Tempat Fasum: RS Pondok Indah

  • RI Kekurangan Dokter Spesialis, AI Bisa Bantu RS Layani Masyarakat

    RI Kekurangan Dokter Spesialis, AI Bisa Bantu RS Layani Masyarakat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Regional Managing Director, Asia Pacific, InterSystems, Luciano Brustia mengatakan Indonesia membutuhkan banyak tambahan dokter spesialis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Disebutkan Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 50 ribu dokter spesialis.

    Untuk itu, kecerdasan buatan (artificial intelegent/AI) dapat dimanfaatkan tenaga medis untuk mempersingkat waktu dan meningkatkan kualitas layanan. Luciano mengatakan dibutuhkan kolaborasi dan inovasi untuk memetakan kebutuhan teknologi yang tepat.

    “Dengan teknologi yang tepat, maka tenaga medis bisa mendapatkan banyak informasi. Dengan bantuan AI dan basis data, InterSystems mampu memberikan layanan yang inovatif,” ujar Luciano dalam InterSystems Asia Healthcare Summit 2025, Rabu (3/9/2025).

    Kini adaptasi AI di bidang kesehatan semakin banyak digunakan di Asia, termasuk Indonesia. Salah satu fasilitas yang sudah menggunakan inovasi AI adalah RS Pondok Indah.

    InterSystems saat ini fokus menyasar ke berbagai negara, khususnya Asia Pasific untuk menawarkan solusi mutakhir dan membuka cabang di berbagai negara seperti Thailand, Singapura, dan Indonesia.

    “Kehadiran kami di Asia Pasifik semakin nyata dan kami akan meyakinkan mitra kami bahwa mereka sudah tepat memilih teknologi yang dimiliki InterSystem,” ungkapnya.

    (rah/rah)

    [Gambas:Video CNBC]

  • RS Pondok Indah Group Buka Lowongan Kerja, Ini Informasi Terbarunya! – Page 3

    RS Pondok Indah Group Buka Lowongan Kerja, Ini Informasi Terbarunya! – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – RS Pondok Indah Group adalah jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia yang terus berinovasi untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Dengan komitmen kuat pada profesionalisme, pendekatan humanis, dan pemanfaatan teknologi modern, perusahaan ini menjadi pilihan utama bagi pasien yang mencari layanan berkualitas tinggi.

    Seiring dengan terus berkembangnya layanan dan fasilitas, RS Pondok Indah Group membuka lowongan kerja bagi para profesional berdedikasi untuk bergabung dan tumbuh bersama.

    Bagi kamu yang memiliki semangat untuk berkontribusi di bidang kesehatan, ini adalah kesempatan emas. RS Pondok Indah Group membuka lowongan untuk berbagai posisi strategis, baik di ranah medis maupun non-medis.

    Perusahaan mengundang para profesional berpengalaman dan lulusan baru yang siap berkembang di lingkungan kerja yang suportif dan berorientasi pada kompetensi. Posisi yang tersedia termasuk Perawat Umum, Apoteker, dan Purchasing di berbagai lokasi strategis.

     

    RS Pondok Indah Group adalah jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan pendekatan profesional, humanis, dan berbasis teknologi modern.

    Dalam rangka memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pelayanan, RS Pondok Indah Group saat ini membuka lowongan kerja untuk berbagai posisi strategis, baik di bidang medis maupun non-medis.

    Kesempatan ini terbuka bagi profesional berpengalaman maupun lulusan baru yang siap berkembang di lingkungan kerja yang suportif dan kompeten.

    Berikut rinciannya:

  • Mengenang Stafsus Menkomdigi Aida Azhar

    Mengenang Stafsus Menkomdigi Aida Azhar

    Jakarta

    Kami pertama kali saling kenal 17 tahun yang lalu. Aida adalah mahasiswi yang mengambil mata kuliah metode penelitian di kelas saya. Ia bukan tipe yang banyak bertanya, namun nilai-nilainya selalu baik. Setiap kali datang berkonsultasi, terutama saat tema penelitian terasa berat, saya selalu merasakan energi positif terpancar darinya.

    Aida bukan tipe mahasiswi ambisius yang haus validasi, tapi juga jauh dari sikap acuh tak acuh. Ia hadir sepenuhnya, di tengah teman-temannya, dengan senyum yang tulus dan sapaan yang membuat orang merasa dihargai.

    Sejak awal, saya menangkap satu kesan kuat, Aida adalah perwujudan hidup dari filosofi Jawa, ‘urip sak madyo’ menjalani hidup secukupnya, tanpa berlebihan, tanpa kekurangan.

    Langkahnya stabil, tidak pernah terburu-buru, tapi selalu sampai. Ia ada di tengah, tidak menonjol, tapi tak pernah absen.

    Salah satu cerita yang paling membekas datang dari Kadek, senior Aida di Ilmu Politik UI sekaligus mentornya saat itu. Dalam banyak diskusi, Aida sering berkata, “Kak, aku nggak ngerti, apa aku nggak nyampe ya?” atau “Kak Kadek, boleh jelasin ulang? Aku suka meleng”. Tapi semua yang mengenalnya tahu, itu bukan karena ia tidak mampu.

    Aida tidak gengsian untuk mengaku tidak tahu. Justru di situlah letak kecerdasannya, itu adalah caranya menyerap informasi. Ia memang cerdas, tapi tak pernah merasa perlu menunjukkan dirinya sebagai yang paling pintar di ruangan. Ia memilih mendengarkan lebih dulu, dan karena itu pula, ia tak pernah menjadi pribadi yang mengancam. Ia justru membuat orang merasa aman untuk tumbuh bersamanya.

    Setelah lulus dari Universitas Indonesia, ia melanjutkan studi magister ke Inggris. Di sana, ia menekuni bidang yang memang ia cintai. Tidak banyak yang tahu, tapi itulah Aida, lebih suka bekerja dalam diam daripada bicara soal rencana.

    Beberapa tahun berlalu tanpa kabar hingga tiba-tiba Aida menghubungi saya. “Sekarang saya mengurus Sekolah Politik dan Komunikasinya Ibu Meutya Hafid,” katanya.

    Ia mengundang saya menjadi narasumber. Sejak saat itu saya pun terlibat sebagai salah satu guru di sekolah tersebut, tempat di mana Ibu Meutya yang selalu Aida panggil “Ibu”, menjadi mentor sekaligus kakak baginya.

    Sebagai kepala sekolah, Aida mengelola institusi itu dengan tekun dan telaten. Sekolah tersebut menawarkan pelatihan politik yang berpijak pada praktik namun tetap menjunjung nilai-nilai idealisme. Awalnya kelas-kelas digelar dari satu kafe ke kafe lain, sampai akhirnya sekolah itu memiliki tempat tetap yang lebih representatif.

    Saya sendiri memanggil Meutya Hafid dengan sapaan “Mbak Muce”, tetapi Aida sejak awal konsisten menyebutnya “Ibu”. Di ponsel saya, nama Aida yang semula “Aida Pol 2008” saya ubah menjadi “Aida Kepsek Sekolah Polkom Muce”.

    Ternyata Aida adalah bagian dari tim anak-anak muda yang dibina langsung oleh Ibu Meutya, seorang jurnalis sekaligus politisi yang juga sahabat keluarga kami. Saat itu lingkaran kerja Mbak Muce, anggota Komisi I DPR RI dari Dapil Sumut I, banyak diisi oleh alumni Ilmu Politik UI.

    Kalau saya tidak keliru, semuanya bermula dari Deta, kerabat Ibu Meutya, yang kemudian mengajak Rizki. Di setiap kegiatan bersama Rizki, Aida selalu ada. Seiring waktu, tanpa banyak bicara, Aida tumbuh menjadi kepala suku di antara anak-anak asuh dan adik-adik Ibu Meutya.

    Karier Ibu Muce terus melesat menjadi anggota Komisi I DPR RI, lalu Wakil Ketua, hingga akhirnya Ketua Komisi I. Seiring itu, Aida pun semakin sibuk. Kami memang tak sering bertukar kabar, tapi kalau bertemu, kami bisa ngobrol panjang. Tukar pikiran, cerita situasi politik, atau seperti kata Aida “compare notes”.

    Sering kali ketika sulit bertemu Ibu Muce karena jadwal padat, cukup bertemu Aida pun sudah seperti mewakili. Karena apa pun masukan kita, Aida akan pastikan semuanya tersampaikan dan ditindaklanjuti.

    Aida tak sekadar menjadi bayangan (shadow) dari Ibu Meutya, tapi juga menjadi Pseudo-Meutya. Ia menjadi “Ibu Beres”, orang yang memastikan semuanya berjalan. Dalam istilah drama politik ala Hollywood, Aida adalah Chief of Staff Ibu Meutya.

    Bahkan, tak jarang Ibu Meutya menyebut Aida sebagai Google berjalan atau ChatGPT-nya beliau.

    Saat saya menetap di Amerika Serikat selama lima tahun, Aida tetap menjadi tangan kanan Ibu Muce, mengelola Komisi I yang membidangi pertahanan, informasi, dan intelijen.

    Saat itu, rezim persatuan antara Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mulai terbentuk. Aida kerap mengirim kabar tentang dinamika politik Senayan kepada saya yang berada di seberang benua.

    Ia juga sering meminta saran, buku apa yang harus dibaca, kontak siapa yang bisa membantunya dalam pekerjaan. Kami sering bertukar buku, bahkan berdiskusi soal isu-isu politik dan sosial. Aida juga kerap memberi masukan kepada saya, baik dalam hal pekerjaan maupun pribadi. Gaya bicaranya lembut, dan tak terasa menggurui. Kalau Aida memberi saran, kita justru merasa diberi jalan keluar dengan penuh kasih.

    Saat saya dan Ibu Meutya bersama Dirgayuza Setiawan mendirikan Akademi Kader Bangsa di bawah Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Aida adalah sosok penting yang sigap, giat, dan penuh semangat memastikan misi besar itu terwujud, menyediakan pendidikan berkualitas untuk siswa berbakat dan bertalenta. “Seru Bang ngurus pendidikan. Jadi oase di tengah dunia politik yang kadang terlalu banyak intrik”, kata Aida.

    Banyak momen bersejarah yang melibatkan Ibu Meutya, di mana Aida bukan hanya menjadi saksi, tapi juga bagian penting di balik layar.

    Ketika Presiden ke-8, Bapak Prabowo Subianto, menunjuk Ibu Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Digital dalam Kabinet Merah Putih, Aida pun turut serta mendampinginya sebagai Staf Khusus Menteri. Sebuah posisi yang memang sangat pantas untuk Aida. Karena pada dirinya melekat syarat-syarat utama, ‘loyalitas, integritas, kompetensi, dan totalitas’.

    Aida kembali menjadi “Ibu Beres”. Interaksi kami makin sering karena kegiatan yayasan pun makin intens. Ia sering datang selepas jam kerja, kadang malah lebih lelah dari menterinya sendiri. Saya sungguh tidak tahu bahwa Aida mengidap penyakit serius. Saya benar-benar tidak peka membaca tanda-tandanya.

    Dua bulan lalu, Aqsa, junior Aida di UI yang aktif juga di yayasan, berbisik, “Bang, Kak Aida sakit. Sakitnya serius, jadi jangan kasih beban berat ya Bang.” Dari situ saya baru tahu Aida mengidap penyakit autoimun.

    Sebulan sebelum ia masuk rumah sakit, Aida masih datang ke kantor. Tak tampak seperti orang yang sedang sakit berat. Kami membahas isu serius. Setelah diskusi selesai, saya tanya, “Aida, kamu sakit apa?” Ia jawab ringan, “Iya Bang, sama kayak Mas Helmi.”

    Maksudnya almarhum Prof. Ahmad Suhelmi, dosen kami yang juga berpulang di usia muda karena penyakit serupa. Aida menanggapinya ringan, lalu mengalihkan topik ke pekerjaan. Dalam ceritanya, tidak ada kesedihan, tidak ada keluhan. Hanya keteguhan.

    *

    Berita wafatnya Aida datang lewat banyak pesan, dari kolega kabinet, teman kuliah, staf kantor, hingga rekan-rekan korporat. Lutut saya lemas saat membaca kabar itu. Percakapan kami terakhir di kantor yayasan pun langsung terbayang.

    Begitu tiba dari luar kota siang itu, saya langsung menuju pemakaman Aida di Tanah Kusir, tak jauh dari makam Bung Hatta. Suasana haru menyelimuti. Banyak yang datang, dari berbagai kalangan, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada si Baik Hati, Aida.

    Baru saya tahu, nama kecilnya adalah Elin. Ia sudah mengidap autoimun sejak menyelesaikan studi di UK. Bermula dari kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah, dan kemudian dilakukan beberapa tes, ia didiagnosa autoimun yang menyerang ginjal, organ vital dalam tubuh manusia. Beberapa tahun kemudian, Elin terus menjalani berbagai pengobatan, diantaranya cuci darah, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), hingga berproses untuk transplantasi ginjal. Tentu tidak mudah bagi Elin, namun semangat dan dedikasi membuatnya tetap bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

    Proses transplantasi ginjal coba dilakukan oleh Elin selama 2 tahun terakhir. Donor ginjal telah didapat, namun urung terjadi, karena proses transplantasi yang cukup panjang masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut antara Elin dengan donornya.

    Beriringan dengan proses transplantasi ginjal, selama 6 bulan terakhir Elin memutuskan melakukan CAPD sebagai terapi pengganti ginjal, dibantu adik-adik, Ega, Fida, Sarah, Radeva. Terapi CAPD bukanlah prosedur yang mudah karena harus melakukan penggantian cairan setiap 6 jam dalam satu hari. Proses penggantian cairan mensyaratkan ruangan yang bersih, dan semua dilakukan di ruang Kantor Kemkomdigi sambil Elin terus bekerja.

    Pertengahan Juni 2025 menjadi awal penyakit Elin memburuk, saat akan berangkat ke Kemkomdigi, Elin muntah dan langsung sempat dirawat ke RSPAD, lalu pindah ke RS Pondok Indah. Hingga akhirnya, dalam cuci darah terakhirnya, Allah SWT memanggilnya pulang ke sisi-Nya.

    Kesedihan menyelimuti kami semua. Setiap orang punya kisah pribadi tentang Elin, dan semuanya sepakat, ia adalah orang baik. Murah senyum. Ringan tangan. Tak pernah merepotkan. Kalau bisa bantu, ya dibantu. Selalu hadir untuk teman-temannya.

    *

    Siang itu panas, namun seperti ada awan menaungi tenda pemakaman. Elin pulang ke pangkuan Sang Pemilik. Inspektur upacara perwakilan negara adalah Wakil Menteri Komunikasi Digital, Nezar Patria. Kakaknya, Ibu Meutya, sedang menjalankan tugas negara di luar negeri. Dari unggahan Instagramnya, terasa duka yang dalam. Hari-hari ke depan akan terasa berbeda, menjalani amanat negara tanpa Elin di sisinya.

    Adik satu-satunya, Fauzan, mengumandangkan azan di pusara. Di tengah lantunan “asyhadu alla ilaha illallah”, ia sempat terhenti. Lalu melanjutkan dengan iqamah, seolah membisikkan perpisahan kepada satu-satunya kakaknya itu.

    Sahabat, keluarga, dan sejawat melepas Aida dengan doa dan air mata. Dalam eulogy yang menyentuh, Fauzan berkata “Kak Elin ingin sekali punya kakak, dan Allah memberinya banyak kakak, abang-abang yang menyayanginya, dan seorang kakak terbaik, Ibu Meutya”. Benar sekali, Fauzan. Kak Elinmu adalah orang yang baik. Kami semua bersaksi atas itu.

    Aida memilih hidup sak madyo. Dan ia pun berpulang dalam sak madyo, di usia 34 tahun. Tidak remaja, namun belum tua. Di tengah siang Tanah Kusir yang terang, namun tak terik. Dalam damai.

    Selamat jalan, Elin. Aida Rezalina binti Azhar bin Khatib, kebaikanmu akan selalu hidup bersama kami.

    Miftah Sabri. Kakak ideologis Aida dan pendiri Akademi Kader Bangsa.

    (rdp/rdp)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Perkiraan Biaya Perawatan Saluran Akar Gigi, Solusi Nyeri Tanpa Bikin Kantong Bolong

    Perkiraan Biaya Perawatan Saluran Akar Gigi, Solusi Nyeri Tanpa Bikin Kantong Bolong

    YOGYAKARTA – Sakit gigi yang tak tertahankan seringkali membuat kita bingung mencari solusi terbaik. Salah satu tindakan yang kerap disarankan dokter gigi untuk mengatasi masalah gigi adalah perawatan saluran akar.

    Namun, sebelum memutuskan, pertanyaan yang sering muncul di benak kita adalah soal biaya perawatan saluran akar gigi ini.

    Kekhawatiran akan mahalnya prosedur ini seringkali membuat kita menunda pengobatan, padahal penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk.

    Mengenal Perawatan Saluran Akar Gigi

    Dilansir dari laman RS Pondok Indah, perawatan saluran akar gigi, atau yang dikenal dengan root canal treatment, merupakan prosedur esensial untuk menyelamatkan gigi yang mengalami infeksi atau kematian pada bagian pulpanya.

    Tujuan utama perawatan ini adalah agar gigi tersebut dapat tetap berfungsi optimal di dalam rongga mulut, menghindari pencabutan yang tidak perlu.

    Dalam prosedur ini, dokter gigi akan membersihkan pulpa gigi yang terinfeksi atau mati secara menyeluruh, lalu menambal rongga pulpa untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Dengan menjalani perawatan ini, gigi yang sebelumnya terinfeksi bisa diselamatkan dan berfungsi kembali seperti sedia kala.

    Manfaat dari perawatan saluran akar ini sangat signifikan. Prosedur ini efektif mengatasi infeksi bakteri di dalam gigi, mencegah perluasan lubang dan peradangan ke jaringan di sekitar gigi seperti gusi dan tulang rahang.

    Selain itu, nyeri pada gigi akan hilang, memungkinkan gigi kembali digunakan untuk mengunyah makanan dengan nyaman.

    Baca juga artikel yang membahas Cara Merawat Gigi Berlubang Agar Tidak Membesar

    Estimasi Biaya Perawatan Saluran Akar Gigi

    Dilansir dari laman RSKGM Bandung, berikut adalah rincian biaya untuk berbagai tindakan di Klinik Endodonti Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung pada tahun 2024:

    Konsultasi Dokter Gigi Spesialis
    Pagi: Rp 100.000 per kunjunganSore: Rp 120.000 per kunjungan
    Tindakan Restorasi (Penambalan Gigi)

    Restorasi Komposit:

    Tingkat 3: Rp 300.000 per gigiTingkat 4: Rp 400.000 per gigi

    Restorasi GIC (Glass Ionomer Cement):

    Tingkat 3: Rp 250.000 per gigiTingkat 4: Rp 300.000 per gigi
    Veneer
    Direct veneer komposit: Rp 400.000 per gigiDirect veneer kompomer: Rp 650.000 per gigiIndirect veneer all porcelain: Rp 3.000.000 per gigiKontrol dan Pemolesan Tambalan: Rp 100.000 per gigi
    Perawatan Saluran Akar

    Untuk one visit endodontik (perawatan saluran akar satu kali kunjungan) untuk gigi berakar tunggal: Rp 1.000.000 per tindakan

    Prosedur Pemutihan Gigi (Bleaching)
    Bleaching Intrakoronal: Rp 400.000 per kunjunganCatatan: Prosedur ini umumnya dilakukan untuk memutihkan gigi dari bagian dalam.Bleaching Ekstrakoronal: Rp 3.500.000 per kunjungan

    Perlu diketahui, prosedur ini adalah pemutihan gigi yang dilakukan dari bagian luar permukaan gigi.

    Pemasangan Paket Mahkota Jaket (Crown)

    Setiap paket mahkota jaket mencakup pemeriksaan oleh dokter spesialis, pemasangan pasak fiber, core build-up resin, pembuatan mahkota jaket (termasuk biaya laboratorium, cetak, desain, dan mahkota sementara), serta proses cementing dengan resin. Berikut untuk estimasi biayanya:

    Mahkota Jaket Akrilik: Rp 2.350.000 per gigiMahkota Jaket PFM (Porselen Fused to Metal): Rp 3.350.000 per gigiMahkota Jaket Porselen (Full Porselen): Rp 4.350.000 per gigi

    Selain biaya perawatan saluran akar gigi, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya! 

  • Cegah COVID-19, Jaktim gencarkan pola hidup sehat dan pakai masker

    Cegah COVID-19, Jaktim gencarkan pola hidup sehat dan pakai masker

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menggencarkan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan memakai masker jika di luar rumah untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

    “Kami terus meningkatkan promosi kesehatan pada masyarakat luas terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan memakai masker untuk cegah COVID-19,” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

    Herwin menyebutkan, pihaknya terus melakukan peningkatan promosi kesehatan ke masyarakat luas dan melakukan koordinasi dengan lintas sektor dan program untuk antisipasi lonjakan kasus COVID-19.

    Selain menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, Sudin Kesehatan Jakarta Timur (Jaktim) juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker jika sakit atau berada di kerumunan.

    “Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kemenkes saat ini sudah disampaikan terkait peningkatan promosi kesehatan, salah satunya menggunakan masker bagi masyarakat yang sakit atau jika berada di kerumunan,” ujar Herwin.

    Arsip foto – Warga menggunakan masker berjalan di jembatan penyeberangan orang (JPO) halte Transjakarta Setiabudi Utara Aini, Jakarta, Jumat (11/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/aa.

    Lalu, beberapa personel Sudin Kesehatan juga meminta masyarakat untuk rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun (cuci tangan pakai sabun/CTPS) atau “hand sanitizer”.

    Herwin menjelaskan, masyarakat juga harus melakukan isolasi mandiri dan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan melalui ketika mengalami gejala COVID-19.

    Hal itu agar pihak medis bisa segera memberikan penanganan yang cepat, tepat dan sesuai dengan prosedur penanganan COVID-19.

    “Kami minta masyarakat segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan,” katanya.

    Arsip foto – Warga menggunakan masker saat berjalan di Jakarta, Jumat (8/11/2023). Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengimbau masyarakat kembali taat mematuhi protokol kesehatan terutama memakai masker mengingat kasus COVID-19 di Indonesia mulai menunjukkan tren kenaikan kasus. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Jaktim melalui Suku Dinas Kesehatan telah menemukan dua warga Jakarta Timur yang positif COVID-19 pada Mei 2025.

    “Jadi ada dua warga Jakarta Timur yang hasil skriningnya positif COVID-19 pada awal bulan Mei 2025,” kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur Herwin Meifendy saat dihubungi di Jakarta, Rabu (4/6).

    Herwin menyebutkan, dua warga tersebut berasal dari Kecamatan Cipayung dan Cakung. Mereka sudah dinyatakan sembuh pada akhir Mei 2025.

    Selain itu, Herwin mengatakan, dua warga itu terdeteksi COVID-19 saat tengah dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sintanala Tangerang karena penyakit lain.

    Temuan dua kasus COVID-19 yang merupakan warga Jaktim ini menjadi data tersendiri untuk Sudin Kesehatan Jaktim dan imbauan bagi warga setempat.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 2 Warga Jaktim Sempat Positif COVID-19 Awal Mei 2025, Kini Sudah Sembuh

    2 Warga Jaktim Sempat Positif COVID-19 Awal Mei 2025, Kini Sudah Sembuh

    Jakarta

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi adanya tujuh kasus COVID-19 di Indonesia pada Mei 2025. Dua kasus di antaranya terjadi di Jakarta Timur.

    “Jadi, ada dua warga Jakarta Timur dengan hasil skrining positif COVID-19 pada awal Mei 2025,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Herwin Meifendy dilansir Antara, Rabu (4/5/2025).

    Herwin mengatakan dua warga itu tanggal di Kecamatan Cipayung dan Cakung. Kabar baiknya, kedua warga Jaktim tersebut sudah dinyatakan sembuh pada akhir Mei 2025.

    Menurut Herwin, saat terdeteksi COVID, dua warga Jaktim tersebut dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sintanala Tangerang. Namun, keduanya dirawat bukan karena positif COVID, melainkan menderita penyakit lainnya.

    “Jadi, dua pasien dari RSPI dan RS Sintanala Tangerang yang dirawat, bukan karena COVID-19. Tapi skrining COVID-19, hasilnya positif. Kalau sakitnya apa, tak ada di data,” ujar Herwin.

    Kasus dua warganya yang positif COVID pada Mei silam menjadi alarm bagi Sudin Kesehatan Jakarta Timur dalam meningkatkan kewaspadaan. Imbauan terhadap bahaya COVID kini mulai digencarkan ke masyarakat.

    Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran (SE) guna meningkatkan kewaspadaan COVID-19 maupun risiko wabah lainnya menyusul peningkatan angka COVID-19 pada sejumlah negara di Asia.

    Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/5), Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami mengatakan, memasuki minggu ke-12 2025 sampai dengan saat ini, COVID-19 menunjukkan peningkatan pada beberapa negara di kawasan Asia, yaitu Thailand, Hongkong, Malaysia maupun Singapura.

    (ygs/whn)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Pemkot Jaktim temukan dua warga positif COVID-19 pada Mei 2025

    Pemkot Jaktim temukan dua warga positif COVID-19 pada Mei 2025

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) menemukan dua warga positif COVID-19 pada Mei 2025.

    “Jadi, ada dua warga Jakarta Timur dengan hasil skrining positif COVID-19 pada awal Mei 2025,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Herwin Meifendy saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

    Herwin menyebut, dua warga tersebut berasal dari Kecamatan Cipayung dan Cakung. Mereka sudah dinyatakan sembuh pada akhir Mei 2025.

    Selain itu, Herwin mengatakan, dua warga itu terdeteksi COVID-19 saat tengah dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sintanala Tangerang karena penyakit lain.

    “Jadi, dua pasien dari RSPI dan RS Sintanala Tangerang yang dirawat, bukan karena COVID-19. Tapi skrining COVID-19, hasilnya positif. Kalau sakitnya apa, tak ada di data,” ujar Herwin.

    Oleh karena itu, katanya, temuan dua kasus COVID-19 itu menjadi data tersendiri untuk Sudin Kesehatan Jakarta Timur dan imbauan bagi warga setempat.

    “Berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan, saat ini sudah disampaikan terkait peningkatan promosi kesehatan, salah satunya adalah menggunakan masker bagi masyarakat yang sakit atau jika berada di kerumunan,” ucap Herwin.

    Herwin menjelaskan, beberapa hal yang saat ini terus digencarkan antara lain memantau perkembangan situasi dan informasi global terkait kejadian COVID-19 melalui kanal resmi pemerintah dan WHO, meningkatkan kewaspadaan dini dengan memantau dan memverifikasi tren kasus ILI/SARI/Pneumonia/COVID-19 melalui pelaporan rutin sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR).

    Lalu, menggencarkan promosi gaya hidup sehat dan kewaspadaan COVID-19, seperti dengan menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun (CTPS) atau menggunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

    Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran (SE) guna meningkatkan kewaspadaan COVID-19 maupun risiko wabah lainnya menyusul peningkatan angka COVID-19 pada sejumlah negara di Asia.

    Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/5), Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami mengatakan, memasuki minggu ke-12 2025 sampai dengan saat ini, COVID-19 menunjukkan peningkatan pada beberapa negara di kawasan Asia, yaitu Thailand, Hongkong, Malaysia maupun Singapura.

    “Varian COVID-19 dominan yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1, di Singapura LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1 dan di Malaysia adalah XEC (turunan JN.1). Meski demikian, transmisi penularan masih relatif rendah dan angka kematiannya juga rendah,” ujar Murti.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Waspada Jika Anak Belum Bisa Bicara saat Usianya 2 Tahun, Lakukan Skrining, Bisa Jadi Tanda Autis – Halaman all

    Waspada Jika Anak Belum Bisa Bicara saat Usianya 2 Tahun, Lakukan Skrining, Bisa Jadi Tanda Autis – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dokter Spesialis Anak Subspesialis Tumbuh Kembang Pediatri Sosial dr Melani Rahkmi Mantu Sp.A,Subsp,T.K.P.S. imbau orangtua segera lakukan skrining jika temukan anak usia 2 tahun alami gangguan berbahasa. 

    Karena bisa saja ini jadi pertanda anak mengalami autis.

    Autisme adalah kondisi yang mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. 

    Anak-anak dengan autisme memiliki kesulitan dalam memahami ekspresi wajah, nada suara, atau bahkan bahasa tubuh orang lain.

    “Jika kita menemukan anak berusia 2 tahun dengan gangguan berbahasa,nomor satu harus kita telusuri apakah ada faktor-faktor penyebab gangguan berbahasa tersebut,” ungkapnya pada kanal YouTube RS Pondok Indah, Minggu (20/4/2025). 

    Selain itu, perlu diperhatikan pula bagaimana pola asuh di rumah, penggunaan bahasa di rumah dan apakah ada gangguan pendengaran yang harus dilakukan skrining. 

    “Apa bila kontak mata anak tersebut baik, tidak ada gangguan interaksi sosial ya jangan-jangan anak tersebut tidak menderita autisme namun hanya menderita gangguan berbahasa ekspresif biasa,” paparnya. 

    Untuk mendapatkan jawaban pastinya, tetap harus dikonsultasikan dahulu ke dokter spesialis anak. 

    Jika sudah dilakukan skrining dan tidak ditemukan adanya gangguan pendengaran, maka langkah selanjutnya bisa melakukan skrining untuk gangguan berbahasa pada anak. 

    Namun, kalau ditemukan gangguan hiperaktif dan gangguan perilaku selama skrining, maka orang tua perlu curiga. 

    “Apabila anak tersebut mengalami gangguan salah satu dari skrining tersebut, maka bisa dipikirkan apakah dia (anak) dapat menderita autisme atau tidak,” tutupnya.

     

  • Gigi Anak Patah? Ketahui Penanganan Pertama yang Bisa Dilakukan Orang Tua – Halaman all

    Gigi Anak Patah? Ketahui Penanganan Pertama yang Bisa Dilakukan Orang Tua – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gigi anak yang patah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. 

    Terlebih pada usianya, anak-anak sangatlah aktif saat bermain. 

    Mereka sering melompat dan berlari, kadang kala tidak sengaja terbentur dan menyebabkan gigi patah. 

    Namun orang tua diimbau untuk jangan panik jika gigi anak patah. Ada beberapa langkah penanganan pertama yang perlu dilakukan. 

    Dokter spesialis kedokteran gigi anak drg Stella Lesmana, Sp.K.G.A membagikan beberapa tips penanganan pertama yang bisa dilakukan orang tua. 

    Pertama, saat anak terjatuh hentikan pendarahan dengan mengompres es. 

    Kedua, cek kondisi gigi anak, apakah masih ada gigi yang patah atau goyang. 

    “Kalau misalnya ragu, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter gigi anak,” ungkapnya pada kanal YouTube RS Pondok Indah, Jumat (11/5/2025). 

    Jika gigi patah menyisakan bagian lagi di dalam mulut, maka bagian yang terisi ini bisa dihaluskan oleh dokter gigi. 

    Sehingga dapat mencegah terlukanya bibir atau gusi pada anak. 

    Sedangkan gigi yang patah secara keseluruhan, tidak perlu mendapat penanganan. 

    “Yang bisa dilakukan adalah menunggu sampai gigi permanen tumbuh. Jika tidak mau gigi anak ompong sampai tumbuh gigi permanen, sebenarnya bisa dibuatkan seperti gigi tiruan. Namun dikembalikan ke pilihan orang tua masing-masing,” papar drg Stella. 

    Lebih lanjut, gigi yang patah secara keseluruhan sebenarnya bisa dipasang kembali. 

    Orang tua bisa langsung mencuci gigi tersebut di air mengalir.

    Tapi selama mencuci gigi tersebut, diingatkan untuk tidak memegang bagian akar gigi.

    Selama gigi dicuci, hanya boleh memegang mahkota gigi saja.

    Setelah itu, masukkan gigi ke dalam wadah berisi cairan saline. 

    Lalu, segera  bawa ke dokter gigi anak untuk dipasang kembali seperti semula. 

    “Tapi harus dibawa dalam waktu 24 jam.  Supaya kondisinya masih baik,” tutupnya. 

  • Psikolog bagikan kiat agar mental siap untuk bekerja setelah liburan

    Psikolog bagikan kiat agar mental siap untuk bekerja setelah liburan

    sebaiknya niatkan diri untuk meninggalkan kebiasaan begadang dan kembali ke pola tidur semula agar saat bangun pagi menjadi lebih segar

    Jakarta (ANTARA) – Psikolog Meriyati, M.Psi. membagikan kiat agar warga Jakarta siap secara fisik dan mental untuk kembali bekerja usai libur panjang Lebaran yang diawali dengan meninggalkan kebiasaan bergadang.

    “Menghadapi kembali rutinitas kerja setelah libur panjang membutuhkan kesiapan mental agar tidak merasa kewalahan. Dengan pola pikir yang positif dan manajemen waktu yang baik, Anda dapat kembali produktif tanpa stres berlebihan,” ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Senin.

    Meriyati menyarankan warga Jakarta meniatkan diri untuk meninggalkan kebiasaan bergadang dan kembali ke pola tidur semula.

    “Menjelang hari kerja, sebaiknya niatkan diri untuk meninggalkan kebiasaan begadang dan kembali ke pola tidur semula agar saat bangun pagi menjadi lebih segar,” kata dia yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah itu.

    Selanjutnya, tetapkan rutinitas yang sehat, seperti tidur cukup, bangun pagi, olah raga, konsumsi makanan bergizi, dan tetap melakukan aktivitas yang positif agar energi tetap stabil.

    Langkah berikutnya, membuat jadwal kegiatan terstruktur dan menentukan prioritas. Jadwal ini, kata Meriyati sebaiknya dibuat dengan jelas dan terstruktur sehingga dapat lebih fokus dan mengenali prioritas.

    Hal lain yang bisa dilakukan yakni merapikan ruang kerja. Lingkungan kerja yang rapi dapat membantu meningkatkan fokus dan kenyamanan saat kembali bekerja.

    Selain itu, penting untuk mempersiapkan mental dengan pola pikir positif. Kembalinya ke kantor sebagai kesempatan untuk memulai hari dengan semangat baru, bukan sebagai beban.

    “Jadikan memori liburan tersebut sebagai motivasi untuk agenda liburan berikutnya jika kembali bekerja dan produktif,” ujar Meriyati.

    Meriyati juga menyarankan untuk menjaga komunikasi dan hubungan sosial yang baik dengan rekan kerja karena ini dapat membantu menciptakan suasana kerja yang lebih menyenangkan.

    Terakhir, tetap jaga keseimbangan antara waktu bekerja dan waktu untuk bersantai agar tetap sehat dan semangat.

    Sementara itu, merujuk kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang menetapkan masa bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat publik hingga Selasa, 8 April 2025. Kebijakan ini untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2025.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025