Tingkat Pengangguran Terbuka Jateng Diklaim Turun 0,12 Persen, Masih Ada 1 Juta Orang Regional 9 Januari 2026

Tingkat Pengangguran Terbuka Jateng Diklaim Turun 0,12 Persen, Masih Ada 1 Juta Orang
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 Januari 2026

Tingkat Pengangguran Terbuka Jateng Diklaim Turun 0,12 Persen, Masih Ada 1 Juta Orang
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com
– Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah mengalami penurunan menjadi 4,66 persen pada Agustus 2025, turun dari 4,78 persen pada tahun sebelumnya, di tengah tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menyatakan penurunan TPT mencapai 0,12 persen atau sekitar 27.000 orang.
“Untuk TPT di bulan Agustus ini tahun 2025 4,66 persen dari sebelumnya 4,78 di 2024. Ini 4,66 ekuivalen dengan 1.040.000,” ujar Aziz saat diwawancarai di kantornya, Jumat (9/1/2026).
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,85 persen, serta lebih rendah dibandingkan Jawa Barat (6,77 persen), DKI Jakarta (6,05 persen), dan Banten (6,69 persen). DIY tercatat 3,46 persen dan Jawa Timur 3,88 persen.
“Kalau secara nasional TPT 4,85, artinya Jawa Tengah ini di bawah nasional,” lanjutnya.
Aziz menekankan bahwa perhitungan TPT diberlakukan bagi penduduk berusia 15 tahun ke atas, termasuk mereka yang masih usia sekolah.
“Tapi perlu diingat ya TPT itu dihitung mulai usia 15 tahun. Sementara orang boleh bekerja itu usianya ada 18 tahun,” tuturnya.
Akibatnya, penduduk Jawa Tengah berusia 15-17 tahun yang masih bersekolah turut terhitung dalam survei TPT, meskipun mereka bukan pengangguran aktif.
“Kalau usia kurang dari 18 tahun itu diberikan pelatihan dan nyiapan untuk kompetensinya itu tidak masalah gitu. Tapi kalau konteksnya untuk bekerja, itu enggak boleh. Masih termasuk pekerja anak,” imbuhnya.

Disnakertrans Jawa Tengah
mengidentifikasi
penyerapan tenaga kerja
di sektor lain, program pelatihan kerja, dan migrasi tenaga kerja ke luar negeri sebagai faktor pendukung penurunan TPT.
Hingga 30 November 2025, tercatat sebanyak 57.924 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah.
“Artinya dari sini bahwa penyerapan industri investasi Jawa Tengah itu cukup masif dan penyerapan tenaga kerjanya cukup banyak,” kata Aziz.
Selain itu, optimalisasi balai latihan kerja (BLK) oleh Disnakertrans berhasil menyerap sekitar 5.000 peserta pelatihan setiap tahun dengan tingkat penyerapan mencapai 78 persen.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.