Tag: Xi Jinping

  • Video: Xi Jinping Bertemu Para CEO Global, Bahas Soal Tarif?

    Video: Xi Jinping Bertemu Para CEO Global, Bahas Soal Tarif?

    Jakarta, CNBC Indonesia –Presiden China Xi Jinping bertemu dengan para CEO Global di Beijing saat pemerintah mencoba merayu perusahaan asing yang investasinya dapat memberikan dorongan bagi ekonomi China yang sedang terpuruk dan membantu melindunginya dari ketegangan geopolitik yang membara.

    Selengkapnya saksikan di Program Special Report CNBC Indonesia, Jumat (28/03/2025).

  • Jack Ma Is Back, Alibaba Diam-diam Melesat

    Jack Ma Is Back, Alibaba Diam-diam Melesat

    Jakarta

    November 2023, Jack Ma memposting memo internal di Alibaba, mendesak raksasa e-commerce yang ia dirikan itu memperbaiki arahnya. Alibaba mengalami salah satu masa paling bergejolak. Harga sahamnya mendekati rekor terendah, pertumbuhan terhenti di tengah persaingan panas, perubahan manajemen, dan Beijing mengawasi perusahaan dengan ketat.

    Ma sendiri hampir tak pernah muncul di depan publik. Namun, pesannya mungkin menanamkan harapan baru bagi Alibaba. Kini, raksasa e-commerce itu kembali mengalami pertumbuhan dan jadi salah satu pemain kecerdasan buatan terkemuka di China dan global, bersaing dengan perusahaan seperti OpenAI dan DeepSeek.

    Alibaba kini kembali jadi andalan Pemerintah China. Saham Alibaba yang terdaftar di AS diam-diam telah naik hampir 60% tahun ini, menambah lebih dari USD 100 miliar valuasi perusahaan.

    “Teknologi China telah bangkit dipimpin oleh Alibaba. Alibaba berada di posisi terdepan untuk mendapatkan keuntungan dari AI dan cloud,” kata Dan Ives, pengamat Wedbush Securities, kepada CNBC yang dikutip detikINET.

    Sebelumnya, kejatuhan Alibaba berlangsung cepat. Banyak yang menganggap itu bermula dari komentar Jack Ma pada Oktober 2020 yang mengkritik regulator keuangan China. Kala itu Alibaba tengah menikmati kesuksesan yang membuatnya jadi pemain e-commerce terbesar di China. Afiliasi Alibaba, Ant Group, bersiap melantai di bursa saham.

    Namun hanya dua hari sebelum Ant Group dijadwalkan mencatatkan saham di Shanghai dan Hong Kong, IPO dibatalkan pemerintah. Yang terjadi selanjutnya adalah pengawasan ketat selama beberapa tahun terhadap kerajaan Jack Ma. Regulator mendenda Alibaba, memaksa perubahan struktur Ant Group, dan memberlakukan banyak aturan.

    Perusahaan tersebut juga menghadapi sejumlah masalah lain, termasuk ekonomi China yang mencoba pulih dari pandemi Covid-19 dan meningkatnya persaingan. Perusahaan baru seperti Pinduoduo dan Douyin, TikTok versi Tiongkok, seaakin besar.

    Namun saat ini, karena China terus menghadapi tantangan ekonomi, peran sektor teknologi dalam meningkatkan ekonomi kembali jadi fokus. Februari tahun ini, Presiden Xi Jinping mengadakan pertemuan langka dengan para pengusaha dan mendesak mereka menunjukkan bakat. Dia memberikan dukungan kepada bisnis swasta.

    Jack Ma hadir bersama pentolan teknologi terkemuka, menandakan ia kembali didukung. “Pertemuan Xi dengan Jack Ma mengirim sinyal sangat jelas tentang prioritas pemerintah China saat ini. Pengembangan AI dan pertumbuhan perusahaan swasta jelas penting bagi pertumbuhan ekonomi China dan kami percaya Alibaba mendapat dukungan dari otoritas China,” kata Chelsey Tam dari Morningstar.

    Pertemuan tersebut membantu menaikkan harga saham Alibaba tahun ini. Terlebih di bidang AI, Alibaba merupakan salah satu pemimpin. Tidak lama setelah ChatGPT menjadi terkenal, perusahaan tersebut meluncurkan model AI pertamanya yang disebut Tongyi Qianwen atau Qwen.

    Perusahaan yang berkantor pusat di Hangzhou tersebut sejak saat itu secara agresif meluncurkan banyak model yang memungkinkan tugas-tugas seperti pembuatan video, teks, dan gambar dari perintah pengguna. Jelas bahwa kini, mereka sudah bangkit.

    (fyk/afr)

  • Negara ini Mampu Hancurkan Pertahanan AS dan Unggul dalam AI pada 2030

    Negara ini Mampu Hancurkan Pertahanan AS dan Unggul dalam AI pada 2030

    GELORA.CO – Sebuah laporan intelijen menyebutkan bahwa Amerika tak lagi menjadi super power pada 2030. Keterangan lain di dalamnya juga menjelaskan bahwa Militer China mampu menyerang langsung Amerika dan merusak pertahanan dunia maya Paman Sam. Juga akan menjadi unggul dalam hal kecerdasan buatan di masa yang akan datang.

    Hal tersebut menandakan akan ada pergeseran poros kekuatan militer dan teknologi dunia. Hal itu terjadi karena semakin tumbuhnya kekuatan ekonomi dan pertahanan di negara lain, yaitu China. Negara tersebut menjadi tandingan Amerika dalam berbagai hal, mulai dari ekonomi, teknologi, hingga militer. Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China melesat menjadi kekuatan baru dunia yang unggul dalam hal pertahanan militer, teknologi, dan ekonomi. 

    Laporan yang dikeluarkan oleh CIA itu mengungkapkan bahwa China “tetap menjadi ancaman terbesar bagi Amerika Serikat, baik secara militer maupun dunia maya,” lapor Reuters.

    Laporan tersebut, yang merupakan penilaian ancaman tahunan, menunjukkan bahwa China memiliki kemampuan untuk menargetkan Amerika Serikat melalui senjata konvensional dan serangan siber canggih yang menargetkan infrastrukturnya, serta kemampuannya untuk menargetkan aset luar angkasanya. Ditambahkannya bahwa “China bercita-cita untuk menggantikan Amerika Serikat dari posisi teratas dalam kecerdasan buatan pada tahun 2030.”

    Laporan tersebut mencatat bahwa “Rusia, bersama dengan Iran, Korea Utara, dan China, berusaha menantang Amerika Serikat melalui kampanye yang terencana untuk mencapai keunggulan militer,” seraya menambahkan bahwa perang Moskow di Ukraina telah memberinya “pelajaran berharga dalam menghadapi senjata dan intelijen Barat dalam perang berskala besar.”

    Laporan Komunitas Intelijen AS juga menyimpulkan bahwa Rusia memiliki keunggulan dalam konflik di Ukraina, dengan mencatat bahwa Rusia “sedang dalam perjalanan untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar guna menekan Kyiv dan para pendukung Baratnya agar berunding untuk mengakhiri perang yang akan memberi Moskow konsesi yang diinginkannya.”

    Laporan tersebut memperingatkan bahwa kelanjutan konflik di Ukraina akan memperpanjang risiko strategis bagi Amerika Serikat, dapat menyebabkan penggunaan senjata nuklir, dan dapat memperburuk ketidakamanan di antara negara-negara NATO, khususnya di Eropa Tengah, Timur, dan Utara.

    Ia melanjutkan, “Terlepas dari bagaimana dan kapan perang di Ukraina berakhir, tren geopolitik, ekonomi, militer, dan politik dalam negeri saat ini di Rusia menggarisbawahi kemampuannya untuk menahan dan memperpanjang potensi ancaman terhadap kekuatan, kehadiran, dan kepentingan global AS.”

    China terbuka

    Kementerian Luar Negeri China menyebut negaranya terbuka agar lebih banyak anggota parlemen maupun warga biasa dari Amerika Serikat datang ke Tiongkok.

    “China menyambut lebih banyak anggota parlemen dan warga Amerika Serikat dari berbagai lapisan untuk mengunjungi China agar dapat mempelajari China dengan cara yang lebih objektif serta memainkan peran yang konstruktif untuk pembangunan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (24/3).

    Hal itu disampaikan usai pertemuan Perdana Menteri China Li Qiang dan Senator Partai Republik Amerika Serikat Steve Daines, yang juga pendukung Presiden Donald Trump, pada Ahad (23/3). Daines berada di Beijing untuk menghadiri Forum Pembangunan China 2025.

    “China percaya bahwa perkembangan hubungan China-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan dapat memenuhi kepentingan bersama kedua bangsa maupun masyarakat internasional,” ungkap Guo Jiakun.

    Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri China disebutkan PM Li Qiang mengatakan bahwa saat ini, perkembangan hubungan China-AS memasuki titik kritis baru.

    “Sejarah telah membuktikan bahwa China dan AS sama-sama memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian bila terjadi konfrontasi. Kedua pihak harus memilih dialog dibanding konfrontasi dan kerja sama yang saling menguntungkan dari pada situasi yang tidak menguntungkan,” kata PM Li Qiang.

    PM Li juga menyampaikan harapan agar AS terlibat dalam komunikasi yang jujur, membangun kepercayaan, menghilangkan keraguan sesuai dengan prinsip saling menghormati, memperdalam kerja sama praktis, dan sama-sama berupaya untuk mempromosikan hubungan China-AS yang stabil, sehat dan berkelanjutan.

    Semakin banyak kesulitan yang dihadapi dalam hubungan China-AS, ungkap PM Li, semakin penting untuk menjaga dan mengembangkan kerja sama ekonomi dan perdagangan China-AS, dalam upaya untuk terus memberikan stabilitas ke dalam hubungan bilateral.

    “Perang dagang tidak akan menghasilkan pemenang. Tidak ada negara yang dapat mencapai pembangunan dan kemakmuran melalui penerapan tarif. Masalah seperti ketidakseimbangan perdagangan perlu diselesaikan dengan memperbesar kue kerja sama dan menciptakan lebih banyak manfaat tambahan,” jelas PM Li Qiang.

    China, kata PM Li Qiang, selalu menyambut perusahaan dari seluruh dunia, termasuk AS, untuk berbagi peluang pembangunan di China dan akan memperlakukan perusahaan dalam dan luar negeri secara setara serta terus membina lingkungan bisnis yang sehat.

    Dalam akun media sosialnya di X, Senator Daines mengungkapkan bahwa ia akan berbicara dengan pejabat di China soal pembatasan produksi dan distribusi fentanil dan “perlunya mengurangi defisit perdagangan dan memastikan akses pasar yang adil bagi para petani, peternak, dan produsen Montana”. Montana adalah negara bagian di AS yang diwakili Daines.

    Daines sebelumnya bekerja sebagai pekerja eksekutif di China dan bertindak sebagai perantara selama masa jabatan pertama Trump. Ia adalah anggota Kongres pertama yang mengunjungi Beijing sejak Trump menjabat pada Januari 2025.

    Hubungan AS-China kembali menghangat secara khusus terkait tarif impor setelah Trump mengenakan tarif sebesar 10 persen untuk hampir semua produk impor dari China sejak awal Februari dan menaikkan tarif menjadi 20 persen pada 4 Maret 2025. Ia mengatakan tindakan tersebut dimaksudkan untuk menekan China agar mengurangi distribusi fentanil ke AS.

    Sebagai balasan atas tindakan AS, China mengenakan tarif terhadap produk-produk pertanian asal AS mulai 10 Maret 2025, dengan rincian pungutan sebesar 15 persen untuk produk seperti ayam, gandum dan jagung, serta 10 persen pada produk-produk seperti kacang kedelai, daging babi, daging sapi dan buah-buahan.

    Namun Trump juga mengenakan tarif 25 persen atas semua impor baja dan alumunium ke AS, termasuk asal China, mulai 12 Maret 2025.

    Tak kirim pasukan perdamaian

    China membantah soal pemberitaan yang menyebut negara tersebut mempertimbangkan untuk bergabung dalam pasukan penjaga perdamaian di Ukraina.

    “Pemberitaan itu sama sekali tidak benar, sikap China atas krisis di Ukraina selalu konsisten dan jelas,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (24/3).

    Sebelumnya satu media Jerman mengutip sumber diplomatik Uni Eropa mengatakan China sedang mempertimbangkan partisipasinya untuk masuk dalam pasukan penjaga perdamaian di Ukraina.

    Diplomat China diberitakan mendekati pejabat di Brussels untuk menjajaki apakah langkah tersebut diinginkan oleh Eropa.

    Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan pertemuan puncak lanjutan untuk membahas konflik Ukraina akan dilakukan pada 25 Maret 2025 dengan tujuan untuk menentukan komitmen dukungan jangka pendek bagi Ukraina setelah pertemuan antara delegasi Ukraina dan Amerika Serikat di Arab Saudi pada awal Maret.

    Guo Jiakun hanya menyebut “Group of Friends for Peace” (Sahabat untuk Perdamaian) yang dibentuk China dengan negara-negara berkembang lainnya baru saja bertemu di New York, AS.

    “Mereka membahas perkembangan terbaru krisis Ukraina dan prospek untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Pertemuan itu berhasil dan menegaskan kembali penyelesaian konflik melalui jalur politik melalui negosiasi,” ungkap Guo Jiakun.

    “Sahabat untuk Perdamaian” dibentuk oleh China dan Brasil pada 27 September 2024 saat Sidang Umum PBB ke-79 di New York dengan tujuan mendukung upaya global untuk perdamaian berkelanjutan melalui jalur negosiasi.

    Anggota kelompok tersebut adalah China, Brasil, Indonesia, Afrika Selatan, Aljazair, Bolivia, Kazakhstan, Kolombia, Mesir, Meksiko, Kenya, Turki dan Zambia.

    “Para anggota menekankan bahwa konflik mungkin mendekati titik balik dan menyambut baik dinamika terkini menuju perundingan damai. Mereka mendesak semua pemangku kepentingan untuk memainkan peran konstruktif, menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan,” tambah Guo Jiakun.

    Kelompok tersebut, menurut Guo Jiakun, juga berkomitmen untuk tetap menjaga komunikasi yang erat dengan semua pihak terkait agar suara-suara dari negara berkembang lebih diperhatikan dan berkontribusi pada penyelesaian konflik secara damai untuk masa depan yang lebih baik bagi semua.

    “Sejak didirikan September lalu, sikap ‘Sahabat untuk Perdamaian’ soal krisis Ukraina konsisten untuk menganjurkan penyelesaian damai dan menggalang kekuatan untuk penyelesaian politik. China akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menyampaikan suara-suara yang lebih rasional sehingga aspirasi atas perundingan damai didengar,” jelas Guo Jiakun.

    Perkembangan terakhir dari konflik Ukraina, Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 11 Maret 2025 menyatakan bahwa Kiev siap menerima proposal Amerika Serikat untuk gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kesepakatan bersama.

    Selain itu, AS juga akan melanjutkan bantuan ke Ukraina serta mencabut jeda dalam berbagi intelijen.

    Presiden Ukraina dan AS sepakat untuk segera menyelesaikan perjanjian komprehensif secepatnya mengenai sumber daya mineral penting Ukraina guna memperluas ekonomi Ukraina dan menjamin kemakmuran dan keamanan jangka panjang Ukraina.

  • AS di Ambang Kekalahan Telak, China Makin Menggila

    AS di Ambang Kekalahan Telak, China Makin Menggila

    Jakarta, CNBC Indonesia – China makin kencang melawan dominasi Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Upaya China tak gentar meski AS terus-terusan memutus akses negara kekuasaan Xi Jinping terhadap chip AI dan alat pembuat chip canggih asal AS dan negara sekutu.

    Bukti paling nyata adalah kehadiran DeepSeek asal China yang mengguncang industri teknologi AI AS. DeepSeek berhasil menjadi sistem AI yang akurat dengan biaya produksi jauh lebih murah ketimbang AI buatan AS.

    Menurut CEO startup asal China A1.AI, Lee Kai-fu, China saat ini hanya tertinggal sekitar 3 bulan untuk beberapa area pengembangan AI dibandingkan dengan AS.

    Lee merupakan figur kawakan di sektor AI global. Ia juga pernah mengepalai Google China. Berbacara dnegan Reuters, Lee mengatakan kemunculan DeepSeek telah membuktikan kemajuan China dalam hal engineering infrastruktur software.

    DeepSeek membuat geger saat meluncurkan model AI R1 pada Januari lalu. Perusahaan mengklaim sistem AI tersebut dilatih dengan chip yang tidak terlalu canggih dan dengan biaya lebih murah ketimbang pesaing di AS.

    Pengumuman itu langsung meruntuhkan asumsi bahwa sanksi AS akan menghambat pengembangan AI asal China.

    “Sebelumnya, saya kira ketimpangan [China dan AS] berjarak 6-9 bulan dan [China] tertinggal di belakang dalam segala hal. Kini, saya rasa mungkin ketimbangannya hanya 3 bulan untuk beberapa teknologi inti. Namun, untuk beberapa area spesifik [China] sebenarnya lebih maju,” kata Lee, dikutip dari Reuters, Selasa (25/3/2025).

    Sanksi dari AS dinilai sebagai pedang bermata dua yang menciptakan tantangan jangka pendek bagi China dalam mengembangkan AI. Namun, secara jangka panjang, sanksi itu justru memotivasi China untuk berinovasi secara lebih kreatif dan mengembangkan kemandirian tanpa bergantung pada AS.

    Lee mengatakan beberapa perusahaan China bahkan sudah mengembangkan algoritma mereka sendiri.

    “Faktanya, DeepSeek mampu mencari rantai pemikiran baru untuk mendorong pembelajaran sistemnya supaya bisa bersaing dengan AS. DeepSeek belajar dengan cepat dan bahkan kini sudah lebih inovatif,” Lee menjelaskan.

    China langsung bergerak cepat dalam pengembangan AI setelah OpenAI asal AS meluncurkan ChatGPT pada akhir 2022 lalu. Sebelum peluncuran DeepSeek, banyak petinggi teknologi China yang mengaku tertinggal dibandingkan AS.

    Lee sendiri merupakan pemilik firma modal ventura yang mendirikan 01.AI pada Maret 2023. Ia juga bergabung pada startup AI baru seperti ZhipuAI dan Moonshot. Lee juga berperan dalam beberapa raksasa teknologi China seperti Baidu, Alibaba, dan ByteDance, dalam membangun model AI mereka.

    (fab/fab)

  • iPhone Tak Laku, China Blak-blakan Bilang Ini ke CEO Apple

    iPhone Tak Laku, China Blak-blakan Bilang Ini ke CEO Apple

    Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan iPhone di China kian memprihatinkan. Kebangkitan Huawei dan pemain lokal lainnya berhasil mengguncang dominasi iPhone di negara kekuasaan Xi Jinping.

    Selain itu, lambatnya adopsi Apple Intelligence di China juga disebut-sebut sebagai faktor penurunan minat belim masyarakat China terhadap iPhone.

    Pada kuartal-IV (Q4) 2024, Huawei berhasil menduduki posisi ‘raja’ HP China dengan pangsa pasar 18,1%. Pertumbuhannya tercatat 15,5% secara tahun-ke-tahun (YoY).

    Sementara itu, Apple yang berdarah-darah duduk di posisi ke-3. Penjualannya menurun tajam 18,2% YoY dengan pangsa pasar 17,1%.

    Di tengah terpuruknya kinerja iPhone di China, pemerintah China tetap mendorong investasi dari Apple ke negara Tirai Bambu. Hal tersebut diungkap Menteri Perdagangan (Mendag) China Wang Wentao pada awal pekan ini.

    Wang mengatakan kepada CEO Apple Tim Cook bahwa China menyambut ekspansi investasi Apple di negaranya, dikutip dari Reuters, Selasa (25/3/2025).

    Dalam pernyataannya, Wang mengatakan telah bertukar pikiran dengan Cook dalam beberapa topik. Antara lain terkait perkembangan bisnis Apple di China, serta hubungan perdagangan ekonomi China dan Amerika Serikat (AS).

    Diskusi antara Wang dan Cook itu terjadi dalam ajang China Development Forum di Beijing pada Minggu (23/3) dan Senin (24/3). Menurut beberapa sumber, para petinggi teknologi berharap bisa berkomunikasi langsung dengan Presiden China Xi Jinping.

    (fab/fab)

  • China Ditendang, Nasib TikTok Ditentukan Setelah Lebaran

    China Ditendang, Nasib TikTok Ditentukan Setelah Lebaran

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintahan Donald Trump tengah membahas nasib keberlanjutan operasi TikTok di Amerika Serikat (AS). Tenggat waktu untuk keputusan apakah TikTok dapat terus beroperasi atau diblokir akan diumumkan setelah Lebaran, tepatnya 5 April 2025.

    Menurut dua sumber yang mengetahui diskusi tersebut, investor non-China berencana meningkatkan kepemilikan mereka dengan mengakuisisi saham investor China untuk operasi TikTok di AS.

    Rencana tersebut mencakup pemisahan entitas TikTok khusus di AS dan mengurangi kepemilikan China di bisnis baru tersebut hingga di bawah ambang batas 20 persen. Jika disepakati, maka pengaruh China terhadap operasi TikTok di AS akan sangat minim.

    Susquehanna International Group milik Jeff Yass dan General Atlantic milik Bill Ford, yang terwakili dalam dewan direksi ByteDance, memimpin diskusi dengan Gedung Putih mengenai rencana tersebut.

    Perusahaan ekuitas swasta KKR juga berpartisipasi, kata salah satu sumber, dikutip dari laporan Reuters, Senin (24/3/2025).

    Nasib TikTok yang digunakan oleh hampir separuh penduduk AS ini telah berada dalam ketidakpastian sejak sebuah undang-undang yang berlaku pada 19 Januari 2025 engharuskan ByteDance untuk melakukan divestasi terhadap TikTok atau menghadapi pemblokiran atas dasar keamanan nasional.

    Undang-undang tersebut disahkan tahun lalu ketika AS masih di bawah pemerintahan Joe Biden. Kemelut TikTok didasari kekhawatiran AS bahwa induk ByteDance asal China bisa menyerahkan data pengguna AS ke pemerintahan Xi Jinping.

    Para pendukung kebebasan berbicara berpendapat bahwa larangan tersebut secara tidak sah mengancam warga AS dalam mengakses media asing dan melanggar Amandemen Pertama Konstitusi AS.

    Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda penegakan hukum atas TikTok pada 19 Januari 2025 setelah ia resmi dilantik pada 20 Januari 2025.

    TikTok sempat diblokir selama beberapa jam, kemudian aksesnya dibuka kembali. Dalam perintah eksekutif Trump, pemerintah akan melakukan negosiasi lebih lanjut dengan ByteDance dan TikTok hingga 5 April 2025.

    Mulanya, Trump mengusulkan agar kepemilikan China atas TikTok di AS menjadi 50%, lalu 50% lagi dipegang investor AS. Namun, proses diskusi masih terus berlangsung hingga kini.

    Menurut pengajuan hukum dari TikTok tahun lalu, investor global memiliki sekitar 58% saham ByteDance. Sementara pendiri perusahaan yang berbasis di Singapura, Zhang Yiming, memiliki 21% saham. Karyawan di berbagai negara, termasuk 7.000 orang AS, memiliki 21% saham sisanya. 

    (fab/fab)

  • Airlangga Hartarto: Kerja Sama RI-Tiongkok Wujud Nyata Pertemuan Prabowo-Xi Jinping – Halaman all

    Airlangga Hartarto: Kerja Sama RI-Tiongkok Wujud Nyata Pertemuan Prabowo-Xi Jinping – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah RI terus gencar melakukan penguatan kerja sama bilateral dengan berbagai negara.

    Langkah ini sekaligus menjadi upaya Pemerintah dalam meningkatkan kinerja berbagai sektor perekonomian, termasuk dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). 

    Melalui peningkatan kerja sama strategis, kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dengan RRT tersebut salah satunya diwujudkan melalui Kerangka Kerja Sama Two Countries Twin Parks (TCTP).

    Kerja sama TCTP yang juga menjadi kerangka strategis untuk meningkatkan kerja sama bilateral, dengan fokus pada sektor-sektor utama yang mendorong integrasi ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan. 

    Inisiatif ini mencakup kerja sama ekonomi dan perdagangan, kolaborasi industri komprehensif, dan kemitraan sektoral strategis. 

    Selanjutnya, kerangka kerja sama TCTP tersebut juga akan diimplementasikan pada Kawasan Industri Terpadu Batang, yang telah ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

    “Jadi saya kira dengan adanya MoU ini mudah-mudahan bisa terealisasi, dengan adanya investasi dari negara sahabat kita, Tiongkok. Dan saya kira ini menunjukkan terwujudnya hasil dari pertemuan antara kedua Presiden kita, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping di bulan November tahun lalu,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Penandatanganan MoU Kawasan Industri Terpadu Batang dengan China State Construction Engineering Cooperation, Kamis (20/3/2025).

    Sejumlah perusahaan diproyeksikan untuk bergabung dalam proyek TCTP dan meliputi berbagai sektor seperti perbankan dan keuangan, infrastruktur dan logistik, energi, otomotif, baterai agrikultur, telekomuniasi, elektronik, dan perawatan-perbaikan-pemeriksaan penerbangan. 

    Dengan bergabungnya berbagai macam sektor tersebut diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi serta memperkuat daya saing industri nasional.

    Lebih jauh, penandatanganan MoU dilakukan antara KEK Industropolis Batang dengan China State Construction Engineering Cooperation yang merupakan representatif dari BUMN RRT serta menandakan disepakatinya komitmen awal dalam kerja sama investasi dan pengembangan kawasan di KEK Industropolis Batang.

    Investasi pada kerja sama TCTP diproyeksikan hingga Rp60 triliun untuk akuisisi lahan di KITB, diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing industri dalam negeri. 

    Adapun KITB telah menyiapkan lahan seluas 500 hektar yang akan digunakan dalam kerangka TCTP Indonesia-RRT, sebagai bagian dari strategi kerja sama bilateral untuk mempercepat investasi industri manufaktur dan teknologi tinggi.

    Lahan seluas 500 hektar yang disiapkan akan dikembangkan dengan berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung untuk mencapai standar kelayakan pada fasilitas industri.

    Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Indonesia dalam Program TCTP tersebut. 

    Penanadatanganan MoU yang dilakukan juga dinilai dapat mempererat kerja sama antara RRT dengan Indonesia, sehingga Dubes Wang Lutong berharap kerja sama kedua negara akan terus berkembang.

    Selanjutnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mengoordinasikan proyek kerja sama TCTP tersebut untuk menjaga komitmen investasi dalam rangka menyongsong target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

    Ke depan, Pemerintah juga akan melaksanakan Joint Committee pada bulan April 2025 untuk membahas beragam kebijakan kerja sama Indonesia-RRT.

    “Sebagai informasi Two Countries Twin Parks ini ada di tiga lokasi. Jadi satu di Batang, kedua Wijayakusuma di Kota Semarang, dan terakhir di Bintan. Jadi dengan ini kami berharap bahwa di kawasan ini juga akan memperoleh keberhasilan,” ujar Airlangga.

    Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Plt. Sekjen Dewan Nasional KEK Edwin Manansang, jajaran pimpinan China State Construction Engineering Company, serta jajaran pimpinan Danareksa dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang. 

     

  • Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang Besok 20 Maret

    Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang Besok 20 Maret

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Batang, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis besok (20/3/2025).

    Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana mengatakan bahwa salah satu agenda utama dalam lawatan tersebut adalah peresmian kawasan ekonomi khusus (KEK) Industropolis Batang.  

    “Presiden direncanakan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah. Salah satu agendanya adalah peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang,” kata Yusuf kepada wartawan melalui pesan teks, Rabu (19/3/2025).

    KEK Industropolis Batang merupakan hasil transformasi dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang sebelumnya ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2022 tentang Percepatan Investasi melalui Pengembangan Industri Terpadu (KITB) Batang.

    Perubahan ini bertujuan untuk menarik investasi lebih besar dan mempercepat pertumbuhan industri.  

    Pemerintah menargetkan investasi di KEK Industropolis Batang mencapai Rp75,8 triliun dalam lima tahun ke depan.

    Selain itu, kawasan ini diharapkan mampu menyerap hingga 58.145 tenaga kerja. KEK Industropolis Batang akan difokuskan pada sektor manufaktur, logistik, dan distribusi guna memperkuat ekosistem industri nasional.  

    Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa akan ada investasi besar di KEK Batang yang mencapai Rp16 triliun.

    “Kami sampaikan perkembangan perekonomian dan rencana terkait kawasan ekonomi khusus. Presiden mengatakan bahwa KEK di Batang akan dikunjungi langsung oleh beliau pada Kamis nanti,” ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (18/3/2025).

    Salah satu kerja sama yang tengah dipersiapkan adalah proyek twin city twin park antara Indonesia dan Fujian, China.

    Airlangga menyebut bahwa investasi senilai Rp16 triliun di KEK Batang merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden China Xi Jinping.  

  • Presiden resmikan KEK Industropolis Batang esok hari

    Presiden resmikan KEK Industropolis Batang esok hari

    Pemerintah menargetkan nilai investasi di KEK Industropolis Batang dalam 5 tahun ke depan sebesar Rp75,8 triliun.

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, Kamis (20/3).

    “Pada hari Kamis, 20 Maret 2025 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah, salah satu agendanya adalah peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

    Yusuf lantas menjelaskan bahwa KEK Industropolis Batang merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang bertujuan mendorong peningkatan investasi di Jawa Tengah.

    Ia mengatakan bahwa Pemerintah menargetkan nilai investasi di KEK Industropolis Batang dalam 5 tahun ke depan sebesar Rp75,8 triliun, sedangkan target jumlah tenaga kerja sebanyak 58.145 orang.

    “Adapun kegiatan usaha yang dilakukan adalah di bidang manufaktur, logistik, dan distribusi,” kata Yusuf Permana.

    Rencana Presiden meresmikan KEK Industropolis Batang kali pertama diungkap oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat hadir dalam rapat bersama Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (18/3).

    “Tadi Bapak Presiden menyatakan bahwa terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus di Batang, beliau akan ke lapangan pada hari Kamis, dan rencananya ada juga kerja sama twin city, twin parks. Jadi, kerja sama antara Indonesia dengan Fujian untuk mendorong investasi industri di Kawasan Ekonomi Khusus di Batang, dan direncanakan mereka akan investasi sekitar Rp16 triliun,” kata Menko Airlangga.

    Airlangga menyebut kerja sama itu merupakan tindak lanjut atas hasil kesepakatan antara Presiden Prabowo dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada tahun lalu.

    Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi optimistis perubahan nama Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang dapat mengoptimalkan Batang sebagai kawasan industri.

    “Adanya KIT Batang menjadi KEK akan membantu sekali, terutama dalam rangka membangun wilayah kita,” kata Luthfi sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jawa Tengah, Senin (17/3).

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: D.Dj. Kliwantoro
    Copyright © ANTARA 2025

  • China Hukum Mati Eks Insinyur karena Bocorkan Rahasia Negara

    China Hukum Mati Eks Insinyur karena Bocorkan Rahasia Negara

    Jakarta

    Seorang mantan insinyur China dijatuhi hukuman mati karena membocorkan rahasia negara kepada kekuatan asing.

    Dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/3/2025), Kementerian Keamanan Negara China mengatakan dalam sebuah unggahan di akun WeChat resminya, pria yang bermarga Liu itu, “secara diam-diam menyalin, menggandakan, dan menjual sejumlah besar rahasia negara kepada badan intelijen dan spionase asing”.

    Liu pernah bekerja sebagai asisten insinyur di sebuah lembaga penelitian, dan mengundurkan diri setelah merasa bahwa ia telah diperlakukan tidak adil, kata kementerian tersebut.

    Namun, sebelum pergi, ia “secara diam-diam menyalin dan menyimpan sejumlah besar materi rahasia yang pernah ditanganinya, dengan maksud untuk menggunakannya nanti sebagai pembalasan atau pemerasan terhadap atasannya”, tambah kementerian.

    Kementerian tidak menyebutkan lembaga penelitian yang mempekerjakan Liu, dan juga tidak menyebutkan nama lengkap Liu.

    Menurut kementerian, Liu memiliki banyak utang setelah investasi yang gagal dan “mengalihkan perhatiannya ke materi rahasia yang dimilikinya, sehingga menimbulkan pikiran pengkhianatan untuk menjual informasi tersebut ke intelijen”.

    Badan intelijen asing yang tidak disebutkan namanya tersebut, kemudian memutus kontak setelah menipu Liu agar menyerahkan informasi rahasia itu dengan “harga yang sangat rendah”, menurut kementerian tersebut.

    Lihat juga video: Lagi! Iran Hukum Mati 3 Pengunjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

    “Selama enam bulan, ia secara diam-diam bepergian ke banyak negara, yang sangat membahayakan rahasia nasional China,” imbuh kementerian.

    Liu dijatuhi hukuman mati setelah penyelidikan, kementerian tersebut menambahkan.

    Tidak ada rincian yang diberikan tentang kapan ia akan dieksekusi mati.

    Beijing telah meningkatkan peringatan bahwa kekuatan asing berusaha untuk mengekang kebangkitan China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Badan-badan keamanan China sering memperingatkan bahwa mata-mata bekerja untuk memikat warga China yang setia agar mengkhianati negara — sering dengan cara yang mengerikan dan tidak biasa.

    Kementerian Keamanan Nasional yang sangat tertutup juga telah mengungkap temuannya di media sosial. Pada November 2024, Kementerian Keamanan Nasional mengungkap bahwa mantan pegawai pemerintah tingkat tinggi dijatuhi hukuman mati karena menyerahkan rahasia negara kepada badan mata-mata negara asing, dengan imbalan uang tunai.

    Lihat juga video: Lagi! Iran Hukum Mati 3 Pengunjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini