Tag: Yulianto

  • Viral Aksi Warga Panumbangan Ciamis Mancing di Jalan Rusak

    Viral Aksi Warga Panumbangan Ciamis Mancing di Jalan Rusak

    JABAR EKSPRES – Aksi protes unik warga Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyita perhatian publik setelah video mereka memancing ikan di jalan rusak viral di media sosial. Aksi ini mengecam lambannya perbaikan jalan yang telah mengganggu mobilitas warga selama bertahun-tahun. Lokasi jalan tersebut berada di Jalan Gulingmunding-Sindang Barang, yang menghubungkan tiga desa, namun kini berubah menjadi kubangan air dan berlubang parah.

    Dalam video yang diunggah akun TikTok @DYN, terlihat warga asyik memancing lele di tengah jalan yang rusak, sementara kendaraan roda dua dan empat terpaksa melintas di kubangan tersebut. Hingga Jumat (11/4/2025) pagi, video itu telah ditonton lebih dari 554 ribu kali dan mendapat ribuan komentar pedas. Salah satu netizen menyindir, “Maenya eta di Ciamis, pedah di Ciamis mah jalana aralus” (Masa di Ciamis, katanya jalan di sini bagus), diikuti balasan pemilik akun: “Alus teh kota na, beda jeung di desa na” (Bagus di kotanya, beda dengan desanya).

    BACA JUGA; Jalan Rusak Akibat Proyek Pipa Pertamina, Kecelakaan Fatal Hantui Warga Banjar

    Aksi ini menyoroti kegagalan pemerintah kabupaten dalam menindaklanjuti perubahan status jalan dari desa menjadi jalan kabupaten melalui SK Bupati tahun 2023. Meski Camat Panumbangan, Edy Yulianto, menyatakan sedang dilakukan perbaikan swadaya oleh warga, langkah ini dinilai sekadar tempelan.

    “Sedang dalam perbaikan swadaya oleh warga dengan menambal lubang sambil menunggu perbaikan permanen,” ujarnya. Namun, warga menilai upaya swadaya tak cukup, mengingat jalan rusak ini vital bagi akses tiga desa: Sindang Barang, Buana Mekar, dan Tenggeraharja.

    Peningkatan status jalan justru tidak diikuti alokasi anggaran atau prioritas perbaikan. Padahal, kerusakan jalan telah menghambat distribusi barang, akses kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga.

    Aksi memancing di jalan rusak ini bukan sekadar lelucon, melainkan tamparan keras bagi birokrasi yang lamban. Jika tidak segera ditangani, protes kreatif seperti ini berpotensi menjadi bom waktu ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

    “Ini bukti ketimpangan pembangunan antara kota dan desa. Pemerintah harusnya responsif, bukan membiarkan warga ‘berkreasi’ di jalan berlubang,” ujar warganet. (CEP)

  • Bangunan Koramil TNI Arjasa Jember Tertimpa Pohon Trembesi

    Bangunan Koramil TNI Arjasa Jember Tertimpa Pohon Trembesi

    Jember (beritajatim.com) – Bangunan Markas Komando Rayon Militer Arjasa di Desa Petemon, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tertimpa pohon trembesi, Rabu (9/4/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

    Peristiwa terjadi pada pukul 15.00 WIB saat hujan deras yang diiingi angin kencang mengguyur sejumlah lokasi di Jember. Mendadak pohon trembesi dengan diameter 1,5 meter roboh dan menimpa bangunan Markas Koramil.

    “Bangunan milik iru mengalami rusak ringan. Kami segera mengirimkan personel untuk menanganinya. Alhamdulillah situasi aman terkendali,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Widodo Yulianto.

    Widodo mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem saat ini dan mencari tempat aman. Apalagi menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan Juanda di Sidoarjo, kondisi cuaca bisa berubah tiba-tiba karena potensi gangguan bencana hidrometeorologi.

    Namun secara umum, cuaca harian di Jember, Kamis (10/4/2025), diprakirakan dominan berawan, dengan potensi hujan ringan pada sore hari di wilayah Jember bagian tengah dan siang hari di wilayah yang lain.

    Suhu udara diperkirakan berkisar antara 20-33 derajat celcius. Kelembaban Udara berkisar antara 60-99 persen. Arah angin dominan ke arah utara hingga barat laut dengan kecepatan hingga 30 kilometer per jam. [wir]

  • Ingin Tolong Anak, Ketua RT Dusun Bulurejo Tenggelam di Pantai Paseban Jember

    Ingin Tolong Anak, Ketua RT Dusun Bulurejo Tenggelam di Pantai Paseban Jember

    Jember (beritajatim.com) – Sundrik Yuliadi, Ketua Rukun Tetangga 002 Rukun Warga 002 Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Karanganyar Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (7/4/2025).

    Pria yang sepuluh hari lagi berulang tahun ke-37 itu disapu ombak saat hendak menyelamatkan anaknya yang berusia 12 tahun, Rafa, yang sedang bermain di laut.

    Sundrik berhasil menyelamatkan sang anak. Namun mendadak ombak menyeretnya.

    Melihat itu, relawan dan warga sekitar bergegas menuju laut untuk menyelamatkan Sundrik. Sundrik berhasil ditarik kembali ke tepi dalam keadaan tak sadar.

    Setelah pertolongan pertama diberikan, Sundrik dilarikan ke Puskesmas Cakru, Kencong. “Namun nyawanya tak tertolong,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Widodo Yulianto. [wir]

  • Koperasi Itu Soal Masa Depan, Bukan Masa Lalu

    Koperasi Itu Soal Masa Depan, Bukan Masa Lalu

    Jakarta

    Dunia sedang tidak baik-baik saja. Perang Rusia versus Ukraina yang membuat suram ekonomi Eropa sudah berjalan 3 tahun belum jelas akhirnya. Israel versus Palestina terus membara di seputar jalur Gaza. Presiden Amerika yang baru terpilih, Donal Trump, mengambil langkah-langkah kontroversial seperti keluar dari WHO, menghentikan bantuan USAID, mau mencaplok Greenland dan yang terakhir baru saja ditandatangani adalah pemberlakuan tarif timbal balik ke sejumlah negara, termasuk Indonesia yang kena tarif 32%.

    Dampak negatif tarif timbal balik Amerika ini terhadap perekonomian Indonesia bisa sangat signifikan. Jika tidak direspon secara cepat dan tepat bisa berbahaya. Kurs rupiah yang terus melemah terhadap USD berpotensi terus melemah. Sektor sawit, karet, tekstil dan alas kaki bakal terpukul. Akibatnya tekanan terhadap IHSG semakin kuat dan bisa berdampak ke sektor riil sehingga menambah jumlah penutupan pabrik dan terjadi PHK massal.

    Tentu ini bukan soal perasaan pesimis, tetapi soal kondisi yang realistis. Namun kata enterpreneur sejati, selalu ada peluang di setiap gelombang perubahan. Akan selalu muncul pelangi sesudah hujan badai besar menepi. Akankah masa depan ekonomi kita sesuram perkiraan kebanyakan pakar ekonomi?

    Kalau kita jeli, sesungguhnya ada tampak cahaya di ujung lorong gelap. Cahaya yang dinyalakan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan kebijakan pembelaan (affirmative policy) untuk mengembangkan ekonomi rakyat kecil di pedesaan melalui koperasi. Apa iya? Kita lihat mimpi Prabowo soal koperasi dan langkah kebijakan yang diambil selama ini.

    Dalam sebuah acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Unit Desa (INKUD) di Jakarta pada bulan Nopember 2023 yang lalu, Prabowo Subianto yang saat itu masih menjadi kandidat Presiden, dengan tegas ingin membesarkan koperasi karena ayah dan kakeknya adalah juga pejuang koperasi. Oleh karena itu dia sebagai Ketua Dewan Pembina INKUD bermimpi dan bercita-cita suatu saat nanti koperasi turut memiliki pabrik, smelter, kapal ikan dan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

    Ketika Prabowo akhirnya resmi terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, tampaknya janji manis kampanye tersebut mulai direalisasikan. Berawal dari pemisahaan Kementerian Koperasi dari UMKM sehingga tampak visi Prabowo tentang koperasi bahwa sebagai badan usaha, koperasi tidak selalu berskala UMKM tetapi juga bisa berkembang besar. Bahkan bisa menjadi konglomerat nantinya. Ketika kementerian lain terkena efisiensi anggaran, Kementerian Koperasi justru diberi alokasi tambahan kredit untuk Koperasi sebesar Rp 10 trilyun melalui LPDB (Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir) Kemenkop RI.

    Prabowo juga tidak mau menunda realisasi program unggulannya yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus berjalan di awal tahun 2025. Dalam program ini, Prabowo memerintahkan agar suplai bahan baku baik dari pertanian, perikanan maupun peternakan sebisa mungkin tidak impor tetapi berasal dari lingkungan lokal yang dikelola oleh jaringan koperasi.

    Seperti langkah bidak kuda dalam catur, kebijakan yang tidak terduga berikutnya adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 70 ribu desa se-Indonesia. Langkah yang mengagetkan banyak pengamat ekonomi yang memang selama ini asing dengan istilah koperasi. Tidak ada nomenklatur koperasi di dalam textbook yang mereka baca.

    Visi besar pengembangan ekonomi rakyat ini juga tampak ketika Danantara terbentuk dan pasar merespon negatif ditandai anjloknya iHSG, Prabowo seolah tidak peduli. Menurutnya, biarkan harga saham naik turun, kalau harga pangan di masyarakat aman maka negara aman. Terbukti, dalam beberapa hari saja nilai IHSG kembali naik. Bahkan begitu Danantara selesai diresmikan di pagi hari, sore harinya Prabowo langsung memanggil manajemen Danantara dan Kementerian terkait ke istana dan memberikan arahan bahwa salah satu program yang akan didukung Danantara adalah pembentukan 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih.

    Prabowo nampaknya yakin benar bahwa melalui koperasi, kesejahteraan rakyat di pedesaan akan meningkat sehingga dinamika ekonomi luar negeri tidak akan banyak berpengaruh. Prabowo seolah meresapi pemahaman Sukarno soal koperasi. Bagi Sukarno, koperasi harus difungsikan sebagai medium peningkatan pendapatan petani, buruh, dan rakyat miskin, sekaligus juga menjamin ketersediaan barang-barang bagi mereka. Sebab, ketiga golongan itu adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Jika mereka produktif maka ekonomi Indonesia dapat bangkit.

    Ini Bukan Soal Masa Lalu, Tapi Masa Depan Ekonomi Indonesia

    Langkah Prabowo yang ingin membesarkan ekonomi nasional berbasis pedesaan melalui koperasi masih juga belum dipahami banyak pihak. Mereka cenderung sinis dan selalu beralasan soal masa lalu koperasi yang berperilaku korup dan penuh penyelewengan. Pandangan ini bisa jadi ada benarnya. Namun juga banyak kelirunya. Penyelewengan dan perilaku korup terjadi juga di model badan usaha kapitalis. Bahkan jauh lebih besar dan masif. Kasus Timah, Jiwasraya, Pertamina, Kominfo dan kredit ekspor yang besarnya ratusan trilyun tidak melibatkan koperasi sama sekali.

    Mereka mungkin juga seperti katak dalam tempurung. Tidak melihat bagaimana koperasi berkembang di negara-negara maju. Organisasi koperasi Dunia yaitu International Cooperative Alliance (ICA) baru mengumumkan pada tahun 2023 bahwa 300 koperasi teratas di seluruh dunia berhasil mencatatkan omset US$ 2 triliun (2,409 miliar USD) atau setara Rp. 30.000 triliun per tahun dengan acuan data keuangan tahun 2021. Meliputi usaha koperasi yang bergerak di sektor Pertanian (105 perusahaan), Asuransi (96 perusahaan), Perdagangan Besar dan Eceran mewakili sektor ekonomi terbesar ketiga (57 perusahaan).

    Dari segi omset terbesar, dua koperasi sektor keuangan menduduki posisi teratas, yaitu Groupe Crédit Agricole Perancis (omset 117,01 miliar USD pada tahun 2021) dan Grup REWE dari Jerman (omzet 82,03 Miliar USD pada tahun 2021). Menyusul di posisi ketiga koperasi ritel Groupe BPCE (omset 64,06 Miliar USD pada tahun 2021). Ada juga koperasi pertanian Jepang Zen Noh dengan omzet 55 milyar USD per tahun dan Koperasi industri pertanian Korsel Nonghyup yang beromzet 41 milyar USD per tahun. Kelasnya sudah seperti omzet konglomerat di Indonesia.

    Sayang memang koperasi di Indonesia belum masuk dalam ranking 300 besar koperasi dunia tersebut. Namun seperti halnya timnas sepakbola Indonesia yang sedang berjuang masuk 100 besar dunia versi FIFA, gerakan koperasi di bawah pemerintahan Prabowo mulai disiapkan untuk besar dan masuk 300 besar dunia. Bayangkan jika 70 ribu koperasi desa itu terealisasi dan memiliki bisnis dengan putaran omzet Rp 1 milyar saja per tahun maka sudah ada putaran Rp 70 trilyun per tahun. Itu belum ditambah putaran omzet koperasi yang ada sekarang sekitar 150 trilyun per tahun.

    Belum lagi efek penyerapan tenaga kerja jika koperasi desa ini berkembang. Rata-rata koperasi desa bisa menyerap 100-300 orang sebagai pekerja. Total bisa menyerap 10-20 juta pekerja.

    Kepemilikan usahanya juga tersebar di banyak orang. Bukan hanya di segelintir pemilik modal. Ekonomi yang berbasis rakyat banyak ini tampaknya akan menjadi model ekonomi Indonesia ke depan.

    Membangun Legacy Melalui Koperasi

    Tokoh buruh nasional Jumhur Hidayat yang juga pejuang ekonomi kerakyatan, dalam sebuah diskusi menyampaikan bahwa hanya koperasi bentuk usaha paling cocok untuk membentengi rakyat dari keserakahan kaum kapitalis. Dan itu adalah amanah konstitusi.

    Karena itu seyogyanya cabang-cabang usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak dan sifatnya memanfaatkan kekayaan alam harus berbentuk badan hukum koperasi. Seperti halnya di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hutan, tambang dan bahkan minyak bumi. Kalau tidak, maka sumber daya alam tersebut akan habis dihisap kaum kapitalis. Dengan adanya koperasi akan lebih menjamin masa depan kehidupan warga setempat. Mereka memiliki posisi yang setara dengan pelaku bisnis lain.

    Bahkan, dalam bisnis modern seperti taksi online, sudah seharusnya para sopir ojol berhimpun dalam koperasi dan turut memiliki saham di perusahaan pemilik aplikasi sehingga relasi antara sopir dan pemilik aplikasi bukan hanya mitra tetapi juga sesama pemilik usaha. Seperti halnya koperasi peternak sapi perah di negara maju, yang memiliki saham di industri pengolahan susu. Ada kesetaraan antara rakyat dan pelaku bisnis. Koperasi sebagai fasilitas kelembagaannya.

    Prabowo yang di dalam darahnya mengalir ideologi koperasi sebagaimana diwariskan oleh kakeknya Margono Djojohadikoesoemo dan ayahnya Profesor Soemitro Djojohadikoesoemo, tentu terpanggil untuk menghidupkan kembali gerakan koperasi di tanah air, terutama di pedesaan. Gerakan ini bertujuan untuk mengembalikan pilar ekonomi nasional dari sedikit oligarki ke tangan rakyat banyak. Tentu ini langkah yang tidak mudah dan bakal menghadapi banyak tantangan seperti mendaki gunung terjal.

    Namun sesungguhnya semangat ini sama dengan semangat sejumlah masyarakat kota Rochdale, Inggris yang mendirikan koperasi pertama di dunia pada tahun 1844, sebelum akhirnya gerakan koperasi menyebar ke seluruh dunia. Mereka mendirikan koperasi sesungguhnya adalah respon atas kegagalan revolusi industri yang memperjuangkan konse Liberte-Egalite-Fraternite (kebebasan-persamaan-kebersamaan).

    Konsep tersebut dianggap gagal karena revolusi industri tidak membawa perubahan terhadap kondisi ekonomi rakyat. Liberte atau kebebasan hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki kapital sehingga dapat meraup untung sebanyak-banyaknya. Begitu juga dengan Egalite dan Fraternite atau persamaan dan kebersamaan, hanya menjadi milik pemilik-pemilik modal besar.

    Hampir 200 tahun kemudian, dengan semangat yang sama, Prabowo ingin membangkitkan kembali gerakan koperasi di Indonesia. Langkah ini akan bertemu dengan semacam common sorrow, rasa senasib sepenanggungan di dalam hati masyarakat bawah yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi. Cahaya di ujung lorong itu memang belum terlalu terang, tapi sepertinya akan terus membesar dan menerangi jalan. Semoga bisa menjadi legacy.

    Turino Yulianto, mantan Ketua Umum Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) ITB

    (rfs/rfs)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Monas Jadi Tujuan Wisata Populer di Libur Lebaran 2025, Pengunjung Padati Ikon Jakarta – Halaman all

    Monas Jadi Tujuan Wisata Populer di Libur Lebaran 2025, Pengunjung Padati Ikon Jakarta – Halaman all

    Monas Jadi Tujuan Wisata Populer di Libur Lebaran 2025, Pengunjung Padati Ikon Jakarta

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kawasan wisata Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat masih menjadi daya tarik wisatawan lokal untuk menghabiskan waktu libur Lebaran 1446 Hijriah/2025. 

    Pantauan Tribunnews.com pada H+2 Lebaran atau Rabu (2/4/2025) pukul 10.00 WIB, kawasan tugu Monas dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang memilih liburan ke ikon Kota Jakarta itu.

    Mereka terlihat datang bersama keluarga hingga anak-anak.

    Sejumlah pengunjung pun memanfaatkan cuaca cerah hari ini, dengan berfoto dengan latar belakang Monumen yang diresmikan pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto.

    Tak sedikit juga pengunjung yang menggelar alas di atas rerumputan untuk menikmati suasana Monas sambil bercengkrama dengan keluarga.

    Kerat keliling kawasan Monas juga mulai dinaiki oleh para pengunjung.

    JAM OPERASIONAL MONAS – Masyarakat berwisata di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (28/1/2025). Pengelola Monas memperpanjang jadwal operasional dari pukul 16.00 WIB pada hari biasa menjadi pukul 22.00 WIB hingga 29 Januari 2025 dalam rangka memeriahkan libur Isra Mikraj dan Imlek. (Warta Kota/Yulianto) (/Warta Kota/Yulianto)

    Sementara, para wisatawan lokal ini juga terlihat mengantre untuk masuk ke dalam Museum Sejarah Nasional dan Ruang Kemerdekaan yang berada di dalam Monas.

    Tak hanya itu, warga juga antusias naik ke atas Monas untuk melihat pemandangan Kota Jakarta.

    Dede, warga Bekasi memilih berlibur Lebaran bersama istri dan anaknya di kawasan Monas.

    Selain ingin melihat Monas, Dede ingin mengenalkan kepada anaknya terkait sejarah Monas serta Jakarta.

    “Ini dari Bekasi tadi pagi, anak mau liat Monas. Mumpung libur yasudah saya ajak kesini,” kata Dede kepada Tribunnews, Rabu.

    Sebagai informasi, dalam rangka menyambut wisatawan Monas mulai buka pada Selasa (1/4/2025) hingga Senin (7/4/2025) mendatang.

    Sejumlah pertunjukan akan disajian spesial seperti video mapping, air mancur menari hingga panggung hiburan.

    Melansir dari unggahan laman Instagram @monumen.nasional, jam operasional Tugu Monas pada 1-3 dan 7 April 2025 mulai buka pukul 08.00-22.00 WIB.

    Kemudian kawasan Monas buka pukul 06.00-22.00 WIB dan loket tutup pukul 21.00 WIB.

    Khusus tanggal 4-6 April 2025 Tugu Monas buka pukul 08.00-18.00 WIB, kawasan Monas pukul 06.00-22.00 WIB dan loket tutup pukul 17.00 WIB.

    Untuk ditanggal 5 April 2025 Monas menyajikan panggung hiburan bagi wisatawan.

    Sederet artis Ibukota akan tampil dalam spesial musik performance di antaranya The Rain, Sarah Hadju, Ressa Herlambang, Sandy Canester, dan Hura-hura Club.

  • Warga Terdampak Banjir Blokir Jalan, Tuntut Pemerintah Ternate Bersihkan Material
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        1 April 2025

    Warga Terdampak Banjir Blokir Jalan, Tuntut Pemerintah Ternate Bersihkan Material Regional 1 April 2025

    Warga Terdampak Banjir Blokir Jalan, Tuntut Pemerintah Ternate Bersihkan Material
    Tim Redaksi
    TERNATE, KOMPAS.com
    – Ratusan warga dari Kelurahan Kastela dan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, memblokir jalan pada Selasa (1/4/2025). 
    Ini merupakan bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai lamban menangani material banjir yang menggenangi lingkungan mereka.
    Aksi ini berlangsung dari pagi hingga sore hari, di mana warga meletakkan batu, kayu, dan kasur bekas di jalan raya yang menghubungkan sejumlah kelurahan.
    Akibat aksi tersebut, akses jalan menjadi terputus bagi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
    Warga yang terdampak banjir pada Minggu (30/3/2025) menuntut pemerintah segera menurunkan alat berat guna membersihkan material berupa batu, pasir, dan lumpur yang menghalangi aliran sungai dan lingkungan mereka.
    “Kami protes dengan melakukan pemblokiran jalan ini, karena demi keselamatan. Kami minta agar dilakukan pembersihan lingkungan dan sungai dari material banjir.”
    “Ini sudah banjir yang kedua kalinya,” ujar Ramdan Umanailo, salah satu warga Kelurahan Rua, saat ditemui di lokasi.
    Ramdan mengungkapkan bahwa sejak terjadinya banjir pada Minggu malam, belum ada perhatian dari pemerintah.
    Ia terpaksa berpindah-pindah tempat tinggal karena masih khawatir kembali ke rumahnya.
    “Kami sudah trauma dengan bencana (banjir) ini. Saya harus tinggal berpindah-pindah di rumah keluarga karena masih takut kalau di rumah, sebelum dilakukan pembersihan sungai. Kami takut jika nanti hujan dan ada banjir susulan,” ujarnya.
    Ramdan menegaskan bahwa mereka akan membuka
    blokir jalan
    jika pemerintah Kota Ternate segera memenuhi permintaan mereka.
    “Tadi informasi dari pemerintah akan menurunkan alat berat sebentar malam. Itu akan kami buka pemblokiran jalan. Namun jika belum dilakukan pembersihan, akan kami blokir kembali,” ungkapnya.
    Sekitar pukul 17.15 WIT, pihak kepolisian dari Polres Ternate tiba di lokasi untuk menengahi situasi.
    Dipimpin Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, mereka meminta warga membuka blokiran jalan karena telah disepakati akan diturunkan alat berat.
    “Untuk warga yang memblokir jalan itu manusiawi ya, karena mereka was-was karena sudah pernah terjadi banjir bandang di daerah Rua.”
    “Kami datang bersama warga untuk membuat situasi kembali kondusif dengan cara mendatangkan alat berat.”
    “Tadi alat berat sudah ada satu di daerah Kastela. Nanti malam (di Rua) datang juga satu lagi, dan besok pagi,” ungkap Anita.
    Ia menambahkan bahwa
    pembersihan material
    pasir dan lumpur di rumah warga dan di jalan raya akan segera dilakukan agar akses jalan kembali lancar dan warga dapat beristirahat dengan nyaman.
    “Jadi malam takbir itu, di sini terjadi banjir bandang dan membawa material sampai di jalan. Masyarakat di sini itu mengalami trauma karena sudah pernah hal seperti ini,” ungkapnya.
    Saat ini, kondisi di lokasi sudah mulai kondusif.
    Warga diharapkan dapat bekerja sama dengan aparat kepolisian dan Pemerintah Kota Ternate untuk melanjutkan aktivitas di rumah masing-masing.
    “Akses jalan sudah mulai lancar. Bisa kita lihat ini orang dengan kendaraan berlalu-lalang. Udah gak ada pemblokiran. Sebentar malam kita bersama-sama meninjau lokasi di mana yang akan dipulihkan,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Monas Jadi Tujuan Wisata Populer di Libur Lebaran 2025, Pengunjung Padati Ikon Jakarta – Halaman all

    Tips War Tiket Puncak Monas untuk Libur Lebaran 2025, Biar Tidak Kehabisan – Halaman all

    Tips War Tiket Puncak Monas untuk Libur Lebaran 2025, Biar Gak Kehabisan

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bagi anda yang ingin berwisata ke Monas, Jakarta dan naik ke puncaknya, maka anda harus mempunyai cara war tiket agar tidak kehabisan.

    Monas atau Monumen Nasional merupakan salah satu tempat wisata yang buka pada hari Libur Lebaran 2025.

    Monas termasuk tempat wisata yang murah meriah.

    Untuk masuk ke kawasan Monas maka tidak dipungut biaya.

    Namun jika pengunjung ingin ke area Tugu Monas maka dikenakan tarif masuk.  

    Per 1 Juni 2024, bagi wisatawan yang ingin masuk ke Monas bisa menggunakan kartu JakCard. 

    Bagi yang belum punya bisa beli di loket dengan harga Rp 50.000 dengan saldo Rp 20.000. 

    Satu kartu bisa untuk lebih dari satu orang. 

    JAM OPERASIONAL MONAS – Masyarakat berwisata di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (28/1/2025). Pengelola Monas memperpanjang jadwal operasional dari pukul 16.00 WIB pada hari biasa menjadi pukul 22.00 WIB hingga 29 Januari 2025 dalam rangka memeriahkan libur Isra Mikraj dan Imlek. (Warta Kota/Yulianto) (/Warta Kota/Yulianto)

    Tips War Tiket Puncak Monas

    Tribunnews.com menyarankan untuk datang lebih pagi.

    Hal ini, karena tiket tidak bisa dibeli dari jauh hari dan hanya bisa dibeli di loket.

    Pembayaran tiket dilakukan dengan kartu Jakcard milik Bank DKI. 

    Pembelian kartu JakCard bisa dilakukan di loket. 

    Pengunjung hanya bisa membayar menggunakan Qris atau uang tunai/cash.  

    Khusus untuk rombongan min 30 orang, akan mendapatkan diskon 25 persen. 

    Tiket masuk Tugu Monas, hanya dapat dibeli secara langsung di loket Monas (Offline atau on the spot)

    Jadwal Monas saat Libur Lebaran 2025:

    1-3 April 2025

    06.00 WIB-22.00 WIB

    7 April 2025

    06.00 WIB-22.00 WIB

    Tugu Monas

    08.00-22.00 WIB

    Loket Tutup 

    21.00 WIB

    Sejarah Monas

    Monumen Nasional tidak hanya menjadi simbol penting bagi Jakarta, tetapi juga sebagai tempat untuk mengenang perjuangan seluruh rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. 

    Monas menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di Jakarta yang dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

    Monumen Nasional, yang lebih dikenal dengan sebutan Monas atau Tugu Monas, adalah sebuah monumen peringatan yang berdiri megah setinggi 132 meter (433 kaki) di pusat Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. 

    Monas dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda. 

    Pembangunan Monas dimulai pada 17 Agustus 1961 di bawah perintah Presiden Soekarno dan diresmikan pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto.

    Monas memiliki bentuk yang sangat khas, dengan puncaknya dihiasi lidah api yang dilapisi lembaran emas, melambangkan semangat juang rakyat Indonesia yang tak pernah padam. 

    Tugu Monas memiliki makna mendalam sebagai simbol perlawanan dan semangat kemerdekaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

    Monumen ini bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga sebuah karya yang membawa pesan patriotisme yang terus menginspirasi rakyat Indonesia.

    Ide awal pendirian Monumen Nasional berasal dari seorang warga biasa Jakarta, Sarwoko Martokoesoemo. Setelah Jakarta kembali menjadi ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 1950, ide untuk mendirikan monumen nasional yang setara dengan Menara Eiffel pun mengemuka. 

    Monas bertujuan untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia selama masa revolusi kemerdekaan 1945.

  • Rumah Perempuan Lansia di Jember Roboh pada Malam Takbiran

    Rumah Perempuan Lansia di Jember Roboh pada Malam Takbiran

    Jember (beritajatim.com) – Rumah Ny Juhrani, perempuan berusia 64 tahun di Dusun Krajan Timur, Desa Sukowono, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (30/3/2025) malam.

    Rumah itu mendadak roboh pada pukul 22.30 WIB pada saat gema takbir menyambut lebaran terdengar di mana-mana

    “Saat itu Bu Juhrani bersama anaknya dalam rumah.Tiba-tiba rumah tersebut roboh,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Widodo Yulianto, Senin (31/3/2025).

    Rumah itu berukuran lima kali sembilan meter dan memang sudah tua. “Kayu-kayunya sudah rapuh,” kata Widodo.

    Gara-gara kejadian itu, dahi kiri Juhriani robek. Sementara itu Reni Wildatul (36), anaknya, mengalami nyeri dada. Begitu juga Riski (17), anaknya, mengalami luka lecet dan nyeri.

    “Korban masih mengalami trauma berat atas kejadian tersebut. Kami ungsikan penghuni rumah ke rumah Pak Sugiarto,” kata Widodo.

    BPBD Jember berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya untuk perbaikan rumah tersebut dan dengan Dinas Sosial untuk bantuan logistik. [wir/ted]

  • Kumpulan Tulisan Unik di Motor Pemudik ‘Tuku Pilus Karo Kecap, Wayahe Wong Tulus Mulih Cilacap’ – Halaman all

    Kumpulan Tulisan Unik di Motor Pemudik ‘Tuku Pilus Karo Kecap, Wayahe Wong Tulus Mulih Cilacap’ – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kumpulan tulisan unik para pemudik yang ditempel di kendaraan saat perjalanan ke kampung halaman mencuri perhatian.

    Pemudik biasanya menempelkan tulisan berisi pesan lucu yang diletakkan di balik barang bawaan.

    Seperti tulisan pemudik yang melintas di Jalur Kalimalang, Jalan KH Noer Ali Kota Bekasi pada Jumat (28/3/2025) ini. 

    Tulisan pemudik itu, berbunyi “Bikin dosa di kota minta maaf di kota, lama gak mudik sekali mudik gak lama,”. 

    Kemudian, tulisan “Tuku pilus karo kecap, wayahe wong tulus mulih Cilacap, Tangerang-Cilacap Mudik 2025”. 

    Dikutip dari TribunJakarta.com, menurut pemudik bernama Galih, sengaja memasang tulisan unik di belakang kendaraannya untuk seru-seruan. 

    “Mudik dari Jaksel mau ke Pekalongan, sendiri aja, bikin tulisan biar ada kesannya aja gitu. Seru-seruan aja.”

    “Alhamdulillah enggak ada kendala selama perjalanan,” kata Galih saat dijumpai di Bekasi.

    Lebih lanjut, Galih menceritakan, ini pertama kalinya ia mudik menggunakan sepeda motor, biasanya pulang ke kampus halaman menggunakan bus. 

    “Masih jauh perjalanan masih delapan jam lagi, baru kali ini mudik bawa motor, biasanya naik bus. Pengen tahu rasanya mudik pake motor gitu,” ungkapnya.

    Selain itu, ada pemudik di Jalan Kalimalang, yang menuliskan “Bikin dosa di kota, minta maaf di desa. Lama gak mudik, sekali mudik gak lama, Jaksel-Banjarnegara-Semarang”.

    Tulisan unik lainnya, juga dijumpai di Jalan Raya Kalimalang, Cipinang, Jakarta Timur.

    Seorang pemudik menempelkan tulisan berbahasa Jawa ‘Wayae Wong Mumet Tampil #panturarace Tangerang-Pemalang’.

    Bila diartikan ke Bahasa Indonesia, tulisan itu berbunyi ‘saatnya orang Mumet tampil’.

    Kemudian, ketika berjalan menuju Simpang BCP, Bekasi, ada pemudik motor juga menempelkan secara kertas di barang bawaannya.

    Pemudik itu, menuliskan kata-kata “Setelah Minta Maaf Sama Orang Rumah, Jangan Lupa Minta Maaf Sama Orang Yang Pernah Jadi Rumah #Tangerang-Cilacap 2025”.

    Ada lagi pemudik yang menggunakan jaket dan helm ojek online, menempelkan kertas di barang bawaan bagian belakangnya.

    Kertas tersebut, bertuliskan bahasa Jawa ‘Golek Duit’E NGOJOL Ngentek`e Duit’EJUDOL. Sepurane Mbok Mudik kali iki gur Gowo Awak mergo golek Duit lagi gak kepenak, GAS TIPIS-TIPIS. TANGSEL-TEMANGGUNG’.

    Bila diartikan dalam Bahasa Indonesia, ‘Nyari duit lewat Ngojol, ngabisin duit lewat Judol. Mohon maaf bu Mudik kali ini cuma bawa diri sendiri, masalahnya nyari duit lagi gak enak’.

    Kemudian, tim Wartakotalive.com juga menemui pemudik motor yang menempelkan secarik kertas bertuliskan lucu ‘Mudiklah rindu mantan pacar bro…’.

    Tak hanya itu, pemudik yang menggunakan mobil atau roda empat pun menempelkan kertas di kaca belakang.

    Sementara itu, di Jalur Pantura Cirebon, Selasa (25/3/2025), berbagai tulisan nyeleneh ditempel di bagian belakang motor pemudik.

    Ada yang berisi motivasi, harapan, hingga humor yang mengundang tawa.

    Sejumlah pemudik menuliskan pesan yang mencerminkan perasaan dan pengalaman mereka selama perjalanan, di antaranya:

    “Tulus’e ati bakal kalah karo baguse rai.” (Tulusnya hati bakal kalah sama bagusnya wajah)

    “Tetap merendah soale sing duwur kui langit karo seleramu.” (Tetap merendah, karena di atas itu cuma ada langit dan seleramu)

    “Royal tok nek ra nganteng yo sodakoh.” (Royal saja kalau nggak ganteng, ya sedekah)

    “Gass mudik ngetan…”

    Cerita Pemudik Tempel Tulisan Unik di Kendaraan

    Deni (32), seorang pemudik asal Jakarta, mengaku sengaja menempelkan tulisan di motornya agar perjalanan lebih seru.

    “Buat hiburan saja, biar nggak terlalu stres di jalan. Ya, sekalian pembelaan diri kalau jatuh cinta jangan sampai buat gila,” kata Deni di sebuah warung di Cirebon, Selasa (25/3/2025), dilansir TribunJabar.id.

    Selain bersifat humor, ada tulisan yang mengandung doa dan harapan. 

    Seperti tulisan yang dibuat pemudik asal Tangerang, Iwan (40).

    Ia menuliskan “Semoga selamat sampai tujuan, istri dan anak menunggu di rumah.”

    “Biar lebih semangat di jalan. Saya bawa istri dan anak juga, jadi semoga perjalanan lancar,” ucap Iwan.

    Tulisan-tulisan ini menjadi hiburan tersendiri bagi pemudik lain.

    Di sisi lain, petugas kepolisian tetap mengingatkan agar para pemudik mengutamakan keselamatan di perjalanan.

    Hal tersebut, disampaikan Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Ngadiman.

    “Silakan berkreasi, tapi tetap patuhi aturan lalu lintas. Jangan sampai tulisan di motor malah mengganggu visibilitas pengendara lain,” katanya.

    Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Para Pemudik Menuliskan Pesan Unik dan Lucu, Ditempelkan ke Bodi Kendaraan dan TribunJakarta.com dengan judul ‘Bikin Dosa di Kota, Minta Maaf di Desa’ Kumpulan Tulisan Unik Pemudik di Kalimalang Bikin Senyum

    (Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunJabar.id, Arie Puji Waluyo, TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar, TribunJabar.id/Eki Yulianto)

  • PLN Icon Plus Berikan Akses Internet Gratis Kepada Yayasan Al Alaq, Dukung Digitalisasi Masyarakat Melalui TJSL 

    PLN Icon Plus Berikan Akses Internet Gratis Kepada Yayasan Al Alaq, Dukung Digitalisasi Masyarakat Melalui TJSL 

    JABAR EKSPRES – PLN Icon Plus kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses digital di Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Kali ini bantuan berupa akses internet gratis diberikan kepada Yayasan Al Alaq di Tasikmalaya.

    Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta mempermudah akses informasi bagi para santri dan masyarakat sekitar.

    Perwakilan PLN Icon Plus secara simbolis menyerahkan bantuan ini kepada pengurus Yayasan Al Alaq.

    Dengan adanya fasilitas internet gratis ini, para santri di yayasan dapat lebih mudah mengakses berbagai sumber belajar online, mengikuti kelas digital, serta memperluas wawasan mereka dalam dunia pendidikan dan teknologi.

    General Manager PLN Icon Plus Wuri Yulianto menyampaikan, “TJSL yang dilakukan PLN Icon Plus merupakan wujud nyata dukungan kami terhadap program pemerataan digitalisasi masyarakat, sehingga dapat mendorong kebermanfaatan yang berkelanjutan melalui terbukanya akses internet kepada masyarakat Indonesia.”

    Tidak hanya bermanfaat bagi para santri, akses internet ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pengurus yayasan.

    Dengan semakin berkembangnya era digital, konektivitas yang baik menjadi kebutuhan penting bagi berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosial.

    PLN Icon Plus berharap, program ini dapat membantu masyarakat untuk lebih siap menghadapi tantangan digitalisasi dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

    Program TJSL ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan PLN Icon Plus dalam mendukung transformasi digital di Indonesia.

    Dengan terus menghadirkan akses internet ke berbagai wilayah, PLN Icon Plus berupaya menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan merata, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat dari perkembangan teknologi.