Tarif Transjakarta Masih Abu-abu, Pramono Janji Umumkan Sendiri
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan, hingga kini belum ada pembahasan khusus terkait rencana kenaikan tarif Transjakarta.
Meski demikian, Pramono menyebut kebijakan soal tarif akan diumumkan tersendiri pada waktu yang dianggap tepat.
“Untuk hal yang berkaitan dengan
Transjakarta
, kan belum ada pembahasan secara khusus mengenai naik atau tidak naik,” ujar Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026).
Pramono mengatakan, saat ini dirinya masih fokus menyelesaikan sejumlah program peninggalan gubernur sebelumnya yang belum rampung.
“Saya ingin menyelesaikan itu dulu. Sedangkan untuk tarif transportasi, terutama adalah TJ (Transjakarta), pada saatnya saya akan umumkan sendiri,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sempat menunda rencana kenaikan
tarif Transjakarta
pada 2025 demi menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum kondusif.
Penundaan tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga.
Nirwono menyebut pertimbangan ekonomi dan sosial menjadi faktor utama penundaan kebijakan tersebut.
“Kenaikan itu ditunda karena atas permintaan pemerintah pusat. Ini pasti lebih kepada pertimbangan situasi ekonomi yang kurang kondusif,” kata Nirwono dalam Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 bertajuk Menjaga Keberlanjutan Layanan Angkutan Umum di Tengah Efisiensi Anggaran di Jakarta, Kamis (9/1/2026), dikutip dari
Antara
.
Menurut Nirwono, menurunnya daya beli masyarakat membuat pemerintah pusat meminta
Pemprov DKI Jakarta
menahan penyesuaian tarif Transjakarta.
“Tentu mesti ada pertimbangan sampai kapannya, sangat tergantung dengan kebijakan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Rencana kenaikan tarif Transjakarta sendiri telah mencuat sejak Oktober 2025.
Saat itu, Pemprov DKI Jakarta menyatakan penyesuaian tarif akan diumumkan pada waktu yang dianggap tepat.
“Nanti saatnya, pada saat yang tepat kami akan umumkan mengenai hal itu (kenaikan tarif Transjakarta),” kata Pramono di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025).
Rencana kenaikan tarif Transjakarta
Rencana penyesuaian tarif muncul setelah tarif Transjakarta bertahan tanpa perubahan selama lebih dari dua dekade.
Sejak diluncurkan pada 15 Januari 2004, tarif Transjakarta dipatok Rp 2.000.
Pada 2005, melalui SK Gubernur DKI No. 1912/2005, tarif dinaikkan menjadi Rp 3.500.
Saat itu, tarif masih menggunakan sistem early bird, yakni Rp 2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB dan Rp 3.500 setelah pukul 07.00 WIB.
Sejak kebijakan tersebut, tarif Transjakarta tidak pernah mengalami penyesuaian hingga saat ini.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tarif Transjakarta Masih Abu-abu, Pramono Janji Umumkan Sendiri Megapolitan 11 Januari 2026
/data/photo/2026/01/07/695e1141e02f0.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)