Tag: Zainal Abidin

  • Inilah Hasil Quick Count Pilwali Probolinggo 2024

    Inilah Hasil Quick Count Pilwali Probolinggo 2024

    Probolinggo (beritajatim.com) – Hasil quick count Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Probolinggo 2024 telah dirilis melalui laman resmi (https://data-pemilu.page.dev).

    Berdasarkan data yang telah masuk 100 persen, pasangan nomor urut 3, dr. Aminuddin – Ina Buchori (Amanah), berhasil meraih dukungan terbanyak dengan perolehan suara mencapai 39,17 persen atau 53.390 suara.

    Pasangan nomor urut 4, Hadi Zainal Abidin – Zainal Arifin (Handal Bersinar), berada di posisi kedua dengan perolehan 37,24 persen atau 50.770 suara, terpaut tipis 1,93 persen dari pasangan Amanah.

    Berikut hasil lengkap perolehan suara masing-masing pasangan calon (paslon) berdasarkan hasil quick count:
    1. Amanah (dr. Aminuddin – Ina Buchori): 39,17 persen (53.390 suara).
    2. Handal Bersinar (Hadi Zainal Abidin – Zainal Arifin): 37,24 persen (50.770 suara).
    3. Fazza (Fernanda Zulkarnain – Abdullah Zabut): 22,39 persen (30.519 suara).
    4. Setiamu (Sri Setyo Pertiwi – Muhammad Rahman): 1,20 persen (1.640 suara).

    Dalam pernyataan resminya, dr. Aminuddin menyebut kemenangan ini adalah kemenangan seluruh warga Kota Probolinggo. Meski unggul dalam quick count, ia menegaskan pentingnya tetap rendah hati dan mengajak semua pihak bersatu demi kemajuan Kota Probolinggo.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Probolinggo untuk bersatu demi membangun kota ini lebih baik. Perbedaan pilihan politik bukan alasan untuk berselisih, melainkan kesempatan untuk mempererat persatuan,” ujarnya pada Kamis (28/11/2024).

    Aminuddin juga berharap kepemimpinannya bersama Ina Buchori pada periode 2025-2030 dapat membawa Kota Probolinggo semakin maju dan berkembang. “Terima kasih kepada seluruh warga Kota Probolinggo yang telah berpartisipasi dalam Pilkada 2024 ini. Mari kita satukan visi untuk menyongsong perubahan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

    Dari total suara yang masuk, jumlah pemilih mencapai **93.010 orang**, atau **53,35 persen** dari jumlah **Daftar Pemilih Tetap (DPT)** Kota Probolinggo yang tercatat sebanyak 179.416 orang. (ada/but)

  • Besti Unggul Telak di TPS 006 Madatte, KH Syibli Sahabuddin Hanya 20 Suara

    Besti Unggul Telak di TPS 006 Madatte, KH Syibli Sahabuddin Hanya 20 Suara

    FAJAR.CO.ID, POLMAN – Pasangan calon Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Bebas Manggazali dan wakilnya Siti Rahmawati unggul telat di tempat pemungutan suara (TPS)006, Kelurahan Madatte.

    Diketahui, TPS merupakan tempat mantan Sekretaris Daerah (Sekda) melakukan pencoblosan bersama dengan istrinya Sukmawati. Dari hasil perhitungan petugas KPPS, paslon nomor urut dua mendapat perolehan 215 suara.

    Disusul pasangan Dirga Adhi Putra Singkaru – Iskandar Baharuddin Lopa dengan perolehan 131 suara. Urutan ketiga pasangan calon nomor urut satu Samsul Mahmud – Andi Nursami Masdar dengan perolehan 61 suara

    Sementara pasangan Syibli Sahabuddin dan Zainal Abidin hanya memperoleh 20 suara.

    Sekadar diketahui, Besti maju Pilkada dengan membawa visi Polewali Mandar maju bersahabat: Maju, bersih dan berkelanjutan.

    Sementara misinya salah satunya, meningkatkan sumberdaya manusia yang maju dan sejahtera. Menumbuhkembangkan dan meratakan ekonomi kerakyatan berbasis agro – eco – edu – tourism dan nilai-nilai kearifan lokal.

    Mewujudkan pusat agro maritim yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas Birokrasi, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik yang responsif, transparan, anti korupsi.

    Lalu, mengoptimalkan pemerataan pembangunan infrastruktur berkelanjutan sebagai penyangga lumbung pangan ibukota Nusantara. (*)

  • Tak Puas dengan Jawaban Kapolrestabes Semarang, LBH Petir Berencana Bentuk Tim Pencari Fakta

    Tak Puas dengan Jawaban Kapolrestabes Semarang, LBH Petir Berencana Bentuk Tim Pencari Fakta

    GELORA.CO  – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Penyambung Titipan Rakyat (Petir) Jawa Tengah berencana akan bentuk tim pencari fakta soal kasus penembakan siswa SMK di Semarang, Jawa Tengah.

    Pembentukan tim tersebut merupakan respons dari ketidakpuasan masyarakat terhadap jawaban dari Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar yang menyatakan tiga siswa SMK yang ditembak tersebut melawan dan membawa senjata tajam.

    “Alasan itu digunakan polisi untuk mengambil tindakan tegas sampai ada korban meninggal dunia,” kata Ketua LBH Petir Jateng, Zainal Abidin.

    Polisi yang seakan menutup-nutupi kasus ini juga jadi pemicu dibentuknya tim pancari fakta.

    “Saya punya penilaian seperti itu (terkesan menutupi) padahal saya hanya mau melakukan pendampingan dan investigasi supaya kasus ini terang,” katanya, dikutip dari TribunJateng.com.

    Zainal juga sudah melakukan penelusuran dan meminta keterangan dari guru dan teman korban bahwa tak ada catatan kenalakan dari korban selama bersekolah.

    Koordinator Bimbingan Konseling (BK) di sekolah korban juga menyatakan tak ada catatan pelanggaran kenakalan dari ketiga korban.

    “Teman-teman satu paskibra juga menilai baik. Teman satu kelas menyatakan hal serupa.”

    “Akhirnya tudingan korban adalah gangster sangat membuat mereka kaget,” bebernya.

    Zainal juga saat ini mengaku kesulitan untuk memberikan bantuan hukum kepada para korban.

    Keluarga Korban Bungkam

    Terbaru ini, tiga keluarga korban penembakan pilih bungkam.

    Seperti keluarga korban tewas, GRO (17).

    Ketika didatangi TribunJateng.com untuk melakukan konfirmasi pada Senin (25/11/2024) lalu, mereka menutup diri dengan alasan masih berkabung.

    Mereka akan memberikan keterangan selepas berduka.

    Kemudian, rumah dua korban selamat, AD (17) dan SA (16) juga turut didatangi.

    Saat didatangi, keluarga SA enggan menemui dengan alasan masih trauma berat soal kasus ini.

    “SA ini jarang keluar malam. Makanya kami kaget dengan adanya kasus ini,” kata ketua RT 4 RW 2 kelurahan Tugu, Aris Widarto.

    Sementara itu, AD yang tinggal bersama neneknya juga bersikap sama.

    Nenek korban juga menolak untuk diwawancarai.

    Ketua RT setempat, Wakimin menuturkan, AD disebut sebagai anak yang baik.

    “AD ini anak baik. Jadi kami kaget adanya kejadian ini,” tutur Ketua RT 6 RW 5 Ngaliyan, M Wakimin.

    Tertutupnya para keluarga korban ini membuat sejumlah pihak kesulitan memberikan bantuan, terlebih dalam bidang hukum.

    Satu di antaranya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Penyambung Titipan Rakyat (Petir) Jawa Tengah, Zainal Abidin.

    “Kami mau membantu tapi para keluarga korban belum membuka diri,” ujar Ketua LBH Petir Jateng, Zainal Abidin.

    Ia juga menuturkan, kasus ini seperti ditutup-tutupi.

    “Saya punya penilaian seperti itu (terkesan menutupi) padahal saya hanya mau melakukan pendampingan dan investigasi supaya kasus ini terang,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief menyebut polisi melakukan rekayasa.

    Ia mengatakan kasus ini merupakan kasus extra judicial killing atau pembunuhan di luar hukum.

    “Betul, polisi melakukan rekayasa dan kronologi yang kemudian seolah-olah extra judicial killing yang kemudian dibenarkan padahal tidak boleh polisi serta merta melakukan penembakan,” ujarnya, dikutip dari TribunJateng.com.

    Menurutnya, polisi diduga melakukan rekayasa kasus pembunuhan korban.

    Korban yang tidak memiliki catatan kriminal maupun catatan kenalakan di sekolah tiba-tiba dituding sebagai anggota gangster yang gemar tawuran dengan membawa sajam.

    “Kasus diarahkan ke tawuran tentu ini sebagai cuci tangan polisi yang kemudian mengangkat bahwa ini kasus gangster yang meresahkan di Semarang,” lanjutnya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto membantah bahwa pihak kepolisian melakukan rekayasa.

    “Tidak,” kata Artanto.

  • 1
                    
                        Anggota Paskibra Berprestasi Tewas Ditembak Polisi, SMKN 4 Semarang Dipadati Karangan Bunga
                        Regional

    1 Anggota Paskibra Berprestasi Tewas Ditembak Polisi, SMKN 4 Semarang Dipadati Karangan Bunga Regional

    Anggota Paskibra Berprestasi Tewas Ditembak Polisi, SMKN 4 Semarang Dipadati Karangan Bunga
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Seorang anggota Paskibra yang berprestasi, berinisial GR (17), tewas ditembak oleh polisi di
    Semarang
    Barat pada Minggu (24/11/2024) pukul 01.00 WIB.
    Dua pelajar lainnya, A (17) dan S (16), yang juga merupakan anggota Paskibra, selamat meski mengalami luka tembak.
    Kediaman SMK Negeri 4 Semarang, tempat ketiga pelajar tersebut bersekolah, dipenuhi karangan bunga sebagai ungkapan duka cita dan keprihatinan dari berbagai komunitas, termasuk Aliansi Warga Tolak Kekerasan.
    Pantauan
    Kompas.com
    pada Selasa (26/11/2024) sore, sekitar sepuluh karangan bunga telah terpasang di depan gerbang sekolah.
    “Saya mainnya sama dia terus, tahu keseharian dia
    gimana
    . Sama keluarganya lumayan deket. Enggak setuju sih dia dibilang
    kreak
    (gangster), soalnya dia orangnya baik-baik. Enggak pantes dibilang
    kreak
    ,” tegas Fajar Septian (17), teman dekat GR, saat ditemui di lokasi.
    Fajar mengaku masih berlatih paskibra dan menghabiskan waktu bersama GR hingga Sabtu (23/11/2024) sore.


    ANTARA FOTO/Makna Zaezar Seorang wartawan mengambil gambar bunga-bunga yang diletakkan untuk dukungan dan doa kepada siswa yang meninggal dunia diduga akibat ditembak oknum polisi di depan SMKN 4 Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2024). Aksi yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Kota Semarang tersebut mendorong pihak kepolisian setempat segera mengusut tuntas, berperilaku adil, dan jujur dalam menangani kasus oknum polisi Satnarkoba Polrestabes Kota Semarang berinisial S yang diduga melakukan penembakan yang menewaskan seorang siswa anggota Pasikbra SMK Negeri 4 Semarang pada Minggu (24/11/2024) dini hari di daerah Semarang. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/rwa.
    Fajar menjelaskan bahwa GR, yang merupakan siswa Teknik Mesin kelas XI, memiliki hobi modifikasi motor tetapi tidak pernah terlibat dalam kenakalan, termasuk balapan liar.
    “Dia sering main motor, tapi cuma modifikasi doang, enggak trek-trekan. Dia teknik mesin, saya otomotif. Kita
    sahabatan
    waktu masuk
    paskib
    , belum ada setahun, 5 bulan terakhir dan itu enggak pernah dia nakal-nakal
    kaya gitu
    .
    Gak ngerokok
    atau mabuk,” ungkapnya.
    Mendengar kabar kematian sahabatnya, Fajar mengaku sangat terkejut.
    “Pas waktu
    denger
    itu saya syok. Tiba-tiba
    diinfoin
    meninggal. Pas itu enggak ada kronologi sama sekali. Dia enggak nakal. Biasanya mabar atau
    ngerjain
    tugas di angkringan,” lanjutnya.
    Selasa sore itu, Fajar dan teman-temannya mendoakan GR di lokasi karangan bunga dan berharap kebenaran terkait kematian sahabatnya dapat terungkap.
    GR dikenal sebagai anggota Paskibraka yang aktif mengikuti perlombaan dan berhasil meraih berbagai prestasi, termasuk piala juara 3 dalam lomba baris berbaris tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah pada Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa, Pelajar, dan Taruna Akademi Kepolisian (Porsimaptar) 2024.
    “Harapannya masalah ini cepet selesai dan tuntas, enggak ke mana-mana,” tutup Fajar.
    Di lokasi karangan bunga, terdapat juga beberapa poster yang menuntut keadilan bagi para korban.
    Salah satu poster bertuliskan, “Cah nek nakal dikandani, ora ditembaki. Selamatkan generasi bangsa”, yang jika diartikan kurang lebih anak kalau nakal dinasehati, bukan ditembak.
    GR telah dimakamkan di Sragen, sementara A dan S mendapatkan perawatan medis.
    Ketua LBH Petir (Penyambung Titipan Rakyat) Jateng, Zainal Abidin ‘Petir’ berupaya memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
    “Tadi saya ke rumah satu korban, S, di Jrakah, tapi tidak ada. Kata orang kampung situ, masih trauma, ketakutan. Keluarga juga tidak bisa dihubungi,” ungkap Zainal.
    Dia juga tidak dapat menemui A dan keluarganya, meskipun A telah mengikuti rekonstruksi yang digelar oleh polisi di lokasi kejadian pada Selasa (26/11/2024) siang.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Langgar Netralitas Pilkada, Kades di Situbondo Divonis Masa Percobaan 3 Bulan
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        26 November 2024

    Langgar Netralitas Pilkada, Kades di Situbondo Divonis Masa Percobaan 3 Bulan Surabaya 26 November 2024

    Langgar Netralitas Pilkada, Kades di Situbondo Divonis Masa Percobaan 3 Bulan
    Tim Redaksi
    SITUBONDO, KOMPAS.com

    Zainal Abidin
    ,
    Kepala Desa Buduan
    , Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim), divonis 3 bulan masa
    tahanan percobaan
    setelah terbukti melanggar netralitas di Pilkada 2024.
    Humas Pengadilan Negeri Situbondo, Anak Agung Putra Wiratjaya, menyatakan bahwa terdakwa divonis 3 bulan masa percobaan tahanan karena terbukti melanggar Pasal 70 Tahun 2014 tentang netralitas dalam pemilu.
    “Jika dalam masa tahanan percobaan selama 3 bulan tersebut yang bersangkutan melanggar kembali, maka akan ditahan selama 1 bulan,” kata Anak Agung Putra Wiratjaya pada Selasa (26/11/2024).
    Dia juga menyatakan bahwa pemidanaan tersebut bertujuan untuk memperbaiki perilaku Zainal Abidin karena menjadi orang nomor satu di Desa Buduan, Kecamatan Suboh.
    “Pemidanaan ini bertujuan untuk memperbaiki perilaku yang bersangkutan. Di sisi lain, yang bersangkutan juga kepala desa yang dibutuhkan orang banyak, dan ini kesalahan pertama sehingga diberikan masa tahanan percobaan,” katanya.
    Putra juga menambahkan bahwa alat bukti yang dijadikan landasan vonis adalah adanya bukti video yang dengan jelas menunjukkan terdakwa memihak salah satu paslon di Pilbub Situbondo 2024.
    “Jadi yang bersangkutan ini membuat video yang seolah mendukung salah satu paslon, namun oleh terdakwa video itu ditarik kembali. Namun, oleh orang lain, video tersebut disebar. Yang bersangkutan juga mengakui kesalahannya dan berjanji tidak mengulanginya kembali,” katanya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPU Kota Probolinggo dan PWI Gelar Sosialisasi Jelang Pilkada 2024

    KPU Kota Probolinggo dan PWI Gelar Sosialisasi Jelang Pilkada 2024

    Probolinggo (beritajatim.com) – Dua hari menjelang pencoblosan Pilkada 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya menggelar sosialisasi bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dan wartawan. Acara ini berlangsung di Bale Hinggil, Jalan dr. Soetomo, Kota Probolinggo, pada Senin (25/11/2024), dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak 2024.

    Kepala Dismominfo Kota Probolinggo, Aman Suryaman, menyatakan bahwa anggota KIM memiliki peran penting dalam menyukseskan Pilkada. Salah satu kontribusi mereka adalah menyebarkan konten edukatif terkait Pilkada melalui berbagai platform media, seperti situs web dan media sosial, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

    “Tugas KIM mirip dengan wartawan, yaitu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, KIM juga diharapkan dapat menangkal kabar bohong atau hoaks dengan cara cek dan ricek di komunitas mereka,” ujar Aman dalam paparannya.

    Ketua PWI Probolinggo Raya, Suyuti, menambahkan bahwa meski media sosial dan media mainstream memiliki perbedaan signifikan dalam verifikasi, keduanya tetap berperan penting. Ia menyoroti dampak media sosial yang besar, terutama dalam menyebarkan informasi selama masa kampanye hingga masa tenang.

    “Media sosial memiliki dampak luar biasa, meskipun dalam masa tenang sekalipun. Namun, saya yakin rekan-rekan media mainstream sudah paham akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengontrol sosial,” kata Suyuti.

    Komisioner KPU Kota Probolinggo, Zainal Abidin, berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Ia mengingatkan pentingnya peran semua pihak untuk mendorong kesuksesan Pilkada 2024.

    “Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, partisipasi masyarakat di Pilkada 2024 bisa meningkat dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Zainal, yang juga Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan.

    Berdasarkan data KPU Kota Probolinggo, daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada 2024 berjumlah 179.416 orang, terdiri atas 91.436 pemilih perempuan dan 87.980 pemilih laki-laki. Pemilih akan tersebar di 328 TPS di 29 kelurahan, dengan fasilitas khusus bagi pemilih disabilitas yang akan didampingi oleh petugas.

    Diketahui, tingkat partisipasi pemilih di Kota Probolinggo pada Pilkada 2018 menurun dibandingkan dengan Pilkada 2013. Pada 2013, partisipasi mencapai 83%, sedangkan pada 2018 turun menjadi 79%. Dengan upaya sosialisasi ini, KPU berharap tren partisipasi dapat meningkat kembali. (ada/but)

  • Tindak Pidana Perdagangan Orang di NTB, Seorang Perempuan Ditangkap
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        24 November 2024

    Tindak Pidana Perdagangan Orang di NTB, Seorang Perempuan Ditangkap Regional 24 November 2024

    Tindak Pidana Perdagangan Orang di NTB, Seorang Perempuan Ditangkap
    Tim Redaksi
    SUMBAWA, KOMPAS.com
    – Seorang perempuan berinisial ES (58) ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim
    Polres Sumbawa Barat
    , Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (
    TPPO
    ).
    Kasat Reskrim Iptu I Kadek Suadaya Atmaja mengonfirmasi, kasus ini telah naik ke tahap penyidikan.
    “Benar, sudah ditetapkan tersangka yaitu seorang perempuan berinisial ES atas kasus TPPO,” kata Kadek saat dihubungi, Minggu (24/11/2024).
    Korban dalam kasus ini adalah seorang perempuan berinisial RL (39) tahun, warga Desa Tamekan, Kecamatan Taliwang, yang merupakan
    Pekerja Migran Indonesia
    (PMI) dan dipulangkan karena tidak sampai ke tujuan yang dijanjikan.
    Kadek menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan, tersangka menggunakan modus operandi dengan mendatangi rumah korban bersama suaminya untuk menawarkan pekerjaan di Abu Dhabi dengan iming-iming menjadi
    baby sitter
    .
    Untuk menarik minat korban, pelaku menjanjikan uang saku sebesar Rp 2 juta untuk keberangkatan, sehingga suami korban setuju untuk memberangkatkan istrinya.
    “Modus utama tersangka ini adalah iming-iming bekerja di Abu Dhabi, tetapi setelah korban diberangkatkan, ternyata ia dipekerjakan di Libya,” ujar dia.
    Rute penerbangan yang dilalui saat pemberangkatan adalah dari Bandara Sukarno Hatta menuju Abu Dhabi, kemudian ke Turki, dan akhirnya ke Libya.
    Rute ini dapat dibuktikan melalui paspor milik korban.
    Dalam praktiknya, tersangka ES bertindak sebagai perekrut, sementara RL sebagai calon PMI diantar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Asyi-Syifa Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
    Setelah hasil pemeriksaan, RL diserahkan kepada SL, yang bertugas mengurus pemberangkatan korban ke Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (Bizam) Lombok menuju Jakarta.
    “Setelah tiba di Jakarta, pengurusan paspor dan pemberangkatan dilakukan oleh seorang perempuan. Selama menunggu di penampungan rumah B selama satu bulan, RL baru diterbangkan ke luar negeri,” ungkap Kadek.
    Berdasarkan keterangan SL, ia memberikan keuntungan kepada tersangka ES sebesar Rp 5 juta sebagai perekrut.
    Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk paspor atas nama RL dengan nomor E1567126, fotokopi tiket pesawat BERNIQ tertanggal 23 Februari 2024, serta barang bukti lainnya.
    “Semua bukti ini memperkuat dugaan tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan oleh tersangka,” tambahnya.
    Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumbawa Barat Iptu Zainal Abidin menyatakan, pengungkapan kasus TPPO ini merupakan bagian dari upaya Polres KSB untuk mendukung Program 100 Hari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia.
    “Kami berharap masyarakat terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka,” kata dia.
    Polres Sumbawa Barat berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam memerangi TPPO.
    “Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi pelaku kejahatan serupa serta membangun kesadaran bersama untuk melindungi kelompok rentan dari eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang,” sebut Zainal.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kilas Balik Kasus Mary Jane: Kurir Narkoba yang Lolos dari Eksekusi Mati di Indonesia

    Kilas Balik Kasus Mary Jane: Kurir Narkoba yang Lolos dari Eksekusi Mati di Indonesia

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan bakal segera memindahkan terpidana mati kasus narkoba, Mary Jane Veloso ke negara asalnya Filipina.

    Yusril menjelaskan pertimbangan pemindahan Mary Jane ke Filipina lantaran telah memenuhi sejumlah syarat permohonan pemindahan narapidana atau transfer of prisoner.

    Misalnya, otoritas di Filipina telah mengakui dan menghormati putusan final pengadilan Indonesia dalam menghukum warga negaranya yang terbukti melakukan tindak pidana di wilayah negara Indonesia. 

    Selanjutnya, napi tersebut dikembalikan ke negara asalnya dengan syarat untuk menjalani sisa hukuman di sana sesuai putusan pengadilan Indonesia. 

    Kemudian, Filipina juga sudah sepakat soal biaya pemindahan dan pengamanan selama perjalanan menjadi tanggungan pemohon pemindahan narapidana.

    “Bahwa setelah kembali ke negaranya dan menjalani hukuman di sana, kewenangan pembinaan terhadap napi tersebut beralih menjadi kewenangan negaranya,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Rabu (20/11/2024).

    Kronologi kasus Mary Jane

    Dalam catatan Bisnis, Mary Jane Veloso ditangkap di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta karena kedapatan membawa 2,6 kilogram heroin pada April 2010.

    Kemudian, Mary Jane divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta pada Oktober 2010.

    Sebelum pelaksanaan eksekusi mati, Mary Jane telah melakukan berbagai upaya hukum agar terbebas dari vonis itu, termasuk dia juga melayangkan grasi dan ditolak oleh Presiden ke-7 Joko Widodo.

    Pada 29 April 2015, Mary Jane lolos dieksekusi lantaran Presiden Filipina Benigno Aquino meminta agar pemerintah Indonesia menunda eksekusi mati Mary Jane.

    Pasalnya, orang yang merekrut Mary Jane untuk menyelundupkan narkoba ke Indonesia melalui Yogyakarta yaitu Maria Kristina Sergio telah menyerahkan diri kepada polisi di Filipina.

    Dengan demikian, kesaksian Mary Jane masih diperlukan untuk mengungkap kasus perdagangan manusia atau human trafficking kala itu.

    Adapun, untuk delapan terpidana lainnya dalam kasus narkoba ini menjalani eksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

    Kedelapan terpidana mati itu, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (WN Australia), Martin Anderson (WN Ghana), Raheem Agbaje Salami (WN Spanyol) dan Rodrigo Gularte (WN Brasil). 

    Selanjutnya, Sylvester Obieke Nwolise (WN Nigeria), Okwudili Oyatanze (WN Nigeria) dan Zainal Abidin (WN Indonesia).

    Singkatnya, setelah hampir sembilan tahun negosiasi yang dilakukan pemerintah Filipina terhadap Indonesia, Mary Jane akhirnya dapat pulang ke negara asalnya.

    “[Diperkirakan] proses pemindahan Mary Jane akan dilakukan pada Desember 2024,” ujar Yusril.

    Yusril juga menekankan bahwa soal pemberian keringanan hukuman berupa remisi, grasi dan sejenisnya terhadap Mary Jane, saat ini bakal menjadi kewenangan kepala negara Filipina.

    “Dalam kasus Mary Jane, yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia, mungkin saja Presiden Marcos akan memberikan grasi dan mengubah hukumannya menjadi hukuman seumur hidup, mengingat pidana mati telah dihapuskan dalam hukum pidana Filipina, maka langkah itu adalah kewenangan sepenuhnya dari Presiden Filipina,” pungkasnya.

  • Ribuan Pendukung Vivit-Umam Gemakan Sholawat di Ponpes Narukan

    Ribuan Pendukung Vivit-Umam Gemakan Sholawat di Ponpes Narukan

    TRIBUNJATENG.COM, REMBANG – Menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November 2024, tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Rembang nomor urut 01, Vivit Dinarini Atnasari dan Zaimul Umam Nursalim (Gus Umam) menggelar sholawatan akbar sekaligus menjemput kemenangan, Minggu (17/11/2024) malam.

    Bertempat di halaman Pondok Pesantren LP3IA di Desa Narukan, Kecamatan Kragan, gelaran sholawatan bertema Pilkada Damai Menuju Kemenangan itu dihadiri 10 ribu jamaah.

    Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat seperti Gus Baha, Abdul Hafidz, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf. 

    Calon Wakil Bupati Rembang nomor urut 1, Zaimul Umam Nursalim (Gus Umam) mengatakan, sholawatan ini merupakan kegiatan Paslon 01 sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    “Jadi ini digelar dalam rangka menjemput kemenangan pada Pilkada serentak di Rembang 27 November 2024 mendatang. Kita terus berdoa dan bertawasul untuk perjuangan pemenangan Vivit-Umam,” ungkapnya. 

    Gus Umam berharap dengan digelarnya sholawat ini bertujuan untuk berdoa kepada Allah SWT agar pilkada Rembang berjalan dengan lancar, aman dan kondusif.

     “Kami terus memanjatkan doa-doa kepada Allah SWT, semoga pagelaran Pilkada serentak bisa berjalan lancar dan damai,” tuturnya.

    Gus Umam berharap pada gelaran pilkada 2024 pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang, pihaknya mampu mendapatkan perolehan suara diatas 50 persen. (Rad)

  • Yang Tersisa di Gorong-gorong Usai Murtala Cs Kabur dari Rutan Salemba

    Yang Tersisa di Gorong-gorong Usai Murtala Cs Kabur dari Rutan Salemba

    Jakarta

    Gembong narkoba Murtala bersama 6 tahanan-narapidana lainnya kabur dari Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat, melalui gorong-gorong. Murtala cs hanya meninggalkan topi hingga baju di gorong-gorong tersebut.

    Para tahanan dan napi tersebut kabur pada Selasa (12/11) dini hari. Selain Murtala, enam orang lainnya juga kabur, yakni Meri Janwar bin Zainal Abidin (39), Maulana bin Sulaiman (29), Wahyudin bin Tamrin (47), Annas Alkarim bin Rusli (22), Agus Salim bin Nurdin (27), dan Jamaludin bin Ibrahim (29).

    Barang-barang yang tersisa di gorong-gorong tersebut diungkap oleh penjaga pos keamanan wilayah setempat. Tidak ada gergaji ditemukan di lokasi.

    “Yang ketinggalan cuman kaus doang di situ, mungkin karena basah apa kesangkut kali ketinggalan di situ, sama sandal,” kata penjaga pos keamanan RW, Effendi (61), saat ditemui di Jalan Percetakan Negara X, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11/2024).

    Effendi mengatakan tak ada peralatan lain yang ditemukan di gorong-gorong setelah Murtala cs kabur. Sebagai informasi, pos jaga keamanan RW itu berada di depan gorong-gorong tersebut.

    “Kaus cuma satu sama sandal sepasang. Udah, di luar satu, satu di dalam gorong-gorong,” ujarnya.

    “Kagak ngelihat, kejadiannya pas dia keluar kita bertiga, ada temen satu, berempat, kagak ngelihat. Cuma ya kejadiannya itu udah mau Subuh, jam 04.00 WIB gitu, kita pada sepi. Nah, kemungkinan dia udah beraksi dari dalam (Rutan). Kita pulang Subuh, itu 05.30 WIB kita bubar. Nah, dia beraksi tuh keluar. Dalam keadaan udah sepi, nggak ada orang yang jaga,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Effendi mengatakan Murtala menjebol terali di gorong-gorong tersebut. Besi-beri terali penyok.

    Kini terali yang dibobol oleh Murtala itu sudah diperbaiki. Effendi berharap terali didobel agar tak dijebol lagi oleh tahanan.

    “Seharusnya ditambah lagi, didobel. Terus atasnya dicor lagi, udah pendapat saya itu aja. Biar kuat biar nggak ada lagi yang ini (kabur),” kata Effendi.

    Penampakan gorong-gorong jalan kabur gembong Murtala cs dari Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Foto: Penampakan gorong-gorong jalan kabur gembong Murtala cs dari Rutan Salemba, Jakarta Pusat. (Mulia Budi/detikcom)

    Effendi mengatakan terali besi yang dipasang saat ini masih belum kuat. Menurutnya, terali besi itu masih bisa dijebol oleh para tahanan untuk kabur.

    “Itu udah ditambah baru semua itu, kalau kata kita juga masih kurang kuat,” ujarnya.