Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia terus bergerak naik, bahkan mencapai level tertinggi pada Senin (31/3/2025) melampaui angka US$ 3.100 per troy ons.
Harga emas dunia yang terus naik ini didorong oleh ketidakpastian terkait tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berpotensi meningkatkan inflasi serta memperlambat pertumbuhan ekonomi, sehingga mendorong permintaan terhadap aset safe haven dan menjaga harga emas dunia mencatat kuartal terbaik sejak 1986.
Dilansir dari Reuters, harga emas spot pada Senin (31/3/2025) naik 0,80% menjadi US$ 3.125,73 per troy ons dan sempat mencapai puncak US$ 3.128,06 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS menguat 1,2% dan ditutup pada level US$ 3.150,30 per ons.
“Ketidakpastian yang terus berlanjut terkait kebijakan tarif telah berdampak pada pasar ekuitas, mendorong lebih banyak investor untuk beralih ke aset safe haven seperti emas,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Meger menambahkan, meskipun ada beberapa titik resistensi teknis yang mungkin memicu aksi ambil untung, tren bullish emas masih kuat dengan fundamental yang tetap mendukung kenaikan harga.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengumumkan kebijakan tarif timbal balik pada 2 April 2025, diikuti dengan pemberlakuan tarif mobil pada 3 April 2025. Selain itu, Trump juga menyatakan akan mengenakan tarif sekunder sebesar 25%-50% terhadap pembeli minyak Rusia.
Sejak awal tahun ini, harga emas dunia telah naik sekitar 18%, setelah mencatat lonjakan lebih dari 27% sepanjang 2024. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan moneter yang menguntungkan, peningkatan pembelian oleh bank sentral, serta tingginya permintaan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).
Beberapa bank besar di Wall Street telah menaikkan proyeksi harga emas. Goldman Sachs, misalnya, memprediksi bahwa harga emas dunia bisa melampaui US$ 4.500 per troy ons dalam 12 bulan ke depan apabila kondisi pasar mencapai skenario ekstrem.
“Kami melihat adanya arus pembelian emas yang kuat dari China. Selain itu, ketidakpastian kebijakan perdagangan yang dilakukan Trump diperkirakan akan mendorong dana makro untuk terus menambah kepemilikan emas, sehingga memengaruhi harga emas dunia yang terus naik,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.