Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati Megapolitan 9 Januari 2026

Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        9 Januari 2026

Tiga Lampu Pedestrian Stasiun Sudirman–JPO Dukuh Atas Mati
Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com
– Sejumlah lampu penerangan di trotoar yang menghubungkan Stasiun KRL Sudirman dengan tangga menuju
JPO Dukuh Atas
, Setiabudi, Jakarta Selatan, tampak tidak berfungsi pada Jumat (9/1/2026) malam.
Kondisi ini membuat sebagian area trotoar terlihat redup dan kurang nyaman bagi pejalan kaki.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi menunjukkan, tiga lampu yang berada di sisi trotoar dekat
Stasiun Sudirman
dalam kondisi mati. Sementara itu, tiga lampu lainnya yang berada hingga area tangga JPO Dukuh Atas masih menyala normal.
Tiang-tiang lampu tersebut memiliki tinggi yang relatif rendah, tidak lebih tinggi dari pepohonan di sekitarnya, dengan bentuk lampu melingkar di bagian atas.
Selain itu, satu lampu jalan lain dengan posisi tiang lebih tinggi di jembatan menuju stasiun juga terlihat tidak menyala.
Meski demikian, cahaya dari kendaraan yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman serta pantulan lampu dari gedung-gedung perkantoran di sekitar kawasan tersebut masih membantu menerangi sebagian trotoar.
Namun, pada bagian tepi trotoar yang cenderung lebih gelap, kondisi ini tetap menimbulkan ketidaknyamanan. Beberapa kali pejalan kaki terlihat terkejut ketika seekor anak kucing hitam tiba-tiba melompat keluar dari balik tanaman di pinggir jalur pejalan kaki.
Para pejalan kaki mengaku tidak mengetahui sejak kapan lampu-lampu tersebut padam. Respons mereka pun beragam, mulai dari merasa terganggu hingga menganggap kondisi tersebut masih bisa ditoleransi.
“Sebenarnya enggak masalah. Tapi kan lampunya dipasang di situ untuk menerangi jalannya pejalan kaki. Kalau malah berfungsi kayak seharusnya ya sayang dong,” ungkap Farah (27), salah seorang pejalan kaki yang baru keluar dari Stasiun Sudirman.
Pejalan kaki lainnya, Caca (24), menyoroti potensi risiko saat trotoar dilalui pada malam hari ketika lalu lintas kendaraan mulai sepi.
Caca mengaku belum pernah melintas di lokasi tersebut setelah pukul 20.00 WIB. Namun, ia menilai kondisi penerangan yang minim dapat membuat pejalan kaki merasa tidak aman.
“Kalau makin malam kan yang lewat sedikit, penerangannya juga enggak terlalu terang, kasihan (pejalan kaki) yang lewat pasti enggak tenang. Jadi semoga cepat-cepat diperbaiki deh,” kata dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.