik – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Endang Sudarningsih bersama keluarganya memilih bertahan di lantai dua rumahnya sejak banjir menerjang permukiman warga di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur pada Senin (3/3/2025).

    Endang dan keluarganya pun terpaksa harus melalui prosesi sahur tidak seperti biasanya. Mengingat dapur tempatnya biasa meracik makanan tidak berfungsi karena kebanjiran. 

    Beruntung, Endang punya keluarga yang rumahnya tidak terdampak banjir.

    Mereka jadi bala bantuan bagi sumber santap sahur Endang, suami, dan anak semata wayangnya. 

    “Dapat ransum dari adik. Waktu (hari) pertama, (banjir) masih cetek, (suami) langsung ambil,” ujar Endang saat diwawancarai di rumahnya, Rabu (5/3/2025). 

    Berbeda dengan Endang, beberapa warga lainnya memilih untuk tinggal di pengungsian.

    Sekolah dasar dan menengah terdekat dari kawasan banjir disulap jadi suaka. 

    Umiana (70), terpaksa menggunakan bantuan nasi kotak yang diberikan untuk korban banjir sebagai santap sahurnya.

    Ia bersama anak dan cucunya mengungsi di SD 02 Kampung Melayu sejak Senin malam. 

    Namun, begitu Umianah berharap lebih banyak bantuan kebutuhan sekunder untuknya dan juga warga yang masih mengungsi. 

    “Selimut, obat-obatan,” ujarnya. 

    Sejak Rabu subuh, air berangsur-angsur surut di kompleks kediaman Endang dan Umiana.

    Sedari pagi sejumlah petugas dan warga melakukan pembersihan. 

    Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir.

    Proses pembersihan menggunakan pompa untuk menyemprot endapan lumpur dan sampah.

    Air yang digunakan langsung bersumber dari Kali Ciliwung itu sendiri. 

    Pihak dari Sumber Daya Air (SDA) Jatinegara mengatakan mereka menurunkan 15 hingga 20 personel untuk proses pembersihan.

  • Pakai Boots Oranye, Gibran Pantau Lokasi Banjir di Bekasi

    Pakai Boots Oranye, Gibran Pantau Lokasi Banjir di Bekasi

    Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi banjir dan pos pengungsian banjir di Perum Pondok Gede Permai, Jatirasa, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (5/3/2025). 

    Wapres Gibran terlihat mengenakan kemeja putih, celana bahan hitam dan sepatu boots warna oranye. Gibran didampingi Kepala BNPB, Kepala Basarnas dan Wali Kota Bekasi saat meninjau rumah yang terdampak banjir.

    Ketika tiba di lokasi banjir, Gibran langsung berkeliling mengecek satu per satu kondisi rumah warga yang terdampak banjir, meski ruas jalan perumahan Pondok Gede Permai Bekasi masih penuh dengan lumpur sisa banjir semalam.

    Gibran memastikan bahwa pemerintah akan memprioritaskan evakuasi keluarga korban banjir dengan cara mengirimkan logistik, obat-obatan dan operasional dapur umum.

    “Jadi ini semua harus dipastikan berjalan optimal,” tuturnya di Jakarta, Rabu (5/3).

    Terlebih, kata Gibran, bencana banjir kali ini terjadi bertepatan dengan bulan Ramadan, di mana umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa. 

    “Untuk itu, kebutuhan makanan dan layanan kesehatan bagi pengungsi harus benar-benar diperhatikan,” katanya. 

  • Sekjen Amnesty International temui Pramono bahas soal isu HAM

    Sekjen Amnesty International temui Pramono bahas soal isu HAM

    Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Amnesty International Agnes Callamard menemui Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu, untuk membahas beberapa hal terkait isu hak asasi manusia (HAM).

    “Dalam pertemuan itu mengangkat masalah kebebasan berekspresi di Jakarta, dan kebebasan untuk berkumpul, termasuk juga berasosiasi,” kata Agnes saat dijumpai di Balai Kota Jakarta.

    Sebab dalam beberapa laporan Amnesty International, kata Agnes, pihaknya juga menemukan banyaknya perlakuan yang eksesif terhadap para demonstran, baik itu demonstrasi dari mahasiswa, demonstrasi dari aktivis, baik itu tentang isu-isu lingkungan, atau isu-isu politik yang lainnya.

    “Dan meskipun itu tanggung jawab dari pemerintah pusat, kami tetap meminta agar Pemerintah DKI Jakarta untuk memastikan bahwa polisi atau aparat keamanan tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan, seperti yang pernah kami temukan di dalam laporan-laporan sebelumnya,” ujarnya.

    Dalam pertemuan itu juga membahas mengenai perubahan iklim di Jakarta, seperti menurunnya permukaan lahan.

    “Dalam pertemuan tadi, saya menyampaikan beberapa hal. Salah satunya adalah tentang dampak perubahan iklim bagi kehidupan manusia di Jakarta. Baik itu mengenai turunnya permukaan lahan di Jakarta, sekitar 15 cm dari bawah permukaan laut. Tapi, tadi Pak Gubernur mengklarifikasi 5 sampai 10 cm,” katanya.

    Selain itu, Agnes juga menyampaikan terkait hal lainnya, termasuk dampak dari polusi udara terhadap kehidupan masyarakat di Jakarta.

    Dia menjelaskan, ada beberapa dampak yang sangat diperhatikan, termasuk juga soal bagaimana Pemerintah Jakarta mengelola banjir.

    “Tadi Pak Pramono mengatakan memang tidak mudah, agak sulit itu untuk me-manage banjir, termasuk juga dalam konteks memelihara kualitas lingkungan. Tetapi Pak Pramono mengatakan pemeliharaan lingkungan, pengecekan atau pemantauan kualitas udara itu telah dilakukan,” kata Agnes.

    Kendati demikian, Agnes pun meminta agar Pemprov DKI Jakarta dapat membuat prakiraan kualitas udara serta pemeliharaan lingkungan agar jelas dan harus akurat.

    Kemudian terkait soal banjir, Agnes sempat mengusulkan kepada Pemerintah Jakarta tentang rencana penanaman mangrove.

    “Saya tadi menanyakan apakah Anda frustasi ketika Anda menanam mangrove, tapi pemerintah pusat justru menghancurkan mangrove dengan proyek-proyek pembangunannya. Nah dia (Pramono) hanya menjawab dengan senyuman kalau tidak salah tadi,” tuturnya.

    Amnesty International adalah organisasi nonpemerintah internasional yang berjuang untuk hak asasi manusia (HAM).

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Warga terdampak banjir diminta waspadai penyakit leptospirosis 

    Warga terdampak banjir diminta waspadai penyakit leptospirosis 

    Jakarta (ANTARA) – Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan kepada warga yang terdampak banjir di Jakarta untuk mewaspadai penyakit leptospirosis yang ditularkan melalui kotoran dan air kencing tikus.

    “Pada saat terjadi banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia dimana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut,” kata Tjandra melalui pesan teksnya yang diterima di Jakarta, Rabu.

    Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 itu berpendapat seseorang dengan luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang tercampur dengan kotoran atau urine tikus mengandung bakteri lepstopira, maka berpotensi dapat terinfeksi dan akan jatuh sakit.

    Gejala klinis leptospirosis antara lain demam di atas 38 derajat Celcius, sakit kepala, badan lemah, nyeri betis hingga kesulitan berjalan, kemerahan pada selaput putih mata), kekuningan (ikterik) pada mata dan kulit.

    Agar tak terkena penyakit tersebut, Tjandra menyarankan agar warga sebisa mungkin menekan dan menghindari adanya tikus yang berkeliaran di sekitar dengan selalu menjaga kebersihan.

    Lalu, sebaiknya hindari kontak dengan air banjir terutama jika mempunyai luka. Gunakan pelindung misalnya sepatu kalau terpaksa harus ke daerah banjir atau terkena air banjir.

    “Segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil,” ujar Tjandra.

    Selain leptospirosis, sejumlah penyakit juga perlu diwaspadai saat banjir yakni diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, baik berupa infeksi, alergi atau bentuk lain, demam tifoid, serta demam berdarah dengue (DBD).

    Menurut Tjandra, khusus di lokasi pengungsian, fasilitas dan sarana kemungkinan serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih.

    Sementara saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, terutama sumber air minum dari sumur dangkal banyak ikut tercemar.

    Hal tersebut potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

    Oleh karena itu, dia mengingatkan warga yang mengungsi untuk merebus air minum hingga mendidih, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari tumpukan sampah di sekitar, dan membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan/minum serta sehabis buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB).

    Kemudian, kondisi tempat pengungsian sementara yang cenderung padat memungkinkan penularan ISPA dan penyakit kulit lebih mudah terjadi.

    Banjir melanda Jakarta dalam tiga hari terakhir, akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi di wilayah itu sejak Minggu (2/3).

    Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Selasa (4/3) menunjukkan, banjir sudah berangsur surut, menyisakan 85 rukun tetangga (RT) yang terdampak dari sebelumnya mencapai 122 RT.

    Adapun ketinggian air banjir bervariasi. Di Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur misalnya, banjir mencapai satu sampai dua meter. Sementara di empat kelurahan Jakarta Selatan mencapai 230 sentimeter (cm).

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Remaja yang Hilang Terseret Arus Banjir Karawang Ditemukan Meninggal Dunia

    Remaja yang Hilang Terseret Arus Banjir Karawang Ditemukan Meninggal Dunia

     

    Liputan6.com, Karawang – Banjir di Karawang menelan korban jiwa. Seorang remaja ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Desa Mulyajaya, Kecamatan Telujambe Barat, Karawang.

    Komandan Tim Rescue Unit Siaga SAR Karawang, Frengky Jonathan, Rabu (5/3/2025) mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB.

    Korban banjir Karawang bernama Amanillah Bayu Pratama (14) ditemukan meninggal dunia usai terseret banjir sepanjang 1,5 kilometer di Desa Mulyajaya.

    Frengky mengatakan, pada awalnya korban dilaporkan terseret banjir bersama kedua orang temannya pada Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun dua orang temannya selamat, sedangkan korban terseret dan tenggelam, hingga akhirnya ditemukan pada Rabu pagi.

    Korban merupakan warga Pangungsen, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang merupakan seorang santri.

    Selanjutnya, korban dievakuasi ke pesantren tempat ia bersekolah untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka dan diserahterimakan dengan pihak keluarga.

    Sementara itu, banjir di Karawang melanda sejumlah desa/kelurahan di tiga kecamatan, dengan ketinggian air bervariasi sampai setinggi 2 meter.

    Di antara wilayah yang hingga kini dilanda banjir di Karawang ialah Desa Karangligar, Mekarmulya, Mulyajaya, dan Desa Wanakerta yang berada di Kecamatan Telukjambe Barat.

    Kemudian, dua kelurahan di Kecamatan Karawang Barat yang meliputi Kelurahan Tanjungmekar dan Kelurahan Karawangkulon.

    Banjir juga melanda Desa Mulangsar, Ciptasari, Tamanmekar, dan Desa Tamansari yang berada di Kecamatan Pangkalan.

    Bencana banjir di Karawang terjadi akibat tingginya muka air dua sungai besar, yakni Sungai Citarum dan Cibeet. Bahkan di beberapa titik banjir di Karawang, itu akibat meluapnya sungai Cibeet.