Tag: Yandri Susanto

  • Menteri Prabowo Kumpul Bahas Koperasi Merah Putih, Mau Bikin Satgas Khusus

    Menteri Prabowo Kumpul Bahas Koperasi Merah Putih, Mau Bikin Satgas Khusus

    Jakarta

    Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Rancangan Keputusan Presiden Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Inpres 9/2025 pada Rabu kemarin. Pihaknya segera mengagendakan untuk rapat begitu Inpres tersebut dirilis.

    “Jadi kopdes itu kooperasi milik pemerintah desa, itu kira-kira intinya. Milik masyarakat desa,” kata Zulhas, dalam konferensi pers usai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2025).

    Zulhas mengatakan, rakor segera digelar sebagai tidak lanjut untuk mempercepat pembentukan kopdes. Pemerintah juga bersiap untuk membentuk satuan tugas (satgas).

    “Nanti akan ditambah dengan satgas sekaligus satgas yang akan bertugas harian. Kira-kira ini, ide yang sangat bagus dan sejatinya inilah cita-cita pendiri negeri ini bahwa ekonomi kita berdasarkan gotong royong” ujarnya.

    Sementara itu, Menteri Koperasi Budi Arie mengatakan, pembentukan kopdes akan dipercepat. Harapannya, administrasi pembentukan badannya bisa rampung pada akhir Juni.

    “Pembentukan itu kan artinya kelembagaannya. Belum bangunannya, belum fisiknya. Jadi target dari tim ini adalah dalam waktu yang singkat, segera kita melakukan konsolidasi. Nanti 80 ribu pembentukan Kopdes Merah Putih itu sudah bisa terwujud,” ujar Budi.

    “Ibaratnya akta-nya dia gimana mau dibangun, gimana mau ada pinjaman kalau secara legal belum ada. Jadi targetnya akhir Juni, secepatnya seluruh 80 ribu pembentukan Kopdes Merah Putih itu sudah terbentuk di seluruh Indonesia,” sambungnya.

    Namun demikian, Budi belum dapat merincikan terkait dengan pendanaan pembangunan kopdes tersebut. Sedangkan menyangkut pembentukan satgas sendiri, Budi mengatakan, posisi ketua satgas akan diisi oleh Zulhas.

    Sebagai informasi, rakor digelar di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat. Rapat dihadiri oleh sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga (KL), antara lain Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazar.

    Kemudian ada Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Ruddyard.

    Lalu ada juga hadir Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh.

    (acd/acd)

  • Sudah Saatnya Prabowo Copot Menteri Tebar Pesona dan Kemaruk

    Sudah Saatnya Prabowo Copot Menteri Tebar Pesona dan Kemaruk

    GELORA.CO – Perombakan Kabinet Merah Putih sudah layak dilakukan jelang semester pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan mengatakan, pergantian menteri, khususnya di sektor ekonomi penting dilakukan untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu

    “Ini memang waktunya Pak Prabowo bersih-bersih. Kenapa? Banyak ahli memprediksi ke depan, tantangan kita makin besar terutama dari sisi ekonomi,” kata komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu, 6 April 2025.

    Selain dari segi tantangan ekonomi, sosok yang akrab disapa Kang Tamil ini menilai ada beberapa menteri Prabowo yang tidak menunjukkan kinerja positif. Bahkan beberapa di antaranya hanya mementingkan popularitas.

    Sejumlah menteri yang layak di-reshuffle adalah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto; Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, dan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

    “Saya sangat setuju mereka di-reshuffle. Banyak menteri Pak Prabowo yang mumpuni, tapi banyak juga yang kemaruk mendapat jabatan. Nah, sifat kemaruk ini membuat kehebohan di ruang publik yang bermuara pada kegaduhan,” terang Kang Tamil.

    Akademisi Universitas Dian Nusantara ini melihat, para menteri tersebut lebih mementingkan popularitas pribadi, sehingga narasi yang dibangun sering berujung kegaduhan di masyarakat yang tidak menguntungkan bagi Prabowo.

    “Setelah hampir lima bulan pemerintahan Pak Prabowo, kita bisa melihat cukup jomplang. Ada menteri yang memang bekerja baik, ada menteri yang enggak ada kerjanya dan cuma tebar pesona di media sosial,” pungkasnya. 

  • Pemerintah akan bentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70.000 desa

    Pemerintah akan bentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70.000 desa

    Senin, 3 Maret 2025 21:27 WIB

    Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (tengah) bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedjua kiri), Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yandri Susanto (kedua kanan), Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri) dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi (kanan) memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/3/2025). Pemerintah akan membentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70.000 desa yang bertujuan untuk menampung hasil pertanian di desa dan memangkas mata rantai distribusi dengan anggaran 3-5 miliar. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) bersama Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (kedua kiri), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto (kedua kanan), Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri) dan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi (kanan) memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/3/2025). Pemerintah akan membentuk Koperasi Desa Merah Putih di 70.000 desa yang bertujuan untuk menampung hasil pertanian di desa dan memangkas mata rantai distribusi dengan anggaran 3-5 miliar. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.

  • Aner Maisini: Silaturahmi Lebaran Momentum Memperkokoh Persatuan Bangsa – Halaman all

    Aner Maisini: Silaturahmi Lebaran Momentum Memperkokoh Persatuan Bangsa – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Merayakan Idulfitri bukan hanya menjadi momen kemenangan bagi umat muslim setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, tetapi juga kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan.

    Tradisi berkunjung ke rumah keluarga, kerabat, tetangga, dan tokoh politik telah menjadi bagian penting dalam perayaan lebaran di Indonesia.

    Bupati Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah Aner Maisini mengatakan, tradisi silaturahmi Idulfitri bisa dijadikan momentum memperkokoh persatuan bangsa.

    “Perayaan IdulFitri harus kita jadikan momentum memperkokoh persatuan dan solidaritas nasional sesama anak bangsa,” katanya kepada awak media di Jakarta, Rabu (2/04/2025).

    SILATURAHMI LEBARAN – Bupati Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah Aner Maisini menyambangi rumah Ketua Umum PAN yang sekaligus Menko Pangan Zulkifli Hasan dan anggota Kabinet Merah Putih (KMP) untuk bersilaturahmi. (ist)

    Putra asli kelahiran Kabupaten Intan Jaya ini mengajak kepada seluruh kepala daerah dan rakyat Indonesia memaknai nilai-nilai perayaan IdulFitri sebagai landasan membangun Indonesia di masa depan.

    “Saya mengajak kepada seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menjadikan nilai-nilai Idulfitri sebagai landasan membangun masa depan Indonesia yang berkemakmuran dan berkeadilan bagi demi kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

    Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyambangi rumah Ketua Umum PAN yang sekaligus Menko Pangan Zulkifli Hasan dan anggota Kabinet Merah Putih (KMP) untuk bersilaturahmi.

    “Lebaran kali ini saya manfaatkan bersilaturahmi dengan Ketum PAN yang juga Menko Pangan, Pak Zulhas. Kami juga berbicara untuk membangun Kabupaten Intan Jaya dengan beliau,” tuturnya.

    Selain itu, ia pun bersilaturahmi ke rumah beberapa menteri di KMP.

    “Saya juga berkunjung ke kediaman Menteri Desa dan PDT, Pak Yandri Susanto, Menteri Perumahan Rakyat, Pak Maruarar Sirait, dan Menteri Perhubungan, Pak Dudy Purwagandhi,” terangnya.

    Lebih lanjut, kehadirannya ke Jakarta menemui tokoh politik dan para menteri untuk bersilaturahmi dan menguatkan komitmen membangun Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

    “Kehadiran saya ke Jakarta semata-mata untuk silaturahmi dan berdiskusi untuk membangun daerah yang saya pimpin,” tutupnya.

  • Shalat Id Selesai, Para Menteri Kabinet Merah Putih Bergegas ke Istana Ikut "Open House" Prabowo
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Maret 2025

    Shalat Id Selesai, Para Menteri Kabinet Merah Putih Bergegas ke Istana Ikut "Open House" Prabowo Nasional 31 Maret 2025

    Shalat Id Selesai, Para Menteri Kabinet Merah Putih Bergegas ke Istana Ikut “Open House” Prabowo
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih bergegas pergi ke
    Istana Negara
    , Jakarta, selepas menunaikan ibadah Shalat Id Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (31/3/2025) pagi.
    Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjadi salah satu menteri yang akan menuju Istana Negara selepas Shalat Id.
    Di Istana Negara, para menteri disebut akan menghadiri acara halal bihalal presiden.
    “Insya Allah habis dari
    shalat Idul Fitri
    , kita ke istana presiden untuk halal bihalal bersama. Insya Allah,” kata Yandri, yang ditemui di Masjid Istiqlal.
    Senada dengan Yandri, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga mengaku bakal bergegas ke Istana Negara selepas shalat Id.
    “Insya Allah juga nanti setelah shalat di sini kita juga akan silaturahmi di Istana,
    open house
    ,” kata AHY.
    Untuk diketahui,
    Presiden Prabowo Subianto
    menggelar
    open house
    hari pertama Idul Fitri 2025 di Istana Negara, Jakarta, Senin (31/3/2025).
    Prabowo disebut juga akan mengundang para mantan presiden dan wakil presiden.
    Open house
    di Istana Negara bakal dimulai pukul 09.00 WIB usai Prabowo melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal.
    “Insya Allah 1 Syawal 1446 Hijriah, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto akan menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal. Setelah shalat Idul Fitri selesai, beliau akan menuju Istana Merdeka untuk melaksanakan acara gelar griya,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana dalam YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (30/3/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Momen Prabowo Shalat Id di Istiqlal Diapit Seskab Letkol Teddy
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        31 Maret 2025

    Momen Prabowo Shalat Id di Istiqlal Diapit Seskab Letkol Teddy Nasional 31 Maret 2025

    Momen Prabowo Shalat Id di Istiqlal Diapit Seskab Letkol Teddy
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden
    Prabowo Subianto
    melaksanakan Shalat Id Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (31/3/2025) pagi.
    Pengamatan Kompas.com, Prabowo diapit oleh Menteri Agama Nasarudin Umar dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya saat Shalat Id.
    Ketiganya menempati saf atau jajaran shalat paling depan.
    Sejumlah pejabat negara juga hadir untuk melaksanakan shalat Id di Masjid Istiqlal, di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Mendes PDT Yandri Susanto, Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Polkam Budi Gunawan, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, Wamendagri Bima Arya, hingga Gubernur Jakarta Pramono Anung.
    Untuk diketahui, Kemenko Polkam menyampaikan bahwa
    Masjid Istiqlal
    siap menampung jemaah Shalat Id sebanyak 50.000 orang.
    “Dengan melibatkan aparat keamanan dari TNI-Polri, Masjid Istiqlal telah siap untuk melaksanakan shalat Id dengan total jemaah kurang lebih sebanyak 50.000 orang,” terang Deputi Bidang Koordinasi (Bidkoor) Politik Luar Negeri (Pollugri) Kemenko Polkam, Mohammad K Koba, dalam keterangannya, Minggu (30/3/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Berorientasi Ekspor, Kemendes dan Sektor Industri Inisiasi Desa Perajin Karpet Handmade – Halaman all

    Berorientasi Ekspor, Kemendes dan Sektor Industri Inisiasi Desa Perajin Karpet Handmade – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Untuk memaksimalkan pembangunan desa, daerah tertinggal serta transmigrasi, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama sektor industri menginisiasi pembentukan desa-desa kreatif dan sentra-sentra pengrajin karpet handmade  berorientasi ekspor di seluruh Indonesia. 

    Sebagai pilot project, Kemendes dan perusahaan industri karpet lokal beroientasi ekspor HJ Karpet  mengadakan pelatihan merajut karpet untuk mempersiapkan desa pengrajin karpet handmade berorientasi ekspor.

    Desa yang dipilih untuk pilot project program ini adalah Desa Sendang Jaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    Menurut Heru Purnomo, CEO HJ Karpet, pelatihan ini sebagai rasa tanggung jawab perusahaan di lingkungan.

    “Lima bulan yang lalu kita mengadakan kerja sama dengan Desa Sendang Jaya untuk mengadakan training pembuatan karpet. Alhamdulillah dari seleksi 40 orang kemudian tinggal 14 dan sekarang jadi 9 orang,” ungkapnya dikutip Rabu, 19 Maret 2025.

    Dia menjelaskan, 9 orang warga tersebut sudah mengantongi keterampilan membuat karpet.

    “Dengan adanya training membuat karpet ini bisa memberdayakan masyarakat sekitar nanti kita sebagai perusahaan bisa menjadi Bapak asuh,” katanya saat beraudiensi dengan Menteri Desa Yandri Susanto di Jakarta, Selasa, 18 Maret 2025.  

    Ia menegaskan, pelatihan serupa bisa dilakukan di berbagai desa-desa di Indonesia. 

    “Kami bersama Kemendes menginisiasi desa-desa potensial untuk diberikan pelatihan merajut karpet handmade berorientasi ekspor, kami menguatkan infrastruktur Sumber Daya Manusia (SDM) atau kompetensi dari pengrajin di desa-desa binaan Kemendes, sehingga realisasi sentra-sentra desa pengrajin bisa dapat diwujudkan,” lanjutnya.

    Salah satu visi misi perusahaannya adalah membuat “Desa Karpet”.

    “Maksudnya bukan hanya sekedar membuat karpet custom, ada suatu keunikan, dibutuhkan keterampilan seni, sebab karpet itu bukan hanya untuk lantai tapi banyak juga untuk kaligrafi seni bikin pemandangan bikin karikatur atau dan sebagainya dan jika ini kita bikin desain dengan khusus,” ujar Heru.

    Heru mengatakan, eksistensi Desa Karpet juga dapat menjadi salah satu objek wisata, pengunjung bisa belajar membikin karpet.

    “Insya Allah bisa menjadi salah satu daya tarik wisata, baik wisata lokal maupun wisata dari luar negeri, bisa juga sebagai sarana belajar siswa, keterampilan karpet ini ternyata luar biasa, bisa menjadi hasil karya seni,” katanya. 

    Menurut dia, pembentukan desa karpet juga untuk menciptakan industri desa yang berorientasi ekspor melalui pelatihan pembuatan karpet , tidak hanya menciptakan lapangan kerja namun juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik. 

    Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Yandri Susanto menegaskan banyak potensi desa dan daerah tertinggal untuk menjadi desa-desa kreatif dan  sentra-sentra pengrajin karpet handmade berorientasi ekspor.

    “Dari kegiatan pelatihan merajut karpet handmade ini kita harapkan desa-desa kembali produktif, penuh dengan kegiatan ekonomi, selain ketahanan pangan, juga ada produk kreatif seperti merajut karpet handmade berorientasi eskspor,” ujar Yandri.

    Dengan demikian, penduduk desa tak perlu lagi cari kerja ke kota. “:Karena di desa-desa mereka sudah penuh dengan order atau pesanan karpet rajut handmade dari berbagai belahan dunia, inilah langkah awal dari kerjasama dengan HJ Karpet, semoga ke depannya bisa lebih banyak lagi desa-desa yang jadi sentra pengrajin karpet handmade berorientasi ekspor,” katanya. 

    Heru Purnomo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Home Industri dan ekonomi kreatif di Himpunan Pengusaha Nahdliyin (DPP HPN) ini menyatakan kolaborasi dengan Kemendes adalah langkah nyata merealisasikan ekonomi kreatif berbasis home industri di desa-desa.

    “Saya harap kolaborasi ini dapat menggerakkan roda ekonomi desa menjadi lebih baik dan berkualitas,” katanya. (tribunnews/fin)

     

  • Pengelolaan Kopdes Merah Putih harus profesional dan transparan

    Pengelolaan Kopdes Merah Putih harus profesional dan transparan

    Arsip – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi. (ANTARA/HO-Kemenkop)

    Menkop: Pengelolaan Kopdes Merah Putih harus profesional dan transparan
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Senin, 17 Maret 2025 – 21:12 WIB

    Elshinta.com – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa pengelolaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih harus profesional dan transparan. Pasalnya, eksistensi Kopdes ini harus berkelanjutan, karena bukan sekadar membangun fisik tapi juga membangun orang dan sistemnya. 

    “Maka, penguatan kelembagaannya harus kuat, sistem dan tata kelolanya harus baik, dan sebagainya,” papar Menkop, usai acara Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) membahas pembentuksn Satgas Koperasi Desa Merah Putih, di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (17/3).

    Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria.

    Menkop Budi Arie meyakini kelembagaan Kopdes Merah Putih bisa segera direalisasikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. “Kita sedang menunggu Inpres yang saat ini dalam tahap harmonisasi, makin cepat makin baik,” ucap Menkop, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

    Lebih dari itu, Menkop Budi Arie juga berharap para pengurus Kopdes Merah Putih berasal dari pemuda-pemuda desa setempat.

    Ditambahkan Menkop, dari pemetaan desa yang sudah dilakukan, ada desa yang sudah memiliki koperasi, BUMDes, sampai desa yang sama sekali tidak memiliki lembaga ekonomi (BUMDes dan koperasi) sebanyak 9.400 desa. 

    “Karakteristik desa itu unik-unik, tidak bisa sama antar desa itu. Nah, fungsi Satgas Kopdes Merah Putih adalah mengharmonisasi ini semua. Ini kan pekerjaan lintas K/L,” ucap Menkop.

    Sementara Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa pembentukan Kopdes Merah Putih harus bisa segera direalisasikan, selambat-lambatnya selama enam bulan ke depan. “Jadi, nanti setelah aturan selesai, ini bisa rampung,” kata Zulkifli.

    Zulkifli menambahkan bahwa koperasi desa itu merupakan hasil dari keputusan musyawarah masyarakat dan pemerintah desa, dimana musyawarah desa yang memutuskan skema pembentukannya. Bila di desa tersebut sudah ada koperasi, Gapoktan, BUMDes, dan lainnya, bisa digabungkan menjadi Kopdes Merah Putih, atau, bisa juga bikin yang baru.

    “Itu semua akan diputuskan oleh musyawarah desa. Para Kades tidak perlu khawatir, karena ini semua untuk kemajuan desa,” kata Zulkifli.

    Terkait anggaran pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli menyebutkan nanti akan dikeluarkan aturan berbentuk Instruksi Presiden atau Inpres yang akan segera kita rumuskan.

    Zulkifli menyebutkan bila Kopdes sudah memiliki usaha pokok yang sudah ada dan berjalan, maka mereka yang paling depan dalam pengadaan pupuk bagi petani, pembelian gabah dari petani, hingga menjadi fungsi pergudangan bagi produk-produk petani. “Pokoknya, Kop Des bisa menyuplai aneka kebutuhan masyarakat,” kata Zulkifli.

    Bertahap dan Piloting

    Dalam kesempatan yang sama, Menkeu Sri Mulyani menekankan bahwa implementasi Kopdes Merah Putih dilakukan secara bertahap/piloting, diprioritaskan bagi desa yang telah memiliki BUMDes dan koperasi untuk menjadi pilot.

    “Kelompok tani yang sudah ada dapat didorong bertransformasi untuk membentuk dan menjadi anggota Kopdes,” kata Menkeu.

    Karena desa memiliki beberapa lembaga ekonomi seperti Kelompok Tani, BUMDes, dan koperasi, maka Menkeu mendorong program Kopdes Merah Putih didesain antara lain untuk mendukung ketahanan pangan.

    Dalam konteks piloting, lanjut Sri Mulyani. BUMDes dan KUD yang telah memiliki usaha menjual sarana produksi pertanian dapat dijadikan pilot Kopdes Merah Putih.

    Menkeu mengusulkan konsep alur proses bisnis pendanaan Kopdes Merah Putih, perlu dimasukin ke Inpres.

    Sumber : Elshinta.Com

  • Sistem dan Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih Harus Kuat

    Sistem dan Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih Harus Kuat

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menegaskan pengelolaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih harus dilakukan secara profesional dan transparan. Keberlanjutan program ini menjadi fokus utama, bukan hanya dalam aspek pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sistem kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM).

    “Maka, penguatan kelembagaannya harus kuat, sistem dan tata kelolanya harus baik,” ujar Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Budi Arie Setiadi, Senin (17/3/2025) di Jakarta.

    Budi Arie optimistis kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih dapat segera direalisasikan setelah proses harmonisasi instruksi presiden (Inpres) selesai. Ia juga berharap pemuda desa setempat dapat berperan aktif dalam mengelola koperasi desa.

    Saat ini, dari pemetaan yang telah dilakukan, terdapat 9.440 desa yang belum memiliki koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Karakteristik desa itu unik. Fungsi Satgas Kopdes Merah Putih adalah mengharmonisasi keberadaan lembaga ekonomi di tiap desa,” tambahnya terkait peresmian Satgas Koperasi Desa Merah Putih.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meresmikan Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Desa Merah Putih untuk mendukung program utama Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.

    Peresmian ini dilakukan bersama sejumlah menteri, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta beberapa wakil menteri terkait.

    Peran Strategis Koperasi Desa Merah Putih

    Menurut Zulhas, koperasi ini memiliki peran vital dalam meningkatkan produksi pangan desa serta menjadi badan usaha yang dikelola oleh pemerintahan desa.

    “Koperasi desa ini dibentuk untuk memajukan desa dan keputusannya akan diambil melalui musyawarah pemerintahan desa,” ujarnya dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Senin (17/3/2025).

    Zulhas menjelaskan, anggaran operasional Koperasi Desa Merah Putih akan ditanggung APBN dan APBD meskipun dikelola di tingkat desa. “Sementara dukungan keuangan untuk desa akan difasilitasi oleh Himbara,” ujarnya.

  • Swasembada Pangan, Zulhas Resmikan Satgas Koperasi Desa Merah Putih

    Swasembada Pangan, Zulhas Resmikan Satgas Koperasi Desa Merah Putih

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meresmikan Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Desa Merah Putih untuk mendukung program utama Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.

    Peresmian ini dilakukan bersama sejumlah menteri, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta beberapa wakil menteri terkait.

    Peran Strategis Koperasi Desa Merah Putih

    Menurut Zulhas, koperasi ini memiliki peran vital dalam meningkatkan produksi pangan desa serta menjadi badan usaha yang dikelola oleh pemerintahan desa.

    “Koperasi desa ini dibentuk untuk memajukan desa dan keputusannya akan diambil melalui musyawarah pemerintahan desa,” ujarnya dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Senin (17/3/2025).

    Zulhas menjelaskan, anggaran operasional koperasi ini akan ditanggung APBN dan APBD meskipun dikelola di tingkat desa. “Dana operasionalnya berasal dari APBN dan APBD, sementara dukungan keuangan untuk desa akan difasilitasi oleh Himbara,” ujarnya.

    Dengan peresmian Satgas Koperasi Desa Merah Putih, Pemerintah menargetkan pembentukan 70.000 Koperasi Desa Merah Putih dan 10.000 koperasi sektor kelautan dan perikanan dalam waktu enam bulan ke depan.

    Melalui koperasi ini, diharapkan kontribusi koperasi terhadap PDB nasional meningkat dari 1,07% pada 2021 menjadi 1,20% pada 2029 dan 5% pada 2045. Kemudian, usaha koperasi di sektor produksi meningkat dari 8,39% pada 2021 menjadi 10% pada 2029.

    Zulhas memaparkan, tiga strategi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Pertama, mendirikan koperasi baru di desa yang belum memiliki koperasi.

    Kedua, mengembangkan koperasi yang sudah ada dengan dukungan permodalan, teknologi, dan manajemen. Ketiga, revitalisasi koperasi kurang aktif agar kembali berfungsi optimal.

    Dengan langkah ini, koperasi desa diharapkan menjadi pusat ekonomi baru yang mampu memangkas rantai distribusi pangan, mengatasi keterbatasan permodalan petani, mengurangi dominasi middleman yang menekan harga petani.

    “Koperasi ini akan berperan dalam pengadaan pupuk, pembelian gabah, serta memangkas rantai pasok sembako,” tegas Zulhas terkait peresmian Satgas Koperasi Desa Merah Putih.