Tag: Zainal Abidin

  • Pendapa Bupati Jember Jadi Tempat Resepsi Artis, Nobar Konser K-Pop, hingga Politisi Ngunduh Mantu

    Pendapa Bupati Jember Jadi Tempat Resepsi Artis, Nobar Konser K-Pop, hingga Politisi Ngunduh Mantu

    Jember (beritajatim.com) – Pendapa Wahyawibawagraha selama ini dikenal sebagai rumah dinas kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Selain sebagai tempat hunian bupati, pendapa tersebut juga menjadi lokasi kegiatan seremonial kenegaraan.

    Bupati menerima tamu resmi dari pemerintah pusat hingga meresmikan program dan melantik pejabat di Pendapa Wahyawibawagraha. Kegiatan yang dihadiri undangan dalam jumlah lebih dari 50 orang biasanya diletakkan di aula lantai dua atau lantai atas.

    Namun sejarah mencatat, Pendapa Wahyawibawagraha pernah beberapa kali digunakan tidak untuk acara pertemuan formal maupun acara kenegaraan.

    Bupati Muhammad Zainal Abidin Djalal pernah mengizinkan pendapa digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan artis Anang Hermansyah dan Ashanty pada 6 Juli 2012. Dalam sejarah pemerintahan Jember modern, baru kali ini pusat kekuasaan dijadikan resepsi pesta pernikahan warga biasa yang disiarkan stasiun televisi RCTI.

    Ngunduh mantu artis ini membuat Bupati Djalal jadi sasaran protes warga Jember. Ada warga yang berunjuk rasa mempertanyakan penggunaan uang negara untuk acara privat.

    Bupati Djalal saat itu menepis anggapan acara ngunduh mantu dibiayai uang pemerintah daerah. Ia hanya memberikan sambutan dalam resepsi tersebut. “Sangat tidak sopan, jika kita kedatangan Anang dan Ashanty tanpa memberikan sambutan,” katanya saat itu.

    Apalagi, lanjut Djalal, Anang dan Ashanty datang bersama rombongan besar, yang di dalamnya terdapat sejumlah awak infotainmen televisi. Kehadiran para awak televisi itu akan memperkuat promosi Jember melalui acara Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).

    Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 15 Oktober 2022, aula lantai dua Pendapa Wahyawibawagraha dikuasai BTS Army, sebutan fans grup musik pop Korea (K-Pop) Bangtan Boys atau BTS. Mereka nonton baremg konser boys band asal Korea Selatan tersebut.

    Sedikitnya dua ratus orang penggemar BTS berkumpul di aula pendapa. Mereka menyaksikan live streaming gratis konser Yet To Come In Busan yang ditayangkan pada layar lebar. Bupati Hendy Siswanto dan istrinya Kasih Fajarini duduk di kursi deretan depan menyaksikan langsung konser yang berlangsung di Korea Selatan tersebut.

    Ide menggelar nobar ini tak lepas dari keinginan Bupati Hendy memfasiitasi kegiatan-kegiatan anak muda di Jember. “Kepala daerah harus peka. Penggemar BTS tidak sedikit. Ada ribuan orang di Jember,” katanya.

    “Oleh sebab itu, saya punya pemikiran, wah ini harus diundang nobar. Mumpung gratis, boleh ditonton bebas melalui live streaming. Kenapa tidak kami buka saja pendapa, wong lagi kosong tidak ada acara, dan ada layar lebarnya. Anak-anak kita ini harus diarahkan pada hal yang positif,” kata Hendy.

    Terakhir, Pendapa Wahyawibawagraha menjadi tempat ngunduh mantu Tulus Madiyono, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Kabupaten Jember, Sabtu (10/1/2026) tanpa dipungut biaya sewa.

    Hisyam Wahyu Aditya, Kepala Bagian Umum & Protokol Komunikasi Pimpinan Pemkab Jember, mengatakan, izin penyelenggaraan pernikahan oleh masyarakat umum di pendapa hanya bersifat uji coba sebagai salah satu strategi ke depan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

    “Dipastikan juga bahwa dari kami tidak ada support dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk makanan, gardening, tidak ada. Semuanya dari pihak yang mempunyai acara. Tidak ada dari kami. Bahkan di (lantai) bawah yang biasanya ada makanan untuk tamu, hari ini kami stop,” katanya. [wir]

  • Terungkap! Pencuri Kabel Sibel di Tawun Ngawi Ternyata Sudah Beraksi di 53 TKP

    Terungkap! Pencuri Kabel Sibel di Tawun Ngawi Ternyata Sudah Beraksi di 53 TKP

    Ngawi (beritajatim.com) – Fakta baru terungkap dalam kasus pencurian kabel sibel yang berhasil dibongkar Polres Ngawi Polda Jawa Timur. Seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) kabel sibel ternyata telah beraksi di 53 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ngawi.

    Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan pelaku berinisial A.S. pada Selasa, (23/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku diamankan di area persawahan Dusun Mbeton, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, sesaat setelah melakukan pencurian kabel sibel milik warga.

    Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon menjelaskan, aksi pelaku sempat dipergoki oleh saksi di sebuah gubuk sawah. Saat itu, pelaku berdalih sedang mencari burung. Namun, ketika hendak melarikan diri, pelaku justru melakukan perlawanan dengan menyerang saksi menggunakan sabit.

    “Karena adanya unsur kekerasan saat pelaku melarikan diri, peristiwa ini kami kategorikan sebagai pencurian dengan kekerasan,” jelas Kapolres

    Satreskrim Polres Ngawi yang dipimpin AKP Aris Gunadi, bersama warga sekitar mengamankan pelaku berikut sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor, tang atau gunting besi, karung, helm, serta potongan kabel sibel.

    Dari hasil pengembangan dan pemeriksaan intensif, terungkap bahwa tersangka A.S. telah melakukan pencurian kabel sibel di 53 TKP lainnya yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Ngawi. Aksi berulang tersebut menyebabkan kerugian materiil bagi para korban dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    “Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan keseriusan Polres Ngawi dalam memberantas kejahatan, khususnya yang meresahkan masyarakat dan disertai kekerasan. Kami juga mengapresiasi peran aktif warga dalam membantu pengungkapan kasus ini,” tegas Kapolres Ngawi, Selasa (6/1/2026).

    Atas perbuatannya, tersangka A.S. dijerat Pasal 365 Ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 tahun.

    Tambahan Kronologi Penangkap

    Diketahui, pelaku bernama Arif Sujarwanto, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Ia tertangkap warga saat diduga mencuri kabel sibel di area persawahan wilayah Ngawi. Saat dipergoki, pelaku sempat mencoba melawan dengan menyerang warga menggunakan tang, namun aksinya berhasil digagalkan.

    Peristiwa tersebut terjadi ketika Zainal Abidin (32), warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, pulang kerja sebagai satpam di salah satu Bank Himbara di Kecamatan Kwadungan. Saat melintas di area persawahan milik Bambang, Zainal mengaku curiga melihat seorang pria asing berada di pinggir sawah.

    “Saya pulang kerja, kok ada orang mencurigakan di pinggir sawah. Sawah ini kan saling kenal semua, kelihatan orang luar,” ujar Zainal, Selasa (23/12/2025)

    Merasa janggal, Zainal kemudian mengamati dari kejauhan dan melihat pelaku tengah memotong kabel. Setelah didekati, diketahui kabel tersebut merupakan kabel sibel yang tertanam di area persawahan.

    “Saya tanya mau ngapain, orang mana kok ada di sini. Alasannya cari burung, tapi nggak masuk akal. Di situ malah kelihatan karung berisikan beberapa potongan kabel,” ungkapnya.

    Menyadari aksinya diketahui, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun saat dikejar, motor pelaku sempat mogok di perempatan tak jauh dari lokasi kejadian. Ketika kembali ditegur, pelaku justru melakukan perlawanan.

    “Waktu saya dekati lagi, dia langsung mengeluarkan tang dan mau menusuk perut saya. Saya sempat menghindar, jadi hanya kena gores,” jelas Zainal.

    Pelaku kembali melarikan diri dan bersembunyi di sekitar permukiman warga. Zainal kemudian berteriak meminta bantuan, hingga warga berdatangan dan berhasil mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian

    “Warga langsung datang dan pelaku akhirnya tertangkap,” pungkasnya. [fiq/aje]

  • Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Ini Titik Ruas Jalan Paling Rawan Macet di Bandar Lampung

    Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Ini Titik Ruas Jalan Paling Rawan Macet di Bandar Lampung

    Liputan6.com, Jakarta – Polisi memetakan sejumlah titik rawan kemacetan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peningkatan aktivitas masyarakat menuju pusat perbelanjaan hingga lokasi wisata diprediksi memicu lonjakan volume kendaraan di beberapa ruas jalan utama kota.

    Kasatlantas Polresta Bandar Lampung, Kompol G. M. Angga Arya Wibawa mengatakan, fokus pengamanan lalu lintas dilakukan di kawasan yang menjadi magnet kunjungan warga selama libur panjang.

    “Selama libur Nataru, Satlantas Polresta Bandar Lampung terfokus pada pengamanan lalu lintas di ruas-ruas jalan yang terdapat pusat perbelanjaan seperti Mall Kartini, Central Plaza, Chandra Mall, serta Mall Boemi Kedaton,” kata Angga, Kamis (25/12/2025).

    Selain kawasan mal, Satlantas juga mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur menuju tempat wisata keluarga. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Lembah Hijau, Puncak Mas, Kampung Vietnam, hingga objek wisata baru yang mulai ramai dikunjungi, Navara Park.

    Angga menyebut, prediksi lonjakan volume kendaraan tertinggi terbagi dalam tiga wilayah. Pertama, Jalan Teuku Umar dan Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, yang menjadi akses utama menuju Mall Boemi Kedaton.

    “Kedua, di Jalan Tirtayasa, seiring meningkatnya kunjungan ke objek wisata baru Navara City Park,” sebutnya.

    Sementara wilayah ketiga berada di Jalan RE Martadinata, yang merupakan jalur menuju kawasan pantai di Kabupaten Pesawaran, salah satu destinasi favorit wisatawan selama libur Nataru.

  • Akhirnya AKBP Basuki Jadi Tersangka Kematian Dosen Untag Semarang

    Akhirnya AKBP Basuki Jadi Tersangka Kematian Dosen Untag Semarang

    GELORA.CO  – Kepolisian Daerah Jawa Tengah resmi menetapkan AKBP Basuki sebagai tersangka dalam perkara meninggalnya dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, DLL (35). 

    Korban sebelumnya ditemukan tak bernyawa di sebuah hotel yang berlokasi di Jalan Telaga Bodas Raya, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

    Penetapan status hukum tersebut menandai babak baru dalam pengusutan kasus yang menyita perhatian publik, khususnya di lingkungan akademik dan kepolisian.

    Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan, penyidik menemukan unsur kelalaian yang dilakukan oleh tersangka hingga berujung pada kematian korban.

    “Statusnya sudah naik tersangka beberapa hari lalu. Pasal pidananya kelalaian. Pasal 306 dan 304 KUHP adalah tidak melakukan pertolongan terhadap orang yang memerlukan bantuan,” kata Artanto usai kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Minggu (21/12/2025), melansir dari Kompas.com.

    Menurut Artanto, proses peningkatan status hukum dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang dinilai cukup.

    Ditreskrimum Tangani Perkara

    Penanganan perkara ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah. AKBP Basuki diketahui merupakan perwira menengah Polri yang bertugas sebagai Pengendali Massa (Dalmas) di Direktorat Samapta Polda Jateng.

    Polda Jateng menegaskan bahwa penanganan kasus tetap berjalan profesional tanpa melihat latar belakang jabatan tersangka.

    Hasil Otopsi Belum Dibuka ke Publik

    Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian Dwinanda Linchia Levi.

    Meski status tersangka telah disematkan, hasil otopsi korban belum disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

    “Penyidik sama dokter nanti (menyampaikan). Tapi pada prinsipnya, proses hukum berjalan dan saat ini penyidik sedang melakukan pemberkasan terhadap kasus itu,” ujarnya.

    Polda Jateng memastikan perkembangan perkara akan disampaikan sesuai mekanisme hukum dan prinsip keterbukaan informasi publik.

    Dijatuhi Sanksi PTDH

    Sebelumnya, nasib pilu harus dialami AKBP Basuki, perwira menengah polisi yang tersandung kasus kematian DLL (35), dosen Untag Semarang. 

    Dua tahun menjelang pensiun, AKBP Basuki justru dipecat atau disanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Polda Jawa Tengah pada Rabu (3/12/2025). 

    Sempat tersiar kabar kalau AKBP Basuki mengajukan pensiun dini, bukan dipecat. 

    Namun kabar itu dibantah Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto saat dikonfirmasi Kamis (4/12/2025). 

    “Nihil (tidak mengajukan pensiun dini), jadi setelah sidang, AKBP B hanya mengajukan banding terhadap putusan dari Komisi Kode Etik Polri,” ucapnya.

    Kombes Pol Artanto juga membenarkan kabar pemecatan tersebut. Ia juga mengatakan, bahwa AKBP Basuki akan mengajukan banding atas pemecatan itu.

    “Atas putusan sidang ini, AKBP B mengajukan banding,” kata Artanto di Mapolda Jawa Tengah, Kamis (4/12/2025).

    Proses banding ini bakal diajukan melalui Propam Polda Jawa Tengah dan kemudian dilakukan sidang KKEP di Mabes Polri. 

    Sebelumnya, Kombes Artanto juga mengakui bahwa AKBP Basuki dua tahun lagi akan pensiun.   

    “Dua tahun lagi dia (AKBP Basuki) pensiun, dia akan segera disidang kode etik dan sudah diperiksa dalam kasus dugaan pidana kematian dosen berinisial D (dosen Levi),” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto kepada Tribunjateng.com, Senin (24/11/2025).

    Sementara itu, Kuasa Hukum keluarga korban, Ahmad Zainal Abidin Petir, mengatakan bahwa ada tiga pertimbangan yang menyebabkan AKBP Basuki dijatuhi hukuman PTDH.

    Salah satunya karena melakukan perbuatan tercela sehingga menurunkan citra Polri.

    “Maksudnya, karena kasus ini viral, sehingga mengakibatkan citra Polri turun atau mencoreng nama institusi,” ujar Petir yang hadir dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

    Kedua, Petir menyebutkan bahwa Basuki telah tidur bersama seorang wanita yang bukan punya hubungan keluarga atau suami istri.

    “Ia juga mengakui bahwa pernah berhubungan badan dengan korban,” ungkap Petir. 

    Seperti diketahui, AKBP Basuki diduga telah tinggal satu atap tanpa pernikahan dengan DLL selama lima tahun.

    Tak hanya itu, AKBP Basuki yang sebelumnya menjabat Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng juga bisa terancam dibui jika kematian DLL ternyata ada unsur pidana yang melibatkan dia. 

    Seperti diketahui, DLL tewas dalam keadaan tanpa busana di dalam kamar kos-hotel (kostel) daerah Gajahmungkur, Jawa Tengah. 

    Saat DLL tewas, AKBP Basuki berada di lokasi kejadian, karena itu dia pun harus menjalani serangkaian pemeriksaan.

    Dalam pemeriksaan itu juga terungkap AKBP Basuki telah tinggal satu atap dengan DLL selama lima tahun.  

    Kronologi Kematian Dosen Untag Semarang

    Sebagaimana diberitakan,  Seorang dosen muda di Untag Semarang (Untag)  ditemukan tewas di sebuah kamar kos-hotel (Kostel) Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025) sekira pukul 05.30 WIB.

    Kematian korban pertama kali dilaporkan oleh seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Polisi pria ini bernama Basuki menjabat sebagai Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah bagian Pengendalian Massa (Dalmas).

    Informasi yang dihimpun Tribun, korban meninggal dunia di kamar nomor 210 di hotel tersebut.

    Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi telanjang dengan tergeletak di lantai samping tempat tidur.

    Korban merupakan perempuan lajang yang sudah mengajar di Untag sebagai dosen hukum pidana.

    Di sisi lain, AKBP Basuki yang menjadi saksi utama kasus ini diketahui sudah berkeluarga

  • Bagaimana Cara Mengelola Hasil Panen? Ini Beberapa Cara yang Dapat Dilakukan

    Bagaimana Cara Mengelola Hasil Panen? Ini Beberapa Cara yang Dapat Dilakukan

    YOGYAKARTA – Panen menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh petani. Agar hasilnya tahan lama, pengolahan hasil panen harus diperhatikan dengan cermat. Lantas, bagaimana cara mengelola hasil panen dengan benar?

    Dikutip dari buku Sentuhan Teknik Nuklir dalam Aktivitas Industri oleh Muklis Akhadi, panen adalah rangkaian kegiatan pengambilan hasil budidaya berdasarkan umur tanaman ataupun hewan. Hasil budidaya tersebut akan diolah dan didistribusikan untuk memenuhi aspek kebutuhan pangan.

    Sebagian besar hasil panen tergolong dalam bahan organik dengan umur simpan yang singkat. Oleh sebab itu, petani perlu memahami cara mengelola hasil panen agar tahan lama.

    Bagaimana Cara Mengelola Hasil Panen?

    Diambil dari buku Fisiologi dan Teknologi Pasca Panen oleh Ali Zainal Abidin Alaydrus, pengolahan hasil panen menjadi cara alternatif untuk mengantisipasi hasil produksi yang melimpah.

    Pengolahan hasil panen dilakukan untuk memberikan nilai tambah pada produk budidaya dengan mengubahnya menjadi berbagai bentuk olahan. Dengan pengolahan yang tepat, kualitas dan daya saing produk di pasar internasional dapat meningkat, sehingga turut meningkatkan pendapatan dan perekonomian para petani.

    Cara mengolah hasil pangan dapat dilakukan dengan teknologi pangan. Teknologi pangan dapat mencakup beberapa aktivitas, misalnya fermentasi, pengeringan, pembekuan, penggulaan, hingga pengalengan. Di bawah ini adalah beberapa cara mengolah hasil panen agar lebih awet dan mengandung nilai jual tinggi.

    Pengeringan

    Teknik pengolahan hasil panen yang paling banyak dilakukan yaitu pengeringan. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam produk, sehingga akan memperpanjang umur simpan dan mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan kerusakan produk.

    Proses pengeringan biasanya dilakukan dengan dua cara, yaitu pengeringan alami dengan sinar matahari atau pengeringan mesin menggunakan oven atau dehydrator. Hasil pengeringan dapat berbentuk bubuk atau buah dan sayur kering.

    Beberapa contoh hasil pangan yang dapat diolah dengan teknik pengeringan antara lain sale pisang, kismis, bawang putih, cabai, jahe, kunyit, dan rempah-rempah yang lain.

    Penggulaan

    Teknik pengolahan hasil panen lain yang sering dilakukan yaitu penggulaan. Penggulaan termasuk cara pengolahan panen yang dilakukan dengan menambahkan gula ke dalam produk untuk memperpanjang umur simpan dan menambah rasa manis.

    Penggulaan biasanya diterapkan pada buah-buahan, misalnya strawberry, jeruk, cheri, hingga buleberry.

    Fermentasi

    Fermentasi adalah proses pengolahan produk pangan yang melibatkan mikroorganisme agar lebih tahan lama. Fermentasi umumnya dilakukan pada tanaman budidaya yang mudah rusak, misalnya buah-buahan, sayuran, atau olahan susu.

    Proses fermentasi melibatkan aksi mikroorganisme misalnya bakteri, jamur, atau ragi pada bahan mentah untuk mengubah senyawa kimia tertentu menjadi senyawa yang lebih bergizi, beraroma dan mempunyai daya tahan lebih baik.

    Contoh fermentasi dapat kita temukan pada produk makanan seperti tape, acar, kimchi  sayuran seperti acar atau kimchi, keju dan wine.

    Pembekuan

    Proses pembekuan dilakukan dengan memasukkan produk ke dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah titik beku. Tujuan pembekuan yaitu memperpanjang umur simpan dan kualitas produk.

    Kandungan air pada sayuran dan buah yang dibekukan akan berkurang sebab air sudah berubah menjadi kristal es. Proses ini akan mencegah bakteri dan enzim yang dapat memicu pembusukan.

    Beberapa hasil pangan yang dapat diolah dengan teknik pembekuan antara lain buah-buahan dan sayur.

    Pengalengan

    Pengalengan adalah teknik pengolahan hasil panen yang banyak dilakukan untuk tujuan impor. Teknik ini dapat mencegah pembusukan pada buah dan sayur sehingga nilai gizi pada makanan dapat dipertahankan.

    Hasil panen yang sering diawetkan dengan teknik pengalengan biasanya berupa sayuran dan buah. Misalnya frozen vegetable (kacang polong, wortel, dan kentang), saus tomat, dan acar timun.

    Demikianlah ulasan mengenai bagaimana cara mengelola hasil panen dengan tepat​​. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

  • DLU Holding dan BHS Peduli Kirim 12 Truk Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

    DLU Holding dan BHS Peduli Kirim 12 Truk Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

    Aceh Tamiang (beritajatim.com) – Sinergi kepedulian dari sektor swasta dan perwakilan rakyat yakni PT Dharma Lautan Utama (DLU) Holding dan anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) terwujud nyata dalam respons bencana banjir di Aceh Tamiang.

    Pada Rabu (10/12/2025), PT. DLU, perusahaan yang dikenal sebagai armada pelayaran Nasional, menunjukkan komitmennya yang kuat dengan mendukung penuh inisiatif BHS Peduli Banjir Aceh Tamiang, yang dipimpin oleh BHS.

    Total dua belas unit truk logistik yang berisi penuh bantuan penting berhasil dikerahkan, menandai upaya penyaluran bantuan skala besar yang efisien.

    ​Peran DLU dalam misi kemanusiaan ini tidak hanya mengirim bantuan berupa logistik, tetapi juga penguatan tim yang turut serta langsung ke lokasi. Kedatangan BHS ke Aceh Tamiang didampingi langsung oleh para Direktur PT. Dharma Lautan Utama. Kehadiran jajaran manajemen perusahaan ini menegaskan bahwa solidaritas terhadap korban bencana adalah tanggung jawab bersama, dan DLU membuktikan diri sebagai pilar dalam penyediaan armada serta donasi untuk memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

    ​Setibanya di lokasi, tim BHS Peduli dan jajaran Direksi DLU disambut oleh aparatur pemerintah setempat seperti Muhammad Bardinsyah Daulay dari BPBD Aceh Tamiang, serta Datok Penghulu Kampung Suka Jadi, Zainal Abidin, di Posko Bantuan Jembatan Kampung.

    Sebelum proses penyerahan, BHS, ditemani perwakilan DLU, sempat mengunjungi Posko Kesehatan untuk memberikan semangat kepada ibu-ibu dan anak-anak. Mereka kemudian melanjutkan interaksi ke posko pengungsian utama yang terletak di atas Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Jembatan Kualasimpang untuk memastikan para pengungsi menerima dukungan moral dan menyemangati mereka tetap tabah.

    “​Dua belas truk yang dikerahkan DLU memuat beragam kebutuhan pokok darurat, meliputi beras, minyak goreng, snack/roti, gerobak dorong, dan kebutuhan vital lainnya. Penyaluran bantuan yang fokus ini dibagi ke tiga titik strategis,” ucap Direktur utama PT DLU Erwin H Poedjono.

    Titik utama berada di Posko Kampung Suka Jadi (Dusun Citra, Kelurahan Sukajadi) yang diterima oleh Moch. Iman selaku Kepala Dusun. Titik kedua adalah Posko Gerindra, yang bantuan tersebut diterima anggota DPRA Edy Assarudin, dan titik ketiga, bantuan diserahkan langsung kepada Bupati Aceh Tamiang di Pendopo Kabupaten, menandakan koordinasi yang kuat antara DLU, BHS Peduli, dan pemerintah daerah.

    “”Kami hadir untuk memastikan bantuan benar -benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Gerindra berkomitmen selalu berada di tengah rakyat terutama saat bencana terjadi,” ucap BHS.

    ​Pada kesempatan tersebut, Zainal Abidin, Datok Penghulu Kampung Suka Jadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam serta secara khusus mengapresiasi kontribusi PT. Dharma Lautan Utama dan Fraksi Gerindra. Dia menekankan pentingnya bantuan ini mengingat kerusakan masif di wilayahnya,

    “Di mana terdapat dua puluh sembilan rumah hancur total dan empat puluh tujuh unit mengalami kerusakan berat. Keterlibatan aktif DLU dalam pengiriman dua belas truk logistik ini menjadi bukti nyata kepedulian armada pelayaran Nasional terhadap krisis kemanusiaan di Aceh Tamiang,” pungkasnya. (tok/ian)

  • Pengacara Ungkap Alasan Dosen Levi yang Tewas di Kostel 1 KK dengan AKBP Basuki
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        5 Desember 2025

    Pengacara Ungkap Alasan Dosen Levi yang Tewas di Kostel 1 KK dengan AKBP Basuki Regional 5 Desember 2025

    Pengacara Ungkap Alasan Dosen Levi yang Tewas di Kostel 1 KK dengan AKBP Basuki
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Alasan AKBP Basuki memasukan almarhumah Dwinanda Linchia Levi (35), dalam satu kartu keluarga (KK) diungkap Kuasa Hukum keluarga korban, Ahmad Zainal Abidin Petir.
    Seperti diketahui, kematian dosen yang mengajar di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang tersebut menyeret nama
    AKBP Basuki
    .
    Saat ini perwira
    Polda Jawa Tengah
    itu sudah dijatuhi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Komisi Kode Etik Profesi (KKEP).
    AKBP Basuki juga diketahui berada di kamar yang sama saat korban ditemukan meninggal dunia.
    Zainal mengatakan bahwa kasus kematian kliennya sudah mulai ada titik terang.
    “Alasan dimasukan ke KK, ia (AKBP (Basuki) beralasan karena anak yatim piatu (korban),” kata Petir, Jumat (5/12/2025).
    Identitas Dosen Levi sempat jadi pertanyaan karena diketahui satu KK dengan AKBP Basuki yang masih mempunyai anak dan istri.
    “Kasian di Semarang kesulitan cari kerja. Tapi anak yatim udah gede,” ucap Petir menirukan alasan AKBP Basuki.
    Selain itu, dia juga menemukan fakta baru bahwa AKBP Basuki dengan korban sudah saling kenal sejak lama.
    “Sejak 2016 saat AKBP Basuki masih menjalani pendidikan di SPN Purwokerto,” lanjutnya.
    AKBP Basuki juga mengaku telah tidur bersama seorang wanita yang bukan punya hubungan keluarga atau suami istri.
    “Ia (AKBP Basuki) juga mengakui bahwa pernah berhubungan badan dengan korban,” ungkap petir.

    Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa penyidik telah menerima hasil otopsi dari dokter forensik.
    “Namun masih melakukan proses verbal yaitu BAP terhadap dokter forensik,” ujarnya.
    Penyidik belum bisa menjelaskan secara detail karena hasil otopsi itu masih berupa bahasa medis.
    “Nanti dari penyidik akan menyampaikan langsung,” kata Artanto.
    “Atas putusan sidang ini, AKBP B mengajukan banding,” kata Artanto.
    Proses banding ini, bakal diajukan melalui Propam Polda Jawa Tengah dan kemudian dilakukan sidang KKEP di Mabes Polri.
    Melalui kesempatan tersebut, Artanto membantah adanya kabar AKBP Basuki mengajukan pensiun dini.
    “Nihil (tidak mengajukan pensiun dini), jadi setelah sidang AKBP B hanya mengajukan banding terhada putusan dari Komisi Kode Etik Polri,” ucapnya.
    Seperti diketahui, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 05.40 WIB.
    Sebelum ditemukan tewas, korban dikabarkan sempat bersama dengan AKBP Basuki. 
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • PWI Ngawi Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liputan di SPPG Mantingan

    PWI Ngawi Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liputan di SPPG Mantingan

    Ngawi (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ngawi mengecam keras tindakan intimidatif yang diduga dilakukan oknum petugas atau karyawan SPPG Mantingan terhadap sejumlah wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik pada Kamis (4/12/ 2025)

    Insiden itu terjadi ketika para jurnalis hendak mendokumentasikan proses pengambilan sampel bahan makanan yang diduga menjadi sumber gejala keracunan massal.

    Alih-alih mendapat akses informasi, para wartawan justru mengalami penghalangan, ancaman, hingga tindakan tidak menyenangkan dari oknum yang berada di lokasi SPPG.

    PWI Ngawi menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 18 ayat (2) yang menegaskan bahwa siapa pun yang dengan sengaja menghambat kerja-kerja pers dapat dikenai pidana penjara maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500 juta.

    Ketua PWI Kabupaten Ngawi, M. Zainal Abidin, menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan bagian penting dalam memastikan keterbukaan informasi bagi publik.

    “Wartawan bekerja membawa kepentingan masyarakat. Setiap bentuk intimidasi terhadap jurnalis adalah tindakan pembungkaman dan tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

    PWI Ngawi meminta pihak SPPG memberikan klarifikasi terkait perilaku oknum petugas tersebut serta memastikan peristiwa serupa tidak terulang. PWI juga mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan dan memproses kejadian itu sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Siaran ini menjadi bentuk komitmen PWI Ngawi dalam menjaga kebebasan pers dan memastikan jurnalis dapat bekerja tanpa tekanan. [fiq/ted]

  • Presiden anugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh, dari Soeharto hingga Marsinah

    Presiden anugerahkan gelar pahlawan nasional kepada 10 tokoh, dari Soeharto hingga Marsinah

    Senin, 10 November 2025 12:50 WIB

    Anak Jenderal Besar TNI Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (kedua kanan), Siti Hediati Hariyadi (kanan) dan Bambang Trihatmodjo (kiri) berfoto saat menghadiri upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pahlawan nasional kepada 10 tokoh di antaranya K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI Soeharto, dan aktivis buruh Marsinah sebagai upaya pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

    Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyerahkan anugerah gelar pahlawan nasional kepada anak Jenderal Besar TNI Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (kedua kiri) dan Bambang Trihatmodjo (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pahlawan nasional kepada 10 tokoh di antaranya K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI Soeharto, dan aktivis buruh Marsinah sebagai upaya pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

    Foto Marsinah dipajang saat penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pahlawan nasional kepada 10 tokoh di antaranya K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI Soeharto, dan aktivis buruh Marsinah sebagai upaya pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

    Adik aktivis buruh Marsinah, Wijiyati menangis di samping foto kakaknya usai mengikuti upacara pemberian gelar pahlawan kepada Marsinah dan sembilan tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh yang dinilai berjasa besar bagi Indonesia, antara lain K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Marsinah, Mochtar Kusumaatmaja, Hj. Rahma El Yunusiyyah, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Teaser Mobil Listrik Nasional Terbaru Malaysia Buatan Perodua

    Teaser Mobil Listrik Nasional Terbaru Malaysia Buatan Perodua

    Jakarta

    Merek mobil nasional Malaysia, Perodua, siap meluncurkan mobil listrik pertama mereka, QV-E. Peluncuran Perodua QV-E diklaim jadi agenda nasional penting bagi Malaysia karena akan menjadi tonggak penting bagi industri otomotif negeri jiran tersebut.

    Dalam teaser video singkat berdurasi 9 detik di kanal YouTube Perodua, menampilkan lekuk bodi QV-E yang bersudut dengan karakter agresif juga modern. Bilah lampu LED membentang lebar di bagian depan dan belakang. Sekilas, QV-E tampak lebih futuristis dibanding model Perodua pada umumnya.

    Presiden dan CEO Perodua, Datuk Seri Zainal Abidin Ahmad, sebelumnya mengungkapkan bahwa Perodua memegang hak kekayaan intelektual penuh untuk desain dan juga platform EV ini. Meski demikian, baterai yang digunakan adalah tipe LFP yang dipasok oleh CATL. QV-E juga akan menjadi mobil penumpang pertama di Malaysia yang menerapkan skema sewa baterai.

    Spesifikasi baterainya pun telah terungkap. QV-E akan menggendong baterai 52,5 kWh dengan jarak tempuh real diperkirakan mencapai 400-410 km. Angka ini membuatnya sebanding dengan Proton eMas 7. Target performanya pun agresif untuk ukuran EV kompak, yaitu akselerasi 0-100 km/jam dalam 6-7 detik dengan kecepatan puncak sekitar 160 km/jam.

    Dari gambar teaser yang telah dipamerkan sebelumnya, QV-E terlihat lebih besar dari Perodua Myvi, serta mendekati dimensi Proton X50. Profilnya lebih rendah serta sporty, membuatnya memiliki karakter yang lebih premium. Dengan ukuran tersebut, QV-E diproyeksikan dibanderol sekitar RM 80 ribu atau setara Rp 322,3 juta.

    Pemerintah Malaysia pun memberi perhatian serius pada kelahiran EV pertama Perodua ini. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut peluncuran mobil ini sebagai ‘agenda nasional penting’.

    “Saya akan menginstruksikan kabinet agar peluncuran kendaraan listrik baru Perodua menjadi agenda nasional yang besar, menggabungkan tata kelola, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan,” ujar Anwar dikutip dari Paultan.

    (lua/din)