Tag: Xi Jinping

  • Istiqlal Jadi Saksi Diskusi Ekonomi Pemuda Indonesia-China – Halaman all

    Istiqlal Jadi Saksi Diskusi Ekonomi Pemuda Indonesia-China – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Forum Pemuda Indonesia-China kembali menggelar diskusi kali kedua di Masjid Istiqlal, Jakarta. Tema forum ini adalah “Pengembangan Ekonomi Indonesia dan China dari Perspektif ‘Berorientasi pada Rakyat.’”

    Forum ini menghadirkan Pakar Ekonomi Intan Salsabila Firman dan Harryanto Aryodiguno, Ph.D., akademisi dari Universitas Presiden.

    Dalam pemaparannya, Intan menyatakan bahwa Indonesia perlu mengambil langkah strategis untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi.

    “Dalam jangka pendek, Indonesia perlu meningkatkan konsumsi rumah tangga yang belakangan ini melemah. Sementara itu, dalam jangka panjang, Indonesia harus fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memperbaiki fasilitas pendidikan dan kesehatan serta memperkuat penelitian dan pengembangan,” jelas Intan.

    Selain itu, Intan menekankan pentingnya peningkatan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global untuk meningkatkan efisiensi dan menjangkau pasar yang lebih luas.

    “Untuk mencapai tujuan ini, kerja sama dengan China dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan energi sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Indonesia telah menerima dukungan pendanaan hingga 73 miliar dolar AS dari Inisiatif Sabuk dan Jalan,” tambahnya.

    Sementara itu, Harryanto Aryodiguno, Ph.D., menekankan bahwa tujuan akhir pengembangan ekonomi adalah kesejahteraan rakyat.

    “Seperti yang disampaikan Presiden Xi Jinping, filosofi pengembangan ‘berorientasi pada rakyat’ menekankan bahwa setiap kerja sama dan pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Harryanto juga menekankan peran pemuda sebagai masa depan bangsa dan jembatan penting dalam mempererat hubungan persahabatan antara kedua negara.

    “Saya berharap forum ini dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang di bidang ekonomi digital, pembangunan hijau, pendidikan, dan kerja sama teknologi agar bermanfaat bagi masyarakat kita dan generasi mendatang,”imbuhnya.

    Acara ini dipandu oleh Riyadi Suparno, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, sebuah lembaga yang didirikan bersama oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), The Jakarta Post, dan Universitas Prasetiya Mulya.

    Dalam sesi diskusi, peserta aktif membahas berbagai topik seperti perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia, tanggung jawab sosial perusahaan, serta pembangunan berkelanjutan.

    Para ahli dan akademisi berpendapat bahwa dalam mendorong pengembangan ekonomi, kedua pemerintah harus memastikan kebijakan yang dirumuskan dan dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan masyarakat di daerah terpencil.

    Doddy Nafiudin, perwakilan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia di Jawa, berbagi pengalaman mengenai peran PLN dalam memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan.

    Program-program yang dijalankan mencakup: Kontribusi tahunan untuk perayaan hari raya, Proyek “Desa Harapan” untuk membantu masyarakat desa sekitar, program konservasi mangrove, proyek pengerukan Sungai Teralat.

    Doddy juga menyampaikan bahwa pada 29 Mei 2023, Yayasan Beasiswa “Harapan Annie” resmi didirikan di PLN wilayah Jawa.

    “Ke depannya, proyek ini akan memperluas cakupan pendanaannya. Kami berencana mendukung lebih banyak siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi, serta memberikan penghargaan bagi para guru yang berdedikasi di daerah pedesaan yang tertinggal,” ungkap Doddy.

    Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif dari pembicara dan peserta. Sejumlah guru dan dosen muda dari Akademi Masjid Istiqlal turut berdiskusi dan menyampaikan pandangan mereka.

    Forum ini diinisiasi oleh Akademi Masjid Istiqlal, China Space, Pusat Kerja Sama dan Pertukaran Indonesia-China, serta Lembaga Pendidikan CNY Jakarta. Mitra kerja sama meliputi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jawadan OPPO (perusahaan teknologi inovatif dunia). (*)

  • Israel-Houthi Saling Serang hingga Cina Eksekusi Pejabat Korup

    Israel-Houthi Saling Serang hingga Cina Eksekusi Pejabat Korup

    Daftar Isi

    Jakarta, CNN Indonesia

    China eksekusi mati pejabat koruptor terbesar sampai saling serang antara Israel dan Houthi Yaman di Timur Tengah menjadi sorotan berita internasional pada Kamis (19/12).

    Berikut kilas berita internasional:

    Serangan Balasan Israel ke Milisi Houthi Yaman Tewaskan 9 Warga Sipil

    Serangan Israel ke Yaman mengakibatkan sembilan orang tewas.

    Sebelumnya militer Israel membombardir pelabuhan dan infrastruktur energi yang biasa digunakan milisi Houthi Yaman untuk membalas serangan rudal oleh kelompok milisi tersebut.

    “Musuh Israel menargetkan pelabuhan di Hodeida dan pembangkit listrik di Sanaa, dan agresi Israel mengakibatkan kesyahidan sembilan orang sipil,” kata Pemimpin Houti Abdul Malik dalam keterangannya yang disiarkan melalui saluran media milik Houthi Al Masira, dikutip AFP, Jumat (20/12).

    China Eksekusi Mati Li Jianping, Dicap Koruptor Terbesar Tiongkok

    China telah mengeksekusi Li Jianping, mantan kepala Partai Komunis terkait kasus korupsi senilai 3 miliar yuan, yang terbesar di Negeri Tirai Bambu saat ini. Eksekusi mati ini berlangsung menyusul tindakan pemberantasan korupsi pemerintahan Presiden Xi Jinping yang belakangan semakin ketat.

    Menurut kantor berita Xinhua, Li Jianping, mantan kepala partai di zona pengembangan ekonomi di Kota Hohhot, Mongolia Dalam, dieksekusi pada Selasa (17/12) setelah pertemuan terakhirnya dengan keluarga.

    Pria berusia 64 tahun itu dijatuhi hukuman mati pada September 2022 dalam salah satu kasus korupsi paling besar di China, atas tuduhan penggelapan dana, penerimaan suap, penyalahgunaan dana, dan bekerja sama dengan sindikat kriminal.

    Tim Kuasa Hukum Bantah Presiden Korsel Yoon Lakukan Pemberontakan

    Tim kuasa hukum Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol membantah tuduhan pemberontakan yang dilayangkan terhadap Yoon, buntut deklarasi darurat militer pada 3 Desember lalu.

    Pengacara Yoon, Seok Dong Hyeon, mengatakan tuduhan pemberontakan terhadap Yoon tak masuk akal karena siapa orang yang melakukan pemberontakan secara terang-terangan di hadapan seluruh masyarakat dunia.

    “Dari sudut pandang Presiden Yoon, dia bahkan tidak pernah terpikir soal pemberontakan. Pemberontakan seperti apa yang melibatkan seseorang yang bicara melalui konferensi pers di hadapan orang-orang di seluruh dunia,” ujarnya.

    (rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • China Dihajar Habis-habisan Jelang Pelantikan Trump

    China Dihajar Habis-habisan Jelang Pelantikan Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia – Jelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump pada 20 Januari 2025, hubungan AS dan China kian memanas. Aksi pemblokiran dilakukan bertubi-tubi.

    AS baru-baru ini mengumumkan pengetatan pemblokiran terhadap chip dan alat pembuat chip canggih tahap ketika ke China. Selain itu, TikTok yang merupakan anak usaha ByteDance asal China juga terancam diblokir pada 19 Januari 2025.

    China tak tinggal diam. Negara kekuasaan Xi Jinping itu turut memperkuat pemblokiran terhadap 3 mineral penting ke AS. Masing-masing germanium, gallium, dan antimon.

    Terbaru, otoritas Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan pelarangan terhadap router internet asal China, TP-Link Technology. Alasannya bersumbu pada ancaman keamanan nasional.

    Menurut beberapa sumber yang familiar dengan isu tersebut, produk-produk TP-Link terkait dengan serangan siber di AS, dikutip dari Reuters, Kamis (19/12/2024).

    Pada Agustus lalu, dua pemangku kebijakan AS mendesak pemerintahan Joe Biden untuk melakukan penyelidikan terhadap TP-Link dan afiliasinya. Pasalnya, router Wi-Fi tersebut dikatakan bisa digunakan untuk menyerang AS.

    Departemen Perdagangan, Pertahanan, dan Kehakiman AS telah melancarkan penyelidikan terpisah terhadap TP-Link. Hasilnya, otoritas merencanakan pemblokiran terhadap penjualan router TP-Link di AS mulai tahun depan.

    Kantor Departemen Perdagangan bahkan telah memanggil TP-Link ketika Departemen Pertahanan meluncurkan penyelidikannya pada awal tahun ini, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

    Saham Netgear, perusahaan jaringan rumah berbasis San Jose yang merupakan pesaing TP-Link, melesat 12% menyusul laporan rencana pemblokiran TP-Link pada Rabu (18/12) waktu setempat.

    Tahun lalu, Lembaga Infrastruktur dan Keamanan Siber AS mengatakan router TP-Link memiliki kerentanan yang bisa dieksploitasi untuk menggencarkan kode remot.

    Departemen Kehakiman dan Departemen Perdagangan menolak memberikan komentar. Sementara Departemen Pertahanan tidak segera merespons permintaan komfirmasi dari Reuters.

    Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran di Washington bahwa Beijing dapat mengeksploitasi router asal China dan peralatan lainnya dalam serangan siber terhadap pemerintah dan bisnis Amerika.

    AS, sekutunya, dan Microsoft (MSFT.O), tahun lalu mengungkap kampanye peretasan terkait pemerintah China yang dijuluki Volt Typhoon. Dengan mengambil kendali atas router milik pribadi, para penyerang dikatakan berusaha menyembunyikan serangan berikutnya terhadap infrastruktur penting AS.

    (fab/fab)

  • Bisakah Cina Tahun 2025 Keluar dari Stagnasi Ekonomi? – Halaman all

    Bisakah Cina Tahun 2025 Keluar dari Stagnasi Ekonomi? – Halaman all

    Pada pertemuan ekonomi tahunan Cina minggu lalu, Presiden Xi Jinping mengumumkan kebijakan fiskal dan moneter yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan, termasuk mengambil langkah-langkah menuju penurunan suku bunga dan lebih banyak pinjaman pemerintah.

    Cina sedang berjuang dengan perlambatan ekonomi dan lemahnya permintaan konsumen dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir, yang sebagian disebabkan oleh jatuhnya pasar real estate, di mana banyak kelas menengah Cina menyimpan kekayaannya.

    Xi mengatakan Cina bertujuan untuk menerapkan kebijakan fiskal yang “lebih proaktif” dan kebijakan moneter yang “cukup longgar” untuk tahun depan. Menurut penelitian bank investasi Goldman Sachs, pertumbuhan PDB riil Cina diperkirakan akan melambat menjadi 4,9% pada tahun 2024 dari 4,5% pada tahun 2025.

    Lizzi C. Lee, peneliti Ekonomi Cina di Asia Society, sebuah wadah pemikir yang berbasis di New York, mengatakan kepada DW bahwa “Konferensi Kerja Ekonomi ” tahun ini menyampaikan sinyal yang “sangat mendesak”.

    Pada tahun 2025, Cina akan menghadapi tantangan ekonomi baru, dimana Presiden terpilih AS Donald Trump mulai menjabat pada bulan Januari dan telah berjanji untuk menerapkan tarif tinggi terhadap ekspor Cina.

    Strategi pertumbuhan Cina

    Menurut Kantor Berita Xinhua yang dikelola pemerintah Cina, Xi menekankan pada konferensi tersebut bahwa tugas utama untuk tahun depan adalah “meningkatkan konsumsi secara giat, meningkatkan efisiensi investasi, dan memperluas permintaan domestik secara komprehensif.”

    Selain itu, pihak berwenang akan meningkatkan “tingkat defisit fiskal, memperluas penerbitan obligasi khusus pemerintah jangka panjang” dan mengadopsi kebijakan moneter yang cukup longgar untuk mengurangi persyaratan cadangan dan suku bunga guna memastikan likuiditas yang cukup.

    Wang Guochen, seorang peneliti di Lembaga Penelitian Ekonomi Chung-Hua Taiwan, kepada DW mengatakan, pelonggaran tersebut berarti pihak berwenang akan mulai mencetak lebih banyak uang sambil membeli obligasi pemerintah dalam skala yang lebih besar tahun depan.

    Pada bulan September, Bank Rakyat Cina meluncurkan langkah-langkah stimulus ekonomi terbesar sejak pandemi COVID-19, dengan mengucurkan sekitar 1 triliun yuan ke dalam sistem perbankan. Lalu pada bulan November, Kementerian Keuangan memperkenalkan rencana pembiayaan utang sebesar 10 triliun yuan ($1,4 triliun) untuk mengurangi tekanan pada pemerintah daerah.

    Wang Guochen memperingatkan, Cina telah jatuh ke dalam “perangkap likuiditas” dalam beberapa tahun terakhir. Meski kebijakan moneter dilonggarkan dan suku bunga diturunkan, masyarakat masih lebih memilih menabung dibandingkan belanja, karena pesimistis terhadap masa depan.

    Pasar real estat kunci untuk meningkatkan pertumbuhan

    Beijing menetapkan target pertumbuhan PDB pada tahun 2024 sebesar 5%. Para ekonom memperkirakan, pemerintah Cina mungkin akan menetapkan target yang sama untuk tahun 2025. Berdasarkan data resmi pada tiga kuartal pertama, pencapaian tujuan tersebut masih merupakan tantangan.

    “Walaupun angka 5% bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai, namun untuk mencapainya akan memerlukan tindakan tegas, terutama dalam stabilisasi properti… mengingat sektor konstruksi perumahan menyumbang sekitar 20% PDB dan mewakili 70% kekayaan rumah tangga,” kata pakar ekonomi Lizzi C. Lee.

    Selain itu, pasar real estate melibatkan berbagai industri hulu dan hilir. Ketika pasar sedang lesu, hal ini menyebabkan kemerosotan ekonomi yang meluas dan bahkan berdampak pada keuangan pemerintah daerah.

    Wang Guochen meyakini, kunci untuk menstabilkan pasar real estate adalah jika pemerintah Cina membeli perumahan inventaris lokal. Dengan melakukan hal ini, “setidaknya semua orang merasa bahwa keuntungan dari kehancuran sektor real estate telah tercapai,” katanya, dan hal ini berpotensi mengembalikan kepercayaan pada pasar.

    Meskipun para pemimpin Cina tidak secara langsung menyebutkan perang dagang AS-Cina selama konferensi tahunan tersebut, mereka menekankan bahwa “dampak buruk yang dibawa oleh perubahan lingkungan eksternal saat ini semakin mendalam.”

    “Pada saat yang sama, Cina diam-diam menyempurnakan perangkat untuk merespons jika ketegangan meningkat. Investigasi keamanan siber, pengetatan kontrol ekspor, dan pengawasan peraturan terhadap perusahaan asing semuanya akan dilakukan,” kata Lizzi C. Lee. Cina juga secara aktif menjalankan strategi untuk meningkatkan produksi dalam negeri dalam menghadapi perang teknologi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat, khususnya di sektor semikonduktor.

    Namun Wang mengatakan upaya mencapai kemandirian teknologi di bidang semikonduktor akan memerlukan investasi besar tanpa jaminan kesuksesan. Selain itu, memprioritaskan industri-industri ini dapat merangsang pertumbuhan sektor jasa. Akibatnya, “kemandirian teknologi dan meningkatnya permintaan dalam negeri pasti akan berbenturan.”

    Diadaptasi dari artikel DW bahasa Inggris

  • China Eksekusi Mati Pejabat karena Korupsi

    China Eksekusi Mati Pejabat karena Korupsi

    Jakarta

    Otoritas China mengeksekusi mati seorang mantan pejabat karena korupsi. Eksekusi mati yang dilakukan pada hari Selasa (17/12) ini merupakan perkembangan terbaru dalam kampanye besar-besaran Beijing melawan korupsi.

    Li Jianping, mantan sekretaris komite kerja Partai Komunis zona ekonomi dan pengembangan teknologi Hohhot, sebelumnya telah dijatuhi hukuman mati karena kejahatan termasuk penyuapan dan penyalahgunaan dana publik.

    “Disetujui oleh Mahkamah Rakyat Tertinggi, pada pagi hari tanggal 17 Desember 2024, Pengadilan Rakyat Menengah Liga Hinggan Daerah Otonomi Mongolia Dalam mengeksekusi Li Jianping sesuai dengan hukum,” kata pengadilan dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/12/2024).

    Li dijatuhi hukuman mati pada tahun 2022 setelah pihak berwenang mendapati bahwa ia telah memanfaatkan jabatannya sebagai pegawai negeri untuk menggelapkan dana, dan mencari keuntungan bagi geng-geng kriminal.

    Hukuman mati tersebut diperkuat awal tahun ini meskipun Li mengajukan banding.

    Tindakan mantan pejabat tersebut ditetapkan sebagai “sangat serius”, sementara “dampak sosialnya sangat keji”, demikian pernyataan pengadilan pada hari Selasa.

    Presiden Xi Jinping telah memimpin kampanye luas melawan korupsi pejabat sejak berkuasa lebih dari satu dekade lalu. Para kritikus mengatakan bahwa hal itu juga berfungsi sebagai cara untuk membersihkan para pesaing politik.

    Lihat juga video: Putri Eksekusi Mati Debt Collector Sukabumi, 48 Adegan Diperagakan

    (ita/ita)

  • Israel-Houthi Saling Serang hingga Cina Eksekusi Pejabat Korup

    Xi Jinping Eksekusi Mati Eks Pejabat China Gegara Korupsi

    Jakarta, CNN Indonesia

    China mengeksekusi mati seorang mantan sekretaris komite Partai Komunis di wilayah utara Mongolia Dalam, China, pada Selasa (17/12), karena terbukti terlibat korupsi.

    Menurut pengadilan di wilayah utara Mongolia Dalam, Li Jianping, merupakan mantan sekretaris komite kerja Partai Komunis di zona pengembangan ekonomi dan teknologi Hohhot. 

    Li Jianping sebelumnya telah dijatuhi hukuman mati atas tindak pidana termasuk suap dan penyalahgunaan dana publik.

    “Disetujui oleh Mahkamah Agung Rakyat, pada pagi hari tanggal 17 Desember 2024, Pengadilan Rakyat Tingkat Menengah Liga Hinggan di Wilayah Otonomi Mongolia Dalam mengeksekusi Li Jianping sesuai dengan hukum yang berlaku,” demikian pernyataan pengadilan seperti dikutip AFP.

    Li dijatuhi hukuman mati pada 2022 setelah pihak berwenang menemukan bahwa ia telah menyalahgunakan posisinya sebagai pegawai negara untuk menggelapkan dana dan memberikan keuntungan bagi kelompok kriminal.

    Pengadilan tetap menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Li meski ia telah mengajukan banding.

    “Tindakan mantan pejabat itu dinilai sangat berat dan menimbulkan dampak sosial yang sangat buruk,” menurut pernyataan pengadilan pada Selasa.

    Eksekusi mati ini menjadi perkembangan terbaru operasi besar-besaran pemerintahan Presiden Xi Jinping membabat para pejabat pemerintah yang korup.

    Presiden Xi Jinping telah memimpin kampanye besar-besaran melawan korupsi di kalangan pejabat sejak ia berkuasa lebih dari satu dekade lalu. Namun, para kritikus berpendapat bahwa kampanye ini juga digunakan sebagai cara untuk menyingkirkan rival politiknya.

    China mengklasifikasikan data eksekusi hukuman mati sebagai rahasia negara sehingga sulit memperoleh data terkait berapa terpidana yang telah dihukum mati oleh negara sejauh ini. Kelompok hak asasi seperti Amnesty International memperkirakan China telah mengeksekusi mati ribuan orang setiap tahunnya.

    (rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • China dan India Bakal Duduk Bersama Bahas Perbatasan di Tibet-Ladakh

    China dan India Bakal Duduk Bersama Bahas Perbatasan di Tibet-Ladakh

    Jakarta, CNN Indonesia

    China menyatakan bakal segera menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan India untuk membahas sengketa perbatasan kedua negara. Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada 2019.

    Dikutip dari AFP, Selasa (17/12), hubungan China dan India menegang di perbatasan Tibet dan wilayah Ladakh di India pada 2020 karena bentrokan militer. Akibat peristiwa itu, 20 tentara India dan 4 tentara China tewas.

    Pada Oktober lalu, pemerintah India mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan China mengenai patroli di wilayah sengketa di sepanjang perbatasan bersama mereka.

    Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi akan bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval pada Rabu mendatang. Menurut juru bicara kementerian luar negeri Lin Jian, mereka akan membahas berbagai pertanyaan soal batasan-batasan China-India.

    Pembicaraan akan diadakan dalam kerangka mekanisme negosiasi yang dibuat pada tahun 2003 untuk menangani masalah pelik tersebut.

    Kesepakatan pada Oktober lalu dicapai sesaat sebelum pertemuan formal langka antara Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi, di sela-sela pertemuan puncak BRICS di Rusia.

    China dan India, dua negara dengan penduduk terbanyak di dunia, merupakan rival yang sengit. Mereka saling menuduh berusaha merebut wilayah di sepanjang batas tidak resmi mereka, yang dikenal sebagai Garis Kontrol Aktual.

    Perbatasan bersama sepanjang 3.500 kilometer (2.200 mil) itu telah menjadi sumber ketegangan abadi antara kedua negara tetangga bersenjata nuklir itu.

    (tim/tsa)

    [Gambas:Video CNN]

  • Pembunuh Starlink Elon Musk Siap Mengudara, Begini Taktik China

    Pembunuh Starlink Elon Musk Siap Mengudara, Begini Taktik China

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dominasi Starlink milik SpaceX sebagai layanan internet berbasis satelit mendapat ancaman dari China. Negara kekuasaan Xi Jinping tersebut mulai kencang menggenjot proyek internet satelit di orbit rendah Bumi (LEO).

    Sebagai informasi, saat ini Starink memiliki hampir 7.000 satelit aktif yang melayani sekitar 5 juta konsumen di lebih dari 100 negara, menurut SpaceX. Layanan tersebut bertujuan mengalirkan internet berkecepatan tinggi di area-area remot yang belum terjangkau infrastruktur internet konvensional.

    SpaceX menargetkan ekspansi megakonstelasinya menjadi 42.000 satelit. Sementara itu, China berambisi memiliki 38.000 satelit yang tersebar di tiga proyek internet LEO-nya, masing-masing dinamai Qianfan, Guo Wang, dan Honghu-3.

    Selain Starlink, perusahaan Eropa Eutelsat OneWeb juga sudah meluncurkan lebih dari 630 satelit LEO. Amazon juga merencanakan konstelasi LEO dalam skala besar yang dinamai ‘Project Kuiper’ dengan lebih dari 3.000 satelit.

    Namun, hingga kini Amazon baru meluncurkan dua prototipe satelit. Pertanyaannya, dengan kompetisi yang sangat tajam, apa alasan China rela menggelontorkan uang dalam jumlah besar untuk membuat megakonstelasi?

    Steve Feldstein dari Carnegie Endowment for International Peace, mengatakan Starlink telah menunjukkan kemampuannya membawa akses internet ke masyarakat di pelosok dunia. Di saat bersamaan, China selama ini terkenal dengan kebijakan penyensoran ke masyarakatnya.

    Untuk itu, Feldstein menilai kemampuan Starlink menjangkau masyarakat di pelosok menjadi ancaman bagi kebijakan penyensoran China.

    “Jika Starlink bisa menyediakan konten tak bersensor ke masyarakat China atau masyarakat di negara sekutu China, hal ini akan menjadi akhir dari rezim penyensoran. Untuk itu, China perlu memberikan alternatif,” kata Feldstein, dikutip dari CNBC International, Senin (16/12/2024).

    Hal tersebut diamini Blaine Curcuo, pendiri Orbital Gateway Consulting. Ia mengatakan China bisa mempromosikan akses internet pembeda ke masyarakat di pelosok di beberapa negara.

    “Ibaratnya, China bisa mengatakan ke pemerintah beberapa negara bahwa mereka memang tak secepat [Starlink] dalam menjangkau pasar. Namun, mereka memiliki keunggulan dalam menyensor konten yang diakses masyarakat di beberapa wilayah,” Curcio menjelaskan.

    Para ahli menilai konstelasi China memang tak akan dipilih oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat (AS), Eropa Barat, Kanada, dan sekutu mereka. Namun, banyak pula negara-negara yang memiliki nilai dan norma serupa China akan senang dengan layanan yang ditawarkan negara tersebut.

    “Rusia misalnya. Selain itu Afganistan dan Suriah juga belum dijangkau Starlink. Ada banyak juga bagian Afrika yang belum tercakup,” kata Juliana Suess dari German Institute for Internatonal and Security Affairs.

    Suess menambahkan bahwa 70% infrastruktur 4G di Afrika telah dibangun Huawei yang merupakan raksasa teknologi asal China. Jadi, untuk menggelontorkan internet berbasis satelit China di wilayah tersebut dinilai bakal lebih mudah.

    Selain memiliki pengaruh geopolitik, proyek konstelasi internet China juga dinilai krusial untuk meningkatkan keamanan nasional, terlebih ketika infrastruktur internet konvensional di darat kerap terganggu selama masa perang.

    “Memiliki senjata berbasis satelit dipandang sebagai keuntungan besar bagi militer. Menurut saya, China melihat peluang itu sehingga mau berinvestasi untuk tujuan keamanan nasionalnya,” kata Feldstein.

    (fab/fab)

  • iPhone 15 Dihajar dan Tak Laku di China, Ditendang HP Ini

    iPhone 15 Dihajar dan Tak Laku di China, Ditendang HP Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Apple perlu waspada dengan kinerja penjualan iPhone 16 yang juga baru dirilis tahun ini. Pasalnya permintaan seri smartphone teranyar Huawei, Mate 70 terus membludak di Negeri Tirai Bambu.

    CEO Consumer Business Group Huawei, He Gang, mengatakan pemesanan untuk Mate 70 telah melebihi 6,7 juta unit sejak diluncurkan pada akhir November lalu. Tim rantai pasokan Huawei dilaporkan harus lembur untuk memenuhi permintaan Mate 70. Sebab, menurut salah satu eksekutif perusahaan kepada media pemerintah Securities Times, suplai yang sudah disiapkan sebelumnya tak cukup.

    Mate 70 merupakan penerus Mate 60 yang sempat bikin heboh industri smartphone global. Sebab, Mate 60 menandai comeback-nya Huawei ke pasar smartphone canggih dengan dukungan jaringan 5G setelah masuk daftar hitam AS pada 2019 silam.

    Mate 60 langsung mendapat antusiasme besar dari masyarakat China dan menghajar dominasi iPhone buatan Apple di negara kekuasaan Xi Jinping. Peluncurannya yang berdekatan dengan iPhone 15 membuat ponsel Apple keluaran tahun lalu tak laku dan penjualan globalnya ikut anjlok.

    Foto: REUTERS/ALY SONG
    A woman looks at a new iPhone 15 Pro and a Huawei Mate 60 Pro as Apple’s new iPhone 15 officially goes on sale across China, at an Apple store in Shanghai, China September 22, 2023. REUTERS/Aly Song

    Sebagai catatan, pemesanan Mate 70 tidak mewajibkan calon pembeli untuk membayar deposit. Artinya, orang-orang bisa saja memesan tanpa membeli pada akhirnya.

    Seri Mate 70 juga merupakan ponsel komersial pertama yang dirilis dengan HarmonyOS NEXT, yakni sistem operasi Huawei yang secara total sudah lepas dari ketergantungan dengan ekosistem Android.

    Sejak dilarang menggunakan sistem operasi Android pada ponselnya, Huawei memang menggenjot kemandirian untuk menciptakan sistem operasi sendiri. HarmonyOS selama ini pelan-pelan mulai menanjak, meski masih menggunakan beberapa tool Android.

    HarmonyOS NEXT membuka babak baru kemandirian penuh di tangan Huawei dan tak dibantu sama sekali oleh teknologi AS. Sistem operasi ini sudah mulai diuji sejak tahun lalu dan tahun depan dikatakan semua HP Huawei sudah akan berjalan pada HarmonyOS NEXT.

    (tfa/wur)

  • Trump Jadi Presiden AS, Xi Jinping Ancang-ancang Lakukan Ini

    Trump Jadi Presiden AS, Xi Jinping Ancang-ancang Lakukan Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – China dilaporkan merencanakan sejumlah hal untuk menyeimbangkan posisi perdagangannya dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini terjadi saat Donald Trump, yang terkenal keras terhadap Negeri Tirai Bambu, akan kembali memegang posisi kepresidenan pada Januari mendatang.

    Mengutip Reuters, China berusaha mengumpulkan alat tawar-menawar untuk memulai pembicaraan dengan pemerintahan baru AS mengenai aspek-aspek hubungan bilateral yang kontroversial, termasuk perdagangan dan investasi, serta sains dan teknologi. China juga khawatir tentang dampak buruk tarif tambahan

    Pekan ini, China meluncurkan penyelidikan terhadap raksasa chip AS Nvidia, atas apa yang diklaimnya sebagai dugaan pelanggaran antimonopoli. Ini dilakukan menyusul larangannya terhadap ekspor mineral langka ke AS.

    “Kita harus melihat ini sebagai tawaran pembukaan dalam apa yang kemungkinan besar pada akhirnya akan berubah menjadi negosiasi dengan AS daripada sekadar pengenaan tarif dan semua orang pergi begitu saja,” kata Kepala Ekonom Asia HSBC Fred Neumann, Jumat (13/12/2024).

    Ekonomi terbesar kedua di dunia itu kini mendominasi sektor-sektor seperti kendaraan listrik dan energi hijau secara global. Negeri Tirai Bambu itu juga tidak lagi membutuhkan jet Boeing buatan AS, setelah menemukan pengganti seperti pesawat Airbus dan Comac C919 buatannya sendiri.

    Namun, China masih jauh dari kata mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Menurut para analis, perang dagang baru dengan ekonomi terbesar di dunia itu akan lebih merugikan China karena Washington berupaya untuk memutus negara itu dari akses rantai pasok dan perdagangan global.

    Diketahui, China masih perlu mengimpor bahan-bahan strategis dari AS seperti microchip canggih dan peralatan berteknologi tinggi lainnya. Beijing juga mengandalkan konsumen AS untuk membeli barang-barangnya, mengingat prospek perdagangan global yang menurun dan permintaan domestik yang lemah.

    “Beijing ingin duduk bersama Trump sebelum ia memberlakukan lebih banyak pembatasan pada ekspor teknologi tinggi AS dan untuk mengamankan pembaruan Perjanjian Sains dan Teknologi AS-China,” kata Alicia Garcia-Herrero, kepala ekonom untuk Asia Pasifik di Natixis.

    Perjanjian tersebut, yang memungkinkan kolaborasi ilmiah antara kedua negara, berakhir pada bulan Agustus. Di sisi lain, negosiasi mengenai pembaruannya kemungkinan besar tidak akan selesai sebelum pelantikan Trump pada tanggal 20 Januari.

    Peluru Xi Jinping untuk Rayu Trump

    China kali ini disebutkan memiliki bahan untuk merayu Trump agar tidak mengenakan tarif kepadanya. Trik itu yakni meningkatkan pembelian minyak dan gas alam cair AS karena Negeri Paman Sam saat ini memompa lebih banyak daripada yang dapat dikonsumsinya.

    “Trump membanggakan diri di jalur kampanye: ‘Bor, bor,’ jadi (dia) akan membutuhkan dukungan permintaan,” kata Bo Zhengyuan, mitra di konsultan Plenum yang berbasis di Shanghai.

    “Mengingat meningkatnya pembatasan ekspor keripik, barang pertanian, komoditas, dan energi termasuk di antara barang-barang yang masih dapat dijual AS ke China.”

    Meski begitu, ada juga hal yang membuat pebisnis di AS khawatir. Ini berkaitan dengan pembalasan China, bila Trump menjatuhkan tarif terhadap barang negara itu, yang kemungkinan dapat membatasi akses perusahaan AS di negara dengan 1,4 miliar penduduk itu.

    “Perusahaan-perusahaan AS dan perusahaan-perusahaan asing lainnya benar-benar khawatir tentang apakah mereka benar-benar memiliki akses ke pasar ini,” kata presiden Kamar Dagang Amerika di China, Michael Hart.

    “Bisakah kita menjual ke China lagi? Apakah ada larangan langsung terhadap kita?”

    Sentimen bisnis di antara perusahaan-perusahaan AS di China berada pada titik terendah sejak 1999, menurut survei September oleh cabang Shanghai dari Kamar Dagang Amerika. Ada juga faktor-faktor nonekonomi yang berperan.

    Trump, di sisi lain, telah menjanjikan tarif tambahan sebesar 10% pada barang-barang China untuk mendorong Beijing berbuat lebih banyak untuk menghentikan aliran fentanil ke AS.

    Tarif akibat fentanil ini kemudian mencerminkan pembatasan impor China oleh AS, yang akhirnya membuat Beijing tidak senang. Apalagi Washington seringkali menghantam China dengan isu-isu seperti hak asasi manusia, Taiwan, dan Laut Cina Selatan.

    “Menggunakan pembenaran politik untuk pemberlakuan pembatasan perdagangan pada akhirnya membuat ketegangan menjadi jauh lebih sulit diatasi,” kata Kepala Ekonom Asia HSBC Fred Neumann.

    (luc/luc)