Tag: Zulkifli Hasan

  • Serius dengan Zumi Zola, Putri Zulhas Bantah Jalani Pernikahan Politik

    Serius dengan Zumi Zola, Putri Zulhas Bantah Jalani Pernikahan Politik

    Jakarta, Beritasatu.com – Putri Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Putri Zulhas mengaku serius menikah dengan selebritas yang juga mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Putri membantah kalau rencana pernikahannya disebut sebagai pernikahan politik.

    “Enggak lah. Masa pernikahan politik, kan sekarang dia sudah enggak berpolitik lagi,” ungkap Putri Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (3/12/2024)

    Diakui Putri, keyakinannya memilih Zumi Zola lantaran calon suaminya itu merupakan pria yang baik dan rajin beribadah.

    “Ini pernikahan aku yang kedua, mudah-mudahan jadi yang terakhir dan jangan sampai gagal lagi. Persiapan juga enggak gimana-gimana, senatural mungkin saja,” tambahnya.  

    Putri mengakui, keinginannya menikah untuk kedua kalinya karena ingin beribadah.

    “Kepenginnya pernikahannya sebagai ibadah, dan insyaallah bisa dilancarkan,” ujarnya.

    Dikatakan Putri Zulhas, dirinya sudah mengenal Zumi Zola sejak lama. Namun, keduanya baru dekat baru-baru ini. Lantaran keduanya memiliki banyak kecocokan, ia akhirnya menerima ajakan menikah dari Zumi Zola.

    Rencananya Putri Zulhas dan Zumi Zola akan menikah pada 15 Desember 2024 di Makkah, Arab Saudi.

  • Zulkifli Hasan Minta Tambahan Anggaran Rp 505 Miliar, untuk Apa? – Page 3

    Zulkifli Hasan Minta Tambahan Anggaran Rp 505 Miliar, untuk Apa? – Page 3

    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab di panggil Zulhas mengatakan awalnya Presiden Prabowo Subianto menginginkan swasembada pangan tercapai pada 2029.

    Namun dalam forum APEC dan G20, disampaikan bahwa swasembada pangan akan terealisasi pada tahun 2027

    “Bapak Presiden ingin kita swasembada pangan tahun 2029, belum kerja kita sudah maju jadi 2028. Begitu di APEC dan G20 kita akan swasembada pangan tahun 2027,” kata Zulhas dalam acara Estapet Kepemimpinan Baru Menuju Akselerasi Ekonomi, Jakarta, Selasa (3/12).

    Meski begitu Zulhas mengaku menuju swasembada pangan itu ruwet yang ditargetkan rampung pada 2028 mendatang.

    “Tapi menurut saya menuju swasembada (pangan) itu ruwet. Enggak tau makanya Pak Prabowo bikin menko pangan. barangkali. Inilah yang seharusnya bisa kita selesaikam dan bisa kita atasi,” aku Zulhas.

    Meskipun terasa rumit, Zulhas optimis swasembada pangan akan tercapai karena dukungan Presiden Prabowo Subianto yang terus menggalakan ini.

    “Karena saya punya sandaran yg kokoh presiden, karena presiden ini selalu ngomongnya swasembada. Kalau presiden dukung biasanya apa saja bisa kita selesaikan,” jelasnya.

    Zulhas menyebut yang tidak mungkin terjadi adalah jika presidennya bekerja setengah-setengah. Ia menjelaskan Pak Prabowo selalu menekankan pentingnya swasembada.

    “Yang tidak bisa itu kalau presidennya separo separo, ini Pak Prabowo di mana mana menyampaikan swasembada swasembada jadi saya punya backup yg kuat bpk presiden. Dan saya kira kita bisa menyelesaikan soal ini dan saya yakin bisa,” Zulkifli Hasan mengakhiri.

     

     

     

    Reporter: Siti Ayu Rachma

    Sumber: Merdeka.com

  • 1,5 Bulan Menjabat, Menko Curhat Hadapi Banyak Tantangan di Sektor Pangan – Page 3

    1,5 Bulan Menjabat, Menko Curhat Hadapi Banyak Tantangan di Sektor Pangan – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan cerita mengenai tantangan yang dihadapi di sektor pangan selama 1,5 bulan menjabat.

    Zulkifli menyoroti berbagai masalah yang membuat sektor pangan dan pertanian di Indonesia menjadi sangat rumit dan terbengkalai.

    Ia menilai, salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam menyediakan bibit unggul. 

    “Kalau bahas bibit pasti berkaitan dengan BRIN karena Pertanian sudah enggak boleh lagi melakukan penelitian. BRIN kadang-kadang ngomongin mengenai moderasi beragama, padahal kita butuhnya bibit unggul padi, ini memang enggak mudah. Pertanian sungguh-sungguh terbengkalai,” ujar Zulkifli Hasan dalam acara Estafet Kepemimpinan Baru Menuju Akselerasi Ekonomi di Jakarta, Selasa (3/12/2024).

    Zulkifli juga menyoroti banyaknya pakar pertanian di Indonesia, tetapi hal tersebut tidak serta-merta mendorong tercapainya swasembada pangan. “Jadi, padahal banyak pakar, tapi menuju swasembada tetap ruwet,” ujar dia.

    Penyederhanaan Distribusi Pupuk

    Salah satu langkah yang telah dilakukan Zulkifli Hasan adalah merapikan sistem distribusi pupuk yang selama ini dinilai terlalu rumit. Ia menuturkan sebelumnya, pengadaan pupuk melibatkan banyak tahapan administrasi yang memperlambat proses. 

    “Misalnya pupuk. SK bupati kita hilangkan. SK gubernur kita hilangkan lagi aturan menteri perdagangan. Macam-macam kita hilangkan. Sekarang distribusi pupuk langsung dari Kementerian Pertanian ke Direktur Utama Pupuk, lalu ke Gapoktan atau pengecer,” kata dia.

    Ia menuturkan, langkah ini dilakukan untuk memastikan pupuk bisa langsung sampai kepada petani tanpa melalui prosedur berbelit-belit. Zulkifli Hasan juga mengatakan penyuluh pertanian yang sebelumnya kurang optimal kini diurus langsung oleh Kementerian Pertanian agar dapat memberikan dukungan secara menyeluruh.

    “Penyuluh di kabupaten kadang-kadang jadi supir, macam-macam. Dan saya juga tiga kali rapat sudah selesaikan. Penyuluh sekarang yang ada dari pusat. Oleh Kementan ditangani langsung oleh Kementan karena nanti penyuluh itu tidak hanya tanaman padi. Tapi tanam dalam artian luas,” kata dia.

  • Target 2027 Rampung, Menko Zulhas: Swasembada Pangan Itu Ruwet – Page 3

    Target 2027 Rampung, Menko Zulhas: Swasembada Pangan Itu Ruwet – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab di panggil Zulhas mengatakan awalnya Presiden Prabowo Subianto menginginkan swasembada pangan tercapai pada 2029.

    Namun dalam forum APEC dan G20, disampaikan bahwa swasembada pangan akan terealisasi pada tahun 2027

    “Bapak Presiden ingin kita swasembada pangan tahun 2029, belum kerja kita sudah maju jadi 2028. Begitu di APEC dan G20 kita akan swasembada pangan tahun 2027,” kata Zulhas dalam acara Estapet Kepemimpinan Baru Menuju Akselerasi Ekonomi, Jakarta, Selasa (3/12).

    Meski begitu Zulhas mengaku menuju swasembada pangan itu ruwet yang ditargetkan rampung pada 2028 mendatang.

    “Tapi menurut saya menuju swasembada (pangan) itu ruwet. Enggak tau makanya Pak Prabowo bikin menko pangan. barangkali. Inilah yang seharusnya bisa kita selesaikam dan bisa kita atasi,” aku Zulhas.

    Meskipun terasa rumit, Zulhas optimis swasembada pangan akan tercapai karena dukungan Presiden Prabowo Subianto yang terus menggalakan ini.

    “Karena saya punya sandaran yg kokoh presiden, karena presiden ini selalu ngomongnya swasembada. Kalau presiden dukung biasanya apa saja bisa kita selesaikan,” jelasnya.

    Zulhas menyebut yang tidak mungkin terjadi adalah jika presidennya bekerja setengah-setengah. Ia menjelaskan Pak Prabowo selalu menekankan pentingnya swasembada.

    “Yang tidak bisa itu kalau presidennya separo separo, ini Pak Prabowo di mana mana menyampaikan swasembada swasembada jadi saya punya backup yg kuat bpk presiden. Dan saya kira kita bisa menyelesaikan soal ini dan saya yakin bisa,” Zulkifli Hasan mengakhiri.

  • Menko Zulkifli minta tambahan anggaran untuk kejar swasembada pangan

    Menko Zulkifli minta tambahan anggaran untuk kejar swasembada pangan

    Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) saat hadir dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (2/11/2024). (ANTARA/HO-Kemenko Pangan)

    Menko Zulkifli minta tambahan anggaran untuk kejar swasembada pangan
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Senin, 02 Desember 2024 – 21:32 WIB

    Elshinta.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta tambahan anggaran Rp510 miliar untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR di Jakarta, Senin. Zulkifli menjelaskan Kementerian Koordinator Bidang Pangan meminta tambahan anggaran menjadi Rp 550 miliar untuk mendukung target swasembada pangan.

    “Nah tadi saya sampaikan di Badan Anggaran, kita rapat di Badan Anggaran, anggaran kami baru Rp40 miliar. Kami memerlukan kira-kira Rp 550 miliar, jadi kurang Rp510 miliar, maka nanti dibahas, Badan Anggaran minta waktu 2-3 bulan untuk rapat dengan pemerintah,” ujar Zulhas melalui keterangan di Jakarta, Senin.

    Swasembada pangan, kata Zulkifli, merupakan salah satu program prioritas Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Target ini diharapkan bisa tercapai pada 2027.

    “Pada waktu itu (target) 2029, pada kesempatan lain (target) Pak Presiden maju, karena dimungkinkan kelihatan, kita akan swasembada pangan 2028. Waktu di APEC dan di G20 Bapak Presiden menyampaikan kita akan swasembada pangan 2027,” kata Zulkifli.

    Ia optimistis target tersebut bisa tercapai untuk komoditas beras, jagung dan gula.

    “Ya kan tentu ada pertanyaan, apa kita bisa? Saya jawab bisa insya Allah. Paling kurang beras dan jagung, gula menuju,” ucapnya.

    Badan Anggaran DPR RI menggelar rapat kerja dengan tujuh menteri koordinator dari Kabinet Merah Putih di Komplek Parlemen Jakarta, Senin, untuk membahas rencana kerja anggaran pada RAPBN Tahun Anggaran 2025.

    Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengatakan pihaknya akan mendukung sepenuhnya rencana kerja anggaran untuk menunjang kerja-kerja koordinasi dan sinkronisasi antarkementerian dan lembaga agar segera bisa berjalan dengan baik, khususnya dalam 100 hari kerja pemerintah.

    “Terutama program makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, renovasi sekolah, dan pembangunan lumbung pangan nasional, daerah, dan desa,” kata Said saat membuka rapat.

    Tujuh menko yang hadir dalam rapat kerja ini meliputi Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menko Bidang Hukum HAM Imigrasi dan Kemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, serta Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

    Kemudian Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar.

    Said memaparkan anggaran yang dialokasikan untuk sejumlah Kementerian Koordinator yakni, Kementerian Koordinator Bidang Politik Keamanan sebesar Rp268,28 miliar, Kementerian Koordinator Bidang Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan sebesar Rp9,03 miliar, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebesar Rp456,76 miliar, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebesar Rp345,5 miliar.

    Lalu Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sebesar Rp230 miliar, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp139,73 miliar, dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Rp44,09 miliar.

    Sumber : Antara

  • Zulhas Sebut BLT Rp 600 Ribu Bisa Disalahgunakan buat Judi Online

    Zulhas Sebut BLT Rp 600 Ribu Bisa Disalahgunakan buat Judi Online

    Jakarta

    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan Pesan Presiden Prabowo Subianto terhadap para petani Indonesia. Menurut Zulhas, Prabowo ingin melatih para petani agar mau bekerja keras dan lebih produktif.

    “Yang paling penting, saya, Pak Prabowo, dan kita ingin agar rakyat kita itu kita latih produktif. Kita harus berusaha sebagian besar petani kita itu produktif, mau bekerja,” kata Zulhas dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2024).

    Ia juga menyindir program bantuan terhadap kelompok miskin yang diberikan dalam bentuk beras dan uang tunai. Menurut Zulhas, pola seperti itu saja bisa disalahgunakan untuk judi online.

    “Daripada kita terus seperti sekarang. Miskin kita kasih 10 kilo beras. Miskin kita kasih Rp. 600.000. Habis itu dia menghayal jadi orang kaya, Rp 600 ribu akhirnya ikut judi online. Betul ini kenyataan sekarang. Jadi, itu sangat tidak produktif dan saya kira merusak . Kita tidak akan menjadi bangsa yang maju,” ujarnya.

    Zulhas menjelaskan pada dasarnya para petani Indonesia tergolong rajin. Hanya saja petani meminta kepastian agar produk mereka dapat dibeli dengan harga yang bagus.

    “Tapi intinya kita ingin Bulog itu berapa pun hasil gabah petani dia beli. Berapa pun produksi jagungnya petani itu, mereka beli dengan harga yang bagus, bukan dengan harga yang merugikan petani, tapi harga yang bagus.

    “Misalnya jagung dibeli dengan harga Rp 5.500, nanti Bulognya jual Rp 4.000 atau Rp 4.500, nggak apa-apa, subsidi buat mereka,” tutupnya.

    (ily/kil)

  • Zulhas Ingin Petani Produktif, Jangan Ngayal Kaya dari Judi Online

    Zulhas Ingin Petani Produktif, Jangan Ngayal Kaya dari Judi Online

    Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, optimistis target swasembada pangan pada 2027 yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto bisa tercapai.

    Namun, ia menyadari ada banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Salah satunya soal produktivitas petani.

    Menko yang kerap disapa Zulhas tersebut mengatakan permintaan petani hanya satu. Kalau panen, ada yang beli.

    Zulhas mengatakan sudah 2-3 kali melakukan transformasi Bulog. Intinya, ia menginginkan berapa pun produksi petani harus dibeli dengan harga yang bagus.

    Dengan begitu, petani akan lebih produktif dalam memproduksi pangan. Ia mengatakan, mentalitas petani juga perlu dilatih untuk mengutamakan produktivitas.

    “Kita harus berusaha petani itu mau bekerja kalau mau anaknya bagus, makannya bagus. Itu harus kerja,” kata Zulhas dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Selasa (3/12/2024).

    “Daripada kayak sekarang, miskin kita kasih 10 kg beras. Lalu mereka mengkhayal jadi kaya, lalu [main] judi online,” Zulhas melanjutkan.

    Selain soal produktivitas petani, Zulhas juga mengatakan ada tantangan di sektor lahan yang berkurang. Pihaknya mengaku sudah berbenah dalam beberapa hari terakhir, sebab isu pangan menyangkut hampir seluruh kementerian.

    Selanjutnya, terkait pupuk. Ia mengatakan masih banyak aturan mengular yang mengurus soal pupuk. Namun, dalam sebulan terakhir pihaknya mengatakan sudah menyelesaikan persoalan itu. Kini tak ada lagi SK Bupati, SK Gubernur, yang ada hanya dari Menteri Pertanian ke pengecer.

    “Ini lah saya kira yang harus kita selesaikan dan saya yakin ini bisa diatasi. Dan saya punya sandaran kokoh, Presiden. Karena Presiden ini selalu ngomongnya swasembada. Kalau Presiden dukung apa saja kita bisa selesaikan. Jadi saya punya backup sangat kuat, Bapak Presiden. Jadi saya yakin bisa,” ia menuturkan.

    (fab/fab)

  • Zulhas Pamer Bereskan Sederet Kerja Kejar Swasembada Pangan Prabowo

    Zulhas Pamer Bereskan Sederet Kerja Kejar Swasembada Pangan Prabowo

    Jakarta, CNBC Indonesia – Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membeberkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mencapai target swasembada pangan di tahun 2027 nanti. Menurutnya, sejumlah pembenahan harus dilakukan, bersama seluruh kementerian terkait.

    “Saya kira kita sudah tahu masalah swasembada pangan, di sini banyak pakarnya. Yang nggak pakar cuma saya. Bapak Presiden ingin kita swasembada pangan di tahun 2029, belum kerja kita sudah maju jadi 2028, di G20 2027, belum kerja waktu itu, belum,” katanya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Selasa (3/12/2024).

    “Kita sudah mengetahui soal lahan berkurang. Ini di sini saya mulai berbenah beberapa hari ini, karena pangan ini sangat terkait di hampir seluruh kementerian. Kalau bibit itu BRIN, karena pertanian tidak boleh lagi lakukan riset. BRIN kadang-kadang diomongin moderasi beragama, padahal kita perlu bibit padi. Ini memang nggak mudah, pak,” tambah Zulhas.

    Terkait pupuk, lanjut dia, masalahnya adalah mengularnya aturan yang mengurusi pupuk. Diantaranya ada 9 PP, 5 Perpres, dan belasan Peraturan Menteri. Belum lagi ada SK Bupati, SK Menteri Keuangan, maupun SK Menteri Pertanian.

    “Banyak sekali, sehingga mengular. Mungkin juga sampai petaninya panen. Banyak sekali keterkaitannya,” sebutnya.

    “Padahal banyak pakar tapi menurut saya menuju swasembada pangan itu ruwet. Nggak tahu apa karena itu Pak Prabowo bikin Menko Pangan barangkali. Ini perlu diatasi,” ucapnya.

    Dia pun optimistis target swasembada pangan Prabowo bisa tercapai.

    “Ini lah saya kira yang harus kita selesaikan dan saya yakin ini bisa diatasi. Dan saya punya sandaran kokoh, Presiden. Karena Presiden ini selalu ngomongnya swasembada. Kalau Presiden dukung apa saja kita bisa selesaikan. Jadi saya punya backup sangat kuat, Bapak Presiden. Jadi saya yakin bisa,” katanya.

    “Sebulan ini kita sudah selesaikan pupuk, nggak ada lagi SK Bupati, SK Gubernur, yang ada dari Menteri Pertanian ke Gapoktan, pengecer. Juga penyuluh, di kabupaten, sudah 3 kali rapat, kini penyuluh ditangani Kementan. Penyuluh nggak hanay padi, tapi tanaman pangan secara luas. Saya juga baru selesaikan irigasi,” paparnya.

    Terkait irigasi, dia menyoroti pembangunan irigasi yang tidak terintegrasi atau nggak nyambung.

    “Irigasi harus kita selesaikan. Saya sudah rapat 2-3 kali rapat, selesai. Irigasi kalau 1.000 hektare di Bupati, “Kapan bangun?”, yang dibangun jalan. Kalau 2.000-3.000 hektare urusan Gubernur. Tapi Gubernur nggak mungkin juga, banyak jalan rusak. Jadi irigasi ini banyak terbengkalai,” tukasnya.

    “Ini baru saya selesaikan, pusat bisa bangun irigasi. Mau 1.000 hektare, 2.000 hektare, 3.000 hektare, ok. Perpres sudah selesai, sudah di Mensesneg, mungkin 1-2 minggu ini bisa diteken,” ujarnya.

    Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan pemaparan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta pada Selasa, (3/12/2024). (CNBC Indonesia TV)
    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan pemaparan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta pada Selasa, (3/12/2024). (CNBC Indonesia TV)

    Dari sederet masalah tersebut, Zulhas mengungkapkan, petani ternyata hanya minta 1 hal.

    “Petani itu cuma 1 dia minta, “Pak, kalau kami panen, beli dong, dengan harga yang bagus”. Itu saja, nggak banyak tuntutan petani Indonesia,” katanya.

    “Karena itu saya sudah 3-4 kali ini, kita ingin Bulog itu berapa pun produksi petani itu dibeli dengan harga bagus, bukan merugikan petani. Bulog beli jagung 5.500, jual 4.500 nggak apa-apa. Pak Prabowo ingin petani kita itu produktif, mau bekerja. Kerja itu petani rajin, hanya itu permintaannya, kita beli produksinya,” sebutnya.

    Upaya itu, kata Zulhas, lebih baik dilakukan, dengan menyelesaikan masalah pangan di Indonesia, daripada pemerintah seperti saat ini, hanya memberikan bantuan uang tunai ke orang miskin.

    “Orang miskin kita kasih 10 kilo beras, kasih 600.000. Habis itu dia menghayal jadi orang kaya, lalu ikut judi online. Itu kenyataan sekarang. Jadi itu sangat tidak produkstif, sangat merusak. Kita nggak akan bisa jadi bangsa yang maju. Kalau pangan ini kita selesaikan, kita bisa jadi bangsa yang kuat,” kata Zulhas.

    (dce/dce)

  • Prabowo Mau Swasembada Pangan 2027, Zulhas Sentil Keras BRIN!

    Prabowo Mau Swasembada Pangan 2027, Zulhas Sentil Keras BRIN!

    Jakarta, CNBC Indonesia-Keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan pada 2027 tidak didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

    Menurut Zulhas, BRIN tidak berfokus pada inovasi bibit unggul dalam mendukung pencapaian target swasembada pangan.

    “Kalau bibit itu BRIN, karena pertanian tidak boleh lakukan riset. BRIN banyak omongin toleransi beragama padahal kita butuhnya bibit padi,” ungkap Zulhas dalam Sarasehan 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (3/12/2024)

    Masalah lain, menurut Zulhas yang harus dibereskan adalah pupuk. Sekalipun pupuk disubsidi pemerintah, akan tetapi distribusinya masih sangat rumit.

    “Kalau bicara pupuk, itu mengular, mungkin juga sampai petaninya sudah panen,” jelasnya.

    Zulhas juga menyinggung masalah irigasi yang tidak mampu mendukung produksi pangan. “Jadi padahal banyak pakar tapi menuju swasembada itu ruwet,” terang Zulhas.

    “Barangkali itu kenapa Prabowo minta ada Menko Pangan. Ini perlu diatasi. Saya punya sandaran yang kokoh yaitu Presiden. Kalau Presiden mendukung kita bisa lakukan apa saja,” tegasnya.

    (mij/mij)

  • Menko Pangan pastikan stok-harga pangan akhir tahun aman terkendali

    Menko Pangan pastikan stok-harga pangan akhir tahun aman terkendali

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Menko Pangan pastikan stok-harga pangan akhir tahun aman terkendali
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Senin, 02 Desember 2024 – 23:44 WIB

    Elshinta.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan stok dan harga pangan pada akhir tahun 2024 dalam kondisi aman terkendali.

    “Aman stok Bulog hampir dua juta, jadi harga Natal dan tahun baru aman terkendali tidak usah khawatir stok cukup, beras ada hampir dua juta ton di Bulog, total 8 juta ton lebih beredar di masyarakat,” kata Zulkifli Hasan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/12).

    Sementara untuk operasi pasar, kata Zulkifli, baru akan dilakukan pada Januari 2025, berkenaan dengan adanya penyaluran bantuan pangan.

    Di sisi lain Zulkifli Hasan mengatakan ditargetkan pada tahun 2025 tidak akan ada lagi keputusan impor beras.

    “Andaikata ada impor beras, yang belum (selesai) sekarang itu yang dilanjutkan,” kata Zulkifli.

    Dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis bahwa pada 2025 Indonesia tidak akan impor beras lagi.

    Prabowo juga meyakini Indonesia tidak akan lagi melakukan impor bahan pangan lainnya, di waktu-waktu mendatang seiring menguatnya sektor pangan nasional.

    Sumber : Antara