Tag: Yusharto Huntoyungo

  • Wamendagri Minta Pemda Perkuat Ekosistem Inovasi Dongkrak Daya Saing

    Wamendagri Minta Pemda Perkuat Ekosistem Inovasi Dongkrak Daya Saing

    Jakarta

    Pemerintah daerah diminta memperkuat ekosistem inovasi secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing nasional, menyusul turunnya peringkat Indonesia dalam laporan IMD World Competitiveness Center 2025 dari posisi 27 ke-40.

    Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus pada penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 2025 di Kempinski Grand Ballroom Jakarta, Rabu (10/12).

    “Pemerintah daerah perlu memperkuat kelembagaan, kolaborasi lintas sektor, serta mempercepat digitalisasi layanan publik,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

    Wiyagus menekankan pentingnya dukungan bagi inovator lokal dan UMKM berbasis teknologi melalui insentif, inkubasi, dan skema pembiayaan inovatif. Ia juga mendorong replikasi praktik baik antar-daerah agar inovasi memberi dampak yang lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi, tata kelola cerdas, dan kesejahteraan masyarakat.

    Ia menjelaskan bahwa regulasi memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk berinovasi sesuai kewenangan dan kearifan lokal, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

    Wiyagus menambahkan bahwa inovasi inklusif berperan penting dalam memperluas pemerataan akses dan kesempatan. Karena itu, pemetaan potensi daerah harus dilakukan secara proaktif agar program inovasi lebih tepat sasaran dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.

    Ia mengungkapkan jumlah inovasi yang dilaporkan ke Kemendagri meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, inovasi masih didominasi daerah Indonesia bagian barat serta terpusat pada sektor kesehatan dan pendidikan. Selain itu, masih terdapat 15 kabupaten di Papua yang belum menyampaikan laporan inovasi.

    Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Yusharto Huntoyungo, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta sejumlah pejabat lainnya.

    (akn/ega)

  • Puncak IGA 2025, Kemendagri Anugerahkan 43 Daerah Terinovatif

    Puncak IGA 2025, Kemendagri Anugerahkan 43 Daerah Terinovatif

    Citra Larasati • 11 Desember 2025 09:22

    Jakarta:  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) memberikan penghargaan kepada 43 pemerintah daerah terinovatif pada puncak gelaran Innovative Government Award (IGA) 2025. Penghargaan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan inovasi daerah, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat daya saing dan kemandirian daerah melalui inovasi.

    Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan IGA tahun ini mencatat sejarah baru dengan jumlah inovasi yang dilaporkan mencapai 36.742 inovasi dari 531 pemerintah daerah. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang pelaksanaan IGA sejak pertama kali digelar pada tahun 2007. 

    “Perlu kami laporkan bahwa jumlah inovasi dan partisipan tahun 2025 ini merupakan capaian tertinggi dengan kenaikan mencapai 15,83 persen dari tahun sebelumnya,” ungkap Yusharto di Jakarta Rabu, 10 Desember 2025. 

    Lebih lanjut, Yusharto mengatakan, penetapan daerah terinovatif dilakukan melalui proses penilaian yang komprehensif, meliputi tahapan penjaringan, verifikasi, presentasi kepala daerah, validasi lapangan, hingga sidang pleno oleh tim penilai yang melibatkan 18 kementerian/lembaga, akademisi, praktisi, dan media nasional. 

    “Hasil tersebut akan direkomendasikan kepada Kementerian Keuangan untuk diberikan insentif fiskal,” ungkapnya. 

    Sementara itu, Yusharto juga mengatakan, penganugerahan IGA 2025 kepada daerah terinovatif, tidak hanya mencerminkan keberhasilan daerah dalam menghadirkan inovasi yang berdampak, tetapi juga menunjukkan peningkatan kualitas kinerja pemerintah daerah secara nasional. Pada tahun 2025, rata-rata nasional Indeks Inovasi Daerah mencapai 49,43 lebih tinggi dibanding tahun lalu sebesar 46,01.

    “Angka ini menunjukkan terjadinya kenaikan kualitas inovasi pemerintah daerah, yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik, daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

    Sejalan dengan itu, Yusharto mengatakan, acara puncak IGA 2025 turut dirangkaikan dengan sejumlah agenda pendukung, antara lain kunjungan lapangan inovasi di Jakarta Smart City, pameran 45 booth inovasi daerah dan mitra BSKDN, seminar internasional, hingga penggalangan dana untuk korban banjir di Sumatera. Seluruh aktivitas tersebut mencerminkan tema besar IGA tahun ini, yakni Memperkuat Ekosistem Inovasi Melalui Kolaborasi Multisektor Guna Mewujudkan Kemandirian dan Daya Saing Daerah.

    Dalam kesempatan tersebut, Yusharto menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus berkomitmen menumbuhkan ekosistem inovasi. Dia berharap penghargaan IGA 2025 menjadi pemacu bagi daerah lain untuk meningkatkan kreativitas, memperluas replikasi inovasi, serta memastikan inovasi hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. 

    Sebagai informasi tambahan, berikut 43 daerah yang menerima IGA 2025  diantaranya Klaster Provinsi Terinovatif meliputi Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat,Sumatera Barat, DKI Jakarta,  Sumatera Selatan dan Bali. Sementara itu Klaster Kabupaten di antaranya diberikan kepada Kabupaten Banyuwangi, Balangan,Wonogiri, Tabalong, Lamongan, Bogor, Bangka, Sragen, Situbondo, Bangkalan, Magelang, Temanggung, Blora, Sampang, Ngawi, Boyolali, Sidoarjo, Malang, Bantul dan Ogan Ilir. 

    Berikutnya, Klaster Kota Terinovatif diberikan kepada  Kota Surabaya, Mojokerto, Bekasi, Surakarta, Tidore Kepulauan, Palembang, Pekalongan, Bandar Lampung, dan Kota Sukabumi. Selanjutnya, Klaster Daerah Perbatasan Terinovatif meliputi Minahasa Utara, Sumba Timur, Batam, Bolaang Mongondow Utara, dan Bintan. Sedangkan, Klaster Daerah Wilayah Papua Terinovatif yaitu Kabupaten Sorong, Kaimana dan dan Mimika.

    Jakarta:  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) memberikan penghargaan kepada 43 pemerintah daerah terinovatif pada puncak gelaran Innovative Government Award (IGA) 2025. Penghargaan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan inovasi daerah, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat daya saing dan kemandirian daerah melalui inovasi.
     
    Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan IGA tahun ini mencatat sejarah baru dengan jumlah inovasi yang dilaporkan mencapai 36.742 inovasi dari 531 pemerintah daerah. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang pelaksanaan IGA sejak pertama kali digelar pada tahun 2007. 
     
    “Perlu kami laporkan bahwa jumlah inovasi dan partisipan tahun 2025 ini merupakan capaian tertinggi dengan kenaikan mencapai 15,83 persen dari tahun sebelumnya,” ungkap Yusharto di Jakarta Rabu, 10 Desember 2025. 

    Lebih lanjut, Yusharto mengatakan, penetapan daerah terinovatif dilakukan melalui proses penilaian yang komprehensif, meliputi tahapan penjaringan, verifikasi, presentasi kepala daerah, validasi lapangan, hingga sidang pleno oleh tim penilai yang melibatkan 18 kementerian/lembaga, akademisi, praktisi, dan media nasional. 
     
    “Hasil tersebut akan direkomendasikan kepada Kementerian Keuangan untuk diberikan insentif fiskal,” ungkapnya. 
     
    Sementara itu, Yusharto juga mengatakan, penganugerahan IGA 2025 kepada daerah terinovatif, tidak hanya mencerminkan keberhasilan daerah dalam menghadirkan inovasi yang berdampak, tetapi juga menunjukkan peningkatan kualitas kinerja pemerintah daerah secara nasional. Pada tahun 2025, rata-rata nasional Indeks Inovasi Daerah mencapai 49,43 lebih tinggi dibanding tahun lalu sebesar 46,01.
     
    “Angka ini menunjukkan terjadinya kenaikan kualitas inovasi pemerintah daerah, yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik, daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
     
    Sejalan dengan itu, Yusharto mengatakan, acara puncak IGA 2025 turut dirangkaikan dengan sejumlah agenda pendukung, antara lain kunjungan lapangan inovasi di Jakarta Smart City, pameran 45 booth inovasi daerah dan mitra BSKDN, seminar internasional, hingga penggalangan dana untuk korban banjir di Sumatera. Seluruh aktivitas tersebut mencerminkan tema besar IGA tahun ini, yakni Memperkuat Ekosistem Inovasi Melalui Kolaborasi Multisektor Guna Mewujudkan Kemandirian dan Daya Saing Daerah.
     
    Dalam kesempatan tersebut, Yusharto menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus berkomitmen menumbuhkan ekosistem inovasi. Dia berharap penghargaan IGA 2025 menjadi pemacu bagi daerah lain untuk meningkatkan kreativitas, memperluas replikasi inovasi, serta memastikan inovasi hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. 
     
    Sebagai informasi tambahan, berikut 43 daerah yang menerima IGA 2025  diantaranya Klaster Provinsi Terinovatif meliputi Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat,Sumatera Barat, DKI Jakarta,  Sumatera Selatan dan Bali. Sementara itu Klaster Kabupaten di antaranya diberikan kepada Kabupaten Banyuwangi, Balangan,Wonogiri, Tabalong, Lamongan, Bogor, Bangka, Sragen, Situbondo, Bangkalan, Magelang, Temanggung, Blora, Sampang, Ngawi, Boyolali, Sidoarjo, Malang, Bantul dan Ogan Ilir. 
     
    Berikutnya, Klaster Kota Terinovatif diberikan kepada  Kota Surabaya, Mojokerto, Bekasi, Surakarta, Tidore Kepulauan, Palembang, Pekalongan, Bandar Lampung, dan Kota Sukabumi. Selanjutnya, Klaster Daerah Perbatasan Terinovatif meliputi Minahasa Utara, Sumba Timur, Batam, Bolaang Mongondow Utara, dan Bintan. Sedangkan, Klaster Daerah Wilayah Papua Terinovatif yaitu Kabupaten Sorong, Kaimana dan dan Mimika.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (CEU)

  • BSKDN: Pameran Inovasi Daerah 2025 dorong diseminasi dan replikasi

    BSKDN: Pameran Inovasi Daerah 2025 dorong diseminasi dan replikasi

    Jakarta (ANTARA) – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan Pameran Inovasi Daerah Tahun 2025 dalam rangka menampilkan inovasi unggulan sekaligus mempercepat proses diseminasi dan replikasi antardaerah.

    Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan pameran yang dirangkaikan dalam kegiatan Innovative Government Award (IGA) 2025 merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran inovasi.

    “Pameran ini adalah kebutuhan untuk mendekatkan kepada seluruh pelaku inovasi dan pengambil kebijakan yang akan berinteraksi dengan peserta pameran untuk mengetahui secara langsung. Karena salah satu ciri dari inovasi itu adalah observability, yaitu bisa diamati apakah benar dapat dilaksanakan atau tidak,” kata Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

    Pameran itu digelar sebagai tindak lanjut dari komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi daerah sebagaimana amanat berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional hingga Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

    Kehadiran pameran tersebut juga menjadi sarana penting untuk mempercepat penyebaran praktik inovasi yang telah terbukti berhasil serta membuka peluang bagi daerah lain untuk mempelajari, mengadaptasi, dan melakukan replikasi inovasi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing.

    Pameran yang berlangsung pada 8-10 Desember 2025 menghadirkan 54 peserta yang terdiri atas pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga mitra, hingga pelaku sektor swasta yang berkontribusi dalam pengembangan ekosistem inovasi.

    Mulai dari Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Pijar Foundation, KOSSO Nippon, BOLT, Bank Syariah Indonesia hingga berbagai pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi menampilkan inovasi terbaik mereka.

    Keberagaman peserta ini menjadi gambaran nyata bahwa ekosistem inovasi dibangun melalui kolaborasi lintas sektor sebagaimana ditekankan dalam penyelenggaraan IGA 2025.

    Yusharto menjelaskan pameran itu juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan inovasi digital dan non-digital secara langsung.

    “Terutama untuk inovasi digital, ini akan dipresentasikan secara langsung oleh para pelaku inovasi untuk menunjukkan bahwa inovasi itu bisa diterapkan atau bisa dijalankan seluruh aplikasi yang digagas oleh para inovator,” ujarnya.

    Selama pelaksanaan, setiap peserta memanfaatkan ruang pameran untuk memperkenalkan inovasi yang dinilai telah memberi dampak signifikan di daerah. Para pengunjung yang terdiri dari delegasi pemerintah daerah, peneliti, mitra pembangunan, hingga praktisi media dapat berdiskusi langsung dengan petugas booth sehingga proses pertukaran informasi terjadi secara lebih intensif dan konstruktif.

    Sementara itu, ia juga menekankan pameran tersebut menjadi medium penting dalam tahapan observability, yaitu kemampuan inovasi untuk diamati sehingga mempermudah proses replikasi.

    “Lewat proses observability ini, saya harapkan akan terjadi proses realifikasi. Program seperti ini, ya saya juga butuh untuk bisa diterapkan di daerah saya atau membantu masyarakat saya,” jelasnya.

    Tidak hanya itu, ia menegaskan pameran tersebut menjadi elemen penting dalam mendorong daerah untuk saling mereplikasi inovasi. Hasil minat replikasi tersebut nantinya akan diumumkan pada puncak kegiatan IGA 2025 pada 10 Desember 2025.

    Dengan pendekatan itu, pihaknya berharap inovasi yang terbukti efektif dapat menyebar lebih cepat dan diterapkan lebih luas sehingga perbaikan layanan publik dan peningkatan daya saing daerah dapat dirasakan secara merata.

    Lebih lanjut, Yusharto menjelaskan kegiatan itu juga berfungsi menurunkan abstraksi pengetahuan dalam proses inovasi agar lebih mudah dipahami.

    “Di samping kita mendengar masukan dari para narasumber melalui seminar yang tingkat abstraksinya masih sangat tinggi, lewat pameran ini abstraksi itu kita turunkan agar bisa dinikmati, dicoba, dan dirasakan langsung kreativitas setiap inovasi oleh para pengunjung,” tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Yusharto menegaskan pihaknya sangat optimisme mengenai masa depan replikasi inovasi antar daerah yang akan semakin meningkat.

    “Mudah-mudahan upaya terus bertumbuh, saling mereplikasi antar pelaku inovasi di daerah. Pada saatnya nanti kita akan melakukan penandatanganan replikasi inovasi dan kami masih tetap membuka peluang Bapak dan Ibu untuk mereplikasi,” kata Yusharto.

    Pelaksanaan pameran ini sekaligus menunjukkan peran aktif BSKDN dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah untuk berinovasi. BSKDN tidak hanya menyelenggarakan penilaian inovasi, tetapi juga menyediakan ruang interaksi, berbagi pengetahuan, dan membangun jejaring antar pelaku inovasi.

    Melalui kegiatan tersebut, BSKDN mendorong daerah untuk terus mengembangkan pembaharuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakatnya, baik dalam bentuk pemanfaatan teknologi maupun penguatan pendekatan sosial dan kebijakan.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kemendagri beri penghargaan 43 pemda terinovatif pada puncak IGA 2025

    Kemendagri beri penghargaan 43 pemda terinovatif pada puncak IGA 2025

    Angka ini menunjukkan terjadinya kenaikan kualitas inovasi pemerintah daerah yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik, daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat

    Jakarta (ANTARA) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), memberikan penghargaan kepada 43 pemerintah daerah (pemda) terinovatif pada puncak gelaran Innovative Government Award (IGA) 2025 di Jakarta, Rabu.

    Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo mengatakan penghargaan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan inovasi daerah sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat daya saing dan kemandirian daerah melalui inovasi.

    “Pelaksanaan IGA tahun ini mencatat sejarah baru dengan jumlah inovasi yang dilaporkan mencapai 36.742 inovasi dari 531 pemerintah daerah,” kata Yusharto dalam keterangan yang dikonfirmasi.

    Dia menuturkan capaian tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang pelaksanaan IGA sejak pertama kali digelar pada tahun 2007, dengan kenaikan mencapai 15,83 persen pada 2025 dari tahun sebelumnya.

    Yusharto menjelaskan penetapan daerah terinovatif dilakukan melalui proses penilaian yang komprehensif meliputi tahapan penjaringan, verifikasi, presentasi kepala daerah, validasi lapangan, hingga sidang pleno oleh tim penilai yang melibatkan 18 kementerian/lembaga, akademisi, praktisi, dan media nasional.

    Dikatakan bahwa hasil tersebut akan direkomendasikan kepada Kementerian Keuangan untuk diberikan insentif fiskal.

    Sementara itu, dirinya juga berpendapat penganugerahan IGA 2025 kepada daerah terinovatif tidak hanya mencerminkan keberhasilan daerah dalam menghadirkan inovasi yang berdampak, tetapi juga menunjukkan peningkatan kualitas kinerja pemerintah daerah secara nasional.

    Pada tahun 2025, tercatat rata-rata nasional Indeks Inovasi Daerah mencapai 49,43 atau lebih tinggi dibanding tahun lalu, yakni sebesar 46,01.

    “Angka ini menunjukkan terjadinya kenaikan kualitas inovasi pemerintah daerah yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik, daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Sejalan dengan itu, Yusharto menyampaikan acara puncak IGA 2025 turut dirangkaikan dengan sejumlah agenda pendukung, antara lain kunjungan lapangan inovasi di Jakarta Smart City, pameran 45 stan inovasi daerah dan mitra BSKDN, seminar internasional, hingga penggalangan dana untuk korban banjir di Sumatra.

    Seluruh aktivitas tersebut mencerminkan tema besar IGA tahun ini, yakni Memperkuat Ekosistem Inovasi Melalui Kolaborasi Multisektor Guna Mewujudkan Kemandirian dan Daya Saing Daerah.

    Menurut dia, apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus berkomitmen menumbuhkan ekosistem inovasi.

    Dia berharap penghargaan IGA 2025 menjadi pemacu bagi daerah lain untuk meningkatkan kreativitas, memperluas replikasi inovasi, serta memastikan inovasi hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

    Adapun sebanyak 43 daerah yang menerima IGA 2025, yaitu Klaster Provinsi Terinovatif meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Bali.

    Sementara, Klaster Kabupaten diberikan kepada Banyuwangi, Balangan, Wonogiri, Tabalong, Lamongan, Bogor, Bangka, Sragen, Situbondo, Bangkalan, Magelang, Temanggung, Blora, Sampang, Ngawi, Boyolali, Sidoarjo, Malang, Bantul, dan Ogan Ilir.

    Setelah itu, Klaster Kota Terinovatif diberikan kepada Surabaya, Mojokerto, Bekasi, Surakarta, Tidore Kepulauan, Palembang, Pekalongan, Bandar Lampung, dan Sukabumi.

    Selanjutnya, Klaster Daerah Perbatasan Terinovatif meliputi Minahasa Utara, Sumba Timur, Batam, Bolaang Mongondow Utara, dan Bintan, sedangkan Klaster Daerah Wilayah Papua Terinovatif, yaitu Sorong, Kaimana, dan dan Mimika.

    Pewarta: Agatha Olivia Victoria
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Wamendagri minta daerah gali PAD lewat inovasi tanpa bebani masyarakat

    Wamendagri minta daerah gali PAD lewat inovasi tanpa bebani masyarakat

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, saat menghadiri puncak Innovative Government Award (IGA) 2025, meminta daerah menggali pendapatan asli daerah (PAD) lewat penguatan inovasi tanpa membebani masyarakat.

    Dia mengatakan inovasi merupakan amanat langsung Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pemerintah daerah diberi keleluasaan untuk berkreasi dan menghadirkan solusi sesuai karakteristik dan potensi lokal.

    “Langkah tersebut dapat menjadi pembangkit kinerja pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, percepatan pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” kata Akhmad di Jakarta, Rabu, sebagaimana keterangan tertulisnya.

    Ia menyoroti dinamika global yang semakin kompetitif dan menuntut setiap negara, termasuk Indonesia, untuk terus memperkuat daya saing nasional.

    Indonesia, kata dia, diyakini memiliki peluang besar untuk meningkatkan kinerja kompetitifnya melalui penguatan ekosistem inovasi daerah yang lebih sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan.

    Menurut dia, peningkatan daya saing tidak bisa mengandalkan kebijakan pusat semata, tetapi daerah harus berani mencari formula baru dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta melakukan digitalisasi layanan publik.

    Wamendagri mencontohkan beberapa langkah strategis, seperti optimalisasi pajak restoran, pajak alat berat, pajak air tanah, maupun pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara lebih profesional.

    “Daerah harus berani mencari terobosan baru yang sesuai dengan potensi wilayah masing-masing dengan begitu meski terjadi dinamika TKD (transfer ke daerah) roda pembangunan tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat dapat tetap meningkat,” ujarnya

    Menurut dia, inovasi yang ada diharapkan dapat mampu menggerakkan perekonomian lokal sekaligus memperluas akses pasar internasional.

    Selain itu, Akhmad juga mendorong replikasi inovasi antar daerah agar terobosan tidak berhenti pada satu wilayah tertentu saja, tetapi menjadi gerakan nasional.

    Dia menyoroti praktik baik seperti pembangunan jembatan dan sumur bor berkemajuan non-APBD di Kabupaten Sambas yang mengedepankan gotong-royong, kolaborasi masyarakat, dan efektivitas anggaran.

    Menurut dia, replikasi inovasi adalah kunci agar solusi tidak bersifat parsial. Dengan cara tersebut, ketahanan ekonomi semakin kuat dan pemerataan pembangunan dapat terwujud.

    Adapun IGA 2025 mengusung tema Astacita yang selaras dengan visi dan misi presiden dan wakil presiden dalam memperkuat kualitas layanan publik, transformasi digital, dan percepatan pembangunan.

    Melalui penghargaan itu, Kemendagri berharap inovasi daerah semakin terarah, berdampak luas, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

    “Dengan tema tersebut IGA memastikan inovasi dari daerah selaras dan relevan dengan prioritas strategi pemerintah pusat,” ujar Akhmad.

    Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Yusharto Huntoyungo mengatakan inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi daerah untuk mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

    “Kami berharap penghargaan IGA 2025 menjadi pemacu bagi daerah untuk meningkatkan kreativitas, memperluas replikasi inovasi, serta memastikan inovasi hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ucapnya pada kesempatan yang sama.

    Pewarta: Fath Putra Mulya
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kepala BSKDN tegaskan replikasi inovasi perkuat kinerja pemda

    Kepala BSKDN tegaskan replikasi inovasi perkuat kinerja pemda

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menegaskan pentingnya replikasi inovasi untuk memperkuat kinerja pemerintah daerah (pemda).

    Yusharto mengatakan inovasi merupakan pilar utama pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah dinamika perubahan zaman yang bergerak sangat cepat. Dia menilai kemampuan daerah dalam merespons perkembangan dan memanfaatkan teknologi akan menentukan kualitas layanan publik di masa mendatang.

    “Dunia bergerak sangat cepat, kita perlu inovasi, yang mana inovasi ini bukan hanya soal teknologi tapi kemampuan mengubah cara kerja agar masyarakat dapat mengakses layanan yang lebih cepat dan mudah,” kata Yusharto saat membuka kegiatan kunjungan lapangan Innovative Government Award (IGA) 2025 di Command Center BSKDN, Jakarta, Senin.

    Yusharto mengungkapkan perwakilan dari setiap daerah akan diajak melihat langsung penerapan inovasi khususnya yang ada di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama yang berkaitan dengan Jakarta Satu, Jakarta Smart City, dan Future City Hub.

    Melalui kunjungan tersebut, Yusharto mengharapkan setiap pemda dapat mengenali mengapa inovasi penting, bagaimana ia mempengaruhi akses layanan masyarakat, dan sejauh mana praktik baik tersebut dapat direplikasi di wilayah masing-masing.

    “Inovasi yang ada nantinya ditampilkan pun beragam, tidak hanya dari Jakarta,harapannya ini dapat menarik bagi seluruh daerah untuk mereplikasinya,” ujarnya.

    Dia juga mengatakan tim dari Jakarta Satu, Jakarta Smart City, dan Jakarta Future City Hub akan membagikan pengalaman mereka dalam mengembangkan berbagai aplikasi dan platform pelayanan publik.

    Ia meyakini kolaborasi tersebut akan memperkaya wawasan peserta dan membuka ruang pembelajaran yang lebih komprehensif.

    “Semoga bapak/ibu dapat menikmati pelaksanaan IGA kali ini dan kita bersama-sama merasakan aura suasana yang sudah dikembangkan oleh Pemerintah Jakarta terutama dalam pemberian layanan kepada masyarakat yang lebih baik,” kata Yusharto.

    Yusharto juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang bergabung pada rangkaian IGA 2025. Menurutnya, pelaksanaan IGA tahun ini bukan hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga wadah pembelajaran bersama antara BSKDN Kemendagri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Dia mengharapkan peserta dapat merasakan suasana ekosistem inovasi Jakarta yang terus berkembang, khususnya dalam hal peningkatan kualitas layanan publik.

    “Semoga kegiatan dapat langsung mengenalkan produk-produk inovasi dan semangat inovasi dapat terus dilaksanakan dengan melakukan replikasi, serta dapat memberikan manfaat peningkatan kinerja pemerintah daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BSKDN Kemendagri sebut kolaborasi jadi fondasi ekosistem inovasi yang kuat

    BSKDN Kemendagri sebut kolaborasi jadi fondasi ekosistem inovasi yang kuat

    Jakarta (ANTARA) – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebutkan kolaborasi multisektor merupakan fondasi utama bagi penguatan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Indonesia.

    Dalam seminar internasional inovasi daerah pada rangkaian Innovation Government Award (IGA) 2025 di Jakarta, Senin (8/12), Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo mengatakan dinamika pembangunan daerah yang semakin cepat, tekanan global, serta tingginya harapan masyarakat terhadap pelayanan publik menuntut pemerintah daerah melakukan lompatan besar dalam inovasi.

    “Dalam konteks tersebut, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 memberikan ruang luas bagi pemerintah daerah untuk berkreasi dan menghadirkan model tata kelola yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik di wilayahnya,” ujar Yusharto, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

    Meski demikian, Yusharto tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi sejumlah daerah, seperti keterbatasan kapasitas kelembagaan, pendanaan, hingga koordinasi lintas sektor.

    Karena itu, BSKDN terus mendorong penguatan ekosistem inovasi melalui pembinaan, sosialisasi, dan asistensi kepada daerah dengan nilai indeks inovasi yang rendah maupun stagnan.

    “Kami bersama kementerian dan lembaga pemerintah serta nonpemerintah terus menekankan pentingnya sinkronisasi dalam pembinaan inovasi. Begitu pun terkait mereplikasi praktik baik dari daerah lain,” ucap dia.

    Ia menjelaskan seminar internasional IGA 2025 menghadirkan enam sub-tema strategis, mulai dari transformasi digital, inovasi berbasis masyarakat, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), pengendalian inflasi, pembangunan ekosistem inovasi lokal global, hingga inovasi tata kelola perkotaan.

    Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran lintas negara dan lintas daerah untuk melahirkan berbagai ide segar serta rencana kolaboratif dalam memperkuat daya saing daerah.

    Tidak hanya itu, Yusharto juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum itu sebagai ruang diskusi dan kolaborasi.

    “Saya mengajak seluruh peserta untuk aktif mengikuti seluruh rangkaian diskusi, bertanya, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring. Inovasi tidak lahir dari satu pemikiran, tetapi dari kolaborasi,” kata Yusharto menambahkan.

    Dia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber seminar dari dalam dan luar negeri meliputi perwakilan dari Jepang, Turki, Amerika Serikat, Program Pembangunan PBB (UNDP), hingga lembaga internasional lainnya yang turut hadir untuk berbagi pengalaman dalam forum tersebut.

    Menurutnya, keikutsertaan para ahli dari berbagai negara menunjukkan inovasi tidak bisa berjalan sendiri. Ekosistem hanya dapat tumbuh jika dibangun melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

    “Seminar ini kami selenggarakan dengan harapan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama untuk menggali praktik terbaik dari berbagai negara dan daerah,” ungkapnya.

    Pewarta: Agatha Olivia Victoria
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BSKDN: Balangan penuhi kriteria daerah dengan ekosistem inovasi kuat

    BSKDN: Balangan penuhi kriteria daerah dengan ekosistem inovasi kuat

    Jakarta (ANTARA) – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai Kabupaten Balangan telah memenuhi kriteria sebagai daerah dengan ekosistem inovasi yang kuat dan terarah, dengan peningkatan skor inovasi yang konsisten naik setiap tahunnya.

    Hal itu terungkap saat melakukan validasi lapangan terhadap inovasi daerah Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Hal itu dilakukan dalam rangka penilaian Innovative Government Award (IGA) 2025.

    Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis mengatakan proses validasi dilakukan dengan kerja sama Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memastikan kualitas dan akurasi data inovasi daerah.

    Dari total 36.374 inovasi yang dijaring hingga Agustus 2025, BSKDN memilih inovasi dan daerah dengan tingkat kematangan terbaik untuk divalidasi lebih lanjut.

    “Hasil validasi menunjukkan bahwa data inovasi dari Kabupaten Balangan sejalan dengan hasil penilaian kedua perguruan tinggi tersebut. Artinya, tingkat kematangan inovasi di Balangan sudah sangat baik dan konsisten,” kata Yusharto.

    Ia menyampaikan, IGA tahun 2025 menjadi momentum penting untuk mendorong pemerintah daerah terus memperkuat daya saing melalui inovasi.

    “Atas dasar capaian data yang meningkat setiap tahun, kami menambah tantangan bagi pemerintah daerah. Skor kategori sangat inovatif yang sebelumnya berada di rentang 60–100, kini dinaikkan menjadi 65–100,” ujarnya

    Ia menambahkan, langkah ini menjadi bentuk dorongan agar daerah terus memperbaiki kualitas dan keberlanjutan inovasi yang dijalankan.

    Dirinya juga mengapresiasi komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, terutama kepemimpinan Bupati dan jajarannya, yang secara aktif hadir dan memaparkan hasil inovasi daerah dengan penguasaan yang mendalam di hadapan tim juri IGA 2025.

    “Kami melihat sendiri semangat dan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Bupati Balangan beserta jajaran. Komitmen yang tinggi ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

    Hasil validasi dan quality control ini akan menjadi dasar BSKDN dalam pemeringkatan indeks inovasi daerah. BSKDN menilai bahwa Balangan telah menunjukkan contoh nyata daerah yang mampu mengelola inovasi secara terstruktur, baik dari sisi komitmen, manajemen sumber daya, maupun relevansi inovasi terhadap isu strategis daerah.

    “Balangan ini salah satu contoh daerah yang berhasil membangun ekosistem inovasi yang kuat, berorientasi pada solusi, dan berkelanjutan. Kami berharap daerah lain dapat meneladani semangat dan komitmen yang ditunjukkan Kabupaten Balangan,” tuturnya.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BSKDN minta pemda libatkan multipihak kembangkan inovasi

    BSKDN minta pemda libatkan multipihak kembangkan inovasi

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menegaskan pentingnya pemerintah daerah (pemda) untuk menggandeng banyak pihak dalam mengembangkan ekosistem inovasi.

    Langkah tersebut perlu menjadi perhatian pemda sehingga ekosistem terbangun dengan tidak hanya mengandalkan unsur dari pemerintah. Para pihak tersebut, di antaranya masyarakat dan asosiasi profesi.

    Yusharto melalui keterangannya di Jakarta, Jumat mencontohkan inovasi Ekonomi Peka Gender Berbasis Kolaborasi dan Integrasi Sistem Industri Pangan Rumah Tangga yang dapat melibatkan berbagai pihak dalam pengerjaannya.

    Inovasi yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Kepulauan Bangka Belitung tersebut memiliki unit usaha yang tidak sedikit sehingga dukungan dari pihak lain diperlukan.

    “Bagaimana Kadin (Kamar Dagang dan Industri) masuk ke situ dan unsur-unsur yang lain barangkali bisa berkolaborasi lebih erat dengan pemerintah daerah untuk memperkuat inovasi,” katanya.

    Hal itu disampaikan Yusharto saat menanggapi presentasi inovasi yang disampaikan oleh Pemkab Bangka secara virtual. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari penilaian Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar BSKDN Kemendagri.

    Ia mengapresiasi Ekonomi Peka Gender karena dapat mendukung ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan.

    Kendati demikian, ia juga menekankan agar pembinaan terhadap ibu rumah tangga yang terlibat dalam inovasi tersebut terus dilakukan.

    Dalam kesempatan itu, Yusharto juga menanggapi inovasi dari berbagai daerah lainnya. Ia mengapresiasi inovasi yang dipaparkan dalam presentasi tersebut.

    Ia mengharapkan daerah terus mampu melahirkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • BSKDN Kemendagri raih penghargaan Laporan Keuangan Tingkat UAKPA 

    BSKDN Kemendagri raih penghargaan Laporan Keuangan Tingkat UAKPA 

    Jakarta (ANTARA) – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meraih penghargaan sebagai Satuan Kerja dengan Laporan Keuangan Tingkat Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) Terbaik Kategori Pagu Kecil Tahun Anggaran 2024.

    Penghargaan tersebut diberikan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Jakarta IV Kementerian Keuangan melalui Keputusan Kepala KPPN Nomor KEP-85/KPN.1204/2025 tertanggal 29 Oktober 2025.

    Penghargaan diserahkan langsung kepada Kepala Bagian (Kabag) Keuangan BSKDN Zuliyadi Antony, mewakili Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo.

    Capaian ini menegaskan komitmen BSKDN dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

    Dalam keputusan tersebut, Kepala KPPN Jakarta IV Made Cana Armaya menetapkan bahwa penilaian dilakukan terhadap sejumlah komponen, meliputi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan (unaudited dan audited), kelengkapan dokumen laporan dan pendukungnya, serta kualitas penyajian catatan atas laporan keuangan.

    BSKDN berhasil menempati peringkat pertama dalam kategori pagu kecil (di bawah Rp150 miliar), mengungguli dua satuan kerja lainnya yaitu Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.